BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

GLOBAL

internasional
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

DUA EKOR BUAYA BERHASIL DI TANGKAP OLEH WARGA DESA HAI, YANG MEMANGSA SALA SATU WARGA




Suaraindonesia1 - TALIABU  |  Setelah memangsa salah satu warga desa Hai, Kecamatan Taliabu Utara, Maluku Utara, akhirnya buaya yang sudah meresahkan warga berhasil dibunuh oleh warga setempat. "Minggu 05/01/2020

Sebelumnya, pada Sabtu, 14/12/2019 seorang nenek bernama Sarah Olie, alias Tekira Dinyatakan hilang saat hendak Buang Air disungai dekat Desa Hai.

Dalam pencarian,  warga berhasil menemukan Tekira dalam keadaan kondisi tubuh yang tidak utuh lagi yakni berupa kepala,  potongan kaki kiri dan kanan, serta organ tubuh bagian perut.

Atas kondisi demikian sejumlah warga meyakini bahwa Korban telah  diterkam oleh buaya yang menghuni sungai dipinggir Desa Hai, sebab warga Selalu melihat beberapa ekor hewan buas tersebut selalu berada disekitar sungai tempat.

Atas kejadian mengenaskan itu sejumlah warga Desa Hai akhirnya segera melakukan penjagaan disekitar sungai untuk mengetahui keberadaan hewan pemangsa yang telah menelan korban itu.

Alhasil setelah beberapa hari berjaga jaga disekitaran sungai, buaya yang Menerkam korban berhasil dibunuh dengan menggunakan tombak yang telah dipersiapkan oleh warga.

Edo salah satu warga yang menombak ketubuh buaya, mengaku  jika dia dan warga lainnya sengaja memancing Biaya tersebut,

" sengaja kita pancing dengan hewan yang mati,  kita taruh dipinggir sungai, jadi ada 4 ekor buaya datang mau makan itu bangkai, langsung kita tombak.  Tapi cuma dua ekor yang berhasil dibunuh, jadi kita terus jaga disekitar sungai,  karena masih ada 3 ekor lagi buaya yang sering bermain disitu" tutur Edo.

Kecurigaan warga tentang penyebab meninggalnya Sarah Dengan kondisi yang tidak wajar akhirnya terungkap.  Saat dibelah,  dalam salah satu perut buaya yang dibunuh, ditemukan potongan organ tubuh manusia yakni tulang tangan kiri dan kanan, tulang rusuk dan organ lainnya yang dipastikan bagian organ tubuh yang ditemukan oleh warga sebelumnya.

Kepala Desa setempat yakni Yonas Sumbawa membenarkan kejadian tersebut, saat dikonfirmasi media SkriNews.com lewat telfon seluler kemarin,  sabtu, 04- 01 -2019 Yonas menuturkan bahwa beberapa ekor buaya yang menghuni disungai dipinggir kampung telah meresahkan warga, sehingga dia mengiyakan jika binatang buas tersebut harus dibunuh." jadi buaya-buaya itu harus dibunuh, karena sudah ada korban, jangan sampai ada lagi warga yang jadi korban",tegasnya 

Jurnalis, Riski Ode

Berjibaku Selamatkan Anggota Brimob dari Amukan Massa, Sertu Subakri Dirawat di RS



Kendari, Suaraindonesia1.com - 
Meski harus berjibaku dan akhirnya di rawat di Rumah Sakit, Sertu Subakri  berhasil menyelamatkan anggota Brimob yang hampir diamuk massa di depan Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara. 

Hal tersebut disampaikan Kapendam XIV/Hsn Kolonel Inf Maskun Nafik, dalam rilis tertulisnya di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (24/10/2019)

"Sertu Subakri, Babinsa Kodim Kendari, menjalani perawatan intensif, pasca berhasil menyelamatkan Brimob berpakaian sipil dari amukan massa yang sedang demo di depan Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara pada Selasa (22/10/2019)," ujar Maskun Nafik.

“Ia mengalami kelelahan dan mengalami pemukulan saat melindungi anggota Brimobda dari massa,” tambahnya

Saat terjadi demo tersebut, menurutnya, Sertu Subakri juga mengalami pukulan saat memberikan perlindungan dan mengevakuasi anggota Brimob tersebut ke Provost Polda Sultra 

 “Akan tetapi saya tidak dapat memastikan bagian mana yang terkena pukulan,” sambungnya.

Tanpa menjelaskan kronologi kejadian, dirinya menyampaikan bahwa anggota Brimob Sultra yang bernama Ridwan tersebut akhirnya berhasil diselamatkan dan mendapatkan perawatan dari Polda. 

“Setelah berhasil diselamatkan, saudara Ridwan pun langsung mendapatkan perawatan medis dari pihak Polda,” pungkasnya.(01)

SPKKL Tual Bakamla Galakkan Laporan Berbasis SMS Gateway


SKRINews-Maluku Tenggara.  Penyesuaian terhadap teknologi dan trend terkini, tidak luput dalam perkembangan pelayanan pada aspek keamanan dan keselamatan laut. Stasiun Pemantauanan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Tual Bakamla  melaksakanan kegiatan sosialisasi Informasi Masyarakat berbasis Aplikasi “SMS Gateway” di Desa Sathean, Kabupaten Maluku Tenggara, kemarin (13/5/2019).

Tujuan dari kegiatan sosialisasi ini, agar masyarakat dapat lebih aktif dan terbiasa untuk memberikan laporan terkini, terkait tindak pelanggaran di laut. Selain itu, SPPKL Tual juga ingin lebih mendekatkan diri kepada masyarakat, agar masyarakat lebih terbuka dan tak segan-segan untuk melapor jika ditemukan aktifitas yang menyimpang di laut.

Kepala Kantor SPKKL Tual Mayor Bakamla Rizal Ufer Suat, S.Pi. menyampaikan bahwa saat ini hampir semua orang telah memiliki dan dapat menggunakan telepon seluler. Dengan adanya SMS Gateway ini, diharapkan menjadi cara yang efektif untuk memberikan informasi keamanan dan keselamatan laut.

Lebih lanjut, laporan masyarakat nantinya akan dibagi ke beberapa klasifikasi. Dalam penerapannya, Bakamla turut bekerja sama dengan stakeholder terkait. Misal jika terdapat informasi pencarian atau pertolongan di laut, Bakamla akan bekerja sama dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Tual. Jika terdapat aduan terkait kegiatan penangkapan ikan secara ilegal, akan bekerja sama dengan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tual, dan sebagainya.

Mayor Rizal juga menghimbau kepada seluruh masuarakat maritim yang hadir, agar jangan takut untuk melapor. Selama menggunakan layanan aduan SMS Gateway, indentitas sang pelapor akan dijaga dengan baik. Sebagai mitra kerja Bakamla, peran masyarakat sangat dibutuhkan.

Kegiatan diakhiri dengan pembahian life jacket. Diharap dengan masyarakat semakin wasoada dan peduli akan keselematannya saat melakukan aktifitas di laut. Selain itu, dengan semakin eratnya sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum dapat menciptakan suasana yamg aman dan nyaman untuk melaut.Yudi/Ririn (Deni.M)

Semarakan Bulan Puasa, Kelurahan Alolama Adakan Festival Ramadhan 1440H/2019


KENDARI - Skrinews,
Masyarakat Kelurahan Alolama, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara mengadakan Festival Ramadhan 1440 H (2019 M). Kegiatatan Festival Ramadhan tersebut dibuka langsung oleh Sekertaris Camat Mandonga, Bapak Istaman, S.IP., MM., bertempat di Masjid Nurussalam, di Kelurahan Alolama, Minggu, 12 Mei 2019.

Hadir dalam acara pembukaan Festival Ramadhan ini Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Alolama, Ibu Fitrian Pananggala, SH., MM, Ketua RT/RW sekelurahan Alolama, Tokoh Masyarakat, Pengurus Remaja Masjid  Nurussalam Kelurahan Alolama dan para peserta lomba se Kota Kendari.

Dalam sambutannya, Sekcam Istaman menyampaikan bahwa pihaknya mendukung acara yang digagas oleh Lurah Alolama, Jumirad, S.Sos tersebut. "Saya sangat mendukung kegiatan Festival Ramdhan yang diadakan Lurah Alolama ini, karena dengan adanya kegiatan seperti ini generasi muda kita akan melakukan hal-hal yang positif di Bulan Ramadhan ini, dan itu akan menjadi satu nilai ibadah dalam menjalankan ibadah puasa," kata Istaman dalam sambutannya.

Sekcam Mendonga juga memberikan contoh. Misalnya perlombaan  Hafalan Juz dan Lomba Adzan pahalanya itu sangat besar. "Jadi, selain berlomba untuk meraih suatu kemenangan anak-anak juga mendapatkan pahala dari Allah SWT," imbuh Sekcam Istaman.

Mudah-mudahan kegiatan seperti ini, tambah Sekcam, tidak hanya dilakukan pada saat Bulan Ramadhan saja, tapi juga pada setiap kesempatan yang Ada. "Dan mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa juga dilakukan oleh kelurahan-kelurahan lainnya di Kecamatan Mandonga," harap Sekcam.

Sementara itu, Lurah Jumirad menyatakan bersyukur atas terselenggaranya festival itu. "Alhamdulilah, kita sangat bersyukur untuk tahun kedua ini kami bisa melaksanakan lagi "Festival Ramadhan 1440 H, dimana antusias masyarakat untuk tahun ini lebih besar ketimbang tahun kemarin," ujar Jumirad.

Disamping kegiatan Festival Ramadhan, sambung Jumirad, pihaknya juga mengumpulkan donasi berupa sembako dan pakaian layak pakai, dengan pusat pengumpulan di Masjid Nurussalam, Kelurahan Alolama.

"Jika ada sahabat dan teman-teman yang mau mengumpulkan pahala di Bulan Ramadhan, inilah saatnya, pengumpulan donasi tersebut masih berjalan," ajak Lurah Alolama.

Pada kesempatan yang sama, Jumirad juga menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan Festival Ramadhan ini selain untuk mengajarkan generasi muda kita melakukan hal-hal yang positif dalam bulan Ramadhan, juga agar bisa menjalin tali silatuhrahim antar warga Kelurahan Alolama.

"Saya berharap agar generasi muda Kelurahan Alolama bukan saja  melaksanakan kegiatan baik ini pada saat Ramadhan, namun menjadi ujung tombak pelaksanaan kegiatan sosial kemasyarakatan, khususnya di Kelurahan Alolama dan menjadi pelopor dalam menjaga kebersihan lingkungan Kelurahan serta kegiatan-kegiatan lainnya yang sifatnya positif," tutup Jumirad.

Di tempat acara festival, Vida Olivia Prima Dhany selaku ketua panitia Festival Ramadhan ini mengatakan bahwa kegiatan tersebut akan berlangsung selama 8 hari. "Festival Ramdhan ini berlangsung selama delapan hari," kata Vida, demikian ia disapa sehari-hari.

Vida juga menuturkan terkait berbagai kegiatan yang dilombakan sebagaimana berikut ini.

1. Lomba Adzan tingkat SD dan SMP;
2. Lomba Hafalan Juz 30 tingkat SD, SMP, dan tingkat SMA;
3. Lomba Kultum tingkat Mahasiswa;
4. Lomba Da'i cilik tingkat SD;
5. Lomba baca puisi religi tingkat SMA;
6. Lomba baca puisi tingkat Mahasiswa; dan
7. Lomba Fashion Show tingkat TK/SD.

Selain kegiatan lomba tersebut, imbuh Vida, panitia juga sibuk kegiatan packing donasi dan sembako. Penyerahan donasi akan berlangsung dihari penutupan yang disertai buka puasa bersama anak-anak Panti Asuhan Yatim Piatu. "Dan, mengenai para pemenang, itu akan di umumkan pada malam Nuzullul Qur'an tanggal 21 Mei 2019 di Masjid Nurussalam Kelurahan Alolama," ucap Vida.

Dirinya berharap mudah-mudahan kegiatan Festival Ramadhan ini berjalan dengan baik dan lancar. "Tentunya ini bisa terlaksana apabila adanya kerjasama antara pihak-pihak yang berkompoten dan seluruh warga Kelurahan Alolama,"  harap Vida. (HSB/Red)

Perusahaan Pailit Tetap Beroperasi, Kapitan Sultra Minta Aparat Usut Tuntas PT. KMJ



KENDARI - Skrinews,
Koalisi Pemerhati Lingkungan dan Pertambangan (KAPITAN) Sulawesi Tenggara (Sultra), Meminta Aparat  Berwenang Agar Mengusut tuntas PT. Konnikel Mitra Jaya (KMJ) beraktivitas di konsesi IUP PT. Sultra Jembatan Mas (SJM) yang berada di Desa Waturambaha Kecamatan Lasolo Kepulauan Kabupaten Konawe Utara (Konut) Sulaweai Tenggara (Sultra) Senin, 25 Maret 2019.

Koordinator Kapitan Sultra, Asrul Rahmani mengatakan hadirnya PT. KMJ, meminta aparat berwenang agar duduk bersama antara, Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM), Kepolisian (polda sultra) Syahbandar, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Gubernur Sultra agar serius menyikapi persoalan tersebut. Sebab hingga sampai saat ini PT. KMJ masih beroperasi dan rutin melakukan pemuatan pengiriman ore nickel. "Jadi inilah yang harus diperhatikan serius oleh pihak berwenang," ungkap Asrul.

Dimana diketahui PT.  SJM ini sudah pailit sejak tahun 2014 berdasarkan keputusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri (PN) Makassar Nomor: 01/PKPU/2014/PN, yang diperkuat surat dari Ombudsman, Dinas ESDM Sultra dan Kementerian ESDM.

"PT. SJM pailit, jadi secara otomatis harus dikembalikan ke Negara untuk di lelang. Dan pihak Pengadilan menunjuk kurator untuk mengurus dalam menyelesaikan harta debitor pailit kepada kreditor dan tidak miliki kewenangan untuk melaksanakan aktivitas produksi pertambangan. "Ini kan aneh, sedangkan fakta dilapangan PT. KMJ melaksanakan aktivitas produksi penambangan ore nickel, padahal hanya mengantongi berupa dokumen SPK (Surat Perintah Kerja) dari Kurator. Jadi kami menilai aktivitas PT. KMJ ilegal mining sebab diduga tidak miliki dokumen lengkap," terang Asrul.

Asrul juga menambahkan PT. KMJ, tidak miliki Izin Produksi Penambangan dari Dinas ESDM Sultra dan ini sangat jelas telah melanggar hukum. "Olehnya itu, kami meminta kepada aparat hukum untuk segera menghentikan dan menutup segala aktifitasnya,” ungkap Asrul.

"Tak hanya itu Asrul juga meminta kepada aparat hukum dalam hal ini kepolisian untuk melakukan penyegelan terhadap perusahaan tambang milik PT. KMJ dan berharap langkah ketegasan aparat hukum dan pemerintah terkait karena perusahaan tersebut sangat jelas merugikan daerah Konawe Utara khususnya Desa Waturambaha,” harap aktifis putra Konsel ini," tegas Asrul.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada konfirmasi kepada pihak manajemen perusahaan PT. KMJ. (ES/Red)

61 Pendidik Muara Kaman Ikut Replikasi Pelatihan Program PINTAR


Muara Kaman, Kalimantan Timur, Skrinews,Para guru di Muara Kaman, kecamatan tertua di Kaltim,  selama ini belum banyak mendapatkan suntikan peningkatan kapasitas. Untuk meningkatkan kualitas mereka, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Gugus Empat Muara Kaman bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, menggandeng Tanoto Foundation untuk melatih metode pembelajaran aktif dengan pendekatan MIKIR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi).

Menurut Tulus Sutopo, Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Kutai Kartanegara,walaupun masih baru,masuknya Tanoto Foundation dengan program PINTARnya telah  terbukti meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut.

Hal ini ditandai dengan nilai standar proses pembelajaran daerah ini pada tahun 2018 menjadi tertinggi di Kaltim. Penilaian tersebut dilakukan oleh LPMP Kaltim.“Oleh karena itu, Pemda sangat mendukung proses replikasi  atau penyebarluasan program PINTAR ini ke pendidik di seluruh Kutai Kartanegara yang tidak menjadi target langsung Tanoto Foundation,” ujar Tulus saat membuka pelatihan di SD 028 Muara Kaman, Kamis, 14 Februari 2019.   

Diseminasi  program praktik baik pembelajaran aktif atau active learning ini dilakukan untuk 61 pendidik dari 13  sekolah yaitu Sekolah Dasar 08, 012, 17, 18,  dan lain-lain. Mereka terdiri dari kepala sekolah dan para guru. 

Menuru Sutopo, saat ini Kutai Kartanegara sedang defisit anggaran dan pelatihan guru belum masuk dalam APBD. “Sehingga kami sangat bersyukur Tanoto Foundation bisa hadir di Kabupaten ini membantu peningkatan kualitas pendidikan disini,” ujarnya.

Beberapa pendidik peserta pelatihan berasal dari SD 017 dan 018 Menamang . Sekolah tersebut sangat jauh dari tempat pelatihan.Lebih dari 132 kilo meter dan memakan waktu perjalanan tiga jam. Sebagian jalannya belum diaspal, sehingga susah dilewati.“Walaupun jauh, semoga dengan pelatihan ini, cara mengajar saya lebih baik,” ujar pak Suryanto, guru kelas enam SD 017 Menamang. 

Sampai bulan Maret 2019, repilikasi program PINTAR Tanoto Foundation akan terus dilakukan baik oleh Kemenag maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, yang totalnya akan mencapai 7 gelombang. Setiap gelombang akan melibatkan lebih kurang 60 peserta.Sebelumnya replikasi program juga dilakukan oleh Kemenag Balikpapan yang melibatkan 289 pendidik Madrasah Ibtidaiyah.

Mus

Siswa Kelas Dua SD 001 Balikpapan Timur Dididik Jadi Fashion Designer



Kalimantan Timur, Balikpapan,Skrinews,
Semenjak dikenalkan pembelajaran aktif model pendekatan MIKIR (Mengalami,Interaksi, KOmunikasi dan Refleksi) beberapa bulan lalu oleh Program PINTAR Tanoto Foundation, banyak guru di Kaltim menjadi semakin kreatif.Dalam berhitung umpamanya, mereka tidak hanya mengajar bagaimana menjumlah atau mengurangi bilangan berdasarkan buku paket, tapi bagaimana menjadikan kemampuan menghitung itu juga langsung bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya seperti yang dilakukan oleh ibu Tri Indriyanti,guru kelas 2 SD OO1 Balikpapan Timur. Dengan pelajaran matematika,  ia ingin mengetahui dan mendukung bakat anak-anak apakah bisa menjadi calon fashion designer atau tidak.  Bagaimana caranya? Gambarannya adalah seperti berikut;

Dalam pembelajaran matematika untuk kelas dua tentang ukuran panjang yang dulunya memakai metode ceramah atau sekedar mengerjakan tugas di buku,Kini bu Indri menyuruh anak-anak berdasarkan kelompok membawa alat-alat ukur sendiri dan membuat desain baju.

Alat ukur itu ada dua yaitu alat ukur baku, seperti penggaris, meteran roll dan meteran bahan dan alat ukur tidak baku seperti tali raffia. “Jadi tidak lagi mengerjakan soal di buku.Dengan alat ukur tersebut, mereka diberi pengalaman langsung mengukur baju dan mendisain baju temannya,”ujarnya, 13 Februari 2019. 

Setiap kelompok siswa di kelas tersebut rata-rata terdiri dari empat orang. Sebelum meminta anak-anak mendisain baju, bu Indri memberi mereka lembar kerja yang isinya  meminta para siswa mengukur baju  teman-temannya dalam satu kelompok:tinggi badan, lingkar kepala,panjang lengan,panjang lingkar pinggang, panjang celana atau rok dan lain-lain.

Setelah selesai mengisi lembar kerja,mereka juga diberi pertanyaan lanjutan.Siapakah yang paling tinggi di kelompok kalian?Mereka juga diminta mengurutkan nama-nama temannya yang paling panjang celananya.

Setelah kerja kelompok tersebut selesai,sebagai tugas Individu,siswa diminta menjawab pertanyaan sebagai berikut:jika kalian menjadi fashion designer,siapakah temanmu yang membutuhkan paling banyak kain?Berikan alasan?

Dengan pertanyaan tersebut, setiap anak memberikan ukuran angka-angka,misalnya panjang lengan 55 cm, lingkar pinggang 62 cm dan seterusnya. 

Setelah selesai,bu Indri meminta siswa menggambar desain baju temannya yang paling tinggi tersebut berdasarkan ukuran-ukuran yang telah ditulisnya.Masing-masing siswa berlomba-lomba mendisain baju.

“Ternyata hasilnya tidak terduga sama sekali.  Dengan saya bebaskan mereka menggambar sesuai dengan desain sendiri, untuk kelas dua, kreasi mereka sangat memuaskan,”ujar bu Indri kaget melihat hasilnya. Apalagi para siswa menambahkan gambar-gambar hiasan di desain baju yang mereka rancang. 

Salah seorang siswa, Adilla Fildzah Putri Diawan,setelah melakukan tugas itu, merasa benar-benar ingin  jadi desainer.

Dia berujar, “Setelah menyelesaikan tugas tadi,saya ternyata merasa bisa menjadi pendisain baju,”ujar siswa kelas dua ini gembira.

“Tanoto foundation memang menekankan pembelajaran yang kontekstual.Artinya murid sebisa mungkin diajak untuk langsung mengaplikasikan konsep dalam konteks yang sesuai, sehingga ilmunya bisa langsung diaplikasikan,”ujar Mustajib, Communication Specialist Program PINTAR Tanoto Foundation.Program yang merupakan kerjasama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Kemenag kota Balikpapan dan Kabupaten Kutai Kartanegara,Kaltim.

Dengan model aplikatif tersebut,dia berharap siswa langsung dapat mengapliksikan matematika dalam kehidupannya sehari-hari.“Sehingga apa yang di dapat di kelas,dapat langsung dihubungkan dengan yang diluar kelas, dalam kehidupan nyata,” ujarnya menutup.

Mus

Senam Bulanan Bersama, Serta Penyerahan Piala Gubernur Oleh Bapak Gusril Fauzi. S.sos



Skrinews - Bengkulu,
Jumat 08 februari 2019,acara senam bulanan bersama yang diselenggarakan di lapangan merdeka kabupaten kaur provinsi bengkulu.serta yang dihadiri oleh bapak bupati kaur gusril fauzi. S.sos.
Seusai acara senam bersama dilaksanakan,dilanjutkan dengan acara penyerahan piala gubernur yang di menangkan oleh kontengen kabupaten kaur,dalam perlombaan senam bekatak kurak karik,yang di adakan bapak gubernur bengkulu beberapa hari yang lalu dikota bengkulu.


Bapak bupati kaur gusril fauzi. S.sos,menyampaikan apresiasinya dan ucapan terimakasih nya kepada kontengen kabupaten kaur yang memenangkan perlombaan tersebut,dan yang telah mengharumkan kabupaten kaur.


Bapak bupati kaur gusril fauzi. S.sos juga menghimbau kepada kontengen yang telah ikut dalam perlombaan senam bekatak kutak katik tersebut,untuk lebih bergiat dan mempertahankan  kedepan nya,serta mengajak kontengen tersebut untuk membina dan melatih kaum muda sebagai generasi berikutnya.
Yang membawa kabupaten kaur untuk lebih maju lagi,serta tetap mencintai budaya daerah bengkulu..


By,,,kenon p sipakkar.

Murid SMP Negeri 30,Bengkulu Utara Mengadakan Bersih Lingkungan Disekitar Lingkungan Sekolah.



Skrinews - Bengkulu,
Jumat 08 februari 2019,para guru SMP Negeri 30 bengkulu utara menggerakkan siswa/i untuk mengadakan gotong royong kebersihan bersama di lingkungan sekolah.
Sekaligus mendidik para murid untuk peduli lingkungan serta membuat karya tanaman di taman sekolah.


Menurut penuturan bapak wagio sebagai pengawas murid murid tersebut saat bergotong royong,
Dari sekian banyak murid yang di kerahkan bergotong royong didaerah lingkungan sekolah,smua murid bekerja bersama sama dengan bersemangat.
Bahkan ibu guru di sekolah pun mengajak para murid untuk belajar bercocok tanam,serta menanam beberapa jenis bunga untuk keindahan lingkungan sekolah tersebut.


Hanya memang siswa/i di sekolah tersebut belum lah begitu banyak,dikarenakan letak sekolah tersebut ada di penghujung pedesaan.
Namun para guru yang mengajar disekolah tersebut tetap bersemangat untuk mengajar dan mendidik para murid sehingga kelak menjadi berguna bagi nusa dan bangsa.


Harapan dan doa para guru disekolah SMP Negeri 30 ini,tiap tahun nya para siswa/i akan bertambah banyak,sehingga siswa/i semakin ramai dan semakin bersemangat untuk bersekolah menuntut ilmu.


By,,,kenon sipakkar.

Komunitas Pengawas Korupsi Diswaster Provinsi Bengkulu Kembali Dipimpin Oleh Yapan Effendi SH.


Skrinews - Bengkulu,
Lembaga KPK,komunitas pengawas korupsi diswaster yang saat ini kembali di pimpin oleh yapan effendi SH,sejak 23 agustus 2017.
dimana posisi kantor nya ada di desa kembang seri,kecamatan talang empat,kabupaten bengkulu tengah,provinsi bengkulu.
Dengan jumlah personil nya sekitar 40 org,.


Dimana lembaga KPK,,komunitas pengawas korupsi ini fungsi nya adalah untuk mengawas dana APBN,dan APBD yang disalurkan negara tiap tiap semester.


Harapan seluruh masyarakat provinsi bengkulu,dengan hadir nya lembaga ini dan di pimpin oleh yapan effendi SH,kiranya para koruptor segera di berantas,dan dana dana APBD/APBN benar benar bisa tersalur di tiap tiap desa,sehingga tiap tiap desa yang ada di provinsi bengkulu menjadi lebih maju dan berkembang.
Sehingga provinsi bengkulu dapat mengikuti perkembangan  perkembangan provinsi lain secara bertahap..


By,,,kenon p sipakkar..

Walikota Langsa Resmikan Gedung Rawat Inap Baru


LANGSA - Skrinews,
Walikota Langsa Usman Abdullah, SE meresmikan gedung rawat inap paru, gedung rawat inap bedah dan gedung rawat inap kelas III, di RSUD setempat, Kamis (31/1).

Peresmian itu turut dihadiri oleh perwalikan Kajari  Kota Langsa, perwakilan Pengadilan Negeri Kota Langsa, Kadis Kesehatan Kota Langsa, Direktur Rumah Sakit Umun Daerah Kota Langsa dan tamu undangan lainnya.

Selain meresmikan gedung rawat inap paru, Walikota juga meresmikan gedung rawat inap bedah dan gedung rawat inap kelas III.

Direktur RSUD Langsa dr Fardhiyani menyebutkan, rehabilitasi ketiga gedung ini bersumber dari alokasi Dana Alokasi Khusus tahun 2018.

Dikatakannya, gedung rawat inap kelas III sudah layak untuk direhabilitasi,  mengingat jika musim hujan air tergenang disejumlah ruangan. "Gedung rawat inap kelas III gedungnya terlalu rendah, jika hujan airnya membanjiri ruangan, makanya perlu untuk direhab," ujarnya.

Fardhiyani berharap gedung rawat inap dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga memberikan kenyaman yang baik terhadap pasien.

Sementara itu, Walikota Langsa Usman Abdullah, SE mengatakan rumah sakit merupakan cerminan pemerintah Kota Langsa, karena ini (rumah sakit, red) adalah pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat. "Wajah Kota Langsa sangat tergantung oleh semua pegawainya yang ada di badan publik," sebutnya.

Walikota menjelaskan, saat ini masyarakat yang memiliki banyak uang lebih memilih berobat di Medan bahkan keluar negeri, kondisi ini terjadi karena tingkat kepercayaan sebagian masyarakat kepada RSUD Langsa masih kurang. "Setiap orang sakit yang punya duit tidak mau berobat di rumah sakit kita, berarti mereka tidak percaya dengan kemampuan pelayanan rumah sakit," imbuhnya.

"Ini kenyataan pahit yang harus kita telan, untuk itu harus terus ditingkatkan kinerja dan pelayanan, sehingga rumah sakit kita sejajar dengan rumah sakit yang lain," tambahnya lagi.

Walikota yakin pihaknya dapat memberikan kepercayaan kepaeda masyarakat untuk berobat di RSUD Langs jika adanya pengabdian dan keikhlasan dari semua penyelenggara negara.

Usman Abdullah meminta jajaran RSUD langsa untuk dapat melaukan perawatan gedung tersebut. "Mudah membangun, tapi sangat sulit untuk dirawat, jika tidak dirawat secara berkelanjutan, semewah apapun gedung yang kita bangun maka akan kumuh dan rusak," pungkasnya.(teuku/syam)

WARGA BALAROA, LEBIH BAIK DIBERI MODAL USAHA DARIPADA HUNTARA.


Skrinews.com_Paska gempa, likuifaksi dan tsunami yang menimpa ribuan korban jiwa kota Palu dan sekitarnya, pada 28 oktober 2018 lalu, kini para korban yang selamat dari bencana dahsyat itu berharap agar Pemerintah Sulawesi tengah memberikan bantuan berupa modal usaha kepada para korban yang selamat.

Hal ini diungkapkan oleh Irfandi, salah seorang warga yang terdampak likuifaksi dilokasi perumnas Balaroa. Ia berharap Pemerintah setempat (kota Palu), bisa memberikan solusi terbaik untuk masa depan sejumlah warga balaroa yang kehilangan harta benda akibat keganasan bencana alam yang meluluh lantahkan ribuan nyawa serta harta benda yang menjadi sandaran hidup mereka.

Saat ditemui tim investigasi nasional Suara Kedaulatan Rakyat Indonesia, pada Jum'at, (1/2/2019), Irfandi mengatakan belum lama ini sekitar 200 orang warga Balaroa melakukan aksi serta melakukan penolakan bantuan Huntara yang diberikan, dan berharap agar Pemerintah kota palu menggantikan bantuan jenis huntara tersebut dengan modal agar mereka bisa membuka suatu usaha ekonomi.

"Memang selama ini pemerintah sudah memberikan bantuan berupa logistik bahan makanan hingga rumah Hunian Sementara (Huntara). Tapi sampai kapan kami terus berharap rasa iba dari para pemberi logistik, kami tidak mau bergantungan ekonomi terus, untuk itu kami berharap agar pemerintah bisa memberikan modal usaha guna keberlangsungan hidup secara jangka panjang. Atau kalau bisa bantuan HUNTARA tersebut diganti dengan modal usaha." Keluhnya

"Daripada kami diberikan huntara yang hanya menjadikan kami berharap terus uluran tangan dari para pemberi, lebih baik kami diberikan Modal untuk usaha." Keluhnya berulang-ulang

Menanggapi hal demikian Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Hidayat Lamakarate M.Si, menjelaskan bahwa Wapres Jusuf Kalla, secara tegas sudah menjawab, tidak ada kompensasi huntara.

"Sebenarnya secara tegas, Wapres HM Jusuf Kalla sudah menjawab bahwa tidak ada kompensasi huntara. kalau tidak mau, berarti tidak dapat huntara." Tandasnya

Majid R

Kemenag Balikpapan Replikasi Besar-Besaran Program PINTAR Tanoto Foundation



Balikpapan, Kalimantan Timur Skrinews, Kementrian Agama Kota Balikpapan  bekerja sama dengan Tanoto Foundation melaksanakan penyebaran atau replikasi Modul Satu Program PINTAR pelatihan praktik baik pembelajaran aktif ke semua  madrasah Ibtidaiyah  se-kota Balikpapan yang berjumlah 24 sekolah. Peserta pelatihan adalah seluruh guru dan kepala sekolah dari 24 madrasah tersebut yang mencapai 289 orang, kecuali yang sudah mendapatkan pelatihan sebelumnya dari Tanoto Foundation. “Semua guru, bahkan guru agama, dari madrasah ibtidaiyah di Balikpapan, kita ikutkan dalam pelatihan ini,” ujar Khundori, Spesialis Pembelajaran Sekolah Dasar Tanoto Foundation Kaltim.

Penyebarluasan pelatihan atau sering disebut diseminasi adalah tindak lanjut  dari kegiatan sebelumnya yaitu Pertemuan Stakeholder yang dilaksanakan sekitar bulan Desember 2018 terkait peningkatan mutu pendidikan di Balikpapan. Kemenag Balikpapan bertekad menyebarluaskan praktik baik pembelajaran ke semua pendidik  di madrasah, tidak hanya Madrasah Ibtidaiyah, namun juga ke depan ke Madrasah Tsanawiyah yang ada di Balikpapan.

“Saya berharap, dengan pelatihan yang diperuntukkan untuk semua guru madrasah Ibtidaiyah yang ada di Balikpapan ini,  satu tahun ke depan ini kita akan mengalami perubahan besar-besaran.  Kualitas pembelajaran di semua madrasah meningkat pesat dan orang tua siswa semakin tertarik menyekolahkan anaknya ke madrasah,” ujar Sartono, Kasi Pendidikan Madrasah mewakili Kepala Kemenag saat membuka pelatihan di Aula Rumah Jabatan Walikota Balikpapan, Rabu (30 Januari 2019)

Sartono berharap dengan pelatihan besar-besaran ini semua guru madrasah memiliki kesamaan visi dan pandangan tentang bagaimana pembelajaran yang baik, cara penyampaian dan kontennya. “Metode pembelajaran itu lebih penting dari pelajaran itu sendiri. Bagaimana pun menariknya suatu pelajaran kalau cara membawakannya tidak menarik, pelajaran itu tidak akan banyak terserap oleh siswa,” tegasnya menginginkan guru berkomitmen menerapkan pembelajaran aktif.

Pelatihan untuk 289 pendidik ini dilakukan sebanyak tiga gelombang dan dilaksanakan di dua tempat, di Aula Rujab Bupati dan MI Sentral Cendekia Muslim. Setiap gelombang terbagi menjadi dua kelompok. Pelatihan akan berlangsung sampai pertengahan bulan Februari 2019.

Dana pelatihan berasal dari dana BOS masing – masing madrasah. Tanoto Foundation hanya menanggung honor untuk fasilitator daerah yang melatih. ”Pelatihan besar-besaran ini merupakan komitmen Kemenag dalam meningkatkan kualitas guru  di daerah ini agar lebih inovatif dan kreatif,” ujar Syamsul Huda, Pengawas Madrasah Ibtidaiyah Kaltim.

Sebelumnya sekitar bulan Oktober 2018, Tanoto Foundation telah melatihkan pembelajaran aktif untuk pendidik dari 4 Madrasah Ibtidaiyah Mitra Tanoto Foundation di Balikpapan, yaitu Madrasah Ibtidaiyah NU, Al Ula, Sentra Cendekia Muslim  dan MIN 1 Balikpapan. Masing masing madrasah mengirimkan tujuh guru. Sisa guru yang belum terlatih di masing-masing madrasah tersebut ikut pelatihan replikasi ini.

“Dengan melatihkan pembelajaran aktif memakai pendekatan MIKIR, kita berharap metode mengajar guru di madrasah menyesuaikan dengan kebutuhan zaman, menjadi lebih interaktif dan melibatkan siswa. Ini sangat penting mempersiapkan siswa menyambut era Industri 0.4 ke depan,” ujar Affan Surya, Provincial Coordinator program PINTAR Tanoto Foundation Kaltim.

Mustari

Ruas Jalan Umum Bengkulu Utara, Kondisinya Sangat Memperihatinkan.




Skrinews Bengkulu,

LSM Gemasi, menurut penuturan nara sumber kami saudara gustom,bahwa keadaan jalan umum di kabupaten bengkulu utara,provinsi bengkulu,sudah cukup lama keadaanya banyak yang rusak dan berlobang.
Bahkan didaerah daerah yang rawan kecelakaan kondisi jalan banyak yang rusak dan berlobang.
Seperti ditanjakan,tikungan,turunan,dan juga didaerah ruas jalan yang sempit seperti jembatan.


Disaat kami terjun kelapangan meninjau kondisi jalan,memang keadaannya lumayan parah,padahal kendaraan yg melintasi ruas jalan tersebut adalah kendaraan besar,contoh truck pengangkut batubara,dan truck pengangkut buah sawit.
Disaat kendaraan tersebut berpapasan di ruas jalan yg berlobang yang posisinya tepat di tanjakan,tikungan,atau turunan,maka hampir terjadi kecelakaan.


Menurut hasil survey kami di lapangan,jika memang kondisi jalan tersebut masih tetap demikian tidak kunjung di perbaiki,maka akan banyak rawan kecelakaan yang bakal terjadi,karena kendaraan akan makin padat melintas,dan hampir diantara para pengemudi tidak ada yang mau mengalah soal jalan,karena setiap pengemudi memilih jalan yang baik walau hal itu terkadang lari jalur dan menyalahi aturan,.
Namun banyak diantara pengemudi tersebut tidak perduli dengan kendaraan yang mau melintas dari arah yang berlawanan.karena mereka juga menginginkan melewati jalan yang agak mulus sehingga kendaraannya tidak oleng,terutama kendaraan yang bermuatan berat,seperti yang mengangkut buah sawit,dan batubara.


Harapan para warga sekitar kepada pemerintah daerah,supaya segera untuk memperbaiki ruas jalan umum bengkulu tengah-bengkulu utara.
Demikian juga para warga yang ada di daerah kecamatan argamakmur,dan padang jaya dikabupaten bengkulu utara,.
Sungguh sudah lama mereka mengidam idamkan ruas jalan yang baik,namun tidak kunjung di perbaiki,karena begitu banyak ruas jalan di kecamatan tersebut yang  sudah hancur,terutama jalan yang ada di desa desa..


By,,kenon p sipakkar.

Begini Cara Guru Mendidik Siswa Agar Berpikir Ilmiah Semenjak Dini



Skrinews - Kutai Kartanegara,
Kalimantan Timur skrinews,Sekolah-sekolah yang menciptakan lingkungan berpikir ilmiah, akan membuat siswa semenjak dini terdorong suka bertanya,berpikir kritis dan suka melakukan percobaan-percobaan.Selain itu mereka juga lebih cakap dalam mengomunikasikan nalar berpikirnya,lebih suka membaca,menulis dan bahkan membuat model-model karya siswa sendiri,mengadopsi atau mengembangkan dari yang sudah ada. 

Mengutip penelitian Rachel Goldman, Khundori Muhammad, Spesialis Pembelajaran Sekolah Dasar program PINTAR Tanoto Foundation Kaltim mengatakan bahwa penciptaan lingkungan semacam ini tak bisa dicapai dengan model pembelajaran ceramah, tapi pembelajaran aktif.

“Berdasarkan penelitian Goldman, baik siswa sekolah dasar maupun  kelas menengah  kebanyakan sebenarnya tak menyukai pembelajaran model ceramah. Metode pembelajaran yang lebih menarik adalah yang interaktif. Metode ini juga lebih menunjang penciptaan lingkungan yang berpikir ilmiah,” ujarnya.

Tanoto Foundation bersama Dinas Pendidikan dan Kemenag berusaha mendorong sekolah menciptakan suasana ilmiah di kelas dengan melatihkan guru metode pembelajaran aktif dengan pendekatan MIKIR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi).Salah satu yang sudah konsisten untuk melakukannya adalah ibu Kurnia Astuti, guru kelas IV SDN 003 Tenggarong,Kutai Kartanegara. 

Untuk membuat siswa menjadi kritis dia awali  dengan menumbuhkan kemampuan dan kebiasaan bertanya. Pada saat pembelajaran tentang daur hidup hewan. Bu Kurnia menyuruh siswa kelas empat yang diasuhnya membaca senyap terlebih dahulu bacaan dari internet yang sudah dia print.

Setelah selesai, ibu Kurnia membagi dadu pada para 8 kelompok siswa di kelas tersebut.  Masing-masing kelompok siswa terdiri dari 4 – 5 orang.Kalau dilempar dan yang muncul dadu satu berarti kelompok harus menyusun pertanyaan dengan awalan apa,  dadu dua siapa, tiga dimana,empat kapan, lima mengapa dan enam bagaimana, berdasarkan bacaan yang sudah dibaca.

“Kemampuan bertanya mereka menjadi makin terasah karena sering saya lakukan seperti ini. Mereka bermain sambil menyusun kalimat untuk menanyakan lebih jauh, kadang bahkan diluar teks,” ujar bu Kurnia. Kurnia berharap dengan model demikian, lama-lama siswa terbiasa membuat hipotesis. 

Pertanyaan tersebut oleh ibu Kurnia kemudian dilempar ke siswa yang lain untuk dijawab. Fungsi ibu Kurnia adalah menguatkan jawaban yang dilakukan oleh siswa.

Melakukan Observasi dan Melaporkan

Pendidikan modern juga menuntut siswa tidak sekedar mengetahui, memahami dan menerapkan apa yang diketahuinya, tapi juga mampu menganalisis, mengevaluasi dan lebih jauh lagi mengkreasi. “Sejauh ini, model ceramah hanya membuat siswa pada tingkat mengetahui,tidak sampai pada analisis,  evaluasi,apalagi mengkreasi,padahal era industry 4.0 yang segera hadir di hadapan kita butuh manusia-manusia kreatif” ujar Khundori.

Untuk mencapai  kompetensi tersebut dalam pembelajaran tentang daur hewan,ibu Kurnia,meminta para siswa membawa jentik nyamuk, kucing dan beberapa hewan lain. Para siswa diminta langsung mengamati hewan tersebut sambil diajak membedakan antar siklus hidup nyamuk dan ikan. Anak-anak diajak untuk membedakan antara hewan yang tidak bermetamorfosis dan bermetamorfosis.

“Idealnya penelitian ini dilakukan beberapa hari, namun dengan cara membuat siswa mengamati,membuat pertanyaan dan mencoba menjawab sendiri,anak-anak dikondisikan untuk suka meneliti semenjak dini,” ujar Kurnia.

Untuk melatih kecerdasan motoriknya, ibu Kurnia juga meminta siswa menggambar hewan yang diamati. Mereka juga diminta melaporkan di depan kelas hasil pengamatan beserta gambar yang sudah mereka lukis. “Anak-anak saya biasakan juga tampil ke depan,karakter percaya diri penting untuk menghadapi persaingan hidup ke depan,”ujarnya.

Menurut Mustajib, Spesialis Komunikasi Tanoto Foundation Kaltim,tidak ada penemuan-penemuan besar,kecuali dihasilkan dari penelitian-penelitian. “Anak-anak yang semenjak dini dikondisikan untuk suka meneliti, besarnya akan lebih kreatif dan inovatif. Guru juga harus mampu membuat siswa berpikir secara logis selama mengamati dengan membuat pertanyaan-pertanyaan panduan yang mendorong siswa melakukan pengamatan lebih detail dan menemukan pengetahuan sendiri,” ujarnya.

Menurut Kurnia, siswa menjadi lebih antusias belajar dengan model yang ia terapkan sekarang,dibanding dengan model ceramah. “Sekolah memang harus menjadi Taman Siswa. Siswa belajar dengan bermain,tidak diceramahi dan itu yang saya sedang terapkan di kelas,” ujarnya bangga.

Semenjak bulan Oktober 2018, Tanoto Foundation bersama Dinas Pendidikan dan Kemenag Balikpapan dan Kutai Kartanegara, Universitas Mulawarman dan IAIN Samarinda telah melatih pendidik di 66 sekolah mengenal pembelajaran dengan pendekatan MIKIR.“Semoga darurat pendidikan di Indonesia bisa terpecahkan dengan banyaknya guru yang menerapkan model pendekatan ini,”ujar Khundori menutup.

Mus

PMP Sulteng Resmi Adukan Akun Penyebar Hoax di Polda Sulteng


Skrinews - Palu,
25/1/19 Posko Menangkan Pancasila Sulteng Nasional bersama serikat buruh yg tergabung dalam Posko Menangkan Pancasila, pada Pukul 15.10 medatangi Kantor Polda Sulteng guna melaporkan akun penyebar Hoax terkait aksi Pekerja Tambang di PT.IMIP di Kabupaten Morowali.

Mereka tiba didampingi oleh pengacara Serikat Buruh Adi Prianto, S.H, Kordinator Posko Menangkan Pancasila dalam rilisnya ke media menjelaskan bahwa tujuan mereka ke Mapolda Sulteng guna melaporkan akun yang sudah menyebarkan informasi bohong terkait aksi demonstrasi yang dilakukan oleh pekerja pada tanggal 24/1/29 di PT.IMIP Kabupaten Morowali Provinsi Sulteng.

Di akun yang kami laporkan, mereka menarasikan sebuah aksi demonstrasi dengan tidak sesuai fakta dilapangan. Kami menganggap penyesatan informasi seperti itu justru sengaja menyulut konflik sosial ditengah masyarakat. Terlebih lagi informasi yang disebar justru memanfaatkan gerakan perjuangan buruh PT.IMIP, padahal isu penting yang mereka suarakan adalah UMSK 20%. Bukan bentrokan antara TKA dan TK Lokal.

Adapun pemilik akun yang kami laporkan menurut Kordinator PMP Sulteng masing-masing berprofesi sebagai Akademisi,Kontraktor, mantan aktivis mahasiswa tahun 1998 dan Mantan Staf Kementrian ESDM.

Langkah ini kami ambil untuk meredam terjadinya konflik sosial ditengah masyarakat akibat informasi bohong yang sudah terlanjur tersebar ditengah-tengah masyarakat, sekaligus memberi pelajaran kepada kita semua, bahwa sebagai warga negara yang baik kita harus bijak dalam bersosial media, mengedepankan kebenaran informasi sebelum asyik membagikan tanpa ada filterisasi sedikitpun.

Majid R

Lebih dari 10 tahun keadaan jalan desa kuro tidur arga makmur sangat memperihatinkan.




Bengkulu - Skrinews,
menurut penuturan narasumber kami,talhadi warga desa kuro tidur kecamatan argamakmur,kabupaten bengkulu utara provinsi bengkulu,bahwa jalan desa kuro tidur ini sudah lebih dari 10 tahun keadaannya hancur.namun tak kunjung diperbaiki oleh pemda setempat,.


Bengkulu terkenal dengan rawan nya musim hujan,disaat musim hujan melanda,maka jalan penghubung desa tersebut akan banjir,penuh dengan air.
Sudah beberapa kali warga setempat mengajukan soal perbaikan jalan tersebut kepada pihak perangkat desa,namun sampai saat ini tidak lah ditasnggapi.
Sehingga keadaan jalan tersebut sungguh sangat memperihatinkan.
Padahal masih termasuk kecamatan dalam ibukota kabupaten argamakmur bengkulu utara.


Jadi dugaan warga setempat bahwa pak camat dan kades setempat melenyapkan anggaran dana desa yang masuk,karena masa sampai saat ini jalan desa kuro tidur yang sudah lebih dari 10 tahun tidak di perbaiki.
Padahal anggaran dana desa dari negara terus mengalir ketiap desa,namun kenapa desa kuro tidur dan desa Dam tidak kunjung di perbaiki..


Harapan warga desa kuro tidur,kecamatan argamakmur,kabupaten bengkulu utara,segera lah pemerintah pusat atau provinsi memperhatikan dan memperbaiki akses jalan mereka.sehingga mereka dapat melintasi jalan tersebut dengan nyaman,tidak seperti sekarang ini,saat hujan datang banjir banjir yang ada di tengah tengah ruas jalan,saat kemarau datang,abu yang bertebaran di daerah pemukiman.

Warga sangat merindukan suasana jalan sebagaimana layaknya jalan desa atau kecamatan ibukota kabupaten,mereka sangat mengharapkan pemda daerah dan pusat terjun kelokasi dan melihat kondisi jalan tersebut,sehingga dapat memperbaiki nya.
Demikian lah Tutur warga desa kuro tidur kecamatan argamakmur yang sangat mengharapkan perhatian pemda daerah bengkulu.


By,,kenon p sipakkar.

Seorang pegusaha Galangan Kapal Jalani Sidang Dugaan Menguasai Hasil Hutan Tampa Dokumen Sah



Salah satu pengusaha Galangan Kapal Kayu (Dok) di Bagansiapiapi, Atong sedang menjalani sidang dugaan penguasaan hasil hutan tanpa dokumen resmi


Skrinews - UJUNG TANJUNG,
Diduga karena mendapat sorotan dari berbagai media, pada sidang kedua kali ini Tong alias Atong (48) selaku pengusaha Dok Kapal Bagansiapi-api, Kabupaten Rohil, akhirnya mengajukan Nota Exsepsi yang dibacakan Penasehat Hukum Terdakwa Daniel Pratama SH, Rabu (23/1/2019) sekira pukul 18.25 Wib.

Sidang di pimpin oleh Hakim Ketua, Faisal SH MH didampingi dua anggota hakim Hanafi Insya SH MH dan Boy Jefri Paulus Sembiring SH dibantu oleh Panitera Harmi Jaya SH, dan bertindak selaku Jaksa Penuntut Umum ( JPU ), Marulitua J Sitanggang SH.

Dalam Sidang Exsepsi yang dibacakan Penasehat Hukum Terdakwa pada intinya menolak seluruh dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang sebelumnya 16 januari 2019.

Saat awak media konfirmasi Kejari Rokan Hilir Gaos Wicaksono SH MH melalui Jaksa Penuntut Umum Marulitua J Sitanggang SH mengatakan tetap pada dakwaan sebelumnya dan akan menanggapi Nota Exsepsi dari Terdakwa .

Dalam Dakwaan Jaksa Penuntut Umum terdakwa Atong alias Tong ditangkap atas dugaan tindak pidana mengangkut, menguasai, atau memiliki hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi surat keterangan sah  diduga melanggar Pasal 83 Ayat 1 huruf b jo Pasal 12 Huruf e UU Nomor 18 Tahun 2013, tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

Sidang dilanjutkan pada Rabu 30 Januari 2019 dengan agenda mendengarkan tanggapan dari Jaksa Penuntut Umum atas nota exsepsi Terdakwa.(Darma)

Perencanaan Pembangunan Kantor Camat Sinaboi Semakin Mantap



Skrinews - SINABOI,
 Perencanaan pembangunan Kantor Camat Sinaboi  akan segera tercapai tahun ini, terlihat Camat Sinaboi didampingi konsultan  mengukur dan mengambar lokasi pembangunan Kantor Camat Sinaboi.

Kantor Camat Sinaboi di rencanakan pembangunanya dilokasi kantor camat yang lama, supaya daerah kepenghuluan Sinaboi semakin berkembang dan maju.

Hal itu diungkapkan Camat Sinaboi T.M Hasyim kepada wartawan Jumat (25/1/19) disaat peninjauan. “Lokasi Pembangunan Kantor Camat ini selain lahannya luas 100×200 meter tanahnya juga bagus dan juga melalui aspirasi dari masyarakat sinaboi supaya dapat membangun Kantor Sinaboi disini agar desa sinaboi ini bertambah maju dan jaya,”terangnya.

Menurut Camat Sinaboi rencana dibangunnya Kantor Camat yang baru ini, dikarenakan kondisi kantor camat yang lama sangat memperhatinkan tidak layak digunakan.

“Bangunan kantor tersebut turun kebawah serta pelapon sudah hancur dikarenakan pondasi tidak kuat, kita takut bangunan ini roboh dan pelaponnya jatuh di kepala bisa berbahaya buat kita,” ujarnya.

Camat juga mengatakan kantor camat yang lama dibangun tahun 2000 dan untuk sementara kantor camat diungsikan di puskesmas Sinaboi yang lama.

“Kami disini baru menumpang selama setahun dan untuk sementara masih disini sebelum Kantor Camat ada. Bangunan kantor camat yang lama itu akan kita hancurkan Bahan- bahan material yang masih bisa dipakai akan digunakan untuk penimbunan atau sebagainya supaya mengirit biaya,” pungkasnya.
(Auzar )

KORAMIL 05 bersama Masyarakat Rimba Melintang Lakukan Goro





Jum'at 25/01/2019 - 14:01:40 WIB.
BAGANSIAPIAPI - skrinews,
Kodim 0321 Rokan Hilir Pada 240830  tanggal 25 Januari 2019 Komandan Koramil 05/Rm Kapten Czi A.Panjaitan beserta anggota melaksanakan goro/jum'at bersih di jalan tani jaya kelurahan Rimba Melintang

Kegiatan yang dilaksanakan penimbunan jalan akses menuju rumah dan kebun masyarakat yang berlubang dan pembersihan jalan dengan tujuan agar akatifitas masyarakat sehari-hari dalam mengelurkan hasil kebun tidak mengalami kendala dan lancar.

Turut hadir mewakili lurah Bapak Thamrin serta Rt bapak Suryadi pada kegiatan jum'at bersih tersebut.

Terpisah Komamda. Satuan unit (DAN UNIT) Kodim 0321 lettu Arh .Iswandi menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan oleh TNI Kodim 0321 Rokan Hilir melalui koramil 05/RM Kapten Czi.A penjaitan beserta angota memang melakukan goro guna untuk menjaga kebersihan tidak juga jiwa raga kita selalu bersih dalam lingkungan juga harus demikian

Maka TNI selalu terdepan dalam segala hal ,dan Sebagai penjaga keamanan NKRI TNI Pun peduli dengan kebersihan seperti yang dilakukan oleh teman teman dikecamatan rimba melintang kabupaten Rokan Hilir ,paoarnya (Auzar )