GORONTALO, SuaraIndonesia1.com – Forum Pemuda Gorontalo (FPG) kembali menyoroti aktivitas pertambangan yang terus beroperasi di sejumlah wilayah Kabupaten Gorontalo, khususnya di Pulubala, Mootilango, dan Tolangohula. Di tengah gencarnya agenda seremonial dan kegiatan yang diklaim berpihak kepada petani, kondisi di lapangan justru menunjukkan kenyataan yang berbeda.
Aktivitas pertambangan yang terus berlangsung dinilai telah memberikan dampak serius terhadap sektor pertanian. Lahan-lahan produktif milik masyarakat dilaporkan mengalami kerusakan, sementara para petani harus menghadapi berbagai kesulitan akibat menurunnya kualitas lingkungan dan produktivitas lahan.
Forum Pemuda Gorontalo menilai pemerintah lebih sibuk membangun citra melalui berbagai kegiatan seremonial, termasuk membawa petani dalam kegiatan berskala nasional, dibanding menyelesaikan persoalan mendasar yang dihadapi petani di daerah.
"Kami melihat ada ketimpangan antara apa yang dipertontonkan di atas panggung dengan realitas yang dialami petani di lapangan. Ketika pemerintah sibuk menunjukkan keberhasilan di hadapan publik, para petani justru harus menanggung dampak kerusakan lahan yang hingga hari ini belum mendapatkan solusi yang jelas," ujar Zasmin Dalanggo, Koordinator Forum Pemuda Gorontalo.
Selain persoalan pertambangan, FPG juga menyoroti berbagai dugaan praktik yang merugikan petani dan buruh. Sesuai investigasi di lapangan, terdapat dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan kesulitan petani untuk memperoleh keuntungan pribadi. Kondisi ini dinilai semakin memperburuk keadaan ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian.
Tidak hanya itu, FPG juga menyoroti nasib para pekerja sawit di Kabupaten Gorontalo. Banyak pekerja yang telah mengabdi selama bertahun-tahun namun masih menghadapi ketidakjelasan status kerja. Selain itu, muncul pula keluhan terkait hak-hak pekerja yang diduga belum terpenuhi secara maksimal.
"Sudah hampir belasan tahun banyak pekerja menggantungkan hidupnya pada sektor perkebunan sawit, tetapi masih terdapat berbagai persoalan ketenagakerjaan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Pemerintah tidak boleh tutup mata terhadap kondisi ini," tegas Zasmin.
Forum Pemuda Gorontalo mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk lebih fokus menyelesaikan persoalan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurut FPG, keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya diukur dari kemeriahan acara dan banyaknya kegiatan seremonial, melainkan dari kemampuan pemerintah menghadirkan solusi nyata bagi petani, buruh, dan masyarakat kecil.
"Kami mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum agar tidak hanya sibuk dengan pencitraan yang sifatnya sementara untuk menyenangkan pemerintah pusat. Yang dibutuhkan masyarakat hari ini adalah tindakan nyata. Petani kehilangan lahan produktif, buruh menghadapi ketidakpastian, dan masyarakat terus menanggung dampaknya," lanjutnya.
FPG menegaskan bahwa persoalan pertanian harus menjadi prioritas utama. Di balik berbagai acara yang mengatasnamakan kepentingan petani, masih banyak tangisan dan keluhan yang belum terjawab. Pemerintah diminta segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di Kabupaten Gorontalo.
"Jangan sampai petani hanya dijadikan simbol dalam acara-acara besar, sementara masalah yang mereka hadapi setiap hari dibiarkan berlarut-larut. Petani membutuhkan perlindungan, kepastian, dan keberpihakan yang nyata, bukan sekadar janji dan panggung seremonial," tutup Zasmin Dalanggo.
(JO)


