BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

PEMUDA KECAM DUGAAN PRAKTEK “86” DALAM PENINDAKAN TAMBANG ILEGAL DI POTOLO


KOTAMOBAGU, suaraindonesia1.com – Seorang pemuda asli Bolaang Mongondow, Dip Damolawan, mengecam keras dugaan praktik “86” atau permainan oknum aparat di balik operasi penindakan tambang ilegal di Desa Potolo, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow. Wilayah ini merupakan area tugas Polres Kotamobagu.


Kecaman ini disampaikan menyusul beredarnya foto dan video yang memunculkan tanda tanya besar terhadap peran Kabag Ops Polres Kotamobagu. Bukti visual tersebut menguatkan dugaan adanya “86” serta menunjukkan sejumlah lokasi tambang ilegal di Potolo yang diduga masih beroperasi dengan bebas.


Sebagai putra asli Tanah Totabuan, Dip Damolawan menyatakan sikap tegasnya. “Kami mengecam dugaan praktik 86 yang dilakukan pihak Polres Kotamobagu dalam penindakan tambang ilegal Potolo. Jika benar ada transaksi atau permainan untuk melindungi aktivitas ilegal tersebut, maka itu adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah hukum dan rakyat,” tegasnya.


Dip menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam atas dugaan praktik busuk tersebut. Ia pun mendesak Propam Polda Sulawesi Utara untuk segera turun tangan menyelidiki matter ini. Menurutnya, pembiaran aparat dalam praktik tambang ilegal bukan hanya merugikan negara dari sisi lingkungan dan penerimaan pendapatan, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.


“Aparat jangan jadi backing kejahatan, tapi harus jadi pelindung masyarakat dan penegak keadilan. Kami menuntut transparansi penuh dalam penyelidikan dan sanksi tegas terhadap oknum yang bermain mata dengan pelaku tambang ilegal,” sambungnya.


Dip Damolawan menutup pernyataannya dengan komitmen untuk terus mengawal kasus ini. “Kami akan terus mengawal isu ini sampai tuntas,” tutupnya.


(JO)

« PREV
NEXT »