BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Slider

latest
randomposts4

SULAWESI UTARA

Sulut/block-7/#E4D932

PAPUA

Papua/block-2/#5351E5

JAKARTA

JAKARTA/block-2/#00A0A2

POHUWATO

Pohuwato/block-1/#235FB6

NUSA TENGGARA

Nusa%20Tenggara/block-2/#0019A2

GORONTALO

Gorontalo/block-2

KESEHATAN

Kesehatan/block-1/#45B623

RIAU

Riau/block-2

SULAWESI SELATAN

Sulsel/block-2/#1200EF

OPINI

Opini/block-7/#990505

KALIMANTAN TIMUR

KALTIM/block-2/#C603AB

ACEH

Aceh/block-2/#C60350

KRIMINAL DAN HAM

Kriminal%20Dan%20Ham/block-5/#FF0000

NASIONAL

Nasional/block-8

DAERAH

Daerah/block-9

EKONOMI

Economy/block-3/#229304

OLAH RAGA

Olah%20Raga/block-5/#FF0000

JABODETABEK

Jabodetabek/block-1

GLOBAL

internasional

Latest Articles

Keluhan Warga Soal Pembagian Zakat Fitrah di Desa Monano Viral di Media Sosial


GORONTALO UTARA, suaraindonesia1.com
– Keluhan masyarakat terkait pembagian zakat fitrah di Desa Monano, Kecamatan Monano, Kabupaten Gorontalo Utara, ramai diperbincangkan di media sosial Facebook. Hal ini mencuat setelah akun Facebook atas nama Jefri Sandala mengunggah status yang mempertanyakan mekanisme penyaluran zakat serta pihak yang menerbitkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan pengelola zakat di desa tersebut.


Dalam unggahannya, Jefri menyoroti ketidakmerataan pembagian zakat fitrah yang diterima oleh warga. Ia menduga bahwa pengelolaan zakat tidak dilakukan secara amanah.


"Apa kabar pembagian zakat fitrah untuk Desa Monano? Jadi siapa sebenarnya yang menyuruh SK kepengurusan Baznas Monano yang tidak kompeten dan tidak amanah ini? Luar biasa pembagiannya bervariasi, tidak merata," tulis Jefri.


Ia juga menyampaikan bahwa sebagian masyarakat yang termasuk dalam delapan golongan penerima zakat (asnaf), seperti mualaf, tidak mendapatkan haknya.


"Yang lebih parahnya, yang termasuk delapan golongan penerima zakat, termasuk mualaf, tidak mendapatkan haknya. Ini mempermalukan umat Islam," lanjutnya.


Dalam unggahan yang sama, Jefri juga menyoroti minimnya peran aktif pemerintah desa, kepala dusun, serta takmirul masjid. Ia menilai mereka tidak memberikan konfirmasi atau penjelasan kepada masyarakat terkait persoalan tersebut.


"Ditambah lagi pemerintah desa, kepala dusun, dan takmirul masjid yang seharusnya berperan sebagai pengawas, tidak memberikan konfirmasi apa pun. Tidak ada alasan mengapa ada warga yang tidak menerima zakat. Yang lebih parah, ketika dihubungi, tidak ada yang bisa memberi penjelasan. Mereka saling lempar tanggung jawab," ungkapnya.


Unggahan tersebut menuai beragam reaksi dari warganet. Masyarakat berharap agar pihak terkait memberikan penjelasan terbuka, sehingga penyaluran zakat fitrah ke depan dapat dilakukan secara adil dan tepat sasaran.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Pemerintah Desa Monano maupun pengelola zakat setempat terkait keluhan yang beredar di media sosial. Redaksi SuaraIndonesia1.com membuka ruang hak jawab bagi pihak-pihak yang berkepentingan untuk memberikan klarifikasi.


–REDAKSI–

Dinas Perumahan Waropen Melakukan Survei Rumah Tidak Layak Huni di Distrik Masirei




WAROPEN-Suaraindonesia1.com. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Waropen melaksanakan kegiatan survei serta penetapan lokasi perumahan dan kawasan permukiman kumuh di tujuh distrik yang ada di wilayah Kabupaten Waropen. Sabtu, (14/03/2026) 


Plt. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Waropen, Bernadeta Goo, SH, melalui Analis Kawasan Transmigrasi Septinus Worumboi, S.AP, menyampaikan bahwa tim telah melaksanakan kegiatan survei Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di sepuluh kampung yang berada di Distrik Masirei.


“Sebagai bagian dari kegiatan survei Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada bulan Maret 2026, khusus untuk Distrik Masirei tim telah melaksanakan survei di sepuluh kampung dan seluruhnya telah selesai dilakukan,” ujar Septinus kepada wartawan.


Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memperoleh data yang akurat terkait kondisi rumah tidak layak huni, sekaligus melihat secara langsung kondisi perumahan masyarakat di lapangan.


Menurutnya, melalui data yang diperoleh dari hasil survei ini, pemerintah daerah dapat menentukan langkah penanganan serta program pembangunan perumahan yang tepat bagi masyarakat.


“Setiap distrik memiliki koordinator yang berbeda dalam pelaksanaan survei ini,” tambahnya.


Adapun tim survei Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk Distrik Masirei Kabupaten Waropen terdiri dari Marlin B. Nawarisa, S.Sos, Rizard E. Wayoi, ST, dan Nita Y. Bonai.


Septinus menambahkan, hasil survei tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merencanakan program peningkatan kualitas perumahan serta penataan kawasan permukiman, sehingga masyarakat dapat tinggal di rumah yang lebih layak, sehat, dan aman.

Istighosah dan Bukber Bersama, Warga Gondrong Perkuat Ukhuwah di Bulan Suci Ramadan


Kota Tangerang, suaraindonesia1.com, Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa dalam kegiatan Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama (Bukber) yang diselenggarakan oleh LPM dan Karang Taruna Kelurahan Gondrong. Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu, 15 Maret 2026, bertepatan dengan 25 Ramadan 1447 Hijriah, bertempat di Graha Harmoni Kampung ATM, Kelurahan Gondrong, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.


Acara yang dimulai sejak pukul 16.30 WIB ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan, di antaranya Camat Cipondoh Muhamad Marwan, S.IP., Lurah Gondrong H. Muhlis Cahyadi, SKM, M.Si., Ketua LPM Kelurahan Gondrong Rifqi Hafidz Arifin, para tokoh agama, tokoh masyarakat, Ketua RW dan RT se-Kelurahan Gondrong, jajaran Karang Taruna, kader Posyandu, PSM, serta warga sekitar.


Kegiatan diawali dengan Istighosah yang dipimpin oleh Ustadz Syarif Hidayatullah, SHI. Dalam suasana khidmat, para peserta bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah SWT agar masyarakat Kelurahan Gondrong senantiasa diberikan keberkahan, keselamatan, serta persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.



Dalam sambutannya, Ketua LPM Kelurahan Gondrong, Rifqi Hafidz Arifin, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam membangun lingkungan yang harmonis.


“Alhamdulillah pada bulan suci Ramadan ini kita dapat berkumpul bersama dalam suasana penuh kebersamaan. Kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama ini merupakan wujud nyata semangat persaudaraan dan gotong royong yang terus kita jaga di Kelurahan Gondrong. LPM bersama Karang Taruna berkomitmen untuk terus menjadi jembatan aspirasi masyarakat serta mendorong berbagai kegiatan positif yang memperkuat persatuan warga,” ujar Rifqi Hafidz Arifin.


Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai tradisi kebersamaan masyarakat Gondrong.



“Melalui kegiatan ini kita ingin mempererat hubungan antara tokoh masyarakat, pemerintah, dan seluruh elemen warga. Ketika kebersamaan terbangun dengan baik, maka berbagai persoalan di lingkungan juga dapat diselesaikan secara musyawarah dan penuh kekeluargaan,” tambahnya.


Sementara itu, Camat Cipondoh, Muhamad Marwan, S.IP., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu memperkuat hubungan antara masyarakat dan pemerintah.


Ia menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum penting untuk mempererat persaudaraan serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.


“Bulan suci Ramadan adalah waktu yang sangat tepat bagi kita semua untuk memperkuat ukhuwah, mempererat silaturahmi, serta membangun kebersamaan antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga. Saya sangat mengapresiasi inisiatif LPM dan Karang Taruna Kelurahan Gondrong yang telah menggelar kegiatan positif seperti ini. Ini bukan hanya sekadar acara buka puasa bersama, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi demi kemajuan lingkungan,” ujar Muhamad Marwan.


Menurutnya, kegiatan kebersamaan seperti ini juga menjadi bukti bahwa masyarakat Gondrong memiliki semangat gotong royong yang kuat.


“Kebersamaan seperti ini harus terus dijaga. Ketika masyarakat bersatu, saling menghormati, dan saling mendukung, maka pembangunan di wilayah kita juga akan berjalan dengan baik. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun sebagai tradisi yang mempererat persaudaraan di tengah masyarakat,” tambahnya.


Sementara itu, Lurah Gondrong, H. Muhlis Cahyadi, SKM, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.


Ia menilai bahwa kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama ini merupakan bentuk nyata kebersamaan antara pemerintah kelurahan dan masyarakat.


“Kegiatan ini menjadi momentum yang sangat baik untuk mempererat hubungan antara pemerintah kelurahan, LPM, Karang Taruna, serta seluruh elemen masyarakat. Ramadan mengajarkan kita untuk memperkuat rasa kepedulian, persatuan, dan kebersamaan. Saya berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga, tidak hanya pada bulan Ramadan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Muhlis juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas lingkungan serta memperkuat nilai gotong royong.


“Kemajuan wilayah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat. Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, saya yakin Kelurahan Gondrong akan terus berkembang menjadi lingkungan yang harmonis, aman, dan penuh kebersamaan,” katanya.


Setelah rangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan siraman rohani atau Mau’idhoh Hasanah yang disampaikan oleh Ustadz H. Imam Abdul Quddus. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan dan memperkuat keimanan, terutama di bulan suci Ramadan.


“Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang bagaimana kita memperbaiki diri, memperkuat iman, serta mempererat hubungan dengan sesama manusia. Silaturahmi seperti ini sangat dianjurkan dalam Islam karena dapat memperpanjang umur, memperluas rezeki, serta memperkuat persaudaraan,” tuturnya.


Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum introspeksi diri.


“Di bulan yang penuh berkah ini, mari kita perbanyak ibadah, memperkuat kepedulian sosial, serta menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Ketika masyarakat saling menghormati dan saling mendukung, maka keberkahan akan turun di lingkungan kita,” lanjutnya.


Sementara itu, Ustadz Syarif Hidayatullah, SHI, yang memimpin Istighosah juga menyampaikan pesan spiritual kepada para hadirin.


Menurutnya, kebersamaan dalam doa dan silaturahmi merupakan kekuatan besar bagi sebuah masyarakat.


“Ketika kita berkumpul dalam doa dan niat baik, insya Allah Allah SWT akan memberikan keberkahan bagi lingkungan kita. Istighosah ini bukan sekadar ritual, tetapi bentuk permohonan kita kepada Allah agar masyarakat Gondrong selalu diberikan keselamatan, kedamaian, dan kemajuan,” ujarnya.


Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan menjauhi perpecahan.


“Persatuan adalah kunci kekuatan umat. Mari kita jaga ukhuwah, saling menghargai, dan terus memperkuat kebersamaan dalam membangun lingkungan yang lebih baik,” katanya.


Ketua RW 02 Kelurahan Gondrong, Ahmad Sopyan, selaku tuan rumah kegiatan tersebut juga menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya karena wilayahnya dipercaya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama antara LPM, Karang Taruna, serta unsur pemerintah dan masyarakat.


Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan momen penting untuk memperkuat kebersamaan dan mempererat hubungan antara warga dengan para pemangku kepentingan di wilayah Kelurahan Gondrong.


“Alhamdulillah kami sebagai warga RW 02 merasa sangat bangga dan bersyukur karena wilayah kami dipercaya menjadi tuan rumah dalam kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama ini. Kehadiran Camat Cipondoh, Lurah Gondrong, Ketua LPM, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami. Ini menunjukkan bahwa kebersamaan dan persatuan warga Gondrong masih terjaga dengan sangat baik,” ujar Ahmad Sopyan.


Ia juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat, terlebih di bulan suci Ramadan yang penuh dengan keberkahan.


“Ramadan adalah bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya berbuka puasa bersama, tetapi juga mempererat tali silaturahmi, memperkuat rasa persaudaraan, serta membangun komunikasi yang baik antara masyarakat dengan pemerintah. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin sehingga kebersamaan yang telah terjalin dapat semakin kuat,” tambahnya.


Ahmad Sopyan juga mengajak seluruh warga untuk terus menjaga kekompakan dan kerukunan di lingkungan masing-masing, sehingga tercipta suasana yang aman, nyaman, dan harmonis.


“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan kita agar tetap kondusif. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, saya yakin masyarakat Gondrong dapat terus maju dan berkembang. Mari kita jadikan momentum Ramadan ini sebagai waktu untuk mempererat ukhuwah dan memperkuat kepedulian terhadap sesama,” ungkapnya.


Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari LPM, Karang Taruna, tokoh agama, hingga masyarakat yang turut berpartisipasi.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan penuh khidmat. Semoga kebersamaan yang kita bangun hari ini membawa keberkahan bagi kita semua dan semakin mempererat persaudaraan di Kelurahan Gondrong,” pungkas Ahmad Sopyan.


Menjelang waktu Magrib, suasana semakin hangat ketika seluruh peserta bersama-sama mengikuti buka puasa bersama yang dilanjutkan dengan ramah tamah dan sesi foto bersama sebagai bentuk kenang-kenangan atas kebersamaan tersebut.


Kegiatan ini pun disambut antusias oleh masyarakat yang hadir. Selain menjadi ajang mempererat silaturahmi, acara tersebut juga menjadi wadah memperkuat hubungan antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat.


Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan persatuan masyarakat Kelurahan Gondrong semakin kuat, serta membawa keberkahan bagi seluruh warga di bulan suci Ramadan.


 

Report, Jp

Putusan PN Labuan Bajo Disorot: Surat Tanah Tanpa Luas Dinilai Sah, 4 Hakim Dilaporkan ke KY dan Bawas MA


Labuan Bajo – Suaraindonesia1, Putusan majelis hakim di Pengadilan Negeri Labuan Bajo menuai kontroversi setelah dinilai mengesahkan dokumen tanah yang tidak mencantumkan luas lahan. Empat hakim yang menangani perkara tersebut bahkan dilaporkan ke Komisi Yudisial dan Badan Pengawas Mahkamah Agung.


Perkara ini terkait gugatan sengketa tanah yang diajukan warga lokal, Mustaram dan Abdul Haji, dalam perkara nomor 32/Pdt.G/2025 dan 33/Pdt.G/2025. Dalam putusan yang dibacakan pada 10 Maret 2026, majelis hakim yang diketuai I Made Wirangga Kusuma memenangkan pihak tergugat Santosa Kadiman dkk.


Kuasa hukum penggugat menilai putusan tersebut mengabaikan fakta hukum penting, termasuk putusan Mahkamah Agung yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah) pada 15 Januari 2026 terkait sengketa tanah di lokasi yang berdekatan.


“Dalam putusan sebelumnya, dokumen PPJB 40 hektare dan surat alas hak tanah tahun 1991 dinyatakan batal demi hukum karena tidak mencantumkan luas lahan serta lokasi tanah yang keliru,” ujar kuasa hukum penggugat, Jon Kadis, Sabtu (14/3/2026).


Namun dalam putusan terbaru, majelis hakim justru menilai dokumen yang sama sebagai sah. Hal ini memicu keheranan tim kuasa hukum karena dianggap bertentangan dengan putusan inkrah sebelumnya.


Tim penggugat menyatakan akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Kupang. Selain itu, mereka juga melaporkan majelis hakim yang menangani perkara tersebut ke Badan Pengawas Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial.


Empat hakim yang dilaporkan yakni I Made Wirangga Kusuma, Kevien Dicky Aldison, Intan Hendrawati, serta Ida Ayu Widyarini, yang sebelumnya juga pernah memimpin majelis dalam perkara tersebut.


Kuasa hukum penggugat juga membuka kemungkinan melaporkan dugaan gratifikasi dalam perkara ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Sengketa tanah di kawasan Bukit Kerangan, Labuan Bajo, selama ini dikenal sebagai konflik lahan yang kompleks karena melibatkan klaim dari berbagai pihak serta sejumlah perkara yang telah bergulir hingga tingkat Mahkamah Agung.

Novel Baswedan: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Diduga Terorganisir


Jakarta – Suaraindonesia1, Mantan penyidik KPK, Novel Baswedan, menilai serangan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, bukan tindakan spontan. Ia menduga aksi tersebut telah direncanakan dan melibatkan pelaku yang bergerak secara terorganisir.


Menurut Novel, pola serangan yang terlihat dari rekaman CCTV menunjukkan adanya koordinasi di lapangan. Ia menyebut para pelaku tidak sekadar datang secara acak, melainkan memiliki peran masing-masing saat melakukan penyerangan. 


“Dari CCTV terlihat bahwa pelakunya terorganisir. Ada pola tertentu ketika mereka melakukan serangan,” ujar Novel (13/3).


Ia juga menilai penyiraman air keras ke bagian wajah korban menunjukkan niat serius yang berpotensi menghilangkan nyawa atau setidaknya menyebabkan cacat permanen. 


Novel meminta aparat penegak hukum tidak hanya menangkap pelaku di lapangan, tetapi juga mengungkap aktor intelektual di balik serangan tersebut. Ia menegaskan bahwa kasus ini harus diusut tuntas agar tidak menjadi preseden buruk bagi keamanan para pembela hak asasi manusia di Indonesia. 


Insiden penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Saat itu, Andrie diketahui baru saja selesai melakukan kegiatan diskusi dan rekaman siniar terkait isu hukum dan militerisasi. 


Sejumlah pihak dari kalangan masyarakat sipil mengecam keras peristiwa tersebut dan menilai serangan itu sebagai bentuk teror terhadap aktivis HAM. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi dan menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. 


Kasus ini kembali menyoroti keamanan para aktivis di Indonesia, terutama mereka yang aktif menyuarakan isu pelanggaran HAM dan kebijakan negara.

Putin Berpotensi Bertemu Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei Tahun Ini


Teheran – Suaraindonesia1, Presiden Rusia Vladimir Putin berpeluang menggelar pertemuan langsung pertama dengan pemimpin baru Iran Mojtaba Khamenei pada tahun ini.


Hal tersebut diungkapkan Duta Besar Iran untuk Rusia Kazem Jalali, yang menyebut pertemuan itu kemungkinan berlangsung dalam agenda Caspian Summit di Tehran (13/3).


Menurut Jalali, tanggal penyelenggaraan KTT negara-negara kawasan Laut Kaspia tersebut sudah ditetapkan dan dijadwalkan berlangsung tahun ini.


“Jika KTT itu terlaksana, seperti biasanya para pemimpin negara akan melakukan pertemuan bilateral di sela-sela acara,” ujarnya.


Pertemuan ini berpotensi menjadi kontak tatap muka pertama antara Putin dan Mojtaba Khamenei sejak perubahan kepemimpinan di Iran, sekaligus menandai penguatan hubungan strategis antara Moskow dan Teheran di tengah dinamika geopolitik global.

Calon Jaksa Meninggal Saat Pendidikan, Dugaan Pola Latihan Keras Disorot


Jakarta - Suaraindonesia1, Kematian seorang peserta pendidikan calon jaksa memicu tanda tanya serius mengenai sistem pelatihan di lingkungan Kejaksaan. Peristiwa tragis ini terjadi ketika korban masih mengikuti proses pendidikan di Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI.


Korban diketahui merupakan seorang siswi peserta Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ). Ia sempat mendapatkan perawatan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit pada Jumat (13/3) malam. Kejadian ini langsung menarik perhatian publik dan memunculkan dugaan bahwa pola pendidikan yang keras perlu ditinjau ulang.


Sejumlah kalangan mendesak agar kasus tersebut tidak berhenti sebagai peristiwa biasa. Mereka meminta Kejaksaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan dan pembinaan yang dijalani para calon jaksa.


Menurut pengamat dan kelompok masyarakat sipil, tragedi ini seharusnya menjadi momentum untuk meninjau kembali metode pelatihan yang diterapkan. Pendidikan bagi calon aparat penegak hukum dinilai harus tetap menjunjung disiplin tinggi, namun tidak mengabaikan aspek keselamatan peserta.


Selain itu, dorongan pembentukan tim investigasi independen juga mulai mengemuka. Langkah tersebut dinilai penting agar penyebab pasti kematian korban dapat diungkap secara transparan dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.


Menanggapi peristiwa ini, mantan Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung, Jan Maringka, menyatakan bahwa kasus tersebut diduga menjadi korban meninggal pertama dalam pelaksanaan diklat PPPJ. Ia menilai kemungkinan ada faktor kurikulum pendidikan yang terlalu padat sehingga perlu dievaluasi secara serius.


Kasus ini sekaligus membuka diskusi lebih luas mengenai standar pembinaan di lembaga pendidikan penegak hukum. Banyak pihak berharap evaluasi menyeluruh dilakukan agar tragedi serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.


(Keteranga foto : ilustrasi AI Chat GPT)

Desak POLRI Bertindak Profesional & Transparan: Bukti Digital Tersedia, PERMIKOMNAS Pertanyakan Keseriusan Aparat Ungkap Kasus Andrie Yunus


JAKARTA,suaraindonesia1.com
– Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional (PERMIKOMNAS) menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa penyerangan yang dialami oleh saudara Andrie Yunus, aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). PERMIKOMNAS memandang bahwa insiden ini tidak dapat dikategorikan sebagai tindak kriminal biasa, melainkan berpotensi sebagai bentuk intimidasi sistematis terhadap gerakan masyarakat sipil yang selama ini menjadi pilar penting dalam mengawal demokrasi, hak asasi manusia, serta keadilan di Indonesia.


PERMIKOMNAS menegaskan beberapa poin sikap sebagai berikut:


  1. Mendesak Investigasi Tuntas dan Transparan: PERMIKOMNAS mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan investigasi secara menyeluruh, profesional, dan transparan. Tindakan kekerasan ini patut diduga sebagai kejahatan terstruktur yang harus diungkap hingga ke akar-akarnya. Negara tidak boleh membiarkan praktik kekerasan terhadap aktivis terus berulang, mengingat rentetan kasus serupa di masa lalu—seperti penyiraman air keras terhadap pembela kepentingan publik—menunjukkan adanya ancaman nyata terhadap mereka yang memperjuangkan kebenaran dan keadilan.
  2. Memanfaatkan Bukti Digital secara Optimal: Di era digital saat ini, jejak dan bukti digital merupakan instrumen kunci dalam proses penegakan hukum. PERMIKOMNAS mendorong agar aparat memanfaatkan bukti digital forensik secara optimal untuk mengidentifikasi dan menetapkan tersangka secara cepat dan tepat. Apabila kasus ini tidak segera diselesaikan dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia, maka hal tersebut akan menimbulkan pertanyaan besar terhadap efektivitas dan keseriusan aparat dalam menindak para pelaku.
  3. Menolak Kekerasan dan Intimidasi: PERMIKOMNAS mengecam keras segala bentuk kekerasan dan intimidasi yang bertujuan untuk membungkal ruang kritis masyarakat. Solidaritas seluruh elemen masyarakat sipil dan komitmen kuat dari negara sangat dibutuhkan agar proses penegakan hukum berjalan secara objektif dan akuntabel.


PERMIKOMNAS mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus mengawal kasus ini dan memastikan bahwa tidak ada ruang bagi kekerasan dalam kehidupan berdemokrasi. Keadilan bagi korban adalah harga mati yang harus ditegakkan demi masa depan demokrasi Indonesia yang lebih bermartabat.


Reporter: Jhul-Ohi

Kapolres Talaud AKBP Arie Sulistyo Nugroho Pimpin Gerakan Pangan Murah Jelang Lebaran

 



SUARAINDONESIA1, Talaud -Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Talaud menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) Polri Serentak di Melonguane pada Jumat (13/3/2026) pagi.

Acara berskala nasional ini dimulai dengan mengikuti Arahan melalui pertemuan bold (Zoom) sebelum akhirnya dibuka secara resmi bagi masyarakat umum.

Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Arie Sulistyo Nugroho memimpin langsung kegiatan, melibatkan jajaran Forkopimda serta instansi teknis terkait.

“Gerakan Pangan Murah Serentak hari ini berdasarkan perintah dari Mabes Polri. Kita melaksanakan GPM untuk menekan harga pasaran yang disinyalir sudah mulai naik menjelang hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” ujar AKBP Arie Sulistyo Nugroho.

Program ini merupakan langkah nyata Polri dalam mengintervensi pasar. Warga diberikan akses untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar saat ini.

“Selain meringankan beban ekonomi, langkah ini penting untuk mencegah inflasi akibat permintaan menjelang hari raya,” kata Kapolres.

(Rom/RedSi1)




Sentuhan Humanis AKBP Irwanto, Kapolres Kotamobagu Buka Puasa Bersama Tahanan


 


SUARAINDONESIA1, Kotamobagu – Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto gelar buka puasa bersama dengan para tahanan di Rutan Polres Kotamobagu, Rabu (11/3/2026).


​Suasana khusyuk menyambung Rutan saat rangkaian acara dimulai dengan kultum menjelang berbuka. Ceramah singkat tersebut memberikan penguatan spiritual bagi warga binaan, mengajak mereka menjadikan Ramadhan sebagai momentum introspeksi diri dan memperbaiki kesalahan masa lalu.


Dalam sambutannya, AKBP Irwanto menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya kesempatan kedua. Ia menegaskan bahwa jeruji besi bukanlah akhir dari segalanya, melainkan tempat untuk menempa diri menjadi pribadi yang baru.


“Orang yang baik di mata Allah adalah orang yang pernah berbuat salah, tetapi memiliki kesadaran untuk beradaptasi dan berkomitmen menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang,” ungkap Kapolres.


Saat waktu berbuka tiba, Kapolres bersama Wakapolres dan Pejabat Utama (PJU) duduk melingkar bersama para tahanan untuk menikmati hidangan buka puasa.


Nuansa hangat ini menunjukkan bahwa Polres Kotamobagu mengedepankan pelatihan yang memanusiakan manusia. (Rom/Si1)

Kombes Pol Amin Litarso Tekankan Penanganan TKP Presisi Saat Buka Coaching Clinic Bidlabfor 2026




SUARAINDONESIA1,Manado -Irwasda Polda Sulut Kombes Pol Amin Litarso secara resmi membuka kegiatan Coaching Clinic Bidlabfor Polda Sulut TA 2026 yang diselenggarakan di Hotel Peninsula Manado pada Kamis, 12 Februari 2026.
Kegiatan ini mengusung tema “First Responder: Penanganan Awal TKP yang Presisi dan Akuntabel”.


Membacakan Berbagai Kapolda, Irwasda menjelaskan bahwa di tengah tantangan penegakan hukum yang semakin dinamis, akurasi dalam penanganan Tempat Kejadian Perkara (TKP) menjadi kunci utama keberhasilan penyidikan.
Ia menyoroti peran vital para first responder atau petugas pertama di lapangan sebagai penentu kualitas barang bukti.

​”First responder tidak hanya dituntut untuk bertindak cepat, tetapi juga harus tepat, terukur, dan sesuai prosedur dengan menjunjung tinggi prinsip profesionalisme, legalitas, dan akuntabilitas,” tegas Kombes Pol Amin Litarso.


​​Kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan persepsi dan pola tindak antara personel Pamapta dan penyidik, baik di tingkat Polres maupun Polda.

Melalui pelatihan ini, ia berharap seluruh personel memiliki pemahaman komprehensif mengenai standar penanganan awal TKP, pengamanan dan pengelolaan barang bukti.

“Harapannya, ini bisa langsung diimplementasikan dalam tugas sehari-hari. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri melalui proses penegakan hukum yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan,” tutupnya.

​Acara pembukaan ini juga dihadiri oleh Kabid Labfor Polda Sulut, Pejabat Utama (PJU) Polda Sulut, serta para narasumber dan instruktur.
(Rom/RedSi1)

Sektor Perikanan Boalemo "Lampu Merah", Bupati Didesak Copot Kadis Perikanan!




​BOALEMO – Suaraindonesia1, Kepemimpinan di jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Boalemo tengah berada dalam sorotan tajam. Pasalnya, instansi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menyejahterakan nelayan ini dinilai gagal total dalam menjalankan fungsinya. Arus mosi tidak percaya pun mengalir deras, mendesak Bupati Boalemo segera mengambil langkah tegas: Evaluasi atau Copot Kepala Dinas.


*​Bantuan Salah Sasaran: Perahu Dijual hingga ke Luar Daerah*

​Kritik keras mencuat menyusul laporan mengenai karut-marut penyaluran bantuan perahu fiber dan mesin katintin. Alih-alih menyentuh nelayan kecil yang membutuhkan, bantuan tersebut diduga kuat jatuh ke tangan pihak-pihak yang tidak tepat.


​Lebih miris lagi, investigasi di lapangan mengungkap informasi mengejutkan bahwa sejumlah bantuan alat tangkap tersebut diduga telah berpindah tangan dan dijual hingga ke luar wilayah Boalemo sebagaimana pernyataan beberapa warga yang tidak ingin disebutkan namanya sehingga hal ini menjadi bukti nyata bahwa fungsi pengawasan internal dinas mandul dan tidak berjalan sebagaimana mestinya.


*​Mafia BBM Subsidi: Rekomendasi "Asal Jadi"*

​Tak hanya masalah fisik bantuan, birokrasi di DKP Boalemo juga dituding menjadi pintu masuk bagi penyalahgunaan BBM bersubsidi. Pemberian rekomendasi untuk mendapatkan Solar dan Pertalite di SPBU Tilamuta dan sekitarnya disinyalir tidak melalui verifikasi yang ketat.


​"Rekomendasi diberikan kepada pemohon yang tidak sesuai peruntukannya. Akibatnya, BBM subsidi yang seharusnya menjadi hak nelayan kecil justru dinikmati oleh oknum tak bertanggung jawab. Ini murni kegagalan sistemik di bawah komando Kadis saat ini," ujar salah satu warga yang memantau situasi tersebut.


*​Gagal Wujudkan Ekonomi Biru*

​Visi pembangunan "Ekonomi Biru" yang digadang-gadang mampu meningkatkan daya saing hasil tangkapan nelayan Boalemo kini dianggap hanya sekadar jargon tanpa realisasi. Kadis Perikanan dinilai "hilang arah" dan tidak memahami kompas kebijakan pembangunan sektor kelautan.


​Ketidakmampuan nakhoda dinas dalam memetakan masalah mengakibatkan nelayan lokal tetap terjebak dalam kemiskinan, sementara sumber daya dan bantuan menguap entah ke mana.


*​Harapan Masyarakat:*

Bupati Boalemo harus segera bertindak. Mempertahankan pejabat yang tidak kompeten hanya akan memperpanjang penderitaan masyarakat pesisir. Evaluasi total bukan lagi pilihan, melainkan keharusan demi menyelamatkan sektor perikanan Boalemo dari keterpurukan yang lebih dalam.


Reporter: IzSu

Sudin Kominfotik dan Kebudayaan Jakarta Utara Fasilitasi Media Tentang Vidio Viral ASN Pemprov DKI yang Mabuk Obat Terlarang



Jakarta utara, suaraindonesia1.com, Suku Dinas Kominfotik Kota Administrasi Jakarta Utara bersama Suku Dinas Kebudayaan memfasilitasi mediasi terkait video viral yang menyebut seorang ASN Pemprov DKI Jakarta mabuk obat terlarang hingga masuk ke rumah warga.


Hasil klarifikasi memastikan bahwa ASN berinisial NS tidak melakukan perbuatan negatif. Saat kejadian, yang bersangkutan diketahui sedang dalam kondisi kurang sehat dan tengah menjalani perawatan medis rawat jalan.


Kasudin Kominfotik Jakarta Utara, Dr. R. Fauzy, yang juga selaku Jaringan Siber Rajawali 8 Indonesia mengatakan mediasi dilakukan untuk meluruskan informasi yang sempat menimbulkan keresahan di masyarakat serta mempertemukan pihak keluarga NS dengan pengelola akun yang menyebarkan video tersebut.


“Melalui mediasi ini kedua pihak telah bertemu, melakukan klarifikasi, dan sepakat menyelesaikan persoalan secara damai,” ujar Fauzy, Jumat (13/3).


Fauzy juga mengingatkan pentingnya verifikasi informasi sebelum mempublikasikan konten di media sosial agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun merugikan pihak lain.


Sementara itu, Pengamat Media dari Homeless Media, Jhon Vinarko, mengimbau pengelola akun media sosial untuk lebih berhati-hati dalam mengunggah konten dan tidak hanya mengejar trafik tanpa proses verifikasi yang jelas.


Melalui mediasi tersebut, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.



Report, Jp

Mantan Bupati Gorontalo Dua Periode, Prof. Nelson Pomalingo, Dilantik sebagai Anggota Dewan Pendidikan Nasional


JAKARTA, suaraindonesia1.com
– Mantan Bupati Gorontalo dua periode, sekaligus mantan Rektor Universitas Negeri Gorontalo dan Rektor UMGo, Prof. Nelson Pomalingo, mulai dipercaya untuk berkiprah di tingkat nasional.


Hal itu terungkap setelah Prof. Nelson Pomalingo resmi dilantik sebagai Anggota Dewan Pendidikan Nasional (DPN) pada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia untuk periode 2026–2031. Ia dilantik oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Abdul Mu’ti, bersama 12 anggota DPN lainnya di Jakarta pada Jumat, 13 Maret 2026.


Penunjukan ini dinilai sangat tepat mengingat rekam jejak panjang Prof. Nelson dalam dunia pendidikan yang sudah tidak diragukan lagi. Ia pernah menjadi Rektor IKIP Negeri Gorontalo, Rektor Universitas Negeri Gorontalo, dan pernah menjadi Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Ia juga pernah menjadi Anggota Badan Akreditasi Nasional (BAN) SM pada tahun 2010-2012, Ketua PGRI Provinsi Gorontalo periode 2002-2013, dan Ketua PB PGRI periode 2014-2016.


Tidak hanya di dunia akademik, kiprah kepemimpinannya juga terlihat dalam pemerintahan daerah. Prof. Nelson pernah menjabat sebagai Bupati Gorontalo selama dua periode (2016–2025). Pada masa kepemimpinannya, berbagai kebijakan pembangunan daerah, khususnya dalam bidang pendidikan, pembangunan sumber daya manusia, dan lingkungan hidup terus diperkuat.


Sebelum dikenal luas sebagai akademisi dan pemimpin daerah, Prof. Nelson juga pernah merintis berdirinya Sekolah Menengah Teknologi Pertanian, Peternakan dan Perikanan (SMTPPP) Telaga yang kini menjadi SMK Gotong Royong, sekaligus menjabat sebagai Kepala Sekolah dari tahun 1988 hingga 1992. Ia juga pernah merintis berdirinya SD PGRI Mootilango pada tahun 2006.


Saat menjabat sebagai Ketua PGRI Provinsi Gorontalo, Prof. Nelson berhasil merealisasikan berdirinya Gedung Perjuangan Guru Gorontalo dan berhasil membentuk Forum Guru Honor (FGH) yang kemudian diadopsi oleh pemerintah pusat.


Sebagai seorang Guru Besar di bidang Lingkungan Hidup, Prof. Nelson memiliki latar belakang pendidikan yang kuat. Ia menempuh pendidikan Strata Satu (S1) sebagai Insinyur Pertanian di Unsrat Manado, kemudian melanjutkan pendidikan Magister (S2) hingga meraih gelar Doktor Pendidikan (S3) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).


Dedikasinya terhadap dunia pendidikan juga tercermin melalui kiprahnya dengan mendirikan Yayasan Taman Cendekia Gorontalo yang berdiri sejak tahun 2011 lalu, yang menyelenggarakan pendidikan PAUD, PKBM, dan SMA/SMK Taman Cendekia. Prof. Nelson juga dikenal aktif sebagai pembina pada sejumlah yayasan pendidikan, di antaranya Yayasan Indonesia Emas serta Yayasan Pusat Pengkajian Masyarakat Gotong Royong. Melalui peran tersebut, ia terus mendorong lahirnya berbagai terobosan di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.


Dengan pengalaman panjang sebagai akademisi, pemimpin daerah, serta tokoh organisasi pendidikan, Prof. Nelson dinilai sangat pantas mengemban amanah baru sebagai Anggota Dewan Pendidikan Nasional.


“Targetnya tentu sesuai tugas dan fungsi Dewan Pendidikan, yakni memberikan masukan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah terkait berbagai perubahan kebijakan yang mengarah pada peningkatan mutu pendidikan. Insya Allah setiap bulan kami akan menggelar rapat dan kajian yang hasilnya akan disampaikan kepada Menteri,” ujar Prof. Nelson Pomalingo singkat saat ditemui usai pelantikan di Jakarta, Jumat (13/3/2026).


Jabatan strategis ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memberikan kontribusi pemikiran, pengalaman, serta gagasan besar dalam merumuskan kebijakan dan arah pembangunan pendidikan Indonesia ke depan. Penunjukan ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi masyarakat Gorontalo, karena putra daerah mampu mengambil peran penting di tingkat nasional dalam memajukan dunia pendidikan.


Reporter: Jhul-Ohi

Kapolres Sarolangun Cek Kesiapan Posyan dan Pospam Ops Ketupat 2026



Suaraindonesia1.com _ Sarolangun. Dalam rangka memastikan kesiapsiagaan personel Operasi Ketupat 2026, Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.I.K., M.H. melaksanakan kunjungan dan pengecekan Pos Pelayanan (Posyan) serta Pos Pengamanan (Pospam) di wilayah hukum Polres Sarolangun, Jumat (13/3/2026) malam.


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB tersebut turut didampingi Kabag Ops Polres Sarolangun Kompol Angga Luvyanto, M.H., Kasat Lantas AKP Steffan Thomas Lumowa, S.Tr.K., S.I.K., Kasat Samapta IPTU HM Sihombing, serta Kasi Humas Polres Sarolangun IPTU Andi Supriadi.


Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Sarolangun bersama rombongan melakukan monitoring sekaligus pengecekan langsung kesiapsiagaan personel yang bertugas di Pos Pelayanan dan Pos Pengamanan Ops Ketupat 2026. Selain itu, Kapolres juga memeriksa kelengkapan sarana dan prasarana yang digunakan untuk menunjang pelaksanaan operasi pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri.


Adapun rangkaian kegiatan pengecekan dimulai dari Pos Pengamanan (Pospam) Bathin VIII yang berada di Desa Tanjung. Selanjutnya rombongan melanjutkan pengecekan ke Pos Pelayanan (Posyan) Sarolangun yang berada di kawasan Kota Sarolangun.


Setelah itu, Kapolres bersama rombongan bergerak menuju Pos Pengamanan (Pospam) Singkut untuk memastikan kesiapan personel yang bertugas di wilayah tersebut. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengecekan di Pos Pengamanan (Pospam) Mandiangin sebagai titik terakhir kunjungan pada malam tersebut.


Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang bertugas di pos pengamanan dan pos pelayanan karena telah melaksanakan tugas dengan baik selama 1x24 jam.


“Terima kasih kepada rekan-rekan semua yang telah melaksanakan tugas penjagaan di Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan. Tetap jaga kesehatan serta keselamatan diri dalam menjalankan tugas,” ujar Kapolres.


Ia juga menekankan kepada seluruh personel agar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan sikap humanis, menjaga kebersihan pos serta memastikan seluruh perlengkapan inventaris tetap terawat dengan baik.


Kapolres juga mengingatkan agar setiap kejadian yang menonjol segera dilaporkan kepada pimpinan pos masing-masing dan dicatat dalam buku mutasi, sehingga setiap perkembangan situasi dapat terpantau dengan baik.


“Laksanakan tugas dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab, serta berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan,” tambahnya.


Dari hasil pengecekan tersebut, diketahui bahwa seluruh personel yang bertugas di Pos Pelayanan dan Pos Pengamanan dalam keadaan lengkap serta siap melaksanakan tugas pengamanan Operasi Ketupat 2026.


Sekitar pukul 00.45 WIB, seluruh rangkaian kegiatan kunjungan dan pengecekan selesai dilaksanakan. Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman, tertib dan kondusif.



Djarnawi Kusuma

Bahagia Bersama JNE Ramadan 1447 H: Direktorat QAGC Gelar Buka Puasa Bersama, Pererat Kebersamaan di Kantin JNE Tomang



Jakarta, suaraindonesia1.com, Suasana penuh kebersamaan dan kehangatan Ramadan terasa dalam kegiatan Buka Puasa Bersama (Bukber) yang diselenggarakan oleh Direktorat Quality Assurance Governance & Compliance (QAGC) di Kantin JNE Tomang Raya Lantai 3, Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pimpinan dan jajaran tim untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi kerja di lingkungan perusahaan.


Acara yang berlangsung mulai pukul 17.00 hingga 19.00 WIB tersebut dihadiri sejumlah pimpinan dan staf dari berbagai tim di bawah Direktorat QAGC, di antaranya Bapak Samsul Djamaludin, SH, Ibu Heny Sulistiyawati yang akrab disapa bu Bony, Ibu Acik Mar’atul Kosiah, Ibu Elva Mora, Bapak Dwi Anugrah, Bapak Maulana M.E., serta jajaran tim Compliance, ESGA, HSE, IMO, QCE, dan QMS.



Sejak sore hari, para peserta mulai berdatangan dan saling menyapa dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban. Kegiatan buka puasa bersama ini bukan hanya sekadar agenda tahunan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarpegawai serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di perusahaan.


Kegiatan tersebut juga merupakan hasil inisiasi dari panitia Rapat Koordinasi (Rakor) Direktorat QAGC yang berupaya menghadirkan ruang kebersamaan bagi seluruh jajaran. Persiapan acara dilakukan secara gotong royong oleh panitia yang terdiri dari Irene, Super Andi, dan Reza, yang berkoordinasi secara intens untuk memastikan acara berjalan lancar.


Diketahui, Irene yang juga menjabat sebagai Sekretaris Bapak Samsul Djamaludin turut berperan aktif dalam mengoordinasikan jalannya kegiatan bersama panitia Rakor. Dengan koordinasi yang baik, acara buka puasa bersama tersebut dapat terlaksana dengan tertib, hangat, dan penuh kekeluargaan.



Dalam kesempatan tersebut, Samsul Djamaludin menyampaikan bahwa momentum Ramadan merupakan waktu yang sangat tepat untuk memperkuat nilai kebersamaan, integritas, dan solidaritas antarpegawai.


“Bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana yang penuh makna. Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, kita tidak hanya berbagi hidangan berbuka, tetapi juga mempererat silaturahmi, memperkuat komunikasi, serta membangun semangat kebersamaan di lingkungan Direktorat QAGC,” ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa kerja sama yang baik antar tim sangat penting dalam menjaga kualitas tata kelola perusahaan yang profesional dan berintegritas.


“Direktorat QAGC memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa setiap proses kerja berjalan sesuai dengan prinsip governance, compliance, dan standar kualitas yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, kebersamaan seperti ini menjadi energi positif bagi kita semua untuk terus bekerja dengan semangat dan tanggung jawab,” lanjutnya.


Sementara itu, Heny Sulistiyawati (bu Bony) yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa kegiatan buka puasa bersama memberikan ruang bagi seluruh tim untuk saling mengenal lebih dekat di luar suasana formal pekerjaan.


“Melalui kegiatan seperti ini kita bisa saling berbagi cerita, bertukar pengalaman, dan memperkuat rasa kekeluargaan. Kebersamaan yang terjalin tentu akan berdampak positif terhadap semangat kerja dan kekompakan tim,” ungkapnya.


Ia juga menekankan bahwa meskipun setiap anggota bekerja di departemen yang berbeda, seluruh jajaran tetap merupakan bagian dari satu keluarga besar.


“Walaupun kita berasal dari berbagai departemen di bawah Direktorat QAGC, pada dasarnya kita adalah satu keluarga besar. Perbedaan tugas dan fungsi bukanlah penghalang, justru menjadi kekuatan untuk saling melengkapi. Kebersamaan dan kekompakan inilah yang harus terus kita jaga,” tambahnya.


Hal senada juga disampaikan oleh Acik Mar’atul Kosiah yang menilai kegiatan buka puasa bersama menjadi sarana penting dalam membangun komunikasi lintas tim.


“Di dalam aktivitas pekerjaan sehari-hari, kita sering disibukkan oleh berbagai tanggung jawab masing-masing. Melalui acara seperti ini, kita dapat kembali mempererat hubungan antar tim dan membangun komunikasi yang lebih terbuka,” jelasnya.


Ia menambahkan bahwa kekompakan keluarga besar QAGC merupakan modal penting dalam menjalankan berbagai program kerja yang berkaitan dengan pengawasan kualitas, kepatuhan, serta tata kelola perusahaan.


“Walaupun kita terbagi dalam beberapa departemen seperti Compliance, ESGA, HSE, IMO, QCE, dan QMS, semangat kebersamaan tetap terjaga. Justru dengan keberagaman peran tersebut, kita dapat saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama,” katanya.


Menjelang waktu berbuka, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipanjatkan dengan penuh khidmat. Ketika azan Magrib berkumandang, seluruh peserta menikmati hidangan berbuka puasa dengan penuh kebersamaan. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat jelas ketika para peserta saling berbincang, bercanda ringan, dan menikmati hidangan yang telah disediakan.


Kegiatan Buka Puasa Bersama Direktorat QAGC ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi semata, tetapi juga mampu memperkuat semangat kolaborasi, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas di lingkungan perusahaan.


Dengan semangat Ramadan yang penuh berkah, para peserta berharap kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan tersebut dapat terus membawa energi positif bagi seluruh jajaran Direktorat QAGC dalam menjalankan perannya menjaga kualitas, tata kelola, serta kepatuhan perusahaan secara berkelanjutan.


Kebersamaan yang terbangun dalam momentum Ramadan ini juga menjadi pengingat bahwa meskipun terbagi dalam berbagai departemen, keluarga besar QAGC tetap solid, kompak, dan saling mendukung dalam setiap langkah kerja ke depan. 



Report, Jp