BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

GLOBAL

internasional
Tampilkan postingan dengan label Jawa Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa Barat. Tampilkan semua postingan

Antisipasi Dampak Kemarau, Polisi dan Petani Bersinergi Jaga Hasil Panen Jagung


Purwakarta, suaraindonesia1.com, Mengantisipasi dampak cuaca yang belum turun hujan serta menjaga produktivitas sektor pertanian, personel Polsek Plered Polres Purwakarta melakukan pengecekan dan pemantauan lahan jagung hibrida di wilayah binaannya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kampung Gandasoli, Desa Gandasoli, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, pada Jumat (12/6/2026).


Pengecekan dilakukan oleh Brigpol Eri Billy dan Brigpol Adji Angga dengan menyambangi lahan pertanian milik warga serta berdialog langsung dengan para petani, di antaranya Ibu Fitri dan Ibu Dewi, guna mengetahui kondisi terkini tanaman jagung hibrida yang tengah dibudidayakan.


Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Plered melakukan pemantauan terhadap pertumbuhan tanaman, kondisi lahan, serta ketersediaan sumber air yang menjadi faktor penting di tengah kondisi cuaca yang belum memasuki musim hujan. Selain itu, petugas juga berdiskusi dengan para petani terkait pola perawatan tanaman, efektivitas pemupukan, serta langkah antisipasi terhadap potensi serangan hama dan penyakit yang dapat memengaruhi hasil panen.



Melalui pemantauan langsung di lapangan, Bhabinkamtibmas berupaya memastikan tanaman jagung hibrida tetap tumbuh optimal sehingga target produksi dapat tercapai. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memberikan motivasi kepada petani agar tetap semangat mengelola lahan pertanian meskipun menghadapi tantangan cuaca yang kurang mendukung.


Kapolsek Plered Polres Purwakarta, AKP Ali Murtadho, S.H., mengatakan bahwa kegiatan pengecekan lahan pertanian merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional yang saat ini terus digalakkan pemerintah.


“Melalui kehadiran anggota di lapangan, kami ingin memberikan dukungan kepada para petani sekaligus memantau perkembangan tanaman jagung hibrida yang menjadi salah satu komoditas strategis dalam mendukung swasembada pangan. Kami berharap masyarakat terus memanfaatkan lahan yang ada untuk kegiatan produktif sehingga dapat meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan keluarga,” ujar AKP Ali Murtadho.



Sementara itu, Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini, menegaskan bahwa Polri berkomitmen mendukung program ketahanan pangan melalui pendampingan dan monitoring yang dilakukan jajaran Bhabinkamtibmas di seluruh wilayah Kabupaten Purwakarta.



Report, Ida Ismayani

Yorindo, APKOMINDO, APTIKNAS, dan APINDO Purwakarta Berkolaborasi Dorong Efisiensi Industri Melalui Teknologi AI


PURWAKARTA – Suaraindoneaia1, Yorindo Communication bersama APKOMINDO, APTIKNAS, dan APINDO Purwakarta resmi menggelar workshop strategis bertajuk “AI-Driven: Secure & Efficient for Future Industry” di Hotel Prime Plaza Purwakarta, 28 April 2026.


Kegiatan ini merupakan kota ke-5 dari rangkaian roadshow nasional di 10 kota yang bertujuan mengakselerasi kesiapan sektor manufaktur dalam menghadapi era kecerdasan buatan melalui pembangunan fondasi infrastruktur digital yang kokoh, aman, dan efisien.


Inisiatif ini merupakan bagian dari gerakan kolaboratif lintas ekosistem untuk mendorong transformasi digital nasional yang terarah dan berkelanjutan. Roadshow ini dirancang sebagai platform strategis untuk membangun blueprint transformasi digital yang komprehensif, mencakup aspek kebijakan, keamanan siber, infrastruktur digital, hingga implementasi AI yang aplikatif di sektor industri.



Kegiatan ini dibuka oleh Agus Dedi Supriyadi, Direktur SmartPlus sekaligus Ketua APKOMINDO DPD Bekasi dan Ketua APTIKNAS DPD Bekasi serta Praktisi AI-IoT. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya membangun ekosistem kolaboratif antara pelaku industri dan vendor teknologi lokal guna mempercepat kemandirian teknologi nasional.


Untuk memperkuat aspek strategis, Ketua Umum APKOMINDO dan Ketua Umum APTIKNAS, Ir. Soegiharto Santoso, S.H. (Hoky), yang berhalangan hadir, diwakili oleh Sekretaris Jenderal APTIKNAS, Fanky Christian. Dalam paparannya, ia membedah pentingnya pembangunan digital backbone sebagai fondasi utama sebelum implementasi AI dilakukan secara luas.


“Adopsi AI tanpa infrastruktur digital yang kokoh berisiko menimbulkan black box syndrome, yaitu kondisi di mana sistem berjalan tanpa transparansi dan kontrol. Oleh karena itu, industri perlu membangun fondasi digital yang mandiri, aman, dan terintegrasi,” tegasnya.


Ia juga menambahkan bahwa transformasi digital tidak cukup hanya mengadopsi teknologi, melainkan harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur serta sistem keamanan yang kuat agar implementasi AI dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.


Dari sisi kebijakan dan keamanan siber, kegiatan ini turut menghadirkan perwakilan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI, Drs. Slamet Aji Pamungkas, M.Eng., Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian, yang hadir secara daring. Dalam pemaparannya, ia menyoroti tren ancaman AI vs AI serta pentingnya implementasi Autonomous Cyber Defense untuk mendeteksi dan merespons ancaman siber secara real-time.


“Keamanan siber merupakan fondasi utama dalam transformasi digital. Sistem pertahanan yang adaptif dan mampu merespons secara otomatis menjadi kunci dalam melindungi infrastruktur kritis,” jelasnya.


Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari berbagai mitra teknologi, termasuk PT Perdana Jatipura selaku sponsor Platinum yang menghadirkan solusi Secure & Efficient Document Workflow guna mengoptimalkan manajemen dokumen perusahaan secara aman dan efisien.


Ketua APINDO Purwakarta, Gatot Prasetyoko, dalam sambutan penutupnya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sekaligus menyoroti tantangan nyata yang dihadapi industri saat ini. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan di wilayah Purwakarta menghadapi tekanan akibat perubahan teknologi dan tuntutan efisiensi yang semakin tinggi.


“Workshop ini sangat penting untuk membekali pelaku industri agar dapat memanfaatkan teknologi AI dalam meningkatkan efisiensi secara lebih cerdas dan optimal. Upaya efisiensi yang dilakukan saat ini perlu diperkuat dengan pemanfaatan teknologi yang tepat,” ujarnya.


Memasuki sesi praktik, suasana workshop semakin dinamis ketika Agus Dedi Supriyadi memandu langsung peserta dalam demonstrasi pembuatan sistem AI menggunakan platform n8n. Peserta dibimbing langkah demi langkah, mulai dari otomasi proses bisnis di departemen HRD hingga integrasi dengan teknologi IoT pada lini produksi.


Dalam sesi ini, ditekankan pentingnya keterlibatan manajemen yang memahami proses bisnis agar implementasi AI dapat berjalan sesuai kebutuhan industri. Pendekatan ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam mengintegrasikan teknologi secara aplikatif dan efisien.


Workshop ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana peserta mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung mengenai implementasi teknis dan strategi penerapan AI di lingkungan kerja masing-masing. Antusiasme peserta mencerminkan tingginya kebutuhan industri terhadap solusi transformasi digital yang praktis dan terarah.


Sebagai bagian dari rangkaian nasional, kegiatan ini merupakan lanjutan dari berbagai kota sebelumnya dan akan terus berlanjut ke kota-kota strategis lainnya. Setelah Purwakarta, roadshow akan digelar di Tangerang pada 7 Mei 2026 di Hotel Aston Cimone Tangerang.


Melihat tingginya antusiasme dan dampak yang dihasilkan, penyelenggara juga membuka peluang kolaborasi bagi sponsor dan mitra strategis untuk berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan selanjutnya. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat ekosistem digital nasional sekaligus mendorong kesiapan industri Indonesia dalam menghadapi era kecerdasan buatan.


Seluruh rangkaian seminar dan workshop tidak dipungut biaya bagi peserta, dengan syarat dan ketentuan berlaku. Informasi pendaftaran serta kerja sama sponsor dapat diperoleh melalui: 0819 3267 4333 / 0813 2175 8222 / 0812-1414-9098, agar calon peserta dan calon sponsor dapat langsung menghubungi panitia.


Dengan sinergi antara asosiasi, pemerintah, pelaku industri, dan mitra teknologi, kegiatan ini diharapkan menjadi katalisator dalam mempercepat transformasi digital nasional yang aman, efisien, dan berdaya saing global. (SS).

Sinergi BSSN, APTIKNAS, APKOMINDO & APINDO serta YORINDO Dorong Transformasi Digital Manufaktur yang Aman dan Efisien di Cikarang


Cikarang - Suaraindonesia1, Memasuki kota ketiga dari rangkaian Roadshow Nasional 10 Kota, kolaborasi strategis antara BSSN RI, APTIKNAS, APKOMINDO, APINDO DPK Kabupaten Bekasi, dan YORINDO Communication sukses menggelar acara bertajuk “AI Driven Secure & Efficient: Engineering the Digital Transformation Blueprint” di Holiday Inn Jababeka, Cikarang. Kegiatan ini secara khusus menyoroti percepatan transformasi digital di sektor industri manufaktur, sekaligus memperkuat cetak biru (blueprint) transformasi digital industri nasional yang komprehensif.


Acara dibuka oleh Yolanda Roring, Direktur YORINDO Communication, yang menegaskan bahwa roadshow ini dirancang untuk membekali para pemimpin industri dengan blueprint transformasi digital yang terukur, aman, dan efisien. “Setelah sukses di Surabaya dan Bali, kini giliran Cikarang sebagai jantung manufaktur Indonesia. Kami hadirkan ekosistem lengkap: dari kebijakan keamanan siber, infrastruktur digital, hingga praktik AI terapan,” ujarnya.


Dukungan Penuh APINDO untuk Daya Saing dan Produktivitas

Dukungan penuh datang dari APINDO DPK Kabupaten Bekasi yang diwakili oleh M. Yusuf Wibisono, S.E., M.M., Ketua DPK APINDO Kabupaten Bekasi. Dalam sambutannya, ia menyoroti pentingnya efisiensi berbasis AI untuk meningkatkan daya saing global industri manufaktur. “Transformasi digital bukan sekadar tren, tetapi keharusan. Dengan AI, kita bisa mendorong produktivitas yang berkeadilan, termasuk mendukung kebijakan pengupahan yang objektif berbasis produktivitas riil di lini pabrik,” tegasnya.



Prioritas Keamanan Siber: BSSN Paparkan Autonomous Defense

Mengawali sesi utama, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI melalui Drs. Slamet Aji Pamungkas, M.Eng. , Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian, memaparkan strategi Autonomous Defense. Beliau menegaskan bahwa di era AI, keamanan siber otonom adalah perisai utama bagi keberlangsungan operasional pabrik. “Ancaman siber kini bergerak lebih cepat. Sistem pertahanan harus mampu merespons secara otomatis tanpa menunggu intervensi manusia. Inilah yang kami dorong untuk melindungi infrastruktur kritis manufaktur,” jelas Mamung, sapaan akrabnya.


Bangun Digital Backbone, Hindari Black Box Syndrome

Sesi dilanjutkan oleh Ketua Umum APTIKNAS sekaligus APKOMINDO, Ir. Soegiharto Santoso, S.H. (Hoky) , yang membedah pentingnya membangun Digital Backbone yang kuat. “Adopsi AI tanpa fondasi infrastruktur digital yang solid berpotensi menimbulkan risiko serius, yaitu Black Box Syndrome, kondisi di mana sistem AI berjalan tanpa transparansi, kontrol, dan pemahaman yang memadai. Kita harus menghindari ketergantungan pada vendor tertutup. Pilihannya antara infrastruktur on-premise atau cloud lokal yang menjamin kedaulatan data nasional,” tegas Hoky yang juga menjabat sebagai Sekjen PERATIN dan Wakli Ketua Umum SPRI.


Hoky menambahkan, “Transformasi digital tidak cukup hanya mengadopsi AI. Tanpa infrastruktur yang kuat dan keamanan yang terjamin, AI justru dapat menjadi sumber risiko baru. Karena itulah kami hadirkan blueprint lengkap di setiap kota.” Tuturnya.



Solusi Nyata dan Keberlanjutan

Peserta diajak menyaksikan langsung implementasi solusi nyata dari mitra teknologi global. Wahyu M. Sun, CCNSP, FCNSP, CEH. selaku CEO & Founder Smartnetindo, memaparkan berbagai solusi infrastruktur digital end-to-end yang mendukung percepatan transformasi digital. Selanjutnya, Yoppy Sundawa, Business Development Manager MSI, turut menyajikan solusi perangkat keras andal untuk sektor industri. Sementara itu, Niko Dedy Syarbaini, Senior Solution Architect Alibaba Cloud Intelligence, memaparkan solusi Alibaba Cloud dan kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk industri manufaktur.


Memasuki sesi siang, fokus beralih pada aspek keberlanjutan melalui paparan Pengelolaan Limbah dan Energy Management oleh Titin, Direktur PT Solusi Amanilah Indonesia (SAI) , berkolaborasi dengan MSI. Hal ini menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya tentang efisiensi, tetapi juga tanggung jawab lingkungan.


Sebelum memulai workshop inti, acara diisi oleh Ika Noviani Pratiwi dari MAXY Academy, yang memaparkan strategi membangun People Intelligence di era AI. “Teknologi secanggih apa pun tetap membutuhkan manusia yang cerdas dan adaptif. Maka dari itu, peningkatan kapasitas SDM menjadi kunci keberhasilan transformasi,” ujarnya.


Puncak acara adalah workshop intensif yang dipandu oleh Agus Dedi Supriyadi, Direktur Smartplus sekaligus Ketua DPD APTIKNAS & APKOMINDO Bekasi, praktisi AI & IoT. Para peserta mempraktikkan langsung pembuatan otomatisasi menggunakan platform n8n dan integrasi AI-IoT. Mereka belajar bagaimana mengintegrasikan berbagai sistem lintas platform secara otomatis, mulai dari pengolahan data hingga pengelolaan workflow digital.


Kegiatan ditutup dengan sesi networking dan konsultasi langsung dengan berbagai vendor yang mengisi area display, seperti Alibaba Cloud, Smartnetindo, Asustor, dan Sawah Cybersecurity. Para peserta yang terdiri dari jajaran manajemen pabrik, tim IT, dan pelaku industri manufaktur di kawasan Cikarang tampak antusias membawa pulang wawasan menyeluruh, mulai dari kebijakan keamanan hingga praktik teknis yang siap diimplementasikan.


Roadshow ini merupakan gerakan kolaboratif lintas ekosistem untuk mendorong kesiapan industri menghadapi era AI, penguatan keamanan siber nasional, serta implementasi kecerdasan buatan yang aman, efisien, dan terukur. Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif nasional membangun cetak biru transformasi digital industri secara komprehensif di 10 kota strategis Indonesia, dengan rincian pelaksanaan sebagai berikut:


1. Surabaya, 11 Februari 2026 (Telah Sukses Dilaksanakan), Industri: Rumah Sakit, Pabrik, Bank | Venue: Grand Inna Surabaya

2. Bali, 5 Maret 2026, (Telah Sukses Dilaksanakan), Industri: Hospital, Bank, Edu, Hotel | Venue: Harris Sunset Road

3. Cikarang, 9 April 2026, (Telah Sukses Dilaksanakan), Industri: Manufacture | Venue: Holiday Inn Jababeka

4. Batam, 22 April 2026, Industri: Manufacture, Shipping, Hospital | Venue: Harmoni One

5. Purwakarta, 28 April 2026, Industri: Manufacture | Venue: Prime Plaza

6. Tangerang, 7 Mei 2026, Industri: Manufacture | Venue: Aston Cimone

7. Yogyakarta, 21 Mei 2026, Industri: Hospital | Venue: Menyusul

8. Jakarta, 10 Juni 2026, Industri: Hospital | Venue: Aston Kartika Grogol

9. Semarang, 18 Juni 2026, Industri: Hospital | Venue: Santika Premiere

10. Balikpapan-Samarinda, 25 Juni 2026, Industri: Manufacture, Hospital, Hotel | Venue: Menyusul


Seluruh rangkaian seminar dan workshop ini tidak dipungut biaya. Informasi pendaftaran serta kerja sama sponsor dapat diperoleh melalui kontak 081932674333 / 08132175822.

Pameran IFBEX 2026: Membangun Ekosistem Waralaba, Kemitraan, dan Transformasi Digital Secara Terintegrasi



Bandung – Suaraindonesia1, International Franchise and Business Exchange Expo (IFBEX) 2026 resmi digelar di Kota Bandung pada 6–8 Februari 2026 bertempat di Graha Manggala Siliwangi. Penyelenggaraan IFBEX 2026 menegaskan komitmen bersama berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem bisnis waralaba, kemitraan, dan peluang usaha di Indonesia secara lebih sistematis, terintegrasi, serta adaptif terhadap dinamika transformasi digital.


Kota Bandung dipilih sebagai tuan rumah karena dinilai memiliki potensi ekonomi yang kuat, ekosistem kreatif yang matang, serta kekayaan produk lokal yang layak dikembangkan menjadi brand waralaba dan kemitraan berskala nasional hingga global. Jawa Barat selama ini dikenal sebagai salah satu pusat lahirnya wirausaha kreatif berbasis inovasi, teknologi, dan kearifan lokal, sehingga dinilai strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.


Acara pembukaan IFBEX 2026 pada Jumat, 6 Februari 2026, secara resmi dibuka oleh Direktur Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Septo Soepriyatno, yang hadir mewakili Menteri Perdagangan RI. Dalam sambutannya, Septo Soepriyatno menegaskan bahwa sektor perdagangan dalam negeri, termasuk waralaba dan kemitraan usaha, memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperluas kesempatan berusaha bagi masyarakat.



Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya IFBEX 2026 yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat distribusi barang dan jasa, meningkatkan daya saing produk lokal, serta mendorong tumbuhnya wirausaha baru. Menurutnya, model bisnis waralaba dan kemitraan yang dikelola secara profesional dan berlandaskan regulasi yang jelas dapat menjadi instrumen efektif dalam mempercepat pemerataan ekonomi dan pemberdayaan UMKM di berbagai daerah.


Septo menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi para pelaku usaha dan exhibitor. Ia mengingatkan agar tidak terjadi kekeliruan dalam penggunaan istilah bisnis kepada publik. “Saya mengimbau seluruh peserta pameran untuk tidak mengklaim usahanya sebagai waralaba apabila belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah, khususnya terkait kepemilikan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW). Bagi pelaku usaha yang belum memenuhi ketentuan tersebut, hendaknya menggunakan nomenklatur lain seperti kemitraan atau peluang usaha,” ujarnya dengan tegas.


Pada kesempatan yang sama,  Cecep Rukendi, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, turut memberikan sambutan dan menekankan pentingnya integrasi antara ekonomi kreatif, kewirausahaan, dan transformasi digital. Ia menyampaikan bahwa sektor ekonomi kreatif memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan waralaba dan kemitraan usaha, khususnya yang berbasis pada kekuatan ide, inovasi, dan diferensiasi produk.



Cecep Rukendi menilai IFBEX 2026 sebagai platform strategis yang mampu mempertemukan pelaku usaha kreatif dengan investor, mitra bisnis, serta pemangku kebijakan. Menurutnya, pengembangan waralaba berbasis ekonomi kreatif harus didukung oleh strategi jangka panjang, penguatan merek, perlindungan kekayaan intelektual, serta pemanfaatan teknologi digital agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global.


“Ekonomi kreatif bukan hanya tentang produk, tetapi tentang nilai tambah, cerita, dan inovasi. Melalui IFBEX 2026, kami berharap lahir lebih banyak brand lokal yang kuat, berkelanjutan, dan mampu menjadi duta ekonomi kreatif Indonesia di tingkat internasional,” ujar Cecep Rukendi.


Acara pembukaan IFBEX 2026 turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif RI, BRIN, KADIN, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, pimpinan perbankan nasional, pimpinan perguruan tinggi, serta para ketua asosiasi dan pelaku industri dari berbagai sektor. Turut hadir pula jajaran pengurus APKOMINDO dan APTIKNAS, antara lain Adrie Taniwidjaja selaku Dewan Pengawas DPD APKOMINDO Jawa Barat, Maulis Taufik Kosasih, S.Pd. selaku Ketua Komite Tetap Digital Marketing serta Bidang Branding dan Pengembangan Produk Digital DPP APTIKNAS, serta Harry Hartono B. Sunarko selaku Ketua Event Koordinator APTIKNAS dan APKOMINDO DPD Jawa Barat.




Sebagai bagian dari rangkaian pembukaan, panitia juga menyerahkan IFBEX 2026 Award kepada sejumlah lembaga pemerintah, universitas, asosiasi, serta tokoh dan pejabat publik yang dinilai konsisten mendukung pengembangan waralaba, kemitraan usaha, dan kewirausahaan di Indonesia. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun ekosistem bisnis nasional yang sehat dan berkelanjutan.


IFBEX 2026 diselenggarakan oleh PT Myevent Promosindo Asia bekerja sama dengan Himpunan Kemitraan dan Peluang Usaha Indonesia (HIKPI), DK Consulting Group, KADIN Jawa Barat, serta Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS). Pameran ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif RI, BRIN, serta berbagai komunitas bisnis dan perguruan tinggi di Jawa Barat.


CEO PT Myevent Promosindo Asia, Karen Wiraraharja, menjelaskan bahwa IFBEX 2026 dirancang sebagai wadah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor franchise, kemitraan, lisensi, keagenan, sistem distribusi, serta berbagai brand pendukung bisnis. Menurutnya, IFBEX tidak hanya mempertemukan investor dengan brand potensial, tetapi juga membangun ekosistem bisnis yang sehat, transparan, dan berorientasi jangka panjang.



Sejalan dengan hal tersebut, Djoko Kurniawan, Ketua Umum HIKPI sekaligus CEO DK Consulting Group, menegaskan bahwa IFBEX 2026 bukan sekadar pameran, melainkan sebuah platform terintegrasi yang menghadirkan edukasi, kurasi, serta pendampingan bisnis. Ia mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih peluang waralaba dan kemitraan, dengan memperhatikan aspek legalitas, standar operasional prosedur, rekam jejak usaha, serta kesiapan sistem manajemen.


Dalam konteks penguatan teknologi dan transformasi digital, Ir. Soegiharto Santoso, SH. (Hoky) selaku Ketua Umum APTIKNAS, Ketua Umum APKOMINDO, sekaligus Sekretaris Jenderal PERATIN, menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan IFBEX 2026. Menurutnya, Bandung memiliki DNA inovasi yang kuat dan menjadi titik temu ideal antara kreativitas, kewirausahaan, dan pemanfaatan teknologi digital.


“IFBEX bukan sekadar pameran bisnis, tetapi sebuah ekosistem yang dirancang untuk mencetak wirausaha yang tangguh dan berdaya saing. Model waralaba dan kemitraan akan jauh lebih efektif jika diperkuat dengan transformasi digital, mulai dari pemasaran berbasis data, sistem manajemen pelanggan, hingga integrasi teknologi operasional,” ujar Hoky.



Komitmen APTIKNAS dalam mendorong transformasi digital juga tercermin melalui partisipasi aktif dalam rangkaian SMART SEMINAR IFBEX 2026, salah satunya dengan menghadirkan Fanky Christian, Sekretaris Jenderal APTIKNAS, sebagai narasumber pada sesi bertema “Inovasi dan Kemitraan: Bagaimana IT Hardware dan Software Bisa Mengubah Permainan”.


Dalam paparannya, Fanky menyoroti peran strategis teknologi hardware dan software dalam mentransformasi model bisnis franchise dan kemitraan. Ia menekankan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dasar untuk meningkatkan efisiensi operasional, transparansi, serta daya saing usaha. Integrasi sistem POS, ERP, CRM, hingga pemanfaatan AI dan analitik data dinilai mampu menjadi pembeda utama dalam memenangkan persaingan pasar.


IFBEX 2026 juga menyoroti pentingnya penguatan produk lokal. Berbagai kuliner khas Jawa Barat seperti batagor, seblak, mie kocok, dan karedok dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi brand nasional bahkan internasional apabila dikelola dengan manajemen modern dan dukungan teknologi yang tepat.



Selama tiga hari penyelenggaraan, IFBEX 2026 menargetkan lebih dari 10.000 pengunjung dan investor, dengan menghadirkan sekitar 70 brand dari berbagai sektor industri. Tiket masuk ditetapkan sebesar Rp20.000, memberikan akses ke berbagai promo investasi, program kemitraan, edukasi bisnis, serta kesempatan memenangkan doorprize menarik.


Selain pameran, IFBEX 2026 juga dimeriahkan dengan seminar, talkshow edukasi bisnis, kompetisi proposal usaha, sesi networking, hiburan, serta berbagai program interaktif lainnya. Dengan konsep kolaboratif dan inklusif, IFBEX 2026 diharapkan menjadi katalis dalam memperkuat ekosistem bisnis Jawa Barat dan melahirkan generasi wirausaha Indonesia yang inovatif, adaptif, dan siap bersaing di tingkat global. (Hendra)

IFBEX 2026: Pameran Franchise dan Bisnis Terbesar Akan Digelar di Bandung, Integrasikan Peluang Usaha dengan Transformasi Digital



Bandung - Suaraindonesia1, kembali menjadi pusat perhatian dunia bisnis nasional dengan hadirnya International Franchise and Business Exchange Expo (IFBEX) 2026, pameran franchise, kemitraan, dan peluang usaha terbesar di Jawa Barat. Setelah sukses menyelenggarakan edisi sebelumnya yang mengolaborasikan franchise dan teknologi digital di Surabaya pada November 2025, acara bergengsi ini akan digelar pada 6–8 Februari 2026 di Graha Manggala Siliwangi, Bandung dan akan diresmikan oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dr. Budi Santoso, M.Si.


IFBEX 2026 digagas oleh PT Myevent Promosindo Asia bersama Himpunan Kemitraan dan Peluang Usaha Indonesia (HIKPI), DK Consulting Group, Kadin Jawa Barat, serta Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi (APTIKNAS). Acara ini juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Indonesia Stock Exchange (IDX), DISKOP UKM Kabupaten Bandung, APKOMINDO, CEO Indonesia, serta berbagai komunitas bisnis dan universitas di Jawa Barat.



CEO PT. Myevent Promosindo Asia, Karen Wiraraharja, menjelaskan bahwa IFBEX 2026 digelar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui penguatan sektor franchise/ waralaba, kemitraan, peluang usaha, lisensi, keagenan, sistem distribusi, dan brand pendukung bisnis. “Kami ingin menjadi jembatan antara para investor dengan brand potensial yang siap berkembang, juga untuk mendukung ekosistem waralaba yang lebih baik” ujarnya saat sosialisasi IFBEX 2026 di Bandung, Kamis (15/1/2026). Menurut Karen, IFBEX telah berkembang menjadi ekosistem bisnis terpadu yang mempertemukan pelaku usaha dari berbagai industri.


Hal senada disampaikan Djoko Kurniawan, Ketua Umum HIKPI dan CEO DK Consulting, yang menegaskan bahwa IFBEX 2026 ditujukan untuk membangun ekosistem bisnis yang terintegrasi. “Kami ingin pelaku bisnis tidak hanya memiliki pameran untuk memasarkan produk, tetapi juga mendapatkan akses edukasi, mentoring, dan kurasi untuk memastikan keberlanjutan usaha,” jelas Djoko. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk cermat dalam memilih peluang waralaba dengan meneliti legalitas, rekam jejak, SOP, dan kondisi riil outlet.


Ir. Soegiharto Santoso, SH. (Hoky), selaku Ketua Umum APKOMINDO dan APTIKNAS, secara resmi menyampaikan dukungan penuh dan apresiasi atas penyelenggaraan IFBEX 2026. Menurutnya, Bandung dan Jawa Barat memiliki potensi luar biasa dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang dinamis, terutama di sektor kreatif, UMKM, dan teknologi digital.



“Bandung adalah kota dengan DNA inovasi yang kuat. Kolaborasi antara kreativitas, jiwa wirausaha, dan pemanfaatan teknologi menjadikan IFBEX 2026 sangat relevan dan strategis dalam melahirkan para pengusaha baru yang kompetitif,” ungkap Hoky.


Lebih lanjut, Hoky menekankan bahwa IFBEX tidak hanya sekadar ajang pameran, melainkan suatu ekosistem bisnis yang dirancang untuk keberlanjutan. “Franchise dan kemitraan merupakan jalur efektif bagi pemula bisnis. Namun, untuk dapat berkembang dan bertahan, model ini perlu didukung dengan transformasi digital menyeluruh, mulai dari strategi pemasaran digital, sistem CRM, hingga analitik data,” tegasnya.


Sebagai asosiasi yang mewakili ribuan pelaku industri teknologi informasi dan komunikasi, Hoky menegaskan komitmen APTIKNAS dan APKOMINDO untuk terus bersinergi dalam memperkuat bisnis berbasis teknologi di Jawa Barat. “Kami siap menjadi mitra strategis dalam ekosistem IFBEX 2026, khususnya dalam mempercepat adopsi teknologi digital bagi pelaku franchise dan UMKM,” tambahnya.


Dukungan ini juga diperkuat oleh peran Hoky sebagai Sekretaris Jenderal PERATIN, yang semakin mengokohkan posisinya dalam mendorong integrasi teknologi dalam berbagai lini bisnis di Indonesia.


Data Kementerian Perdagangan RI menunjukkan persebaran bisnis waralaba masih terpusat di Pulau Jawa, dengan bidang makanan dan minuman mendominasi (47,92%). Pada 2024, omzet bisnis waralaba di Indonesia mencapai Rp143,25 triliun dan menyerap hampir 98 ribu tenaga kerja, membuktikan potensi besar sektor ini dalam mendorong ekonomi nasional.


Djoko Kurniawan menyoroti bahwa banyak produk lokal Jawa Barat seperti batagor, seblak, dan karedok berpotensi menjadi brand nasional bahkan internasional jika dikelola dengan manajemen dan dukungan teknologi yang baik. “IFBEX, HIKPI, dan DK Consulting selalu mendukung produk lokal yang ingin berkembang menjadi brand besar. Saya yakin brand lokal bisa mendunia jika ada kolaborasi semua pihak,” tegas Djoko.


Dukungan juga datang dari Kadin Jawa Barat. Almer Faiq Rusydi (diwakilkan oleh Ian Syarif, Wakil Ketua Bidang Perindustrian dan Perdagangan) menilai IFBEX memiliki arti penting dalam mencetak wirausaha baru. “Indonesia harus mencetak lebih banyak wirausaha untuk bisa menjadi negara maju,” ujarnya.


IFBEX 2026 menargetkan lebih dari 10.000 pengunjung dan investor, dengan menghadirkan lebih dari 100 brand ternama dari berbagai industri. Pengunjung dapat membeli tiket masuk dengan harga terjangkau Rp20.000 per orang, yang sudah memberikan akses ke berbagai promo spesial, diskon investasi hingga ratusan juta rupiah, program cicilan kemitraan, dan voucher menarik.


Acara ini tidak hanya menawarkan pameran dan edukasi bisnis, tetapi juga akan dimeriahkan dengan live music, kampanye artis, sesi networking, serta kompetisi proposal bisnis mahasiswa. Pengunjung berkesempatan mendapatkan souvenir eksklusif, sementara investor yang bertransaksi berpeluang memenangkan doorprize spektakuler berupa sepeda motor, emas, dan uang tunai.


Bagi calon ekshibitor, tersedia pilihan booth Raw Space (Rp2,9 juta/m²) dan Shell Scheme (Rp3,2 juta/m²), harga sudah termasuk pajak.


IFBEX 2026 diharapkan menjadi ajang strategis untuk memperkuat ekosistem bisnis Jawa Barat, memperluas jaringan kemitraan, dan melahirkan lebih banyak entrepreneur muda yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global dengan dukungan teknologi digital.


IFBEX 2026 diselenggarakan oleh MYEVENT Exhibition Expert, penyelenggara pameran terpercaya dengan pengalaman lebih dari 8 tahun, Website: www.ifbex.co.id | ifbex.id, Email: info@ifbex.id , kontak +62-811-9791-605 (Nasional) / +65-9144-9176 (Internasional)

Diprovokasi OTK, Kendaraan Tim Investigasi LPMI Dirusak Saat Temukan Lokasi Penadah di Sukajaya Bogor



SUKAJAYA-BOGOR, JAWA BARAT (05/12) - Suaraindonesia1,  Tim Investigasi Lembaga Prioritas Masyarakat Indonesia (LPMI) bersama awak media investigasi penelusuran dugaan lokasi pengolahan emas ilegal yang juga berdekatan lokasinya dengan terduga pelaku penadah, berlokasi di sepayung kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor Jawa Barat, pada hari Senin (04/01) 2026. 


Lokasi penadah telah terpasang cctv di bagian luar dan dalam ruangan, terletak di gang yang hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua, berjarak kurang lebih 500 meter dari jalan raya di Sepayung Kecamatan Sukajaya Bogor, Jawa Barat.


Diketemukan saat klarifikasi, pemilik usaha tersebut nampak berkas bon serta timbangan dan uang tunai. dikatakan oleh yang berjaga dilokasi, pemiliknya bernama NN. 


Sementara, berjarak kisar 6 meter, nampak di sebuah gudang terdapat lokasi pengolahan emas ilegal, dan dilokasi bertemu F selaku pekerja 


Gudang pengolahan emas tersebut, yang diduga menjadi simpul penting dalam mata rantai praktik pengolahan emas ilegal yang merugikan konsumen dan limbahnya membahayakan keselamatan publik, dampak bagi pencemaran lingkungan baik dari udara, tanah dan air.


Dalam rangka mendorong pemanfaatan sumber daya alam, Upaya pemerintah bertanggung jawab dan berkelanjutan, langkah tegas negara mesti dikawal dan dimonitoring. Namun, hal tersebut tak berdampak pada pengelolaan tambang emas di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.


Diketahui, sesuai arahan Menteri ESDM mewujudkan praktik pertambangan yang baik, kami terus memperkuat pengawasan dan penindakan pada praktik pertambangan illegal. 


Sehubungan hal tersebut, Tim Investigasi LPMI dikawal rekan Media menelusuri pengelolaan tambang emas ilegal di Kampung Sibanteng Kecamatan Sukajaya berlokasi di Bogor Jawa Barat.


Sebelumnya, kemuka Bunga selaku Ketua LPMI menjelaskan, bahwa informasi tersebut diterima dari narasumber yang enggan disebutkana namamya dan berupaya menklarifikasi ke lokasi untuk monitoring dan konfirmasi, bersama dengan tim awak media.


Menindaklanjuti, kala di lokasi nampak gudang perlengkapan dan perkakas pendulangan serta suara mesin menyala. selain itu, lokasi terduga pelaku penadah


Selanjutnya, kisar pukul 13.00 wib siang hari pada 4 januari 2026, saat berbincang dengan terduga NN dan F, nampak rombongan massa yang mulai berkerumun di pinggir jalan. Kemudian, situasi menjadi tidak kondusif lantaran, nampak provokasi dari OTK yang berada di kerumunan. Kemudian tim investigasi awak media LPMI, didampingi oleh bpk. Herman berperawakan tegab (militer), berupaya membawa tim investigasi ke kantor Polsek Cigudeg. 


Namun, massa yang nampak berdatangan berkerumun, bahkan ada yang membawa sajam, melakukan pengrusakan terhadap kendaraan roda empat yang digunakan tim awak media, serta melakukan penimpukan batu ke arah kaca hingga pecah bagian kanan dan belakang.


Usai insiden tersebut, ungkap Bunga mengemukakan tim selanjutkan mengarah ke Polsek Cigudeg dan melanjutkan ke Mapolres Bogor Kabupaten.


" Tentunya, atas insiden tersebut. saya merasa shock, maka itu akan melanjutkan perkara ini untuk diselesaikan oleh penegak hukum agar para pelaku dijerat dengan hukuman yang setimpal," jelas Ketua Umum LPMI, Bunga, yang saat ini, tim Investigasi LPMI didampingi Advokat Nancy

Yorindo dan APTIKNAS Sukses Gelar "Business Meet Up" di Bekasi, Dorong Kolaborasi dan Pertumbuhan Industri Teknologi Lokal



BEKASI – Suaraindonesia1, Yorindo Communication, yang didukung penuh oleh Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS), sukses menyelenggarakan acara "Business Meet Up Bekasi" pada 24 Juli 2025 di Hotel ASTON Imperial Bekasi.

 

Acara ini berhasil mempertemukan para pengusaha teknologi, distributor, dan merek lokal di wilayah Bekasi dalam sebuah forum yang penuh inspirasi dan peluang kolaborasi.


Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Umum APTIKNAS, Ir. Soegiharto Santoso, S.H., dan diikuti oleh 10 vendor teknologi terkemuka. Sejumlah besar pengusaha teknologi dari Bekasi dan sekitarnya juga turut hadir.

 


Dalam sambutannya, Soegiharto Santoso, yang akrab disapa Hoky, menekankan pentingnya acara ini sebagai platform strategis untuk membangun jejaring bisnis baru, menggali potensi kolaborasi nyata, dan mendapatkan wawasan langsung dari para pelaku industri.


"Acara ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul, melainkan merupakan platform strategis untuk mempertemukan para pelaku bisnis teknologi, baik dari sisi penyedia maupun pelaku usaha lokal," ujar Hoky yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia (PERATIN), Penasihat Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS), Wakil Ketua Umum Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI), Ketua Dewan Pengarah LSP Pers Indonesia, Pengurus Forum Bela Negara RI (FBN RI), serta Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Game dan Konten Digital Indonesia (AGKDI).


Hoky melanjutkan, "Kita semua memahami bahwa perkembangan teknologi dewasa ini sangat pesat, mulai dari digitalisasi proses bisnis, integrasi sistem keamanan seperti CCTV berbasis AI, hingga otomasi yang semakin masif di sektor industri dan perkantoran."

 


Dalam paparannya, Hoky juga secara spesifik menguraikan peluang bisnis teknologi yang menjanjikan di wilayah Bekasi dan bagaimana para pengusaha TI dapat mengakomodasi kebutuhan teknologi tersebut. Ia mendorong para peserta untuk proaktif dalam memanfaatkan potensi pasar yang besar di daerah ini.


Salah satu sorotan utama acara ini adalah komitmen APTIKNAS untuk mendorong pertumbuhan produk lokal. Hoky dengan bangga mengundang dua merek lokal, TECHMA diwakili oleh Elin selaku Branch Manager TECHMA Technology dan KASSEN diwakili oleh Juwita Ningrum selaku Sales National Manager KASSEN, untuk memperkenalkan produk inovatif mereka di hadapan para peserta. 


Langkah ini menunjukkan dedikasi APTIKNAS dalam mendukung dan mempromosikan potensi produk dalam negeri agar mampu bersaing di pasar teknologi.


Selain memperkenalkan tren teknologi terkini dan membuka kesempatan bagi distributor untuk mencari reseller, acara ini juga menyajikan sesi "Sharing Project Financing" yang informatif. 


Bank UOB diwakili oleh Tjhung Erlen Doresta, Branch Manager Bank UOB hadir memberikan tips berharga mengenai pengajuan Project Financing untuk pengembangan usaha, membekali para pengusaha untuk memperkuat fondasi finansial bisnis mereka. Sesi ini menjadi bukti bahwa Yorindo Communication yang dipimpin oleh Yolanda Roring memahami kebutuhan nyata para pelaku industri teknologi dalam mengembangkan usaha.


APTIKNAS, sebagai organisasi yang mewadahi pengusaha TIK di seluruh Indonesia dengan 30 Dewan Pimpinan Daerah (DPD), berkomitmen kuat untuk menjadi jembatan kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan komunitas teknologi. 


"Kami hadir di 30 DPD di berbagai provinsi dan kota/kabupaten, dengan komitmen kuat untuk menjadi jembatan kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan komunitas teknologi," tambah Hoky. APTIKNAS juga aktif menyelenggarakan pelatihan bersertifikat melalui kerja sama dengan lembaga sertifikasi profesi (LSP) SDM TIK dan pemerintah, sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas perusahaan TI lokal.


Melihat pentingnya kolaborasi dan dukungan komunitas, salah satu peserta acara yang juga merupakan anggota APTIKNAS, Rainer Francis dari PT Tricode Inovasi Teknologi, selain memaparkan produk dan solusinya, juga turut mengajak para peserta lain untuk bergabung dalam keanggotaan APTIKNAS, bahkan mengusulkan dibentuknya DPD APTIKNAS Bekasi.


"Di era digital, yang unggul bukan yang paling besar, tetapi yang paling cepat berinovasi dan mampu berkolaborasi. Teknologi adalah alat, budaya adalah jiwa. Jika keduanya dipadukan, kita akan memiliki kekuatan bangsa yang luar biasa,” pungkas Hoky, menutup sesi dengan pesan inspiratif.


Rangkaian acara ditutup dengan sesi Networking dan Dinner, di mana para peserta memiliki kesempatan untuk memperkenalkan diri satu per satu, bertukar kartu nama, dan menjalin hubungan bisnis yang potensial.

 

Suasana kolaboratif dan hangat ini diharapkan dapat membuka ruang untuk kemitraan strategis yang berkelanjutan.


Yorindo Communication, yang menjalin kerja sama dengan PT Kota Cerdas Indonesia sebagai penyelenggara acara ini, sekali lagi membuktikan kemampuannya dalam menciptakan platform yang relevan dan memberikan nilai tambah bagi industri teknologi. 


Para sponsor lainnya yang turut aktif terlibat dan memaparkan produk serta solusinya adalah vCloudPoint oleh Wowok Sujarwo selaku Channel Partner PT. Intisel Prodaktifakom, SEAGATE oleh Charles Halim selaku Core Busines Lead Seagate Indonesia dan FORTEQ oleh Yoki Mulyadi Widjaja selaku Sales & Marketing Manager Forteq Indonesia, serta GTeknologi Kamera Meeting Xacti.


Dengan kesuksesan "Business Meet Up Bekasi", diharapkan kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut di daerah-daerah lain, menargetkan industri spesifik seperti pendidikan, rumah sakit, dan manufaktur, untuk terus mendorong pertumbuhan ekosistem digital yang kuat dan mandiri di seluruh Indonesia.


Turut hadir para pengurus DPP APTIKNAS antara lain Ardian Elkana, Yuliasiane Sulistiyawati, Hartanto Sutardja, Feri Ariyanto, dan Ari Susanti serta pengurus LSP SDM TIK Tri Cahyandi Tresnanda. (Hendr)

POLISI BERHASIL TANGKAP ANGGOTA GRIB JAYA yang EDARKAN NARKOTIKA JENIS SABU di BANDUNG BARAT



Cimahi - Suaraindoneaia1, Satresnarkoba Polres Cimahi berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika, Jumat (30/5/2025). Polisi berhasil manangkap satu pelaku yang merupakan salahsatu anggota ormas Grib Jaya PAC Parongpong, Bandung Barat.


Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan menyebut modus operandinya ialah melalui sistem tempel (menggunakan map) dan transaksi langsung.


"Pelaku dijerat pasal 114 ayat 2 dan atau pasal 112 ayat 2 dan atau pasal 113 ayat 1 dan pasal 132 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika," katanya.


Barang bukti yang berhasil diamankan ialah sabu seberat 106,71 gram. Hendra menjelaskan, kasus ini berawal dari informasi masyarakat bahwa seseorang berinisial AG sering melakukan penjualan atau pengedaran narkotika di wilayah hukum Polres Cimahi. 


"Selanjutnya, berdasarkan perintah Kasatnarkoba Polres Cimahi, tim melakukan penyelidikan terhadap seseorang berinisial AG dan diperoleh bahwa AG bertempat tinggal di sebuah kontrakan Kampung Kancah, Desa Cihideung, Parongpong, Bandung Barat," ujarnya 


Pelaku ditangkap pada Selasa (13/5/2025) pukul 15.00 WIB di kontrakannya. Saat digeledah, polisi menemukan barang bukti seperti 29 paket kristal warna putih (diduga narkotika jenis sabu) bruto 106,71 gram, satu


buah timbangan digital, dua pack plastik klip bening kosong, satu buah solasi, dan satu ponsel.


"Selanjutnya dari hasil introgasi yang dilakukan terhadap AG, AG mendapatkan narkotika jenis sabu dengan cara menerima titipan dari seseorang bernama Baron (DPO) untuk diedarkan kembali dengan cara sistem tempel, kemudian AG mengedarkan narkotika jenis sabu tersebut di sekitaran Kota Cimahi dan Bandung Barat," ujarnya.


AG menurut pengakuannya, bila berhasil menjual atau mengedarkan seluruh narkotika jenis sabu mendapat keuntungan Rp 5 juta dari Baron


Selain itu, dari ponselnya, terdapat grup whatsapp Grib Jaya PAC Parongpong. AG pun mengakui bagian dari anggota ormas tersebut. 


( Hasim Law )

Memadukan Teknologi Digital dan FIFO, Layanan Prima Satpas SIM Polres Metro Bekasi Kota Tak Terbantahkan.



BEKASI KABUPATEN, suaraindonesia1.com, Kabupaten Bekasi tercatat sebagai wilayah kabupaten terpadat di Jawa Barat. Tingkat kepadatan penduduk di wilayah ini sekitar 1.820 jiwa per km². Kepadatan, ini juga selaras dengan data jumlah penduduknya yang mencapai 3,29 juta jiwa per tahun 2024 lalu.


Secara akumulasi, mayoritas penduduk di Kabupaten Bekasi juga tercatat berada di kisaran usia produktif antara 15 – 59 tahun. Dan berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) tahun lalu, kelompok usia ini mencapai jumlah 2,2 juta jiwa atau setara 66,99%. Sedangkan rentang usia 0-14 tahun atau kelompok anak-anak berada di 25,58% dan kelompok usia lanjut atau 60 tahun ke atas di angka 7,43%.



Atas dasar semua sajian data ini, tentunya sudah bisa dikira-kira estimasi pemohon baru SIM yang datang serta menerima layanan berkualitas prima dari pihak Satuan Penyelenggara Administrasi SIM atau Satpas Polres Metro Bekasi di Kompleks Pemkab Bekasi, Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.



Tak cukup hanya mengandalkan pelayanan dari Satpas di Cikarang Pusat, outlet serupa dengan fungsi senada bertajuk Satpas SIM Kalimalang pun turut dioperasikan. Semua demi eksistensi pelayanan prima. Dan bagi para pemohon sendiri sekarang tinggal menghitung langkah. Lebih cepat tiba di mana saat kaki ini dilangkahkan. Ke Cikarang atau Kalimalang. Cusss.


Kasat Lantas Polres Metro Bekasi, Kompol Sugihartono saat berbincang santai dengan 86news.id mengatakan, menyikapi kondisi populasi yang padat pihaknya jadi lebih intens berkomunikasi dengan perusahaan- perusahaan yang ada di Kabupaten Bekasi. Komunikasi yang dibangun terkait dengan upaya edukasi dan sosialisasi menyoal maha pentingnya memiliki SIM. Manajemen perusahaan diminta pihak Satpas untuk bantu menggugah kesadaran karyawan agar tak menunda lama untuk bikin SIM.



“Jika batas usia minimal untuk bikin SIM

sesuai Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2021 sudah masuk, ya segera bikin. Buat apa menunda-nunda. Ada banyak manfaat yang didapat kalau punya SIM. Ada tanggungan Jasa Rahardja kalau kecelakaan, juga ada tanggungan dari BPJS Kesehatan. So, hurry up and get a driving license if you are of the age limit. Life can also be more orderly, right?” kata Kompol Sugihartono mengingatkan.


Selain tetap gencar melakukan edukasi dan sosialisasi, lanjutnya, Satpas Cikarang dan Kalimalang juga masih konsisten mengandalkan teknologi terintegrasi First In First Out (FIFO) dalam pelayanan. Sudah sangat jitu terbukti skema sistem ini bisa mendahulukan pemohon SIM yang pertama kali datang untuk dilayani dalam antrean. Operasional sistem ini menjamin akurasi seluruh proses pelayanan SIM berlangsung cepat, tertib, nyaman, teratur, dan transparan.



Sementara untuk yang kekinian, penerapan teknologi digital Korlantas Polri jadi cara terefektif buat mengubah kebiasaan masyarakat dalam hal pendaftaran, perpanjangan, serta pembayaran SIM. Dengan memanfaatkan aplikasi digital SINAR (SIM Nasional Presisi), semua proses tersebut bisa dikerjakan lewat ponsel tanpa perlu datang ke Satpas lagi. Lebih praktis, lebih efisien, juga lebih uhuy macam seorang kakek yang halu berasa jadi pemuda Generasi Alpha. Halu gaul yang kocak juga mungkin bermartabat karena mengikuti trend kekinian



Report, Lamtiur

APTIKNAS Siap Sukseskan CITCOM CONNEXT 2025 di Bandung




Bandung - Suaraindonesia1, Konferensi Teknologi Informasi dan AI, CITCOM CONNEXT 2025, bakal segera digelar di Indonesia. Uniknya, di tengah gelombang wacana membahas kecepatan teknologi, ketimpangan akses, hingga etika algoritma, pelaksanaan CITCOM CONNEXT 2025 ini justru memilih jalur berbeda, yakni membantu akselerasi dalam implementasi Artificial Intelligence (AI) ke sektor industri.


CITCOM CONNEXT 2025 yang digagas C-Level IT Community (CITCOM) ini akan diselenggarakan di éL Hotel, Bandung pada Selasa (22/04/2025). Event ini merupakan wadah kolaborasi para pemimpin perusahaan IT ternama di Indonesia.



Tak tanggung-tanggung, CITCOM menghadirkan APTIKNAS (Asosiasi Pengusaha TIK Nasional), salah satu organisasi pengusaha teknologi informasi dan komunikasi nasional terbesar di Indonesia pada acara CITCOM CONNEXT 2025. Ini merupakan bagian dari usaha CITCOM untuk menjembatani berbagai aspirasi dan memperkaya diskusi seputar perkembangan kecerdasan buatan di Indonesia dengan melibatkan langsung pengusaha dan pakar di bidangnya.


Menariknya, Pendiri dan Ketum APTIKNAS Ir. Soegiharto Santoso, SH bakal dihadirkan memberikan dukungan dan akan memberikan kata sambutan bersama dengan Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, serta beberapa narasumber lain seperti Filsuf dan Praktisi AI Sabrang Mowo Damar Panuluh, dan CTO serta Sporting Director Persib Bandung, Adhitia Hermawan.



CITCOM CONNEXT 2025 juga bakal menghadirkan sejumlah pimpinan perusahaan (C-Level) bidang IT serta tokoh kunci di pemerintahan baik di lokal maupun nasional.


Dengan mengusung tema "Decode AI, Unchain Future", gelaran akbar ini diselenggarakan sebagai media untuk akselerasi yang terbuka antara komunitas teknologi, akademisi, praktisi, dan pelaku industri digital di Indonesia.


Keterlibatan aktif berbagai kalangan ini bertujuan untuk memperluas ruang diskusi, dengan mengundang sebanyak mungkin pihak yang berkompeten untuk ikut menentukan arah masa depan AI di Indonesia secara bersama.


Informasi penting tentang narasumber dan pihak-pihak yang akan terlibat pada event ini dapat diakses melalui situs connext.citcom.id dan akun Instagram @citcom.indonesia.


Para narasumber nantinya akan membahas peluang dan tren terbaru AI di Indonesia serta peranan AI dalam berbagai sektor termasuk bisnis, regulasi, dan olahraga.


Jimmy Yogaswara yang merupakan Ketua Penyelenggara CITCOM CONNEXT 2025 menyatakan, kegiatan ini dihadirkan sebagai medium yang lebih cair, menyamakan posisi antar pelaku, dan memberi ruang untuk diskusi yang lebih jujur, terbuka, dan setara.


Melalui keterlibatan APTIKNAS, Jimmy meyakini, perbincangan mengenai masa depan teknologi di Indonesia menjadi lebih kontekstual, tidak hanya membahas potensi, tapi juga keterbatasan, keraguan, hingga langkah kecil yang mungkin diambil bersama.


“Keterlibatan APTIKNAS di acara CITCOM CONNEXT 2025 sangat penting supaya diskusi yang bertujuan merumuskan masa depan bersama teknologi ini lebih kontekstual dan lebih aplikatif," ujar Jimmy Yogaswara dalam keterangan tertulis di Bandung, Jumat (18/4/2025).


Menambahkan pernyataan tersebut, Setiadi Sudrajat, selaku Ketua CITCOM menyampaikan; “CITCOM CONNEXT 2025 adalah bentuk nyata dari semangat kolaborasi lintas sektor. Kami meyakini bahwa kemajuan teknologi, khususnya AI, tidak bisa digerakkan secara parsial. Diperlukan sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas. Melalui kehadiran APTIKNAS dan tokoh-tokoh strategis lainnya, kami berharap forum ini menjadi pemantik bagi munculnya kebijakan, inisiatif, dan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.” ungkap Setiadi.


Menanggapi kegiatan ini, Pendiri dan Ketum APTIKNAS Soegiharto Santoso dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/4/2025) di Jakarta, menyatakan menyambut baik pelibatan organisasinya dalam event akbar ini.


Ia memaparkan informasi tentang profil APTIKNAS sebagai asosiasi Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK) yang telah bertransformasi dari APKOMINDO, yang berdiri sejak tahun 1991 yang menjadikan APTIKNAS sebagai organisasi tertua pada fokus bidang TIK. 


"APTIKNAS hadir sebagai jembatan yang menghubungkan dunia industri, akademis, dan komunitas. Kami siap terlibat aktif dalam pertemuan-pertemuan yang berdampak dan berkelanjutan seperti CITCOM CONNEXT 2025," tutur Hoky, sapaan akrabnya, yang juga menjabat sebagai Penasihat Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS), Pendiri dan Sekjen Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia (PERATIN), Waketum Serikat Pers Republik Indonesia, serta Pendiri dan Ketua Dewan Pengarah LSP Pers Indonesia.


“APTIKNAS memiliki 30 DPD dari Aceh sampai Papua dan sudah lebih dari 2.000 anggota di seluruh Indonesia. Ini menjadi modal dan potensi yang sangat besar untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak di pusat maupun di daerah yang harus kita optimalkan bersama.” tutur Hoky.


Hoky juga menambahkan, di jajaran pengurus APTIKNAS terdapat sederet pakar di bidang AI, teknologi digital, dan keamanan siber.


“Kami sangat siap menyukseskan kegiatan CITCOM CONNEXT 2025 karena pelaksanaannya sejalan dengan program-program APTIKNAS selama ini,” pungkasnya. **

Peredaran Jual Beli Telur Infertil di Kuningan dan Majalengka, Pihak Terkait Diam, PT Aretha Nusantara Farm Awirarangan Kuningan Terancam Penutupan dan Sanksi Pidana Mengintai



Kuningan, suaraindonesia1.com, Kasus peredaran telur infertil yang dilakukan antara PT Aretha Nusantara Farm Awirarangan, Kuningan, salah satu anak perusahaan PT AS PUTRA yang dimiliki oleh crazy rich kuningan  H. DUDUNG DULAJID, dengan seorang pengusaha bernama Bana sobana alias doni dari Ciamis telah mencuat ke permukaan. Transaksi jual beli telur infertil tersebut telah berlangsung lebih dari tujuh tahun dengan harga beli sebesar Rp 180 per butir dan hasil investigasi di lapangan, kemudian telur infertil tersebut dijual ke pabrik pengolahan kue kering di Desa Rawa Cingambul, Majalengka, dengan harga mencapai Rp 8.000 hingga Rp 9.000 per kilogram.


Menurut informasi yang dihimpun, telur-telur tersebut diproduksi oleh PT Aretha Nusantara Farm, dan dijual dalam jumlah besar oleh Bana sobana alias doni kepada pabrik pengolahan kue kering, yang selanjut nya hasil dari pengolahan kue kering tersebut di sebar ke toko se wilayah 3 cirebon, kemudian kue kering tersebut di kemas dengan tanpa merk, lalu di pasarkan ke toko retail alfamart dan indomart se jabotabek, dengan cara di kemas ulang. Telur infertil yang merupakan telur yang tidak dapat berkembang menjadi janin tersebut sering kali dipasarkan secara ilegal, meskipun secara teknis tidak dapat digunakan untuk konsumsi manusia tanpa melalui proses pengolahan yang sesuai dengan standar keamanan pangan.



Pihak PT Aretha Nusantara Farm Awirarangan serta aparat desa setempat, menurut pengakuan warga, seolah menutup mata terhadap praktik jual beli ini dan tampak tidak ada upaya signifikan untuk menghentikan kegiatan ilegal tersebut. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan dari konsumsi telur infertil yang tidak memenuhi standar keamanan pangan.


Dasar Hukum dan Ancaman Sanksi


Dalam konteks hukum, peredaran telur infertil yang tidak memenuhi standar keamanan pangan berpotensi melanggar beberapa peraturan yang ada di Indonesia, antara lain:


1. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan

Pasal 139 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap orang dilarang memproduksi dan/atau mengedarkan pangan yang tidak memenuhi persyaratan keamanan pangan. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat dikenakan sanksi pidana penjara maksimal 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 5 miliar.


2. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan Pangan

Pasal 14 mengatur bahwa setiap produk pangan yang beredar di pasar wajib memenuhi persyaratan keamanan pangan yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Jika produk telur infertil ini dijual tanpa memenuhi standar yang ditetapkan, maka dapat dikenakan sanksi berupa penutupan usaha dan sanksi pidana.


3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya

Menyadari bahwa telur infertil dapat berpotensi sebagai produk pangan yang berisiko, maka upaya pengawasan juga perlu dilakukan untuk melindungi konsumen dari ancaman bahaya. Pihak yang terlibat dalam peredaran telur infertil berisiko dikenakan sanksi pidana dan administratif terkait penyalahgunaan sumber daya alam.


Ancaman Penutupan dan Sanksi Pidana


Berdasarkan undang-undang di atas, jika terbukti bahwa PT Aretha Nusantara Farm Awirarangan dan pengusaha Bana sobana alias doni terlibat dalam praktik ini, maka pihak perusahaan dan individu yang bersangkutan dapat dikenakan sanksi pidana berupa penjara dan denda. Selain itu, pengawasan terhadap pabrik pengolahan kue kering di Desa Rawa Cingambul juga dapat mengarah pada penutupan tempat usaha yang terbukti memasarkan telur infertil yang tidak sesuai dengan persyaratan keamanan pangan.


Kepada masyarakat, diimbau untuk lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi produk pangan dan memperhatikan keaslian serta kualitas produk yang dijual di pasaran, demi menjaga kesehatan dan keselamatan.


Tindakan tegas dari aparat yang berwenang dan kesadaran dari pihak perusahaan sangat diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan peredaran telur infertil yang dapat membahayakan konsumen.


Tembusan :

1. Kapolri

2. Kejaksaan Tinggi

3. Polda jabar

4. Kementan

5. Bpom

6. Disperindag


( Tim)

Dikelola secara Profesional dan Moderen, Pengelolaan Dapur Ponpes Al-Zaytun Sangat Layak Jadi Referensi Dapur MBG



Indramayu, Jawa Barat – Suaraindonesia1, Pondok Pesantren Al-Zaytun mendapat sorotan positif dari Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA. Sorotan kali ini terkait dengan sistem pengelolaan dapurnya yang dianggap sebagai contoh ideal dalam penyediaan makanan bergizi secara massal.


Menurut Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 yang turut mendirikan dan mengelola SMA Plus Provinsi Riau tahun 1997-2002, sebuah sekolah yang sejak awal menerapkan sistem pendidikan berasrama ini, model pengelolaan dapur Ma'had Al-Zaitun dinilai sangat relevan untuk dijadikan referensi dalam implementasi program Dapur Makan Bergizi Gratis (Dapur MBG). Sebagaimana diketahui bahwa salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto saat ini adalah pemberian makanan bergizi gratis bagi semua anak Indonesia, ibu hamil dan menyusui. Tugas ini dibebankan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) yang langsung di bawah kendali Presiden, dalam rangka menyediakan makanan sehat dan bergizi bagi masyarakat.


Wilson Lalengke mengaku sangat kagum dan mengapresiasi sistem pengelolaan dapur Pesantren Al-Zaitun yang telah berjalan dengan efisien dan terorganisir, serta profesional dan menggunakan teknologi modern yang tepat guna. Ia menegaskan bahwa model ini sungguh layak untuk dijadikan contoh real dalam program penyediaan makanan gratis yang berkualitas.


"Saya mengaminkan informasi dan tayangan yang disajikan dalam sebuah tayangan video terkait pengelolaan dapur Ponpes Al-Zaytun. Baru-baru ini, saya bersama 5 orang Tim PPWI sempat berkunjung dan melihat sendiri fakta lapangan terkait muatan di video tersebut," demikian komentar wartawan senior itu menanggapi pertanyaan media seputar aktivitas dapur Al-Zaytun yang beredar luas saat ini, Senin (10/2/2025).


*Dapur Modern dengan Standar Kebersihan dan Efisiensi Tinggi*


Sistem dapur di Ponpes Al-Zaytun dikenal karena manajemen yang profesional, kebersihan yang terjaga, serta pola distribusi makanan yang terstruktur dengan baik. Dalam video YouTube yang dirilis oleh akun @LognewsTV berjudul "Makanan Bergizi AL ZAYTUN 5,4 TON BERAS PREMIUM PER TIGA HARI", tampak jelas bagaimana dapur tersebut mampu memasak dalam skala besar dengan kualitas gizi yang tetap terjaga.


Detail Video berudul: "Makanan Bergizi AL ZAYTUN 5,4 TON BERAS PREMIUM PER TIGA HARI"; Jumlah Suka: 1,3 ribu, Jumlah Penayangan: 14.837, Tanggal Rilis: Jumat, 31 Januari 2025, Link Video di sini: https://www.youtube.com/watch?v=LlU_0JxQfRg.


Dalam video tersebut dijelaskan bahwa setiap hari dapur Ponpes Al-Zaytun memasak lebih dari 8.000 porsi makanan, yang disajikan tiga kali sehari. Selain itu, dapur ini juga bertugas menyediakan makanan ringan atau snack setiap harinya sebagai asupan tambahan bagi para santri dan civitas akademika. Sistem yang dijalankan secara mandiri ini memastikan bahwa kualitas gizi tetap terjaga dan distribusi makanan berjalan dengan lancar.


*Aspek Unggulan dalam Pengelolaan Dapur Ponpes Al-Zaytun*


Beberapa faktor yang membuat pengelolaan dapur ini layak dijadikan referensi, antara lain:


* Manajemen stok bahan baku yang efisien, memastikan ketersediaan bahan makanan berkualitas secara berkelanjutan.

* Proses memasak yang higienis dan modern, menggunakan peralatan yang bersih dan moderen serta tenaga kerja yang terlatih.

* Sistem distribusi makanan yang efektif, memastikan setiap santri mendapatkan porsi makanan yang cukup dan seimbang.


Selain itu, semua bahan makanan yang disediakan merupakan hasil panen dan pengolahan dari lahan yang dikelola secara mandiri oleh pengurus Ponpes Al-Zaitun. Seluruh areal kompleks seluas 1500 hektar merupakan lahan penyemaian berbagai tumbuhan untuk bahan bakanan, seperti padi-padian, sayur-mayur, buah-buahan, peternakan ikan, kambing, ayam, sapi, dan kerbau.


Singkatnya, semua bahan makanan yang disediakan adalah hasil produksi sendiri secara mandiri, tidak tergantung atau berbelanja bahan makanan dari luar Ponpes. Dengan demikian, seluruh bahan pangan dapat dikontrol kualitas dan kecukupan gizinya serta terhindar dari faktor bahan kimia yang sering ditemukan di bahan makanan pada umumnya.


Dengan sistem yang demikian baik, model ini dapat menjadi acuan bagi berbagai program dapur sosial, terutama dalam upaya penyediaan makanan sehat bagi anak-anak yang sedang bertumbuh, kelompok rentan dan masyarakat yang membutuhkan.


*Inspirasi bagi Program Dapur Makan Bergizi Gratis BGN*


Program Dapur Makan Bergizi Gratis yang dikelola BGN memiliki tujuan mulia dalam menyediakan makanan sehat untuk anak-anak. Dengan mencontoh sistem dapur Ponpes Al-Zaytun, program ini dapat lebih efektif dalam manajemen operasional, efisiensi bahan pangan, serta memastikan setiap orang mendapatkan makanan yang bergizi.


Kesuksesan dapur Ponpes Al-Zaytun yang dipimpin oleh Syech Dr. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang membuktikan bahwa dengan sistem yang tepat, penyediaan makanan dalam jumlah besar tidak harus mengorbankan kualitas dan gizi. Apresiasi dari PPWI terhadap pengelolaan dapur ini semakin mengukuhkan bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga inovasi dalam manajemen sumber daya yang bermanfaat luas.


Semoga inspirasi dari Ponpes Al-Zaytun ini dapat diterapkan dalam berbagai program sosial di Indonesia, terutama dalam upaya menekan angka kekurangan gizi dan membantu masyarakat mendapatkan akses makanan sehat dan bergizi secara murah. (SDA/Red)

Dari Kunker PPWI Nasional ke Pondok Pesantren Al-Zaitun: Perpaduan Pendidikan dan Industri Maritim yang Menginspirasi




Indramayu, Jawa Barat – Suaraindonesia1, Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan menjalin sinergi antara dunia jurnalistik warga dengan pendidikan berbasis pesantren, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, melakukan kunjungan kerja selama dua hari ke Pondok Pesantren Al-Zaitun, Indramayu, Jawa Barat. Kunjungan ini berlangsung pada Jumat dan Sabtu, 7-8 Februari 2025. Ikut dalam rombongan PPWI kali ini Wasekjen PPWI, Julian Caisar; Wakil Ketua III, Abdul Rahman Dabboussi; Staf Sekretariat, Mbak Wina; Ketua DPC PPWI Karawang, Dede Nurcahya; dan Sekretaris PPWI Karawang, Neneng Jauhara Khairiah.


Tim PPWI diisambut hangat oleh Pendiri sekaligus Pemimpin Pondok Pesantren Al-Zaitun, H.E. Dr. Abdussalam Panji Gumilang di ruang kerjanya pada Sabtu, sekitar pukul 13.00 wib. Hadir mendampingi Abdussalam Panji Gumilang pada pertemuan itu, sejumlah pengelola Pondok Pesantren Al-Zaitun, antara lain Ustadz Ali, Ustadz Alwi, dan Ustadza Nisa.


Pondok Pesantren Al-Zaitun, yang dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam terbesar di Asia Tenggara, tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga mengembangkan keterampilan praktis bagi para santrinya. Salah satu program unggulannya adalah workshop pembuatan kapal, yang menjadi tempat praktik langsung bagi para santri dalam mempelajari industri maritim.


Dalam kunjungannya, Ketum PPWI bersama tim berkesempatan meninjau langsung workshop pembuatan kapal tersebut dan menyaksikan hasil karya para santri yang telah berhasil memproduksi dua kapal siap operasi. "Alhamdulillah, kami sangat terkesan dengan kemajuan yang dicapai Pondok Pesantren Al-Zaitun. Tidak hanya dalam bidang pendidikan agama, tetapi juga dalam pengembangan keterampilan praktis seperti pembuatan kapal. Ini adalah bukti nyata bahwa pesantren bisa menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan mandiri," ujar Wilson Lalengke saat meninjau workshop sebelum acara pertemuan resmi dengan Pimpinan Ponpes Al-Zaitun.


Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu berharap agar sistem pendidikan di lembaga-lembaga pendidikan berbasis keagamaan dan berasrama lainnya di Indonesia dapat mencontoh terobosan bagus yang telah dilakukan di Ponpes Al-Zaitun. "Indonesia Emas 2045 yang dicanangkan Pemerintah hanya dapat terwujud tatkala negeri ini diisi generasi emas yang unggul di bidang masing-masing. Keungulan itu hanya dapat tercipta jika anak-anak dibekali berbagai ketrampilan yang dibutuhkan, salah satunya adalah kemaritiman. Bidang ini sangat amat penting mengingat wilayah Indonesia yang 70 persennya adalah lautan," jelas Wilson Lalengke.


Dalam rangka mendukung program penyiapan santri di bidang kemaritiman itu, pengelola Al-Zaitun telah menyelenggarakan sertifikasi keahlian pelayaran bagi 200 santri yang mengambil program keahlian tersebut. Saat ini Ponpes yang mempekerjakan hampir 3000 karyawan, pembina, guru, dan dosen tersebut sedang mengurus dokumen ijin berlayar bagi dua kapal ikan yang masing-masing berukuran panjang 60 meter yang sudah diproduksi. (TIM/Red).

Menteri-menteri Tolol di Kabinet Merah Putih Sebaiknya Segera Diganti



Jakarta - Suaraindonesia1, Prabowo Subianto muncul sebagai Presiden Republik Indonesia dengan segudang beban berat di pundaknya. Beban ini sebenarnya bisa lebih ringan jika para pembantunya bisa bekerja dengan baik, didukung sinergi yang kuat, dan berorientasi kepada tujuan dibentuknya pemerintahan, yakni mengabdi untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat.


Sayangnya, Pemerintahan Prabowo belum seumur jagung, sudah muncul berbagai kasus yang melibatkan orang-orang di sekelilingnya. Hal ini boleh terjadi, salah satunya karena mentalitas dan moral buruk dari orang-orang kepercayaan Presiden. Filsafat kuno mengajarkan 'biarlah engkau kurang pandai dalam berdagang, tapi jika engkau pintar namun tidak bermoral, apakah manfaat dirimu bagi orang lain?'


Lihatlah Agus Miftah yang terjembab karena mengolok-olok orang lain tidak pada tempatnya. Lihatlah juga Raffi Ahmad dengan kecerobohan patwal mobil RI 37-nya. Plus Menristekdikti yang tersandung kasus arogansi dan pelecehan martabat terhadap bawahannya. Dan kini, Menteri Desa PDT, Yandri Santosa, yang melakukan blunder melecehkan rakyat yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat dan kewartawanan.


"Menteri Desa itu benar-benar tolol. LSM dan wartawan lahir dari rahim perjuangan rakyat dan keberadaannya sah berdasarkan konstitusi dan peraturan perundangan. Sikap menihilkan kedua komponen bangsa ini adalah pemikiran konyol, dungu, dan berpotensi tindak pidana," tegas Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, kepada jaringan media se-Indonesia, ketika diminta komentarnya terkait pernyataan Menteri Yandri Santosa, Minggu, 2 Februari 2025.


Namun, alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini mengatakan bahwa fenomena pelecehan terhadap wartawan bukan monopoli si Menteri Desa tersebut saja. Sebelumnya, sudah teramat sering para pekerja media yang merupakan pilar ke-4 demokrasi ini mendapat perlakuan buruk dari pejabat dan aparat.


"Itu sesungguhnya kesalahan fatal dewan pecundang pers (Dewan Pers - red) yang memelihara pola pikir diskriminatif terkait keberadaan wartawan. Akhirnya para pejabat terbiasa menggunakan istilah wartawan bodrex, wartawan abal-abal, wartawan tidak kompeten dan lain-lain untuk menghambat eksistensi control social dari wartawan (plus LSM) terhadap kinerja aparatur, terutama mereka yang mengelola anggaran. Tujuannya tidak lain adalah untuk menutupi perilaku korupsi yang massif terjadi di lingkungan aparatur pemerintah tersebut," jelas Wilson Lalengke.


Tindakan menghambat kerja wartawan menggunakan alasan, dalih, dan bentuk apapun adalah pelanggaran pidana Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Ancaman hukumannya 2 tahun penjara dan denda 500 juta rupiah.


Selevel menteri, kata Wilson Lalengke, melakukan pelanggaran pidana, ini merupakan sesuatu yang sangat memalukan dan harus ditindak tegas. "Uang rakyat bukan diperuntukkan bagi pejabat tolol model Yandri yang gagal nalar begini," ketusnya menyesalkan pernyataan tak beradab sang Menteri itu.


Oleh karenanya, lanjut tokoh pers nasional ini, kita harus mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mengganti Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal tersebut. Jika tidak, sosok menteri macam itu hanya akan jadi beban bagi kelancaran pemerintahan Presiden Prabowo yang salah satu programnya adalah pemberantasan korupsi di semua lini pemerintahannya.


Wilson Lalengke juga menyampaikan bahwa perlu dilakukan pembenahan terhadap lembaga pengampu pers, seperti Dewan Pers. Jika perlu, harus ditiadakan saja.


"Kita juga perlu mendesak agar dewan pecundang pers segera dibubarkan, tidak ada kontribusinya terhadap pembangunan bangsa. Bahkan sebaliknya menjadi batu sandungan bagi kehidupan demokrasi yang inklusif dan memberdayakan semua rakyat Indonesia pembayar PPN 11-12 persen. Negara fasis yang punya lembaga macam dewan pers itu," cetusnya sambil menambahkan bahwa di era saat ini, di zaman media berbasis digital, every citizen is journalist, semua warga negara adalah jurnalis, yang keberadaannya dijamin Pasal 28F Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. (APL/Red)

SKKP Adakan Sosialisasi Program Dapur Makan Bergizi Gratis bersama ICMI Jabar di IKIP Siliwangi



Cimahi - Suaraindonesia1, Satuan Kerja Kesejahteraan Prajurit (SKKP) melakukan kegiatan Sosialisasi Program Dapur Makan Bergizi Gratis (Dapur MBG) - Badan Gizi Nasional (BGN) bertempat di Auditorium Kampus Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Siliwangi, Cimahi, Bandung, Jawa Barat, Jumat, 31 Januari 2025. Kegiatan itu terselenggara berkat kerjasama dengan Pengurus Organisasi Wilayah (Orwil) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Barat.


Hadir pada acara tersebut sejumlah pengurus SKKP Pusat, antara lain, Brigjen TNI (Purn) Resmanto Widodo Putro, Rona Kauripan, dan Deni Kumentas. Selain itu, terlihat hadir juga Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, dalam kapasitasnya sebagai salah satu pengurus SKKP Pusat.


Dari kalangan ICMI Jawa Barat, hadir Ketua Orwil ICMI Jabar, Prof. Sutarman, bersama jajarannya. Sebagai tuan rumah tempat dilaksanakannya acara, hadir Rektor IKIP Siliwangi, Prof. Dr. Hj. Euis Eti Rohaeti, M.Pd. bersama sejumlah sivitas akademika IKIP Siliwangi.


Acara utama dalam kegiatan itu adalah pemaparan program Dapur MBG yang disampaikan langsung oleh Pengurus SKKP Pusat, Deni Kumentas, yang ditunjuk sebagai PIC SKKP di BGN. Pada acara yang dihadiri para pengurus SKKP Daerah se Provinsi Jawa Barat ini juga didiskusikan berbagai hal terkait tenis pelaksanaan program pembangunan dapur, termasuk hal-hal yang terkait pendanaan program dari awal hingga pengoperasian Dapur MBG.


Ketua SKKP Jawa Barat, R.M. Hari Hardiman, yang dipercayakan sebagai Ketua Pelaksana BGN-SKKP, menyampaikan terima kasih atas dukungan dan partisipasi semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara tersebut. Hari juga berharap melalui acara sosialisasi program Dapur MBG bersama ICMI Jawa Barat, para pihak terkait dan masyarakat umum dapat terus bersinergi dalam menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto ini.


Ketua ICMI Jabar, Prof. Sutarman, pada kesempatan yang sama menyampaikan dukungannya atas program MBG. Hal ini katanya sangat penting dan merupakan program strategis dalam rangka mengatasi masalah kurang gizi pada anak (stunting, kerdil, kurus) dan sekaligus meningkatkan kecerdasan anak dalam rangka mempersiapkan generasi muda Indonesia yang lebih baik dan berkualitas di masa depan.


"ICMI Jawa Barat sangat mendukung program Makan Bergizi Gratis ini. Program Presiden Prabowo Subianto ini sangat penting bagi Indonesia, terutama Jawa Barat yang angka stuntingnya masih cukup tinggi. Sekaligus juga program MBG dapat mendorong pertumbuhan kecerdasan anak-anak Indonesia dalam rangka mempersiapkan generasi muda Indonesia yang lebih baik dan berkualitas tinggi di masa mendatang," ucap Sutarman  ambil berpesan agar semua pihak dapat berperan aktif mendukung program MBG.


Kepada media, Ketum PPWI Wilson Lalengke menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi Dapur MBG yang dilaksanakan di IKIP Siliwangi merupakan upaya SKKP untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang pentingnya dukungan semua pihak terhadap program tersebut. "Memang tidak mudah melaksanakan program Dapur MBG ini karena disamping memerlukan pendanaan yang tidak sedikit dengan volume kerja yang sangat besar, juga karena melibatkan demikian banyak warga dalam waktu bersamaan. Bayangkan saja, yang akan diberi makan puluhan juta anak, dikerjakan oleh puluhan ribu relawan dalam satu waktu yang bersamaan di seluruh wilayah NKRI yang sangat luas ini, tentu menjadi tantangan besar bagi kita. Jadi partisipasi semua pihak sangat diperlukan," jelasnya sambil menambahkan bahwa untuk itu perlu pemahaman yang relatif sama di antara semua komponen bangsa.


Acara berlangsung lancar, yang diahiri dengan makan bersama dan sholat Jumat di masjid Kampus IKIP Siliwangi. Berikut adalah tautan video presentasi terkait Program Dapur MBG yang disampaikan oleh Deni Kumentas, PIC SKKP di BGN: https://youtu.be/-UL-8MlMFOo. (APL/Red)