BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Slider

latest
randomposts4

SULAWESI UTARA

Sulut/block-7/#E4D932

PAPUA

Papua/block-2/#5351E5

JAKARTA

JAKARTA/block-2/#00A0A2

POHUWATO

Pohuwato/block-1/#235FB6

NUSA TENGGARA

Nusa%20Tenggara/block-2/#0019A2

GORONTALO

Gorontalo/block-2

KESEHATAN

Kesehatan/block-1/#45B623

RIAU

Riau/block-2

SULAWESI SELATAN

Sulsel/block-2/#1200EF

OPINI

Opini/block-7/#990505

KALIMANTAN TIMUR

KALTIM/block-2/#C603AB

ACEH

Aceh/block-2/#C60350

KRIMINAL DAN HAM

Kriminal%20Dan%20Ham/block-5/#FF0000

NASIONAL

Nasional/block-8

DAERAH

Daerah/block-9

EKONOMI

Economy/block-3/#229304

OLAH RAGA

Olah%20Raga/block-5/#FF0000

JABODETABEK

Jabodetabek/block-1

GLOBAL

internasional

Latest Articles

Penutupan Raker I PWKI Yapen, Ketua DPC Harap Program 2026 Berjalan Optimal



Kepulauan Yapen-Suaraindonesia1.com. Rapat Kerja I Persekutuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Kabupaten Kepulauan Yapen resmi ditutup setelah berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Sabtu (21/02/2026) 


Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam merumuskan arah pelayanan dan program kerja PWKI sepanjang tahun 2026.


Ketua DPC PWKI Kabupaten Kepulauan Yapen, Pdm. Yohana Irianti Wanggai, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya raker dengan baik hingga selesai. 


Ia menilai seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, penuh partisipasi, serta menghasilkan berbagai program strategis yang diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi pelayanan PWKI di tengah masyarakat.


“Puji Tuhan, Raker I PWKI Yapen berjalan dengan lancar dan baik sampai selesai. Semua program yang telah dibahas menjadi harapan besar kita bersama agar dapat terlaksana dengan optimal di tahun 2026,” ujar Pdm. Yohana I. Wanggai pada penutupan raker.


Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kerja sama, kekompakan, dan komitmen seluruh pengurus serta anggota PWKI.


Menurutnya, keberhasilan program kerja tidak hanya bergantung pada perencanaan, tetapi juga pada sinergi dan semangat melayani.


“Harapan kami, terjalin kerja sama yang baik, saling mendukung, dan tetap solid dalam menjalankan setiap program pelayanan. Dengan kebersamaan, kita dapat mewujudkan PWKI yang semakin berdaya dan berdampak,” tutupnya

Bupati Yapen Resmi Buka Rapat Kerja I PWKI Kabupaten Kepulauan Yapen.



KEPULAUAN YAPEN-Suaraindonesia1.com. Rapat Kerja I PWKI Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2026 resmi dibuka oleh Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, pada.Sabtu, (21/02/2026). 

Kegiatan diawali dengan ibadah syukur yang mengangkat firman Tuhan dari Lukas 8:4–15, bertema “Menabur dan Menuai dalam Melayani Tuhan.”


Momentum ini menjadi penguatan iman sekaligus dorongan bagi seluruh anggota PWKI untuk terus menabur kebaikan dalam pelayanan. 


Ketua DPC PWKI Yapen, Pdm. Yohana Irianti Wanggai, menyampaikan bahwa raker ini bertujuan mengevaluasi program yang telah berjalan serta menyusun rencana kerja tahun 2026, demi kemajuan organisasi dan pelayanan PWKI di tengah masyarakat.


Sementara itu, Bupati Benyamin Arisoy menyampaikan apresiasi atas kontribusi PWKI dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang sosial, kerohanian, dan pemberdayaan perempuan. 


Bupati Yapen berharap raker ini melahirkan program nyata yang selaras dengan visi misi pembangunan daerah, memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas SDM, serta menjaga kerukunan dan persatuan.

Sebut Ada Kejanggalan dalam Tuntutan, Jan Maringka Ajukan Amicus Curiae dalam Kasus Pertamina




Jakarta – Suaraindonesia1, Dr Jan Maringka, secara resmi mengajukan diri sebagai Amicus Curiae atau Sahabat Pengadilan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat mantan Direktur Utama Pertamina International Shipping (PIS), Yoki Firnandi yang terkait dalam perkara pengadaan minyak mentah dilingkungan Pertamina


Melalui Asosiasi Advokat dan Akuntan Forensik Indonesia (A3FI), Jan Maringka selaku Ketua Umum A3FI menyerahkan pendapat hukumnya ke PTSP PN Tipikor Jakarta Pusat pada Jumat, 20 Februari 2026, dukungan ini sebagai bentuk keprihatinan atas maraknya kriminalisasi terhadap  keputusan bisnis direksi BUMN serta kasus kasus korupsi terkait dengan pemahaman kerugian keuangan negara.


Jaksa Agung Muda Intelijen periode 2017–2020 ini menegaskan bahwa langkah tersebut diambil untuk meluruskan pemahaman mengenai unsur kerugian keuangan negara yang sering kali dilihat tidak tepat sasaran.


Dalam naskah Amicus Curiae tersebut, Jan Maringka menyoroti pemberitaan di tahap penyidikan yg dikatakan merugikan negara Rp 197 T per tahun, atau hampir mencapai 1000 T itu ternyata hanya dituntut 14 Tahun dengan denda sebesar Rp 1 M, ini menunjukkan keragu raguan Jaksa dalam mengungkap fakta Persidangan, fakta sebaliknya terungkap prestasi Yoki Firnandi yang justru berhasil membawa PT PIS meraih laba bersih melonjak hingga empat kali lipat atau sekitar Rp9 triliun selama periode kepemimpinannya. 


"Capaian ini merupakan nilai tambah bagi negara dan sangat bertolak belakang dengan tuduhan kerugian negara," kata Jan Maringka, dalam rilis yang diterima media ini, Jumat (20/2/2026).


Ia menekankan pentingnya penerapan prinsip Business Judgement Rule (BJR) yang melindungi direksi atas keputusan bisnis sepanjang dilakukan dengan itikad baik, kehati-hatian, dan tanpa benturan kepentingan demi kepentingan perusahaan.


"Kami juga mengingatkan kepada Majelis Hakim mengenai Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 25/PUU-XIV/2016 yang menegaskan bahwa kerugian negara harus bersifat nyata atau actual loss, bukan lagi sekadar perkiraan atau potential loss," tegasnya.


Ia menilai dakwaan jaksa memiliki kejanggalan karena tidak ditemukan fakta persidangan yang menyebutkan terdakwa memberikan instruksi untuk mengintervensi pengadaan sewa kapal. 


"Bahkan, keterangan ahli di persidangan menyebutkan bahwa tindakan memangkas rantai pasok impor merupakan upaya efisiensi korporasi yang lazim, bukan sebuah tindak pidana," katanya.


Lebih lanjut, Jan Maringka mengkritisi konstruksi penuntutan yang hanya melihat angka keluar tanpa mempertimbangkan asas manfaat bagi negara. Ia mencontohkan kejanggalan dakwaan di mana kerugian dialami induk perusahaan (Pertamina) untuk menguntungkan anak perusahaannya sendiri seperti PT PIS, PT KPI, dan PT PPN. 


"Oleh karena itu, kami sangat merekomendasikan agar Majelis Hakim memutuskan untuk membebaskan Yoki Firnandi dari segala tuntutan atau dapat memberikan putusan yang seadil-adilnya demi menjaga kepastian hukum bagi para profesional di sektor energi," ujarnya.


Berdasarkan analisa hukum dan fakta persidangan yang dipelajarinya, Jan menyimpulkan bahwa selisih atau skema shipping yang dipermasalahkan merupakan strategi bisnis operasional dan bukan tindakan melawan hukum, bayangkan ilegal gain dihitung dari pembelian dan sewa kapal yg diterima pihak ketiga, artinya negara juga telah menikmati fasilitas ilegal yang dituduhkan


"Kami berharap pendapat hukum ini menjadi bahan pertimbangan bagi hakim untuk menegakkan keadilan, bukan menjadi sarana pembenaran atas ketidak adilan tutupnya.

Tak Kenal Lelah di Atas Perahu: Semangat Warga Rembai Dukung TMMD Ke-127 Kodim 1709/Yawa



YAPEN-Suaraindonesia1.com. Antusiasme warga Kampung Rembai terus menyala dan tak pernah padam dalam mendukung pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Kodim 1709/Yawa. Semangat kemanunggalan TNI dan rakyat kembali terlihat nyata saat personel Satgas TMMD bersama warga bahu-membahu mengangkut material pembangunan rumah layak huni melalui jalur perairan, menggunakan perahu kayu,Sabtu (21/2/2026).


Sertu Engel Dumatubun, salah satu personel Satgas TMMD Ke-127, bersama keluarga Bapak Esman Horota selaku penerima bantuan rumah layak huni, tampak kompak mengangkut material batu tela.

Perjalanan yang ditempuh melalui jalur air tidak menyurutkan semangat mereka. Dengan penuh kebersamaan, material diangkut secara gotong royong demi mempercepat proses pembangunan.


Tak hanya Bapak Esman, istri dan anak-anaknya pun turut ambil bagian. Mereka bersama prajurit TNI berada di atas perahu kayu, membantu membawa material dengan wajah penuh semangat dan kebahagiaan. Pemandangan tersebut menjadi potret nyata kuatnya solidaritas dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat.


Sertu Engel Dumatubun mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas partisipasi aktif warga. “Saya sangat terharu melihat semangat keluarga Bapak Esman dan warga lainnya. Kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan utama dalam setiap kegiatan TMMD. Kami merasa benar-benar menjadi bagian dari keluarga mereka,” ujarnya.


Sementara itu, Bapak Esman Horota menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas bantuan yang diberikan melalui program TMMD Ke-127. “Saya sangat senang dan bersyukur. Rumah ini adalah harapan baru bagi keluarga kami. Terima kasih kepada TNI yang sudah membantu dan bekerja bersama kami,” ungkapnya.

Pamer Kekayaan Hasil PETI dan Diduga Lakukan TPPU, LSM GTI mendesak PPATK dan Kejaksaan Telusuri Hasil Kekayaan Kifli Sepang



Sulut - Suaraindonesia1, Dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan oleh KS alias Kifli dari hasil Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali mendapat sorotan.


Harta kekayaan Kifli yang dinilai tidak wajar bukan sekadar aset fisik, melainkan aliran dana besar yang tidak dilaporkan.


Beberapa waktu lalu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah menyerahkan hasil analisis ini kepada Bareskrim Polri dan Satgas Penertiban Kawasan Hutan untuk ditindaklanjuti secara hukum.


Sosok kifli bersama istrinya karap terlihat menghambur-hamburkan uang dengan cara disawerkan, melemparkan uang kesejumlah orang di kelab malam, dan juga menghambarkan uang dari atas mobil, juga akrab terlihat dalam aktivitas judi sabung ayam. 


Dengan adanya aktivitas seperti itu, membuat masyarakat mempertayankan hasil uang tersebut. Dirinya juga diduga Kabal hukum karena adanya kedekatan dengan sejumlah aparat penegak hukum.


TPPU dinilai lebih efektif karena ancaman hukuman dan perampasan aset jauh lebih berat dibanding pidana pertambangan biasa. 


Desakan publik kini mengarah pada Tim TPPU Kejaksaan Agung dan PPATK untuk menelusuri seluruh aliran dana, menghitung potensi kerugian negara, serta memastikan tidak ada praktik eksploitasi sumber daya alam yang kebal hukum.


Negara tidak boleh kalah oleh tambang ilegal. Jika emas dikeruk tanpa izin, lalu uangnya dipamerkan tanpa rasa takut, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kerugian materi, tetapi juga wibawa hukum itu sendiri.


Ketua Umum (Ketum) LSM Garda Timur Indonesia (GTI) Fikri Alkatiri mendesak kepada Tim TPPU Kejaksaan Agung dan PPATK untuk menelusuri seluruh sumber harta kekayaan Kifli.


"Kami mendesak Kejaksaan dan PPATK periksa uang masuk dan keluar dari Kifli. Dengan dasar itu menjadi laporan resmi ke Polda Sulut," tegas Vikry.

Yonif TP 860/NSK Waropen, Jadi Garda Terdepan Aksi Bersih Mangrove Ausi Werini, Bupati Waropen Pimpin Apel Karya Bakti



WAROPEN-Suaraindonesia1.com. Personel Yonif TP 860/NSK Waropen menjadi garda terdepan dalam aksi karya bakti peduli sampah yang digelar Pemerintah Kabupaten Waropen, Jumat pagi (20/02/2026). Kegiatan diawali dengan apel bersama yang melibatkan unsur masyarakat, TNI, Polri, Dinas Lingkungan Hidup, serta OPD terkait, dan dipimpin langsung oleh Bupati Waropen, serta dihadiri Wakil Bupati Waropen.


Kegiatan dipusatkan di Taman Mangrove Pantai Ausi Werini, Kampung Sanggei, Distrik Uraifasei, Kabupaten Waropen, dengan tujuan menumbuhkan kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan serta menjaga kelestarian ekosistem mangrove.


Usai apel, personel Yonif TP 860/NSK Waropen bersama masyarakat, aparat kepolisian, dan instansi terkait langsung melaksanakan aksi pembersihan sampah di kawasan taman mangrove. Pembersihan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari area pesisir pantai, jalur pejalan kaki, hingga kawasan hutan mangrove.


Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Waropen, Danyon TP 860/NSK Waropen Inf. Alfa Erydani, S.Hub.Int.Han, Wadanyonif TP 860/NSK Kapten Inf. Eka Panji Permana, serta Kepala Bappeda Kabupaten Waropen, bersama pimpinan OPD dan masyarakat, yang memantau jalannya kegiatan hingga seluruh rangkaian pembersihan selesai.


Dalam arahannya, Bupati Waropen menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama di kawasan strategis seperti taman mangrove yang memiliki fungsi ekologis sekaligus potensi wisata.


“Kegiatan karya bakti ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi wujud nyata kepedulian kita terhadap lingkungan. Kebersihan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat,” tegas Bupati.


Bupati juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Yonif TP 860/NSK Waropen atas peran aktif dan keteladanan dalam menggerakkan aksi peduli lingkungan, serta kepada Polri, Dinas Lingkungan Hidup, dan masyarakat yang telah menunjukkan semangat gotong royong.


Kegiatan karya bakti ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya bersih, memperkuat sinergi lintas sektor, serta menciptakan lingkungan yang sehat, asri, dan nyaman bagi masyarakat Kabupaten Waropen.

Personel Yonif TP 860/NSK Waropen Gelar Jumpa Berlian di Distrik Uraifasei dan SMA Fransiskus Xaverius Mote



WAROPEN-Suaraindonesia1.com. Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, personel Yonif TP 860/NSK Waropen melaksanakan kegiatan Jumpa Berlian (Jumat Pagi Bersih Lingkungan) di sejumlah titik strategis di Distrik Uraifasei, Kabupaten Waropen, Jumat (20/02/2026).


Kegiatan tersebut dipusatkan di sepanjang ruas jalan utama, Kantor Distrik Uraifasei, serta SMA Fransiskus Xaverius Mote, dengan melibatkan unsur masyarakat dan pihak sekolah.


Dalam kegiatan ini, personel Yonif TP 860/NSK Waropen melaksanakan pembersihan sampah, pemangkasan rumput liar, serta penataan lingkungan sekitar guna menciptakan suasana yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat serta para pelajar.


Komandan kegiatan menyampaikan bahwa Jumpa Berlian merupakan program rutin yang bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.


“Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, demi kesehatan dan kenyamanan bersama,” ujarnya.


Pihak sekolah SMA Fransiskus Xaverius Mote menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada personel Yonif TP 860/NSK Waropen atas kepedulian serta kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan asri.


Kegiatan Jumpa Berlian ini diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat dan generasi muda, serta memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Waropen.

Setahun Kepemimpinan Arisoi–Palunga, Warga Yapen Minta Solusi Serius Atasi Banjir



KEPULAUAN YAPEN-Suaraindonesia1.com. Banjir musiman yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kepulauan Yapen, seperti KPR, Iman Doa, Blakang Koramil, dan beberapa titik lainnya, terus menjadi keluhan utama masyarakat. Setiap musim hujan, air tidak hanya menggenangi halaman rumah, tetapi juga masuk hingga ke dalam rumah dan kamar tidur warga.


Hal tersebut disampaikan Elisabet, salah satu warga terdampak banjir, bertepatan dengan satu tahun kepemimpinan Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoi dan Wakil Bupati Roi Palunga, Jumat (20/02/2026).


“Setiap musim hujan, kami selalu kebanjiran. Air bukan hanya di halaman, tapi masuk ke dalam rumah hingga ke kamar tidur. Kami sangat berharap perhatian serius dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen, agar persoalan banjir di beberapa titik ini bisa segera ditangani, sehingga kami tidak terus menderita,” ujar Elisabet.



Ia menambahkan, persoalan banjir yang terjadi dari tahun ke tahun sangat mengganggu aktivitas, kesehatan, serta kenyamanan hidup masyarakat. Oleh sebab itu, warga berharap kepemimpinan Arisoi–Palunga dapat menghadirkan solusi nyata dan berkelanjutan.


Senada dengan itu, Yermias, warga lainnya, meminta agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Yapen dapat bekerja lebih serius dan proaktif dalam menangani persoalan banjir.


“BPBD harus benar-benar serius melihat kondisi di lapangan dan bekerja sama dengan OPD terkait lainnya. Harus ada gerak cepat, bergandengan tangan dengan pimpinan daerah, supaya ada upaya konkret agar masyarakat tidak selalu menjadi korban setiap musim hujan,” tegas Yermias.


Warga berharap Pemerintah Daerah segera melakukan peninjauan lapangan, pemetaan titik rawan banjir, serta pembangunan dan perbaikan drainase sebagai langkah strategis dalam mengatasi persoalan banjir yang selama ini menjadi masalah berulang di Kabupaten Kepulauan Yapen. (Niko)

TMMD 127 Hadirkan Solusi Air Bersih, TNI dan Warga Rembai Bahu-Membahu



KEPULAUAN YAPEN-Suaraindonesia1.com. Harapan baru kini menyapa masyarakat Kampung Rembai, Distrik Wonawa, Kabupaten Kepulauan Yapen. Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127, Satgas TMMD Kodim 1709/Yawa mulai membangun lima unit bak penampung air bersih sebagai solusi atas kebutuhan dasar warga, Jumat (20/2/2026).


Sejak pagi hari, personel Satgas TMMD bersama masyarakat turun langsung ke lokasi pembangunan. Dengan penuh semangat kebersamaan, mereka bahu-membahu mengerjakan pondasi bak air bersih. Pembangunan ini merupakan bagian dari sasaran fisik TMMD Ke-127, selain pembangunan 8 unit rumah layak huni yang juga tengah dikerjakan di kampung tersebut.


Danpok Satgas TMMD Ke-127, Serka Prayogo, menyampaikan bahwa hari ini personel Satgas bersama warga mulai mengerjakan pondasi bak air bersih. Antusiasme masyarakat Kampung Rembai terlihat begitu tinggi. Mulai dari orang dewasa hingga anak-anak turut ambil bagian dalam gotong royong, membantu mengangkat dan membawa material bangunan demi percepatan pembangunan bak air bersih.


“Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari. Kami berharap pembangunan lima bak penampung ini dapat menjadi solusi jangka panjang bagi warga Kampung Rembai,” ujarnya.


Raut wajah bahagia dan penuh syukur terpancar dari masyarakat yang terlibat langsung dalam proses pembangunan. Kebersamaan antara TNI dan warga tampak nyata saat mereka bersama-sama memasang pondasi, mengangkat material, hingga merapikan area sekitar lokasi pekerjaan.


TMMD Ke-127 menghadirkan harapan baru dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Semangat gotong royong yang terjalin menjadi bukti kuat kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mewujudkan kehidupan yang lebih sehat, layak, dan sejahtera di Kampung Rembai.

BMR Bukan Wilayah Pinggiran: Almisbah Desak Negara Akhiri Ketimpangan di Bolaang Mongondow Raya


BOLMONG,
suaraindonesia1.com – Mantan Koordinator BEM Provinsi Gorontalo dan Pengurus Pusat BEM Nusantara, Almisbah Mooduto, kembali menyuarakan tuntutan kuat kepada Pemerintah Pusat dan DPR RI agar segera memproses pembentukan Provinsi Bolaang Mongondow Raya (BMR) sebagai daerah otonom baru yang terpisah dari Sulawesi Utara. Desakan ini didasarkan pada bukti faktual potensi ekonomi besar di wilayah BMR, sekaligus ketimpangan tata kelola pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam yang tidak optimal oleh pemerintah provinsi selama ini.


Proses pemekaran daerah di Indonesia didasarkan pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta ketentuan turunan seperti PP dan Permendagri terkait syarat administratif dan fisik calon daerah otonom baru. Wilayah BMR mencakup empat kabupaten dan satu kota yang memiliki potensi ekonomi penting, meliputi Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, serta Kota Kotamobagu.


Dari sisi geografis dan demografis, Wilayah BMR memiliki luas sekitar 7.186,58 km² — mewakili hampir setengah luas keseluruhan Provinsi Sulawesi Utara. Berdasarkan data BPS, total penduduk BMR mencapai sekitar 613.617 jiwa, atau sekitar 23,4 persen dari total penduduk Sulawesi Utara. Secara administratif, persyaratan untuk pemekaran sudah terpenuhi.


Wilayah ini memiliki sumber daya alam yang kuat, meliputi sektor pertambangan, pertanian, perikanan, dan potensi energi. Namun potensi ini belum sepenuhnya bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan baru. Salah satu sebabnya adalah orientasi kebijakan pembangunan yang cenderung terpusat di wilayah inti provinsi.


Ketidakseimbangan pertama tampak pada pembangunan infrastruktur strategis. Pusat provinsi menikmati konektivitas yang relatif lebih baik—bandara internasional, pelabuhan utama, rumah sakit rujukan, dan pusat pendidikan tinggi negeri. Sementara itu, beberapa wilayah di BMR masih menghadapi keterbatasan jalan provinsi yang optimal, infrastruktur irigasi yang belum merata, serta minimnya kawasan industri pengolahan. Akibatnya, biaya logistik dan distribusi komoditas dari BMR lebih tinggi, sehingga menekan daya saing ekonomi lokal.


Kedua, dalam konteks perencanaan pembangunan, prioritas program sering kali mengikuti kepentingan kawasan inti yang menjadi pusat administrasi dan politik. Pola ini menciptakan konsentrasi belanja pembangunan yang lebih besar di sekitar ibu kota provinsi. Secara teoritis, konsentrasi pertumbuhan memang dapat memicu efek rambatan, tetapi dalam praktiknya efek tersebut tidak selalu otomatis menjangkau wilayah pinggiran seperti BMR. Alih-alih terjadi difusi kesejahteraan, yang muncul justru kesenjangan antarwilayah.


Ketiga, tata kelola sumber daya alam di BMR memperlihatkan persoalan hilirisasi dan distribusi manfaat. Aktivitas pertambangan dan sektor primer lainnya memberikan kontribusi ekonomi, namun nilai tambahnya sering kali tidak sepenuhnya dinikmati masyarakat lokal. Kewenangan perizinan yang lebih banyak berada di tingkat provinsi dan pusat membuat ruang kontrol pemerintah daerah di BMR menjadi terbatas. Hal ini memperlambat respons kebijakan terhadap kebutuhan riil masyarakat setempat.


Keempat, dari sisi pelayanan publik, jarak geografis antara BMR dan pusat provinsi turut memengaruhi efektivitas koordinasi dan pengambilan keputusan. Kebijakan yang disusun secara sentralistis berpotensi kurang sensitif terhadap konteks sosial-ekonomi BMR yang berbeda karakteristiknya dengan wilayah pesisir utara Sulawesi Utara. Ketika kebutuhan lokal tidak menjadi basis utama perencanaan, maka ketimpangan akan terus berulang secara struktural.


Ketidakseimbangan ini bukan sekadar persoalan anggaran, tetapi juga menyangkut paradigma pembangunan. Selama orientasi kebijakan masih melihat BMR sebagai wilayah pendukung dan bukan sebagai pusat pertumbuhan alternatif, maka kesenjangan akan sulit diputus. Pembangunan yang adil mensyaratkan distribusi kewenangan, investasi, dan perhatian yang setara, bukan hanya simbolis.


Dalam konteks tersebut, munculnya wacana penguatan kemandirian BMR—baik melalui desentralisasi yang lebih dalam maupun melalui gagasan pemekaran—tidak dapat dilepaskan dari realitas ketimpangan ini. Aspirasi tersebut berangkat dari kebutuhan akan tata kelola yang lebih dekat, responsif, dan berbasis potensi lokal. Tujuannya bukan sekadar pemisahan administratif, melainkan koreksi terhadap pola pembangunan yang belum sepenuhnya berimbang.


“Pemekaran Provinsi BMR bukan hanya soal administrasi, tetapi tentang keadilan pembangunan dan pemerataan ekonomi. Fakta menunjukkan ketergantungan fiskal yang tinggi dan ketimpangan pembangunan di wilayah BMR selama ini. Warga kami perlu pemerintahan yang mampu memaksimalkan potensi lokal, bukan sekadar memperbesar transfer pusat tanpa pemberdayaan lokal,” tegas Almisbah Mooduto.


Berdasarkan narasi ini, saya Almisbah Mooduto mendeklarasikan mosi tidak percaya terhadap Pemerintah Sulawesi Utara dalam tata kelola daerah serta mengajak kepada seluruh mahasiswa dan masyarakat untuk merapatkan barisan dalam merekomendasikan pemisahan Provinsi BMR dari Provinsi Sulawesi Utara.


Dasar Konstitusi dan Regulasi:


  1. Pasal 18 UUD 1945 tentang pemerintahan daerah dan asas otonomi seluas-luasnya.
  2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
  3. Prinsip keadilan sosial dalam Pancasila.


Tuntutan kepada Pemerintah Pusat:


  1. Mendesak Pemerintah Pusat membuka kembali moratorium pemekaran daerah.
  2. Membentuk Tim Kajian Independen Nasional untuk mengkaji kelayakan fiskal BMR, potensi sumber daya alam, kemandirian ekonomi, serta ketimpangan pembangunan antarwilayah.
  3. Melakukan audit pembangunan dan distribusi anggaran, meliputi distribusi belanja pembangunan provinsi, pemanfaatan dana transfer pusat, serta pengelolaan hasil sumber daya alam di wilayah BMR.
  4. Menjamin keadilan pengelolaan sumber daya alam, termasuk kelautan di BMR, agar memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat lokal, serta memastikan skema Dana Bagi Hasil (DBH) dilakukan secara transparan dan proporsional.
  5. Menetapkan roadmap percepatan kemandirian fiskal BMR melalui hilirisasi industri di wilayah BMR, penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan pembangunan infrastruktur strategis yang merata.


Tuntutan ini bukan bentuk perlawanan terhadap pemerintah daerah atau provinsi, melainkan bagian dari aspirasi demokratis yang dijamin konstitusi. Pemekaran atau penguatan otonomi BMR adalah langkah strategis untuk: satu, mendekatkan pelayanan publik; dua, mempercepat pemerataan pembangunan; tiga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat; dan empat, mengoptimalkan pengelolaan potensi daerah.


Kami percaya bahwa Pemerintah Pusat memiliki kewajiban moral dan konstitusional untuk memastikan setiap wilayah Indonesia berkembang secara adil dan proporsional.


Reporter: Jhul-Ohi

JANGAN LINDUNGI SIAPAPUN: Almisbah, Desak Kejati Buka Terang Dugaan KKN dan Gratifikasi Pengadaan di Bone Bolango


GORONTALO, suaraindonesia1.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Almisbah secara tegas mendesak Kejaksaan Tinggi Gorontalo untuk segera menuntaskan dugaan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang terjadi di Kabupaten Bone Bolango, termasuk dugaan gratifikasi dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah daerah.


Menurut Almisbah, pengadaan barang dan jasa merupakan sektor yang paling rawan penyimpangan karena bersentuhan langsung dengan penggunaan anggaran publik. Dugaan adanya gratifikasi dalam proses tersebut mencederai prinsip transparansi, akuntabilitas, serta asas persaingan sehat yang seharusnya menjadi fondasi tata kelola pemerintahan.


Almisbah menegaskan bahwa Kejaksaan Tinggi harus bertindak cepat, profesional, dan independen dalam menelusuri seluruh rangkaian proses—mulai dari tahap perencanaan, penentuan pemenang tender, hingga realisasi proyek. Ia menilai, apabila benar terjadi praktik gratifikasi atau pengondisian proyek, maka hal itu bukan sekadar pelanggaran etika, melainkan tindak pidana yang merugikan keuangan daerah dan masyarakat.


“Setiap dugaan gratifikasi dalam pengadaan barang dan jasa adalah alarm keras bahwa sistem pengawasan internal tidak berjalan maksimal. Karena itu, penegak hukum wajib hadir untuk memastikan tidak ada praktik transaksional yang merusak integritas pemerintahan,” tegasnya.


Ia juga mendorong agar proses penanganan perkara dilakukan secara terbuka kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas dan pemulihan kepercayaan masyarakat. Menurut Almisbah, supremasi hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu, baik terhadap pejabat, rekanan, maupun pihak lain yang diduga terlibat.


Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penyelesaian kasus ini akan menjadi tolok ukur komitmen penegakan hukum di daerah. Jika penanganan dilakukan secara serius dan tuntas, maka hal tersebut akan menjadi pesan kuat bahwa praktik KKN dan gratifikasi tidak memiliki ruang di Bone Bolango.


Reporter: Jhul-Ohi

Pasar Bedug dan Bazar Ramadan Resmi Dibuka, Warga: Parkir Aman Belanja Nyaman



Suaraindonesia1.com, BANGKO – Bupati Merangin, M. Syukur, secara resmi membuka kegiatan Pasar Bedug dan Bazar Ramadan 1447 H di Pasar Bawah Bangko, Kamis (19/2).


Acara peresmian ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati A. Khafidh, Sekda Merangin Zulhifni, unsur Forkopimda, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintahan Kabupaten Merangin.


Dalam sambutannya yang penuh kehangatan, Bupati M. Syukur menuturkan bahwa pasar merupakan salah satu penggerak ekonomi kerakyatan menjelang Hari Raya Idul Fitri.


"Pasar Bedug dan Bazar ini bertujuan membantu perekonomian masyarakat. Menjelang lebaran, kebutuhan warga tentu meningkat. Dengan adanya wadah ini, para pelaku UKM bisa menambah penghasilan dan meringankan beban ekonomi mereka," ujar Bupati M. Syukur.


Bupati juga mengapresiasi keragaman kuliner khas Ramadan yang dijajakan, yang jarang ditemui pada hari-hari biasa. Ia pun mengimbau para ASN dan kepala OPD untuk turut meramaikan dengan berbelanja di lokasi tersebut sebagai bentuk dukungan nyata kepada pedagang lokal.


"Tadi saya lihat sudah banyak kue-kue khas. Saya berharap para OPD belanja di sini, beli produk UKM kita. Lokasi ini sudah cukup rapi, namun karena kita memanfaatkan ruang publik yang ada, aspek ketertiban harus dijaga bersama," tambahnya.


Mengingat lokasi pasar berada di jalan umum yang strategis, Bupati menginstruksikan Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk bersiaga penuh menjaga kelancaran arus lalu lintas serta keamanan pengunjung.


Senada dengan Bupati, Sekda Merangin Zulhifni usai acara peresmian menyatakan bahwa pemerintah daerah akan terus melakukan evaluasi, terutama terkait kepadatan kendaraan di titik tersebut.


"Harapan kami ke depan, akan ada rekayasa lalu lintas yang lebih matang berkoordinasi dengan pihak Polres dan Dishub. Tujuannya agar tidak terjadi crowded (kemacetan parah), sehingga masyarakat merasa nyaman dan aman saat berkunjung," jelas Zulhifni.


Pantauan di lokasi, pembukaan pasar bedug ini langsung diserbu warga yang antusias berburu takjil untuk berbuka puasa. Salah seorang warga Pasar Atas Bangko, Welli, mengaku terkesan dengan penataan pasar tahun ini.


"Pasar bedug sekarang terasa beda, lebih rapi dan tertib. Parkirnya aman dan belanja jadi nyaman," ungkapnya singkat.


Kegiatan ditutup dengan peninjauan stand bazar oleh Bupati dan rombongan, sembari berinteraksi langsung dengan para pedagang dan membeli sejumlah hidangan berbuka puasa. 


(Bg nasri)

TMMD 127 Masuk Rembai, Warga Antusias Ikuti Sosialisasi Kamtibmas


Kepulauan Yapen-Suaraindonesia1.com. Dalam rangka mendukung sasaran non fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127, Kodim 1709/Yawa menggelar Sosialisasi Hukum dan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) bertempat di Pasar Kampung Rembai, Distrik Wonawa, Kabupaten Kepulauan Yapen, Kamis (19/02/2026).


Kegiatan tersebut menghadirkan Bhabinkamtibmas Polsek Ansus, Brida Melikianus Kamusi, bersama Pasiter Kodim 1709/Yawa Kapten Inf Dili Aryadi sebagai narasumber. Sosialisasi ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga warga Kampung Rembai yang tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan.


Dalam pemaparannya, Brida Melikianus Kamusi menegaskan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan masing-masing. Ia menyampaikan bahwa keamanan merupakan hak dasar setiap warga negara yang harus dirasakan secara merata.


“Keamanan merupakan hak hakiki yang mendasar, dan itu harus dirasakan oleh semua masyarakat,” tegasnya.


Lebih lanjut, ia menekankan bahwa terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif tidak dapat terwujud tanpa adanya sinergi dan kerja sama seluruh lapisan masyarakat bersama pemerintah, termasuk unsur TNI dan Polri.


“Kamtibmas yang bisa terbangun dan dirasakan oleh masyarakat adalah berkat kerja sama semua lapisan masyarakat dan pemerintah, termasuk di dalamnya TNI dan Polri,” ungkapnya.


Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif para tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama yang memberikan tanggapan serta berdiskusi terkait berbagai persoalan keamanan yang berpotensi terjadi di lingkungan Kampung Rembai. Komitmen bersama ini menjadi modal penting dalam mewujudkan wilayah yang aman dan tertib.


Sementara itu, Pasiter Kodim 1709/Yawa Kapten Inf Dili Aryadi menyampaikan bahwa melalui penyuluhan kamtibmas ini, diharapkan masyarakat semakin memahami peran strategis mereka sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.


Ia juga menegaskan bahwa kegiatan non fisik dalam program TMMD memiliki peran yang sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur. Menurutnya, pembangunan sejati bukan hanya tentang fisik semata, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemahaman hukum dan kesadaran akan pentingnya keamanan.


“Kegiatan TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan karakter dan kesadaran masyarakat. Dengan pemahaman hukum dan kamtibmas yang baik, masyarakat dapat menjadi pelaku utama dalam menjaga stabilitas wilayahnya,” ujarnya.


Dengan mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, kegiatan ini menegaskan komitmen bersama antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Kampung Rembai dan sekitarnya.

Bupati: Jalankan Puasa Penuh Kegembiraan dan Keimanan



Suaraindonesia1.com, Merangin H M Syukur bersama Wabup H A Khafidh, mengajak seluruh lapisan masyarakat Muslim Kabupaten Merangin, untuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1447 H dengan penuh kegembiraan dan keimanan.


Ajakan tersebut disampaikan bupati dan wabup, sebagai bentuk dukungan serta motivasi kepada masyarakat, agar menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.


Menjalankan ibadah puasa itu terang bupati, bukan hanya menahan diri dari lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, pengendalian diri serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.


“Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Mari kita jalankan ibadah puasa ini dengan hati yang bersih penuh kegembiraan, memperbanyak amal ibadah dan menjaga kebersamaan dan persaudaraan,’’ujar Bupati, Kamis (19/2).


Sementara itu, Wabup H A Khafidh mengimbau masyarakat untuk menjaga suasana yang aman dan kondusif, selama bulan suci Ramadhan. Wabup juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menghormati, mempererat silaturahmi dan menghindari perbuatan yang dapat mengurangi nilai ibadah puasa.


‘’Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak kegiatan keagamaan, seperti tadarus Al Quran, shalat tarawih berjamaah dan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,’’terang Wabup.


Wabup berharap melalui semangat Ramadhan 1447 H, masyarakat dapat semakin memperkuat persatuan dan kebersamaan, sehingga tercipta lingkungan yang kondusif, religius, harmonis dan sejahtera.


(Bg nasri)

RAMADHAN TERGANGGU KNALPOT BRONG DI TOMINI, Warga: Desak Penindakan Tegas Oleh APH Tanpa Kompromi


BOLMONG SELATATN, suaraindonesia1.com – Memasuki awal bulan suci Ramadan, masyarakat Kecamatan Tomini, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, mengeluhkan gangguan ketenangan akibat maraknya penggunaan knalpot brong atau knalpot tidak standar pada sepeda motor. Suara bising yang ditimbulkan dinilai sangat mengganggu kekhusyukan ibadah, terutama saat menjelang salat magrib dan waktu istirahat malam.


Warga setempat mengungkapkan keresahan karena kebisingan terjadi secara berulang, khususnya pada malam hingga dini hari. Kondisi ini tidak hanya mengganggu ibadah, tetapi juga memengaruhi kenyamanan anak-anak, lansia, serta masyarakat yang sedang beristirahat. 

“Bulan Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan ketenangan dan kekhusyukan, bukan justru diwarnai keresahan akibat ulah segelintir orang,” ujar salah seorang warga.

Penggunaan knalpot brong sendiri melanggar ketentuan lalu lintas karena tidak memenuhi standar teknis dan persyaratan laik jalan. Selain mengganggu ketertiban umum, tindakan tersebut juga berpotensi memicu konflik sosial di tengah masyarakat.


Menanggapi hal itu, warga mendesak aparat kepolisian, khususnya Polsek Posigadan, untuk segera bertindak tegas melalui razia rutin dan penindakan terhadap kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis. Langkah preventif dan edukatif juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para pengendara, terutama kalangan remaja.


Masyarakat menyatakan dukungan penuh terhadap upaya aparat dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan selama bulan Ramadan. Dengan adanya tindakan yang tegas dan konsisten, diharapkan suasana ibadah di bulan suci dapat kembali berlangsung aman, tertib, dan kondusif.


Demikian rilis ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian bersama demi terciptanya lingkungan yang nyaman dan harmonis selama bulan Ramadan.


Reporter: Jhul-Ohi

Munggahan Sederhana Penuh Tawa di Warung Sate Ca Anwar, Tiga Sahabat JNE Pusat Rayakan Kebersamaan



Jakarta, suaraindonesia1.com, Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, tradisi munggahan kembali digelar dengan penuh kehangatan. Kali ini, momen tersebut berlangsung sederhana namun penuh makna di Warung Sate Ca Anwar yang beralamat di Jl. Tomang Raya, Jakarta Barat, tak jauh dari kawasan kantor JNE Pusat.


Menariknya, acara munggahan tersebut hanya dihadiri tiga sahabat yang sudah lama saling mengenal, yakni Juanto yang biasa disapa “C”, Dwi Anugrah yang akrab dipanggil Pak Danu, serta Zakaria yang dikenal dengan sapaan Bang Zeck. Meski hanya bertiga, suasana tetap meriah dengan canda dan tawa yang tak henti-hentinya pecah di antara mereka.


Sederhana Tapi Penuh Makna


Tidak ada panggung, tidak ada seremoni resmi. Hanya meja kayu sederhana, asap sate yang mengepul, dan obrolan santai yang mengalir apa adanya. Namun justru di situlah letak maknanya.



Juanto “C” mengungkapkan bahwa munggahan tidak harus ramai untuk terasa hangat.


“Yang penting bukan jumlahnya, tapi kebersamaannya. Bertiga pun kalau kompak dan hatinya bersih, sudah cukup,” ujarnya sambil tersenyum.


Pak Danu menambahkan bahwa momen seperti ini penting untuk saling menguatkan sebelum memasuki bulan penuh ibadah.


“Kita kerja tiap hari dengan tekanan dan tanggung jawab. Menjelang Ramadhan, kita kumpul sebentar, saling maaf-maafan, itu sudah luar biasa,” katanya.



Bang Zeck Bikin Suasana Pecah

Di tengah obrolan serius soal kerja dan kehidupan, Zakaria alias Bang Zeck justru beberapa kali melontarkan candaan segar yang membuat suasana semakin cair.


Salah satu celetukannya tentang “jatah tambah sate tapi tetap diet Ramadhan” membuat Juanto dan Pak Danu tak kuasa menahan tawa. Gelak ngakak pun pecah di warung sederhana itu, menarik perhatian beberapa pelanggan lain yang ikut tersenyum.


“Munggahan itu harus bahagia, jangan tegang. Kalau belum ngakak, belum sah,” ujar Bang Zeck setengah bercanda.


Angkat Nama UMKM Lokal


Selain menjaga tradisi, ketiganya juga sepakat untuk mengangkat nama Warung Sate Ca Anwar agar semakin dikenal. Menurut mereka, rasa sate yang empuk dengan bumbu kacang khas menjadi alasan utama memilih tempat tersebut.


Aroma daging yang dibakar di atas arang, lontong hangat yang dipotong rapi, serta sambal kecap yang pedas-manis menjadi pelengkap kebersamaan sore itu.


“Rasanya konsisten, pelayanannya ramah. Kita harus dukung usaha seperti ini,” kata Juanto.


Menyambut Ramadhan dengan Hati Bersih

Menjelang bubar, ketiganya saling berjabat tangan dan bermaafan. Tidak ada formalitas, hanya doa sederhana agar diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, dan kekuatan menjalani ibadah puasa.


Munggahan di Warung Sate Ca Anwar itu membuktikan bahwa kebahagiaan tak selalu diukur dari kemewahan. Tiga sahabat, sepiring sate hangat, sedikit humor, dan tawa lepas sudah cukup untuk menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan penuh syukur.



Report, Jp