SULAWESI UTARA
Sulut/block-7/#E4D932
Inovasi ini diharapkan mampu menghadirkan layanan pertanahan yang lebih modern, aman, dan efisien.
Bagi sebagian warga, kehadiran sertifikat elektronik menjadi angin segar. Selain meminimalisir risiko kehilangan atau kerusakan dokumen, sistem digital dinilai mampu mempercepat proses administrasi yang selama ini kerap memakan waktu.
“Kalau memang lebih cepat dan aman, tentu kami mendukung. Harapannya jangan ribet dan biayanya jelas,” ujar salah satu warga Jakarta utara
Menanggapi hal tersebut, Ketua Perkumpulan Wartawan Online Dwipantara Jakarta Utara, *Chaerul Syah Hasibuan* , menegaskan bahwa digitalisasi sertifikat merupakan langkah maju, namun harus diimbangi dengan pelayanan yang transparan dan berpihak pada masyarakat.
“Program ini baik dan kami mendukung penuh upaya pemerintah dalam modernisasi layanan pertanahan.
Namun yang paling penting adalah implementasinya di lapangan. Jangan sampai masyarakat justru dibingungkan dengan prosedur yang kurang jelas atau biaya yang tidak transparan,” tegasnya.
Sementara itu, pihak Kantor Pertanahan Jakarta Utara dari Badan Pertanahan Nasional memastikan bahwa program sertifikat elektronik dirancang untuk memberikan kemudahan serta kepastian hukum kepada masyarakat.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sertifikat elektronik merupakan bagian dari transformasi digital untuk meningkatkan keamanan dokumen serta mempercepat proses layanan pertanahan,” ujar *Adie* perwakilan BPN Jakarta Utara.
Pihaknya juga menegaskan bahwa seluruh proses pelayanan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk terkait biaya yang mengacu pada PP No. 128 Tahun 2015.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengurus langsung melalui kantor resmi dan tidak melalui perantara yang tidak jelas. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prioritas kami dalam memberikan pelayanan,” tambahnya.
Di sisi lain, masyarakat berharap program ini tidak hanya menjadi inovasi di atas kertas, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata di lapangan. Kemudahan akses, kecepatan pelayanan, serta kejelasan biaya menjadi faktor utama yang terus menjadi perhatian publik.
Dengan adanya sinergi antara masyarakat, media, dan pemerintah, implementasi sertifikat elektronik diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Report, Jp
SUARAINDONESIA1, TOMOHON – Kapolres Tomohon AKBP Nur Kholis menjadi khotib dalam pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah yang berlangsung di Masjid Al Muhajirin Uluindano, Kota Tomohon.
Dalam khutbahnya, AKBP Nur Kholis menyampaikan pesan-pesan moral dan spiritual kepada jamaah, menekankan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi momentum untuk kembali kepada fitrah dan meningkatkan kualitas keimanan.
Ia mengajak umat Muslim untuk menjadikan nilai-nilai yang telah dibangun selama bulan Ramadan, seperti kejujuran, kesabaran, dan kepedulian sosial, sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Idul Fitri adalah kemenangan sejati bagi mereka yang mampu mengendalikan diri dan menjaga hati tetap bersih,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya bergantung pada penegakan hukum, tetapi juga dipengaruhi oleh kesadaran dan ketulusan setiap individu dalam menjaga harmoni sosial.
Kehadiran Kapolres sebagai khotib menjadi simbol kedekatan Polri dengan masyarakat melalui pendekatan humanis, sekaligus menunjukkan bahwa peran kepolisian tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga turut membangun nilai-nilai moral dan spiritual di tengah masyarakat.
Di akhir khutbah, AKBP Nur Kholis mengajak seluruh jamaah untuk terus mempererat silaturahmi dan menjaga persatuan, sehingga tercipta kehidupan yang aman, damai, dan harmonis di Kota Tomohon.
(Rom/RedSi1)
Kegiatan yang diikuti oleh ratusan warga ini bertujuan untuk menghidupkan kembali tradisi lokal sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah antara mahasiswa dan masyarakat desa.
Pawai dimulai setelah salat Isya, dengan rute melintasi jalan-jalan utama desa. Gema takbir yang dikumandangkan peserta menambah suasana khidmat di sepanjang jalur pawai. Kehadiran KMI-Parimo dalam agenda ini menegaskan peran mahasiswa tidak hanya di ranah akademik, tetapi juga dalam pengabdian sosial dan budaya.
Dalam kesempatan tersebut, Saprin Sumar, Ketua Umum KMI-Parimo, memberikan pernyataan penting terkait makna filosofis di balik kegiatan ini. Menurutnya, pawai obor bukan sekadar iring-iringan lampu, melainkan simbol hak masyarakat untuk merayakan identitas budayanya.
Sinergi antara KMI-Parimo dan Karang Taruna Palapi membuktikan bahwa pemuda adalah garda terdepan dalam menjaga harmoni sosial. Kami ingin memastikan bahwa semangat kebersamaan ini tidak padam seiring berakhirnya pawai.
Pawai obor diakhiri dengan tertib di titik finis yang ditentukan. Panitia pelaksana berharap kegiatan kolaboratif ini dapat menjadi agenda tahunan yang lebih besar ke depannya.
"Kami mengapresiasi seluruh warga Desa Palapi yang telah menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Ini adalah kemenangan kita bersama," tutup Saprin.
Reporter: Jhul-Ohi
SUARAINDONESIA1, Manado – Dalam rangka memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif pada malam takbiran, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Harry Langie bersama Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus melaksanakan patroli bersama di wilayah Kota Manado, Jumat (20/3/2026).
Patroli tersebut dilakukan usai mendampingi Gubernur dalam kegiatan pelepasan pawai malam takbiran. Keduanya turun langsung ke lapangan menggunakan kendaraan roda dua (R2) guna menjangkau sejumlah titik keramaian secara lebih fleksibel.
Dalam pelaksanaannya, rombongan menyambangi beberapa Pos Pengamanan (Pos Pam) dan Pos Pelayanan (Pos Yan) Idul Fitri yang berada di wilayah hukum Polresta Manado, di antaranya Pos Pam TKB Pusat Kota, Pos Pam Kemang Jalan Paving, serta Pos Terpadu Kawasan Megamas.
Di setiap lokasi, Kapolda bersama Pangdam melakukan pengecekan terhadap kesiapsiagaan personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya.
Selain itu, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi petugas yang berjaga di malam hari raya, Kapolda turut menyerahkan bingkisan kepada para personel.
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan menyampaikan bahwa kehadiran pimpinan di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus memotivasi personel yang tengah bertugas.
“Patroli menggunakan kendaraan roda dua ini dilakukan agar Bapak Kapolda dapat memantau langsung dinamika di lapangan dengan lebih leluasa. Fokus utama kami adalah memastikan kelancaran arus lalu lintas serta mencegah potensi gangguan kamtibmas,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa secara umum situasi di Kota Manado dan sekitarnya terpantau aman dan terkendali. Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban serta saling menghormati dalam merayakan malam kemenangan.
“Rayakan Idul Fitri dengan penuh suka cita, namun tetap menjaga keamanan dan ketertiban bersama,” tutupnya.
(Rom/RedSi1)
Bitung - Suaraindonesia1, Di balik wajah Kota Bitung yang tetap terjaga kebersihannya, ada ironi yang sulit ditutupi. Para petugas kebersihan—mereka yang setiap hari memastikan kota tetap layak huni—justru belum menerima hak normatif mereka berupa Tunjangan Hari Raya (THR).
Situasi ini memantik reaksi keras namun terukur dari Ketua LSM Garda Timur Indonesia (GTI). Dalam pernyataannya, ia menilai keterlambatan ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan cerminan dari lemahnya keberpihakan terhadap pekerja lapisan bawah.
“Ketika mereka yang bekerja dalam diam justru diabaikan haknya, maka yang dipertanyakan bukan hanya kinerja, tetapi juga nurani pengambil kebijakan,” ujarnya tajam.
Ia menegaskan bahwa THR bukan bentuk belas kasih, melainkan kewajiban yang melekat dan harus dipenuhi tanpa kompromi. Keterlambatan, apalagi tanpa kejelasan, dinilai sebagai preseden buruk dalam tata kelola pemerintahan.
Lebih lanjut, LSM Garda Timur mendesak Wali Kota Bitung untuk tidak sekadar menerima laporan di atas meja, tetapi hadir dengan keputusan yang konkret dan berpihak. Momentum hari raya, menurutnya, adalah ujian empati bagi pemerintah terhadap rakyat kecil yang selama ini menopang kehidupan kota.
“Jangan biarkan mereka menyambut hari raya dengan ketidakpastian. Pemerintah harus memastikan hak itu tiba sebelum harapan mereka benar-benar habis,” tegasnya.
LSM Garda Timur juga menuntut transparansi penuh terkait alokasi dan distribusi anggaran THR, serta evaluasi menyeluruh terhadap instansi yang bertanggung jawab. Akuntabilitas, kata dia, tidak boleh berhenti pada laporan, tetapi harus terasa dalam keadilan yang nyata.
Hingga pernyataan ini disampaikan, belum terlihat langkah konkret maupun penjelasan resmi dari Pemerintah Kota Bitung. Publik kini menunggu: apakah pemerintah akan hadir sebagai pelindung, atau justru absen di saat keadilan paling dibutuhkan.
Sarolangun, Suaraindonesia1, Kapolsek Batangasai, Berserta Anggotanya berhasil mencegah tawuran antara pemuda Desa Sungai Bemban dan Muara Pemuat, Kecamatan Batangasai, Kabupaten Sarolangun, Jambi, pada malam Takbiran Tanggal 20/3/2026 malam.
Kejadian ini bermula dari pertemuan antara pemuda kedua desa Di Desa Sunggai Baung Kacamatan Batangasai Kabupaten Sarolanggun Jambi berujung pada perkelahian. Namun, berkat kesiapan dan kecepatan Kapolsek Batangasai dan tim, tawuran dapat dicegah dan situasi dapat dikendalikan.
Alhamdulillah, situasi malam Takbiran di Kecamatan Batangasai aman dan kondusif. Kami telah melakukan pengamanan di beberapa titik rawan dan berhasil mencegah tawuran,kata Kasat Intel, Batangasai,
Kapolsek juga menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Idul Fitri. Kami akan terus memantau situasi dan mengambil tindakan tegas jika terjadi Ter ulang kem Bali keributtan,
Pemuda Desa Sungai Bemban dan Muara Pemuat yang terlibat dalam perkelahian telah diminta untuk membuat pernyataan damai Pada Tadi Malam, Ketua, Pemuda Desa Pemuat, Telah Berjanji Akan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu tawuran kembali. Ujar Di depan Pihak kepolisian dan Di hadiri Kedua Kades Pemuat& Sungai bemban,
Kasus Tawuran ini Masih Dalam penyidikan kasat Intel Kapolsek Batangasai,
penulis Abdulrazak,
SUARAINDONESIA1, Bolmut – Suasana penuh kebersamaan dan kepedulian mewarnai kegiatan buka puasa bersama yang digelar Kepolisian Resor (Polres) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) di aula lantai dua Mapolres, Senin (17/03/2026). Kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antara Polri, anak yatim, serta insan pers di wilayah Bolmut.
Kapolres Bolmut AKBP Juleigtin Siahaan hadir langsung dalam kegiatan tersebut didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Bolmut, jajaran Pejabat Utama (PJU), personel Polres, serta sejumlah wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bolmut.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres bersama Bhayangkari menyerahkan santunan kepada puluhan anak yatim piatu dan janda sebagai wujud kepedulian sosial serta komitmen Polres Bolmut untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan.
Kapolres menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum terbaik untuk berbagi dan memperkuat hubungan kemanusiaan, baik dengan masyarakat maupun dengan media sebagai mitra strategis Polri.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian, sekaligus mempererat hubungan antara Polres Bolmut, masyarakat, dan rekan-rekan media,” ungkap AKBP Juleigtin Siahaan.
Ia menambahkan, sinergi antara Polri dan insan pers sangat penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, serta dalam menyampaikan informasi yang edukatif dan menyejukkan kepada publik.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan buka puasa dalam suasana kekeluargaan, yang semakin memperkuat hubungan harmonis antara Polres Bolmut, anak yatim, dan para jurnalis di daerah tersebut.
(RedSi1)
Bitung - Suaraindonesia1, Nasib petugas kebersihan di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung kian memprihatinkan. Di saat mereka menjadi garda terdepan menjaga kebersihan kota setiap hari, hak mereka justru diduga diabaikan oleh Pemerintah Kota Bitung.
Tunjangan Hari Raya (THR) yang seharusnya menjadi hak wajib, hingga kini belum juga diterima. Kondisi ini memicu kemarahan dan kekecewaan, sekaligus membuka pertanyaan besar: ke mana tanggung jawab pemerintah?
Kepala Dinas DLH Kota Bitung dinilai gagal total dalam memperjuangkan hak para petugasnya. Alih-alih menjadi pelindung bagi pekerja lapangan, Kadis justru dianggap bungkam tanpa langkah konkret.
Lebih parah lagi, Pemerintah Kota Bitung terkesan tutup mata dan lepas tangan, seolah tidak peduli terhadap nasib para petugas kebersihan yang setiap hari bergelut dengan sampah demi menjaga wajah kota tetap bersih.
Ini bukan sekadar keterlambatan—ini adalah bentuk kelalaian serius terhadap hak pekerja.
Jika pemerintah terus diam, maka wajar publik menilai bahwa ada ketidakbecusan dalam pengelolaan hak pegawai, bahkan patut diduga adanya pembiaran sistematis.
Petugas kebersihan bukan alat yang dipakai lalu dilupakan. Mereka tulang punggung kebersihan kota!
Pemerintah Kota Bitung harus segera:
Memberikan kejelasan terkait THR
Bertanggung jawab penuh atas keterlambatan
Mengevaluasi kinerja Kadis DLH
Jika tidak, maka krisis ini bukan hanya soal THR, tapi soal hilangnya kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Cukup sudah petugas kebersihan diperlakukan tidak adil
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program mudik bersama merupakan bentuk perhatian kementerian kepada keluarga besar Kemenimipas, sekaligus dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam mengatur arus perjalanan saat musim mudik.
“Ini adalah tahun kedua (penyelenggaraan mudik bersama). Tentunya ini adalah upaya dari kita untuk memberikan fasilitas kepada keluarga besar kita, agar ikut membantu mengurangi beban biaya yang akan dikeluarkan dalam rangka mudik, sekaligus juga mendukung program pemerintah untuk mengurai jangan sampai terjadi kemacetan,” ujar Menteri Agus.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agus juga mengingatkan para peserta mudik agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan berkendara selama di kampung halaman, khususnya bagi mereka yang menggunakan kendaraan roda dua. Menteri Agus juga berpesan agar seluruh peserta diberikan kesehatan dan kemudahan sehingga nantinya dapat kembali bertugas di Jakarta dan sekitarnya.
“Oleh karena itu saya berpesan tolong nanti driver-nya hati-hati, enggak usah buru-buru. Lebaran masih panjang, ini masih ada dua minggu lagi, jadi pelan-pelan saja, jaga keselamatan. Jangan lupa juga kalau naik motor (selama di kampung halaman) pakai helm. Jadi tolong jaga keselamatan,” ucap Menteri Agus.
Sebelumnya, berdasarkan laporan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Imipas, Asep Kurnia, program Mudik Bersama tahun 2026 menyediakan 17 armada bus yang melayani 6 rute perjalanan, yakni Lampung (1 bus), Palembang (1 bus), Surabaya (5 bus), Yogyakarta (4 bus), Surakarta (3 bus), dan Semarang (3 bus). Dari total 803 pendaftar, sebanyak 661 peserta telah terverifikasi untuk mengikuti program mudik bersama ini, yang terdiri dari pegawai, keluarga, taruna, PPPK, PPNPN, hingga peserta magang.
Pelaksanaan program ini juga didukung oleh sejumlah mitra strategis yang berkontribusi dalam penyediaan armada bus, yaitu Bank Rakyat Indonesia, Perusahaan Listrik Negara (PLN), Solusi Bangun Indonesia, dan ParagonCorp.
Kegiatan Mudik Bersama merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan yang diselenggarakan Kemenimipas, termasuk Safari Ramadan, penyaluran bantuan sosial, pembagian takjil, serta pengumpulan zakat dan infak bagi masyarakat dan keluarga warga binaan.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan berharap para peserta dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman, mempererat silaturahmi dengan keluarga di kampung halaman, serta kembali dengan semangat baru untuk melanjutkan pengabdian kepada masyarakat.
Report, Jp
SUARAINDONESIA1, Banda Aceh – Wakapolda Aceh Brigjen Pol Ari Wahyu Widodo memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Seulawah 2026 di lapangan Mapolda Aceh, Kamis (12/03/2026), sebagai tanda dimulainya pengamanan Idulfitri 1447 Hijriah.
Operasi Ketupat Seulawah 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan fokus pada pengamanan arus mudik dan arus balik serta pelayanan kepada masyarakat.
Apel tersebut dihadiri unsur Forkopimda dan berbagai instansi terkait, serta melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan stakeholder lainnya.
Kegiatan ditandai dengan penyematan pita operasi kepada perwakilan personel sebagai simbol dimulainya operasi.
Dalam kesempatan itu, Brigjen Pol Ari Wahyu Widodo membacakan amanat Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang menyoroti dinamika global yang berpotensi berdampak pada stabilitas ekonomi nasional, termasuk saat momentum Idulfitri.
Kapolri menyebutkan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Oleh karena itu, Polri bersama TNI dan instansi terkait menggelar operasi terpusat dengan melibatkan 161.243 personel gabungan.
Dalam operasi ini, disiapkan 2.746 pos yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu untuk memberikan layanan informasi serta pengamanan bagi masyarakat.
Selain itu, pengamanan difokuskan pada lebih dari 185 ribu objek penting seperti masjid, lokasi Salat Idulfitri, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun, hingga bandara.
Kapolri juga menekankan pentingnya antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas, seperti kejahatan konvensional, premanisme, balap liar, hingga konflik sosial, melalui peningkatan patroli di titik rawan.
Jajaran kepolisian juga diminta melakukan pendataan rumah kosong yang ditinggalkan pemudik serta menyediakan layanan penitipan kendaraan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Di sisi lain, optimalisasi layanan call center 110 serta strategi komunikasi publik juga menjadi perhatian untuk memastikan informasi layanan kepolisian dapat diakses dengan cepat oleh masyarakat.
Mengakhiri amanatnya, Kapolri mengapresiasi seluruh personel gabungan yang terlibat dan menekankan pentingnya sinergi demi mewujudkan mudik yang aman dan nyaman.
“Terus tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam pelaksanaan tugas sehingga kita dapat menghadirkan mudik aman dan keluarga bahagia,” demikian amanat Kapolri yang dibacakan Wakapolda Aceh.
(RedSi1/Rom)
SUARAINDONESIA1, Manado – Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Harry Langie turun langsung meninjau sejumlah Pos Pengamanan (Pos Pam) di Kota Manado, Rabu (18/3/2026).
Peninjauan tersebut menyasar beberapa titik strategis, di antaranya Pos Pam Kawasan Megamas, Pos Pam Pelabuhan Manado, serta Pos Pam Bandara Sam Ratulangi yang menjadi pusat mobilitas masyarakat.
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Samrat 2026.
“Kapolda ingin memastikan seluruh personel, baik dari Polri maupun instansi terkait, benar-benar siap dalam memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengamanan Idul Fitri menjadi prioritas utama guna menjamin rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya selama arus mudik dan balik Lebaran.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga memberikan bingkisan Lebaran kepada para personel yang sedang bertugas di Pos Pam sebagai bentuk perhatian dan apresiasi atas dedikasi mereka.
Diharapkan, pemberian bingkisan ini dapat menambah semangat para petugas yang tetap siaga menjaga keamanan wilayah di tengah suasana perayaan.
Dalam Operasi Ketupat Samrat 2026, Polda Sulut mengerahkan sebanyak 623 personel Polri dan mendirikan 80 Pos Pengamanan yang tersebar di seluruh wilayah hukum jajaran.
Polda Sulut juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga perayaan Idul Fitri 1447 H dapat berlangsung aman, lancar, dan kondusif.
(Rom/RedSi1)
SUARAINDONESIA1, Jakarta – Polri memastikan kesiapsiagaan penuh dalam mengamankan arus mudik Lebaran 2026, khususnya di jalur penyeberangan laut strategis di seluruh Indonesia. Sebagai langkah antisipasi kontinjensi kecelakaan laut, Polri menyiagakan 5 kapal polisi di jalur strategis nasional serta menyiapkan personel gabungan guna menghadapi potensi situasi darurat di perairan.
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa kesiapan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat melalui langkah antisipatif yang terukur dan respons cepat di lapangan.
Keterangan tersebut disampaikan langsung saat melakukan peninjauan ke Pos Pengamanan Pelabuhan Bakauheni, Lampung.
“Ya, kita tidak menghendaki, tapi situasi kontingensi kedaruratan ketika terjadi laka (kecelakaan) air, nah sudah dipersiapkan. Ya, ada 16 kapal dipersiapkan, 320 personel gabungan dari TNI, Basarnas, dari Polair, dan dari Polri juga dipersiapkan untuk mengantisipasi situasi kontingensi,” kata Dedi saat meninjau Pos Pengamanan Pelabuhan Bakauheni, Selasa (17/3/2026).
Sebagai penguatan di jalur mudik laut nasional, Polri mengerahkan 5 kapal utama yang disiagakan di titik-titik strategis berikut:
• KP BIMA – 7014 (Klas A3) – Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur
• KP KASTURI – 6002 (Klas B1/B2) – Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat
• KP MANYAR – 5003 (Klas B2) – Pelabuhan Gilimanuk, Bali
• KP GELATIK – 5016 (Klas B2) – Pelabuhan Merak, Banten
• KP GAGAK – 3011 (Klas C1) – Pelabuhan Bakauheni, Lampung
Kapal-kapal ini memiliki kemampuan operasional tinggi, mulai dari kecepatan hingga 30 knots, daya jelajah hingga 10 hari, serta dilengkapi peralatan keselamatan untuk mendukung patroli, pertolongan pertama (SAR awal), dan respons cepat dalam penanganan kejadian darurat di laut.
Sebagai contoh implementasi kesiapsiagaan, di jalur penyeberangan Merak–Bakauheni telah disiagakan 16 kapal gabungan dan 320 personel dari unsur TNI, Basarnas, Polair, Polri, serta stakeholder pelayaran lainnya. Seluruh kekuatan ditempatkan di titik strategis yang mudah dijangkau guna memastikan penanganan cepat dalam kondisi darurat.
Kesiapan ini diperkuat melalui koordinasi lintas instansi dan elemen pelayaran, termasuk ASDP dan operator kapal, sehingga setiap potensi gangguan keselamatan di laut dapat ditangani secara cepat, terpadu, dan efektif.
Selain itu, Polri mengedepankan pendekatan berbasis data real-time dalam mitigasi risiko. Perhitungan kebutuhan alat keselamatan seperti life jacket, kesiapan armada, hingga skenario evakuasi dilakukan secara matang guna meminimalkan potensi fatalitas.
Polri memprediksi peningkatan arus mudik di sejumlah pelabuhan strategis, termasuk Bakauheni, mulai pertengahan Maret 2026, dengan puncak arus mudik pada 18–19 Maret 2026. Sementara arus balik diperkirakan terjadi pada 24–25 Maret 2026 dan 28–29 Maret 2026.
Pengamanan dilakukan secara terpadu, tidak hanya di pelabuhan tetapi juga hingga jalur distribusi menuju daerah tujuan melalui patroli dan pengawalan.
Polri juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat 110 yang telah disiapkan. Seluruh jajaran diminta mengedepankan quick response time agar setiap laporan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan profesional.
Melalui kesiapsiagaan ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan perlindungan, pelayanan, dan rasa aman kepada masyarakat, khususnya dalam momentum mudik Lebaran 2026.
(RedSi1)
Kegiatan yang berlangsung di area PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk., dalam rangka mudik gratis sejak pukul 06.00 WIB ini bertujuan memastikan seluruh pengemudi dan penumpang dalam kondisi sehat sebelum melakukan perjalanan jauh.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari mengatakan, pemeriksaan meliputi pengecekan kondisi kesehatan umum, tes alkohol melalui napas, serta tes narkoba melalui urin terhadap para sopir bus.
“Kami melakukan screening menyeluruh untuk memastikan para pengemudi benar-benar dalam kondisi prima dan bebas dari alkohol maupun narkoba, sehingga perjalanan mudik dapat berlangsung aman,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan terhadap 20 sopir bus, seluruhnya dinyatakan negatif alkohol dan narkoba, serta layak untuk mengemudikan kendaraan dalam perjalanan mudik.
Selain itu, tim Dokkes juga memberikan edukasi kesehatan kepada para pemudik, khususnya bagi mereka yang merasa kondisi tubuh kurang fit sebelum berangkat.
Dalam kegiatan tersebut, ditemukan satu pemudik yang mengalami keluhan low back pain (nyeri punggung bawah), namun telah mendapatkan penanganan medis dan dinyatakan dalam kondisi stabil.
Secara keseluruhan, hasil screening menunjukkan bahwa baik pengemudi maupun pemudik berada dalam kondisi sehat jasmani dan siap melakukan perjalanan.
“Kesimpulannya, seluruh driver dan kenek dinyatakan layak secara medis untuk berkendara, dan para pemudik juga dalam kondisi sehat untuk melaksanakan perjalanan mudik,” jelasnya.
Polres Metro Tangerang Kota menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif dalam mendukung kelancaran dan keselamatan arus mudik Lebaran 2026.
Dengan memastikan kesehatan pengemudi dan penumpang sejak awal, diharapkan potensi kecelakaan lalu lintas dapat diminimalisir, sehingga masyarakat dapat mudik dengan aman dan nyaman.
Report, Jp
suaraindonesia1 Adalah media online yang menyajikan informasi terkini serta terpercaya. Dibawah naungan badan hukum PT. SUARA KHARISMA BINTANG INDONESIA terdaftar legal di Kemenkumham dengan nomor: AHU-0117306.AH.01.11.TAHUN 2019
suaraindonesia1 berkantor pusat di PLAZA ALDEOS Jl. Warung Buncit Raya No. 39, Warung Jati Barat, RT 001/RW 09, Kalibata, Kec. Pancoran, Jakarta Selatan, Indonesia
Email : redaksi.skrinews@gmail.com
Telp/WA : 0822 250000 24
COPYRIGHT © SUARA INDONESIA 1