Oleh : H.Anhar, SE.
----------- Skrinews,
Tengah malam saya berangkat dari Jakarta menuju Pandeglang, Banten. Bersama kolega saya, dua orang kameramen dan dua orang aktivis. Ragam perbincangan selama perjalanan untuk mengusir kantuk.
Kami harus tiba di Banten selambat-lambatnya pukul 06.00, bersiap, dan pukul 07.00 kami sudah harus mengahadiri acara yang diadakan H. Ace Fathoni, konsolidasi tim pemenangan Caleg Partai Berkarya Provinsi Banten dan masyarakat.
Pandeglang berbenah. Ruas jalan-jalan utama kabupaten dipercantik dan poros jalan provinsi diperlebar. Udara masih sangat sejuk. Masyarakatnya menyunggingkan senyum.
Saya hadir di Pandeglang Banten dalam rangka konsolidasi sekaligus sosialisasi program Koprasi yang akan kami dirikan di dua dapil saya, Lebak dan Pandegalang.
Alhamdulilah, Allah dan masyarakat melalui Partai Berkarya memberi kesempatan kepada saya untuk sekali lagi maju menjadi Caleg demi memperjuangkan Aspirasi masyarakat di Senayan, saya maju sebagai kandidat caleg DPR-RI.
Partai Berkarya partai baru dalam wadah kepartaian namun tidak dalam marwah. Partai Berkarya mengusung kembali konsep ekonomi kerakyatan era Soeharto. Konsepnya, semangatnya.
Tentu saja salah satu sub dari konsep ekonomi kerakyatan itu adalah Koprasi. Berdasarkan semangat itulah saya kemudian memfasilitasi tiga kelompok di Pandegalang dan tiga kelompok di Lebak untuk pendirian Koprasi.
Saya meyakini Benteng ekonomi masyarakat desa harus kembali dibentuk dan untuk itu diperlukan kerja nyata. Dan saya bertekad memulainya dari Banten.
Jika kita cermati Desa-desa di berbagai pelosok daerah secara fisik kemajuannya tampak. Berbagai bangunan unit usaha moderan berlebel mart, berdiri di pelosok-pelosok desa sekalipun.
Agaknya kini orang-orang kota tak lagi berlibur ke desa, mereka justru bekerja di desa, modal merekalah yang bekerja lalu berliburnya ke Eropa.
Kemudian bagaimana dengan masyarakat desa itu sendiri?
Sudah siapkah mereka dengan serbuan perusahaan-perusahan bermodal tambun tersebut? Lalu, bagaimana pemerintah melakukan proteksi akan hal itu?
Berkaca pada era kepemimpinan presiden Soeharto, beliau jauh jari telah melakukan antisipasi terhadap kemungkinan serbuan kapitalisme ke desa-desa. Soeharto mendorong berdirinya ribuan KUD (Koprasi Unit Desa) yang pada eranya betul-betul dianak emaskan.
Konsep pak Harto kala itu adalah bagaimana KUD mampu menjadi penopang segala bentuk kegiatan ekonomi masyarakat desa, termasuk pasar riteil yang saat ini dikuasai prusahaan-perusahaan raksasa berlebel mart.
Strategi Pemerintah untuk menghadirkan pengusaha besar di desa dengan memberi izin berdirinya toko-toko riteil moderen tidak bisa dihindarkan, karena hal itu juga merupakan salah satu strategi pemerintah untuk membangun ekonomi masyarakat Desa, karena jika hanya mengandalkan potensi rakyat, jelas lemah dari segi apa pun, terkait modal dan sebagainya.
Kemudian, dengan masifnya riteil moderen tersebut merambah pasar desa, lalu apa kontribusai yang diberikan kepada masyarakat, serta apa saja batasan-batasanya agar masyarakat desa yang masih belum siap tersebut nantinya juga secara bertahap mampu ikut bersaiang?
Pertanyaan ini lah yang harus kita jawab dengan Karya nyata ditengah masyarakat.
Belakangan, kita sudah mulai jarang membicarakan kegiatan Koperasi. Kini hampir diseluruh pelosok Desa kita mulai dikenalkan dengan kata BUMDES, kata yang muncul belakangan ini seolah-olah jadi Oase bagi masyarakat desa.
Uang yang cukup besar ikut digelontorkan pemerintah pusat ke Desa-desa diseluruh pelosok tanah air. Badan Usaha Milik Desa ini memperbolehkan Investor swasta untuk ikut serta dalam kegiatan ekonomi dipedesaan, boleh kita sebut BUMDES merupakan pintu masuk atau karpet merah bagi pengusaha untuk ber investasi di desa-desa di seluruh Indonesia.
Pelaku-pelaku BUMDES diberikan pelatihan bagaimana mengembangkan Ekonomi Pedesaan. Lalu, pertanyaan yang muncul adalah : mau dikemanakan posisi KUD-KUD sebagai pengejawantahan Koperasi sebagai wujud dari Bentuk perekonomian yg di amanahkan Oleh UUD 1945 ?
Akankan suatu saat nanti perekonomian Indonesia berubah haluan menjadi Neoliberal yang dikuasai kapitalis, lalu, sudah siapkan Rakyat kita dipedesaan turut bersaing ? Atau pada akhirnya hanya akan menjadi kuli-kuli pengusaha perkotaan di kampung halaman nya sendiri.
Menjadi kewajiban kita semua dan khusus nya para kader Partai Berkarya untuk turun ke desa desa demi membangkitkan kembali semangat masyarakat untuk membangun KUD-KUD yang secara fakta sudah sangat teruji di era pemerintahan Soeharto dulu.
Masyarakat Serta khususnya Kader Partai Berkarya bisa melakukan inivasi-inivasi baru untuk mengantisipasi sistim ekonomi kapitalis yang sudah merambah ke desa-desa melalui usaha Ritail berbagai bentuk mart-mart yang keuntungan jelas diboyong ke Kota.
Saya teringat seorang kawan saya berselorah : "hanya di Indonesia China bisa menciptakan robot lebih murah dari membuat di negerinya sendiri."
"Selamat datang, selamat berbelanja, tidak sekalian pulsanya?"
Robot seharga Upah Minimum Regional (UMR).
GLOBAL
internasional
Tampilkan postingan dengan label Economy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Economy. Tampilkan semua postingan
suaraindonesia1
-
5/31/2018 10:24:00 PM
WWW.SKRINEWS.COM, Bitung ( 31/05/2018) Pengusaha Butik Ibu Menik Ratna yang bertempat dikawasan komplek perempatan Tinombala, Penggagas KSU Menik Jaya Group, mengadakan pertemuan dengan anggotanya dalam rangka penyuluhan dan pemahaman tentang KSU yang dikelolanya.
Pertemuan tersebut dihadiri Dinas koperasi kota Bitung, yang diwakili Bapak Boni dan ibu lia dari staf Dinas Koperasi Kota Bitung
Dalam penjelasanya, Dinas Koperasi Bitung meyediakan modal usaha untuk para anggota KSU atau UKM dengan pinjaman modal 0%, ini sangat membantu para pelaku usaha khususnya yang bergerak di bidang KSU atau UKM,
Bukan tanpa alasan Dinas Koperasi mencairkan bantuan usaha dengan bunga 0%, karena soko guru atau tiang perekonomian Indonesia berawal dari Koperasi.
KSU Menik Jaya Group dengan beranggotakan 45 orang dari berbagai macam pelaku usaha, dengan tujuan untuk mensejahterakan seluruh anggota KSU yang dikelolanya.
Sementara Itu Mbak Menik(sapaan akrabnya), penggagas KSU Menik Jaya Group mengenalkan koperasi sebagai wadah usaha bersama, dengan tujuan bersama membangun perekonomian Anggota serta berkomitmen meningkatkan perekonomian dikota Bitung khususnya.
" Harapan KSU Menik Jaya Group bisa membawa nama baik Koperasi di Kota Bitung, serta menjadi contoh koperasi-koperesi di Indonesia kususnya Kota Bitung," pungkas Mbak Menik
( Sur )
Pertemuan tersebut dihadiri Dinas koperasi kota Bitung, yang diwakili Bapak Boni dan ibu lia dari staf Dinas Koperasi Kota Bitung
Bukan tanpa alasan Dinas Koperasi mencairkan bantuan usaha dengan bunga 0%, karena soko guru atau tiang perekonomian Indonesia berawal dari Koperasi.
KSU Menik Jaya Group dengan beranggotakan 45 orang dari berbagai macam pelaku usaha, dengan tujuan untuk mensejahterakan seluruh anggota KSU yang dikelolanya.
Sementara Itu Mbak Menik(sapaan akrabnya), penggagas KSU Menik Jaya Group mengenalkan koperasi sebagai wadah usaha bersama, dengan tujuan bersama membangun perekonomian Anggota serta berkomitmen meningkatkan perekonomian dikota Bitung khususnya.
" Harapan KSU Menik Jaya Group bisa membawa nama baik Koperasi di Kota Bitung, serta menjadi contoh koperasi-koperesi di Indonesia kususnya Kota Bitung," pungkas Mbak Menik
( Sur )
suaraindonesia1
-
4/26/2018 01:14:00 PM
WWW.SKRINEWS.COM, Bitung (26/4/2018) – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) meresmikan tempat pemasaran ikan (TPI) higienis di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung, Sulawesi Utara. Selain itu juga memberikan sejumlah bantuan untuk mendukung pengelolaan perikanan tangkap yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Tujuan revitalisasi TPI higienis yang menelan biaya Rp.7,14 miliar adalah guna menjaga kwalitas pasokan produksi perikanan terutama komoditas eksport untuk pasar internasional yang membutuhkan cara penanganan ikan yang baik(CPIB)
TPI higienis ini juga adalah upaya menghapus kesan TPI kotor dan sanitasi yang kurang layak. Hal sebaliknya yang terjadi dengan meningkatnya mutu dan penghasilan bagi para nelayan
Penyerahan bantuan dan peresmian TPI higienis di PPS Bitung ini dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Sjarief Widjaja didampingi oleh anggota Komisi IV DPR RI Mindo Sianipar, Walikota Bitung Mas Jonas Lomban, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara Ronald Soongan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bitung Liesje Macawalang, Direktur Pengawasan Asuransi dan BPJS Kesehatan Otoritas Jasa Keuangan Ahmad Nasrullah, Direktur Perizinan dan Informasi Perbankan Otoritas Jasa Keuangan Ahmad Berlian, Direktur Pelabuhan Perikanan Frits P Lesnussa, Direktur Perizinan dan Kenelayanan Saifuddin, Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung Henry M Batubara, Kepala Cabang Jasindo dan Kepala Wilayah dan Cabang Perbankan di Sulawesi Utara.
Dalam sambutannya, Sjarief menyebutkan TPI higienis ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah untuk mendukung geliat perikanan di Bitung. “Kita ingin menghilangkan citra pelabuhan perikanan yang kumuh dan kotor, ikan harus dikelola dan ditangani dengan baik dan tidak dibiarkan begitu saja di lantai sesuai regulasi internasional,” ujar Sjarief di hadapan ratusan nelayan yang hadir di kawasan dermaga PPS Bitung.
Lebih lanjut Sjarief memaparkan, potensi perikanan di Sulawesi Utara sesuai dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 50/KEPMEN-KP/2017 tentang estimasi, potensi, jumlah tangkapan yang diperbolehkan dan tingkat pemanfaatan Sumber Daya Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) mencapai 1.242.526 ton di WPP 715 dan 597.139 ton di WPP 716.
“Dalam kurun waktu 10 tahun sektor perikanan di Sulawesi Utara tumbuh sebesar 4,6% per tahun yang berarti tetap berkontribusi terhadap perekonomian Sulawesi Utara.Meski pada tahun 2012 sampai 2015 mengalami penurunan, namun berbagai upaya DJPT KKP dengan kehadiran kapal penyangga, kerja sama dengan kapal dan unit pengolahan ikan sejak tahun 2016 produksi perikanan kembali mengalami rebound dan terus naik hingga kini. Data terakhir tahun 2016 tercatat sebesar 302.864 ton, sementara tahun 2015 sebesar 257.774 ton. Pencapaian yang luar biasa, bukan?”, aku Sjarief.
Dalam kesempatan yang sama, KKP juga menyerahkan bantuan kapal perikanan beragam ukuran Tahun 2017 sejumlah 74 unit untuk Provinsi Sulawesi Utara. Kabupaten Bolaang Mongondow Timur 1 unit ukuran 10 GT, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara 5 unit kapal 10 GT dan 18 unit ukuran 5 GT, Kabupaten Minahasa kapal berukuran 10 GT sebanyak 2 unit, ukuran 3 GT sebanyak 18 unit, dan ukuran 5 GT sebanyak 21 unit, Kabupaten Minahasa Selatan mendapat kapal ukuran 10 GT sebanyak 2 unit, dan ukuran 3 GT sebanyak 5 unit, a. Kabupaten Minahasa Tenggara 1 unit kapal perikanan ukuran 20 GT dan 1 unit kapal berbobot 30 GT, sementara Kota Bitung memperoleh 1 unit kapal perikanan berukuran 20 GT.
Sedangkan untuk bantuan alat penangkapan ikan ramah lingkungan di Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2017 sejumlah 33 paket berupa rawai dasar 1000 mata pancing, gillnet permukaan dan handline Tipe mata 3. Sebaran bantuan alat penangkapan ikan ini untuk Kota Bitung sebanyak 1 paket rawai Dasar 1000 mata pancing, Kabupaten Minahasa, sebanyak 9 paket rawai dasar 1000 mata pancing dan Kabupaten Sangihe sebanyak 3 paket gillnet permukaan dan 20 handline tipe mata 3.
“Bantuan ini merupakan bukti nyata pemerintah dan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya peningkatan kesejahteraan nelayan. Tidak hanya menyentuh satu sisi saja, melainkan menyeluruh. Di samping kapal perikanan dan alat penangkapan ikan, pemerintah juga memberikan bantuan permodalan nelayan serta perlindungan nelayan melalui premi asuransi nelayan,” lanjutnya.
Pemerintah juga memberikan bantuan premi asuransi nelayan yang telah mencapai target 500.000 nelayan pada tahun 2017. Untuk nelayan di Provinsi Sulawesi Utara, sebanyak 22.043 nelayan pada tahun 2017 telah mendapatkan bantuan premi asuransi nelayan dengan nilai total premi Rp. 3,85 miliar sedangkan di Kota Bitung sebanyak 3.020 orang dengan total premi Rp. 528,5 juta.
Data klaim (per tanggal 16 April 2018) pada tahun 2016 di Provinsi Sulawesi Utara sebanyak 75 klaim dengan total nilai sebesar Rp. 6,4 miliar. Sedangkan kota Bitung sebanyak 20 klaim dengan nilai klaim sebesar Rp 1,78 Miliar. Sementara data klaim pada tahun 2017 untuk provinsi Sulawesi Utara sebesar Rp 2,11 Miliar dengan 43 klaim dan khusus di Kota Bitung terdiri dari 8 klaim sebesar Rp 195,1 juta.
“Besaran manfaat santunan asuransi nelayan akibat kecelakaan aktivitas penangkapan ikan hingga Rp 200 juta apabila meninggal dunia, Rp 100 juta apabila mengalami cacat tetap dan Rp 20 juta untuk biaya pengobatan. Sedangkan jaminan santunan kecelakaan akibat selain aktivitas penangkapan ikan Rp 160 juta apabila meninggal dunia, cacat tetap Rp 100 juta dan biaya pengobatan Rp 20 juta,” jelas Sjarief.
Di saat yang bersamaan, DJPT KKP juga menggandeng perbankan melalui Bank BRI dan Bank Mandiriuntuk fasilitasi pendanaan nelayan melalui gerai permodalan nelayan. Pemerintah senantiasa memberikan fasilitasi untuk membantu dan mempermudah akses permodalan nelayan dengan perbankan. Tercatat nilai realisasi kredit pada tahun 2017 untuk Sulawesi Utara sebesar Rp 144,19 miliar dengan jumlah 3.733 debitur.
“Saya sangat berharap, bantuan dari pemerintah ini dapat digunakan secara optimal oleh nelayan untuk mendukung dan memajukan usaha nelayan yang berkelanjutan. Terima kasih tak terhingga untuk saudaraku para nelayan untuk kita semua yang telah menjaga segala sumber daya ciptaan Tuhan untuk diolah dengan sebaik-baiknya serta menjauhi praktek penangkapan ikan yang ilegal dan merusak. Tanpa nelayan tidak mungkin kita dapat menikmati ikan sebagai sumber protein hewani yang menyehatkan dan mencerdaskan. Jaya terus nelayan Indonesia!” tandas Sjarief.
(Tzr)
Tujuan revitalisasi TPI higienis yang menelan biaya Rp.7,14 miliar adalah guna menjaga kwalitas pasokan produksi perikanan terutama komoditas eksport untuk pasar internasional yang membutuhkan cara penanganan ikan yang baik(CPIB)
TPI higienis ini juga adalah upaya menghapus kesan TPI kotor dan sanitasi yang kurang layak. Hal sebaliknya yang terjadi dengan meningkatnya mutu dan penghasilan bagi para nelayan
Penyerahan bantuan dan peresmian TPI higienis di PPS Bitung ini dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Sjarief Widjaja didampingi oleh anggota Komisi IV DPR RI Mindo Sianipar, Walikota Bitung Mas Jonas Lomban, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara Ronald Soongan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bitung Liesje Macawalang, Direktur Pengawasan Asuransi dan BPJS Kesehatan Otoritas Jasa Keuangan Ahmad Nasrullah, Direktur Perizinan dan Informasi Perbankan Otoritas Jasa Keuangan Ahmad Berlian, Direktur Pelabuhan Perikanan Frits P Lesnussa, Direktur Perizinan dan Kenelayanan Saifuddin, Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung Henry M Batubara, Kepala Cabang Jasindo dan Kepala Wilayah dan Cabang Perbankan di Sulawesi Utara.
Dalam sambutannya, Sjarief menyebutkan TPI higienis ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah untuk mendukung geliat perikanan di Bitung. “Kita ingin menghilangkan citra pelabuhan perikanan yang kumuh dan kotor, ikan harus dikelola dan ditangani dengan baik dan tidak dibiarkan begitu saja di lantai sesuai regulasi internasional,” ujar Sjarief di hadapan ratusan nelayan yang hadir di kawasan dermaga PPS Bitung.
Lebih lanjut Sjarief memaparkan, potensi perikanan di Sulawesi Utara sesuai dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 50/KEPMEN-KP/2017 tentang estimasi, potensi, jumlah tangkapan yang diperbolehkan dan tingkat pemanfaatan Sumber Daya Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) mencapai 1.242.526 ton di WPP 715 dan 597.139 ton di WPP 716.
“Dalam kurun waktu 10 tahun sektor perikanan di Sulawesi Utara tumbuh sebesar 4,6% per tahun yang berarti tetap berkontribusi terhadap perekonomian Sulawesi Utara.Meski pada tahun 2012 sampai 2015 mengalami penurunan, namun berbagai upaya DJPT KKP dengan kehadiran kapal penyangga, kerja sama dengan kapal dan unit pengolahan ikan sejak tahun 2016 produksi perikanan kembali mengalami rebound dan terus naik hingga kini. Data terakhir tahun 2016 tercatat sebesar 302.864 ton, sementara tahun 2015 sebesar 257.774 ton. Pencapaian yang luar biasa, bukan?”, aku Sjarief.
Dalam kesempatan yang sama, KKP juga menyerahkan bantuan kapal perikanan beragam ukuran Tahun 2017 sejumlah 74 unit untuk Provinsi Sulawesi Utara. Kabupaten Bolaang Mongondow Timur 1 unit ukuran 10 GT, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara 5 unit kapal 10 GT dan 18 unit ukuran 5 GT, Kabupaten Minahasa kapal berukuran 10 GT sebanyak 2 unit, ukuran 3 GT sebanyak 18 unit, dan ukuran 5 GT sebanyak 21 unit, Kabupaten Minahasa Selatan mendapat kapal ukuran 10 GT sebanyak 2 unit, dan ukuran 3 GT sebanyak 5 unit, a. Kabupaten Minahasa Tenggara 1 unit kapal perikanan ukuran 20 GT dan 1 unit kapal berbobot 30 GT, sementara Kota Bitung memperoleh 1 unit kapal perikanan berukuran 20 GT.
Sedangkan untuk bantuan alat penangkapan ikan ramah lingkungan di Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2017 sejumlah 33 paket berupa rawai dasar 1000 mata pancing, gillnet permukaan dan handline Tipe mata 3. Sebaran bantuan alat penangkapan ikan ini untuk Kota Bitung sebanyak 1 paket rawai Dasar 1000 mata pancing, Kabupaten Minahasa, sebanyak 9 paket rawai dasar 1000 mata pancing dan Kabupaten Sangihe sebanyak 3 paket gillnet permukaan dan 20 handline tipe mata 3.
“Bantuan ini merupakan bukti nyata pemerintah dan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya peningkatan kesejahteraan nelayan. Tidak hanya menyentuh satu sisi saja, melainkan menyeluruh. Di samping kapal perikanan dan alat penangkapan ikan, pemerintah juga memberikan bantuan permodalan nelayan serta perlindungan nelayan melalui premi asuransi nelayan,” lanjutnya.
Pemerintah juga memberikan bantuan premi asuransi nelayan yang telah mencapai target 500.000 nelayan pada tahun 2017. Untuk nelayan di Provinsi Sulawesi Utara, sebanyak 22.043 nelayan pada tahun 2017 telah mendapatkan bantuan premi asuransi nelayan dengan nilai total premi Rp. 3,85 miliar sedangkan di Kota Bitung sebanyak 3.020 orang dengan total premi Rp. 528,5 juta.
Data klaim (per tanggal 16 April 2018) pada tahun 2016 di Provinsi Sulawesi Utara sebanyak 75 klaim dengan total nilai sebesar Rp. 6,4 miliar. Sedangkan kota Bitung sebanyak 20 klaim dengan nilai klaim sebesar Rp 1,78 Miliar. Sementara data klaim pada tahun 2017 untuk provinsi Sulawesi Utara sebesar Rp 2,11 Miliar dengan 43 klaim dan khusus di Kota Bitung terdiri dari 8 klaim sebesar Rp 195,1 juta.
“Besaran manfaat santunan asuransi nelayan akibat kecelakaan aktivitas penangkapan ikan hingga Rp 200 juta apabila meninggal dunia, Rp 100 juta apabila mengalami cacat tetap dan Rp 20 juta untuk biaya pengobatan. Sedangkan jaminan santunan kecelakaan akibat selain aktivitas penangkapan ikan Rp 160 juta apabila meninggal dunia, cacat tetap Rp 100 juta dan biaya pengobatan Rp 20 juta,” jelas Sjarief.
Di saat yang bersamaan, DJPT KKP juga menggandeng perbankan melalui Bank BRI dan Bank Mandiriuntuk fasilitasi pendanaan nelayan melalui gerai permodalan nelayan. Pemerintah senantiasa memberikan fasilitasi untuk membantu dan mempermudah akses permodalan nelayan dengan perbankan. Tercatat nilai realisasi kredit pada tahun 2017 untuk Sulawesi Utara sebesar Rp 144,19 miliar dengan jumlah 3.733 debitur.
“Saya sangat berharap, bantuan dari pemerintah ini dapat digunakan secara optimal oleh nelayan untuk mendukung dan memajukan usaha nelayan yang berkelanjutan. Terima kasih tak terhingga untuk saudaraku para nelayan untuk kita semua yang telah menjaga segala sumber daya ciptaan Tuhan untuk diolah dengan sebaik-baiknya serta menjauhi praktek penangkapan ikan yang ilegal dan merusak. Tanpa nelayan tidak mungkin kita dapat menikmati ikan sebagai sumber protein hewani yang menyehatkan dan mencerdaskan. Jaya terus nelayan Indonesia!” tandas Sjarief.
(Tzr)
suaraindonesia1
-
4/21/2018 01:08:00 PM
Skrinews - Palu,
Kementerian Perindustrian aktif memacu tumbuhnya wirausaha industri baru khususnya dari kalangan generasi muda. Pasalnya, ketahanan ekonomi nasional semakin kuat apabila jumlah pengusaha yang dimiliki tambah banyak. Hal ini disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat memberikan kuliah umum di Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (20/4).
“Untuk itu, kami mendorong kepada para mahasiswa agar berwirausaha sejak duduk di bangku kuliah,” ujarnya. Menperin tidak ingin generasi muda Indonesia yang sudah selesai mengenyam pendidikan, hanya banyak yang bekerja sebagai karyawan apalagi menjadi pengangguran.
Menurut Airlangga, tumbuhnya wirausaha atau pelaku industri dapat membawa efek berantai terhadap perekonomian seperti peningkatan pada penyerapan tenaga kerja. “Maka itu, kunci utama untuk jadi entrepreneur sukses ada dua, yaitu pintar dan perbanyak pertemanan,” ungkapnya.
Menperin pun memberikan tantangan kepada mahasiswa Universitas Tadulako yang hadir dalam kuliah umum tersebut. Bagi mereka yang belum memiliki usaha, tahun depan harus sudah bisa jadi pebisnis muda. “Tahun depan, saya akan ke sini lagi. Saya tagih dengan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, apakah adik-adik sudah berwirausaha atau belum,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, salah satu mahasiswa jurusan manajemen bernama Kudrat Sumaga bertanya kepada Menperin, “Apa saja yang akan diberikan dari Kemenperin untuk pengembangan industri kecil dan menengah (IKM)? Sebab, kendala pelaku usaha di daerah, seperti di Palu ini adalah salah satunya mengenai pemasaran dan pengemasan produk yang mereka buat,” ucapnya.
Menperin menjawab, guna mendongkrak produktivitas dan daya saing IKM nasional, pihaknya melalui Ditjen IKM telah menjalankan program pelatihan dan konsultasi terkait pengembangan desain kemasan produk serta merek. Sampaitahun 2017, telah difasilitasi 6.998 desain kemasan dan 7.396 desain merek serta bantuan dalam bentuk kemasan cetak yang diberikan kepada 351 IKM.
“Selanjutnya, kami telah memiliki program e-Smart IKM untuk memperluas pasar bagi produk IKM lokal. Dalam hal ini, kami bekerja sama dengan beberapa marketplace dalam negeri. Ada juga workshop-nya,” kata Airlangga. Selain itu, Kemenperin telah memfasilitasi pemberian mesin dan alat produksi IKM serta perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, Kemenperin diberi target untuk menumbuhkan sebanyak 20.000 wirausaha baruhingga akhir tahun 2019. “Jumlah pengusaha di Indonesia naik mencapai 3,4 persendi tahun 2017. Angka ini cukup baikkarena telah melebihi standar nasional sebesar 2 persen,” ungkap Airlangga.
Lahirkan wirausaha digital
Dengan masuknya era Industri 4.0, generasi muda juga dituntut agar melek dengan perkembangan teknologi terkini. “Kami berharap akan semakin banyak melahirkan wirausaha industri digital atau startup,” tutur Menperin. Upaya ini sejalan dengan target pemerintah untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020.
Airlangga optimistis, sasaran tersebut bisa tercapai, karena saat ini jumlah pengguna internet di Tanah Air sudah mencapai 143 juta orang. Ini merupakan sebuah potensi pasar yang besar. Oleh sebab itu, generasi milenial memiliki peranan penting lantaran merekalah pengguna dominan dari teknologi yang menjadi ciri khas revolusi industri keempat, yaitu internet.
Terlebih lagi, hingga tahun 2045 nanti Indonesia memiliki bonus demografi atau masa di mana jumlah penduduk usia muda lebih banyak daripada penduduk usia tua. “Sampai 15 tahun ke depan, kita masih punya bonus demografi. Ini merupakan masa emas bagi Indonesia untuk juga menjadi 10 negara dengan perekonomian terbesar di dunia pada tahun 2030,” imbuhnya.
Kemenperintelah memfasilitasi melalui pembangunan gedung inkubasi bagi para pelaku usaha rintisan (startup), antara lain di Bandung Techno Park,Bali Creative Industry Center (BCIC) atau TohpaTI Center, Incubator Business Center di Semarang, Makassar Technopark, dan Pusat Desain Ponsel di Batam.
“Kami juga bersama pihak swasta mendorong pengembangan Nongsa Digital Park di Batam. Selain itu, Apple membangun innovation center di BSD,” ujar Airlangga. Sarana-sarana tersebut menjadi basisinovasi dankreativitas bagi paraputra-putri Indonesia yang ingin mengembangkan software, web, aplikasi, film dan animasi, serta program-program digital lainnya.
Untuk itu, Menperin meminta kepada generasi milenial Indonesia agar bisa menguasai bahasa Inggris, statistik, dan koding. “Materi ini bisa dipelajari dalam kurun enam bulan, dan Indonesia siap menjadi solusi dalam digital ekonomi,” tegasnya.
Menperin yakin, Indonesia mampu menumbuhkan lagi unicorn atau perusahaan startup yang memiliki valuasi di atas USD1 miliar. Saat ini, diASEAN ada sekitar tujuh unicorn. Empat di antaranya dariIndonesia, yakni Bukalapak, Traveloka, Tokopedia, dan Gojek.
“Saat ini, peluang bisnis semakin terbuka dengan adanya berbagai marketplace, seperti Bukalapak dan Tokopedia. Dahulu para founder marketplace yang ada di Indonesia itu memulai usaha sejak mereka duduk di bangku kuliah,” kata Airlangga.
Menperin mengaku sangat senang apabila bertemu dan berdiskusi dengan para mahasiswa selaku generasi muda. “Mereka adalah talent kita untuk masa depan Indonesia. Berkumpul bersama mereka, juga membuat saya merasa jadi muda,” ungkapnya.
Pacu pertumbuhan ekonomi
Di hadapan mahasiswa Universitas Tadulako, Airlangga sempat memaparkan tentang kesuksesan salah satu kabupaten di Sulawesi Tengah, yakni Morowali. Di wilayah tersebut, saat ini memiliki pertumbuhan ekonomi yang meningkat pesat.
“Pertumbuhan di Morowali mencapai 60 persen atau 12 kali dari pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini karena ditopang oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan industri Morowali. Jadi, ada nilai tambah yang tinggi. Kita punya tambang nikel yang diolah menjadi stainless steel,” ujar Menperin.
Industri smelter nikel di Morowali telah dikenal hingga mancanegara dengan kualitas produknya nomor satu di Asia Tenggara. Untuk itu, Airlangga berharap, generasi muda ikut berperan dalam memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Kami mendorong agar mahasiswa menyiapkan diri menjadi pemimpin di masa depan dengan aspirasi Industri 4.0 sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0,” tuturnya. Kemenperin telah membangun Politeknik Industri Logam Morowali agar menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten sesuai kebutuhan industri di kawasan tersebut, sehingga mudah melakukan penyerapan tenaga kerja.
“Kami berharap juga para mahasiswa Universitas Tadulako dapat menjadi entrepreneur yang mengisi KEK Palu, terutama usaha yang berbasis furnitur karena kami telah membangun Pusat Inovasi Rotan Nasional (PIRNas),” terang Airlangga.
(Awd)
Kementerian Perindustrian aktif memacu tumbuhnya wirausaha industri baru khususnya dari kalangan generasi muda. Pasalnya, ketahanan ekonomi nasional semakin kuat apabila jumlah pengusaha yang dimiliki tambah banyak. Hal ini disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat memberikan kuliah umum di Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (20/4).
“Untuk itu, kami mendorong kepada para mahasiswa agar berwirausaha sejak duduk di bangku kuliah,” ujarnya. Menperin tidak ingin generasi muda Indonesia yang sudah selesai mengenyam pendidikan, hanya banyak yang bekerja sebagai karyawan apalagi menjadi pengangguran.
Menurut Airlangga, tumbuhnya wirausaha atau pelaku industri dapat membawa efek berantai terhadap perekonomian seperti peningkatan pada penyerapan tenaga kerja. “Maka itu, kunci utama untuk jadi entrepreneur sukses ada dua, yaitu pintar dan perbanyak pertemanan,” ungkapnya.
Menperin pun memberikan tantangan kepada mahasiswa Universitas Tadulako yang hadir dalam kuliah umum tersebut. Bagi mereka yang belum memiliki usaha, tahun depan harus sudah bisa jadi pebisnis muda. “Tahun depan, saya akan ke sini lagi. Saya tagih dengan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, apakah adik-adik sudah berwirausaha atau belum,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, salah satu mahasiswa jurusan manajemen bernama Kudrat Sumaga bertanya kepada Menperin, “Apa saja yang akan diberikan dari Kemenperin untuk pengembangan industri kecil dan menengah (IKM)? Sebab, kendala pelaku usaha di daerah, seperti di Palu ini adalah salah satunya mengenai pemasaran dan pengemasan produk yang mereka buat,” ucapnya.
Menperin menjawab, guna mendongkrak produktivitas dan daya saing IKM nasional, pihaknya melalui Ditjen IKM telah menjalankan program pelatihan dan konsultasi terkait pengembangan desain kemasan produk serta merek. Sampaitahun 2017, telah difasilitasi 6.998 desain kemasan dan 7.396 desain merek serta bantuan dalam bentuk kemasan cetak yang diberikan kepada 351 IKM.
“Selanjutnya, kami telah memiliki program e-Smart IKM untuk memperluas pasar bagi produk IKM lokal. Dalam hal ini, kami bekerja sama dengan beberapa marketplace dalam negeri. Ada juga workshop-nya,” kata Airlangga. Selain itu, Kemenperin telah memfasilitasi pemberian mesin dan alat produksi IKM serta perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, Kemenperin diberi target untuk menumbuhkan sebanyak 20.000 wirausaha baruhingga akhir tahun 2019. “Jumlah pengusaha di Indonesia naik mencapai 3,4 persendi tahun 2017. Angka ini cukup baikkarena telah melebihi standar nasional sebesar 2 persen,” ungkap Airlangga.
Lahirkan wirausaha digital
Dengan masuknya era Industri 4.0, generasi muda juga dituntut agar melek dengan perkembangan teknologi terkini. “Kami berharap akan semakin banyak melahirkan wirausaha industri digital atau startup,” tutur Menperin. Upaya ini sejalan dengan target pemerintah untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020.
Airlangga optimistis, sasaran tersebut bisa tercapai, karena saat ini jumlah pengguna internet di Tanah Air sudah mencapai 143 juta orang. Ini merupakan sebuah potensi pasar yang besar. Oleh sebab itu, generasi milenial memiliki peranan penting lantaran merekalah pengguna dominan dari teknologi yang menjadi ciri khas revolusi industri keempat, yaitu internet.
Terlebih lagi, hingga tahun 2045 nanti Indonesia memiliki bonus demografi atau masa di mana jumlah penduduk usia muda lebih banyak daripada penduduk usia tua. “Sampai 15 tahun ke depan, kita masih punya bonus demografi. Ini merupakan masa emas bagi Indonesia untuk juga menjadi 10 negara dengan perekonomian terbesar di dunia pada tahun 2030,” imbuhnya.
Kemenperintelah memfasilitasi melalui pembangunan gedung inkubasi bagi para pelaku usaha rintisan (startup), antara lain di Bandung Techno Park,Bali Creative Industry Center (BCIC) atau TohpaTI Center, Incubator Business Center di Semarang, Makassar Technopark, dan Pusat Desain Ponsel di Batam.
“Kami juga bersama pihak swasta mendorong pengembangan Nongsa Digital Park di Batam. Selain itu, Apple membangun innovation center di BSD,” ujar Airlangga. Sarana-sarana tersebut menjadi basisinovasi dankreativitas bagi paraputra-putri Indonesia yang ingin mengembangkan software, web, aplikasi, film dan animasi, serta program-program digital lainnya.
Untuk itu, Menperin meminta kepada generasi milenial Indonesia agar bisa menguasai bahasa Inggris, statistik, dan koding. “Materi ini bisa dipelajari dalam kurun enam bulan, dan Indonesia siap menjadi solusi dalam digital ekonomi,” tegasnya.
Menperin yakin, Indonesia mampu menumbuhkan lagi unicorn atau perusahaan startup yang memiliki valuasi di atas USD1 miliar. Saat ini, diASEAN ada sekitar tujuh unicorn. Empat di antaranya dariIndonesia, yakni Bukalapak, Traveloka, Tokopedia, dan Gojek.
“Saat ini, peluang bisnis semakin terbuka dengan adanya berbagai marketplace, seperti Bukalapak dan Tokopedia. Dahulu para founder marketplace yang ada di Indonesia itu memulai usaha sejak mereka duduk di bangku kuliah,” kata Airlangga.
Menperin mengaku sangat senang apabila bertemu dan berdiskusi dengan para mahasiswa selaku generasi muda. “Mereka adalah talent kita untuk masa depan Indonesia. Berkumpul bersama mereka, juga membuat saya merasa jadi muda,” ungkapnya.
Pacu pertumbuhan ekonomi
Di hadapan mahasiswa Universitas Tadulako, Airlangga sempat memaparkan tentang kesuksesan salah satu kabupaten di Sulawesi Tengah, yakni Morowali. Di wilayah tersebut, saat ini memiliki pertumbuhan ekonomi yang meningkat pesat.
“Pertumbuhan di Morowali mencapai 60 persen atau 12 kali dari pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini karena ditopang oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan industri Morowali. Jadi, ada nilai tambah yang tinggi. Kita punya tambang nikel yang diolah menjadi stainless steel,” ujar Menperin.
Industri smelter nikel di Morowali telah dikenal hingga mancanegara dengan kualitas produknya nomor satu di Asia Tenggara. Untuk itu, Airlangga berharap, generasi muda ikut berperan dalam memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Kami mendorong agar mahasiswa menyiapkan diri menjadi pemimpin di masa depan dengan aspirasi Industri 4.0 sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0,” tuturnya. Kemenperin telah membangun Politeknik Industri Logam Morowali agar menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten sesuai kebutuhan industri di kawasan tersebut, sehingga mudah melakukan penyerapan tenaga kerja.
“Kami berharap juga para mahasiswa Universitas Tadulako dapat menjadi entrepreneur yang mengisi KEK Palu, terutama usaha yang berbasis furnitur karena kami telah membangun Pusat Inovasi Rotan Nasional (PIRNas),” terang Airlangga.
(Awd)
suaraindonesia1
-
3/15/2018 05:35:00 PM
Skrinews - Jakarta,
Perbankan Indonesia harus mampu mencari dan menyiapkan inovasi-inovasi terkini yang dapat memajukan dunia perbankan nasional karena persaingan bisa datang dari mana saja, tidak hanya dari perbankan. Itulah salah satu poin penting yang disampaikan Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan sejumlah pimpinan bank umum di Indonesia pada Kamis, 15 Maret 2018, di Istana Negara, Jakarta.
Di hadapan para pimpinan perbankan se-Indonesia itu, Kepala Negara meminta mereka untuk tidak berdiam diri terhadap perubahan-perubahan yang begitu cepat terjadi. Ia mencontohkan sebuah perubahan drastis yang terjadi di Tiongkok beberapa waktu terakhir.
"Di Tiongkok, tahun 2013, diam-diam Alibaba meluncurkan sebuah produk tabungan. Saya kira pada tahu namanya Yu'e Bao. Saat itu bank-bank konvensional di sana tenang-tenang saja," ujarnya.
Alibaba selama ini dikenal sebagai sebuah perusahaan _e-commerce_ terbesar di Tiongkok. Sebagaimana penjelasan Presiden, perusahaan yang didirikan oleh Jack Ma tersebut kemudian menjejakkan kakinya dalam industri perbankan.
Tak butuh waktu lama bagi Yu'e Bao untuk berkembang pesat. Hanya butuh waktu sekitar empat tahun baginya untuk mengungguli kompetitornya di sana.
"Dalam waktu yang hanya empat tahun, Yu'e Bao melejit dan sekarang menjadi produk tabungan terbesar di dunia," kata Presiden.
Di tahun 2017 lalu, Yu'e Bao mengelola dana sekitar USD160 miliar. Jumlah tersebut bahkan melampaui perusahaan perbankan J.P. Morgan & Co. yang "hanya" mengelola USD150 miliar.
"Hati-hati dengan fenomena-fenomena seperti ini. Inilah hal-hal yang perlu terus kita ikuti perubahan teknologi itu. Terkadang setiap hari kita terkaget dengan perubahan yang cepat," sambungnya.
Presiden mengungkap apa yang sebenarnya menjadi kunci sukses dari Alibaba di sektor perbankan tersebut. Pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan perkembangan zaman serta integrasi dengan produk lain yang semakin memudahkan merupakan kunci yang ia maksud.
"Alibaba memasukkan Yu'e Bao langsung ke dalam aplikasi _mobile_-nya dan diintegrasikan dengan yang namanya Alipay, sistem pembayaran Alibaba. Begitu terintegrasi langsung melejit," tuturnya.
Jakarta, 15 Maret 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden
Bey Machmudin
Perbankan Indonesia harus mampu mencari dan menyiapkan inovasi-inovasi terkini yang dapat memajukan dunia perbankan nasional karena persaingan bisa datang dari mana saja, tidak hanya dari perbankan. Itulah salah satu poin penting yang disampaikan Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan sejumlah pimpinan bank umum di Indonesia pada Kamis, 15 Maret 2018, di Istana Negara, Jakarta.
Di hadapan para pimpinan perbankan se-Indonesia itu, Kepala Negara meminta mereka untuk tidak berdiam diri terhadap perubahan-perubahan yang begitu cepat terjadi. Ia mencontohkan sebuah perubahan drastis yang terjadi di Tiongkok beberapa waktu terakhir.
"Di Tiongkok, tahun 2013, diam-diam Alibaba meluncurkan sebuah produk tabungan. Saya kira pada tahu namanya Yu'e Bao. Saat itu bank-bank konvensional di sana tenang-tenang saja," ujarnya.
Alibaba selama ini dikenal sebagai sebuah perusahaan _e-commerce_ terbesar di Tiongkok. Sebagaimana penjelasan Presiden, perusahaan yang didirikan oleh Jack Ma tersebut kemudian menjejakkan kakinya dalam industri perbankan.
Tak butuh waktu lama bagi Yu'e Bao untuk berkembang pesat. Hanya butuh waktu sekitar empat tahun baginya untuk mengungguli kompetitornya di sana.
"Dalam waktu yang hanya empat tahun, Yu'e Bao melejit dan sekarang menjadi produk tabungan terbesar di dunia," kata Presiden.
Di tahun 2017 lalu, Yu'e Bao mengelola dana sekitar USD160 miliar. Jumlah tersebut bahkan melampaui perusahaan perbankan J.P. Morgan & Co. yang "hanya" mengelola USD150 miliar.
"Hati-hati dengan fenomena-fenomena seperti ini. Inilah hal-hal yang perlu terus kita ikuti perubahan teknologi itu. Terkadang setiap hari kita terkaget dengan perubahan yang cepat," sambungnya.
Presiden mengungkap apa yang sebenarnya menjadi kunci sukses dari Alibaba di sektor perbankan tersebut. Pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan perkembangan zaman serta integrasi dengan produk lain yang semakin memudahkan merupakan kunci yang ia maksud.
"Alibaba memasukkan Yu'e Bao langsung ke dalam aplikasi _mobile_-nya dan diintegrasikan dengan yang namanya Alipay, sistem pembayaran Alibaba. Begitu terintegrasi langsung melejit," tuturnya.
Jakarta, 15 Maret 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden
Bey Machmudin
suaraindonesia1
-
2/10/2018 09:15:00 AM
SKRINEWS.COM,Bitung sabtu
Tgl 10-02-2018.berada di tempat kerja Bapak Sapiing Palakua (bang tago), dalam beraktifitas sehari-hari sebagai salahsatu penanggung jawab di permata Swalayan yang ada di kota Bitung, sekaligus Ketua Umum Barisan Solidaritas Muslim (BSM) Indonesia yang bertempat di Sulawesi Utara. Kunjunggan SKRINEWS, Untuk menggali informasi rencana kegiatan Halal Expo yang akan di selenggarakan oleh BSM."acara yang mengangkat tema "Meningkatkan Daya Saing Produk Indonesia Melalui Sertifikasi Halal" dan kegiatan tersebut akan digelar selama 10 hari, pada bulan maret 2018, bertempat di halaman Masjid Agung Nurul Huda Kota Bitung". Ucap bang Tago.
Rangkaian kegiatan pada Halal expo tahun ini, selain pameran produk halal, akan di selenggarakan juga seminar konsumen yang melibatkan para pengusaha makanan dan minuman, serta penampilan group nasyid, qasidah dan bazzar produk islam.
lanjutnya dan apa yg direncanakan BSM bisa berjalan degan baik dan di dukung oleh lapisan masyarakat muslim Kota Bitung dan pemerintah setempat, kata bang Tago.
(Adi Sayuri)
Tgl 10-02-2018.berada di tempat kerja Bapak Sapiing Palakua (bang tago), dalam beraktifitas sehari-hari sebagai salahsatu penanggung jawab di permata Swalayan yang ada di kota Bitung, sekaligus Ketua Umum Barisan Solidaritas Muslim (BSM) Indonesia yang bertempat di Sulawesi Utara. Kunjunggan SKRINEWS, Untuk menggali informasi rencana kegiatan Halal Expo yang akan di selenggarakan oleh BSM."acara yang mengangkat tema "Meningkatkan Daya Saing Produk Indonesia Melalui Sertifikasi Halal" dan kegiatan tersebut akan digelar selama 10 hari, pada bulan maret 2018, bertempat di halaman Masjid Agung Nurul Huda Kota Bitung". Ucap bang Tago.
Rangkaian kegiatan pada Halal expo tahun ini, selain pameran produk halal, akan di selenggarakan juga seminar konsumen yang melibatkan para pengusaha makanan dan minuman, serta penampilan group nasyid, qasidah dan bazzar produk islam.
lanjutnya dan apa yg direncanakan BSM bisa berjalan degan baik dan di dukung oleh lapisan masyarakat muslim Kota Bitung dan pemerintah setempat, kata bang Tago.
(Adi Sayuri)
suaraindonesia1
-
11/16/2017 10:17:00 PM
Skrinews.com, Bogor- Setelah menanda tangani Kesepakatan Kerja sama dengan Bank Woori Bersaudara TBk., beberapa bulan lalu, Koperasi Sentosa hari ini Kamis 16/11/2017 kembali menandatangi kesepakatan kerjasama (MOU) dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., di Bogor, Jawa Barat. MOU tersebut di tanda tangai oleh Mohammad Adil, Ketua Koperasi Sentosa dan Edi Prawaskita, selalu Pemimpin BRI Cabang Bogor.
Diddy Budiono selaku Sekretaris Koperasi Sentosa mengatakan, pihak nya telah menanda tangani kesepakatan kerjasama dengan pihak Bank BRI, dalam hal Pemberian Kredit bagi para Pensiunan. Dengan demikian akan memudahkan para pensiunan untuk mendapatkan fasilitas pinjaman.
Kami akan segera memperkuat tim distribusi khusus yg menangani kredit pensiun terkait kerjasama ini agar target yg telah ditetapkan dapat diraih.
Di sisi lain, Mohammad Adil, Ketua Koperasi Sentosa mengatakan, kami berkomitmen untuk melaksanakan butir-butir MOU sesuai dengan kesepakatan dan meningkatkan kerjasama di bidang lain selain kredit pensiun seperti payment point pulsa, pln, ticketing dan lain lain, juga produk-produk Bank BRI, lainnya.
Sebagai mitra kantor bayar dari BRI, ini adalah suatu langkah awal untuk pengembangan bisnis, mengingat potensi yang besar dari para pensiunan yang ada secara nasional. Adil berharap, sinergi ini dapat mendukung rencana bisnis dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. juga rencana strategis Koperasi Sentosa.
Penulis : Witra
Editor : andre
Diddy Budiono selaku Sekretaris Koperasi Sentosa mengatakan, pihak nya telah menanda tangani kesepakatan kerjasama dengan pihak Bank BRI, dalam hal Pemberian Kredit bagi para Pensiunan. Dengan demikian akan memudahkan para pensiunan untuk mendapatkan fasilitas pinjaman.
Kami akan segera memperkuat tim distribusi khusus yg menangani kredit pensiun terkait kerjasama ini agar target yg telah ditetapkan dapat diraih.
Di sisi lain, Mohammad Adil, Ketua Koperasi Sentosa mengatakan, kami berkomitmen untuk melaksanakan butir-butir MOU sesuai dengan kesepakatan dan meningkatkan kerjasama di bidang lain selain kredit pensiun seperti payment point pulsa, pln, ticketing dan lain lain, juga produk-produk Bank BRI, lainnya.
Sebagai mitra kantor bayar dari BRI, ini adalah suatu langkah awal untuk pengembangan bisnis, mengingat potensi yang besar dari para pensiunan yang ada secara nasional. Adil berharap, sinergi ini dapat mendukung rencana bisnis dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. juga rencana strategis Koperasi Sentosa.
Penulis : Witra
Editor : andre
suaraindonesia1
-
10/24/2017 05:32:00 PM
SKRINWS.COM Jakarta- Setelah Ramayana dan Matahari
Departemen Store, giliran Lotus Departemen Store akan menutup gerainya
di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, bulan ini.
Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan pemerintah tidak
akan tinggal diam melihat gerai-gerai ritel berjatuhan. Ia akan mencari
tahu penyebab di balik tutupnya gerai Lotus Thamrin tersebut.
"Kami akan terus memonitor perubahan dari perekonomian
apakah diakibatkan suatu era digitalisasi," ujar Sri Mulyani di Jakarta,
Selasa (24/10/2017).
Menurut Sri Mulyani, alasan ritel modern menutup gerainya
bisa saja disebabkan oleh rencana transformasi ke online. Hal itu
menyusul perkembangan ekonomi digital.
Sri Mulyani mengatakan, "Menilai sektor ritel sebagai salah
satu sektor yang penting bagi ekonomi. Sebab sektor tersebut
berhubungan langsung dengan kebutuhan konsumsi masyarakat."
"Tetapi kami juga melihat sektor lain apakah mereka
menghadapi tekanan atau perubahan karena adanya konsep digitalisasi
ekonomi atau tidak. Kami akan terus memformulasikan policy -nya," kata
Sri Mulyani.
Kemarin, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo
justru mengungkapkan, angka penjualan ritel mengalami kenaikan sebesar 5
persen hingga kuartal III 2017. Hal itu sekaligus membantah anjloknya
penjulan ritel.
"Saya tidak bisa bicara secara mikro, tetapi secara umum,
kami dalam rapat kemarin itu melihat retail sudah ada perbaikan,"
ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (23/10/2017).
Tidak hanya itu, bahkan BI mengatakan bahwa penjualan
industri otomotif, perdagangan, perhotelan, hingga restoran sudah
mengalami perbaikan pertumbuhan. (JSN)
suaraindonesia1
-
10/10/2017 01:44:00 PM
![]() |
| kesepakatan kerjasama (MOU) dengan Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk |
Diddy Budiono selaku Sekretaris Koperasi Sentosa mengatakan, pihak nya telah menanda tangani kesepakatan kerjasama dengan pihak Bank Woori Saudara Indonesia Tbk., dalam hal Pemberian Kredit bagi para Pensiunan. Dengan demikian akan memudahkan para pensiunan untuk mendapatkan fasilitas pinjaman. Kami akan segera memperkuat tim distribusi khusus yg menangani kredit pensiun terkait kerjasama ini agar target yg telah ditetapkan dapat diraih.
Di sisi lain, Mohammad Adil, Ketua Koperasi Sentosa mengatakan, kami berkomitmen untuk melaksanakan butir-butir MOU sesuai dengan kesepakatan dan meningkatkan kerjasama di bidang lain selain kredit pensiun seperti payment point pulsa, pln, ticketing dan lain lain, juga produk-produk Bank Woori Saudara 1906 Tbk., lainnya yang berbasis fee based income, seperti Emoney, Internet Banking dan lain sebagainya.
Sebagai mitra kantor bayar dari BWS, ini adalah suatu langkah awal untuk pengembangan bisnis, mengingat potensi yang besar dari para pensiunan yang ada secara nasional. Adil berharap, sinergi ini dapat mendukung rencana bisnis dari BWS, juga rencana strategis Koperasi Sentosa. (ds)
suaraindonesia1
-
10/10/2017 01:22:00 PM
Batam 10 oktober 2017
Skrinews.com - Batam
Sulaiman seorang pedagang ikan di pasar Fanindo,saat beristirahat diwarung kopi mengatakan, bahwa keadaan pasar saat ini begitu sepi i
Skrinews.com - Batam
Sulaiman seorang pedagang ikan di pasar Fanindo,saat beristirahat diwarung kopi mengatakan, bahwa keadaan pasar saat ini begitu sepi i
suaraindonesia1
-
10/08/2017 11:41:00 AM
![]() |
| Kelik Wirawan Saat Jumpa Pers Di Hotel Ciputra Jakarta Dok.Istimewa |
skrinews.com Jakarta – Keterangan pers pada diskusi publik ke 3 GK Center dengan Tema "Waspada Investasi"Dilakukan menjelang acara, kemarin, Sabtu 7/10/2017.Pembicara saat keterangan pers adalah Tongam L Tobing Ketua Waspada Investigasi OJK, Kelik Wirawan Ketua GK Center/Staff Khusus LHK, Ahmad Fajar Komisaris Jtrus Bank/Moderator.
Kelik Wirawan saat dimintai keterangan pers mengungkapkan, "Indonesia telah membuat kemajuan yang berarti sejak mencapai kemerdekaan nya. Dan kini berada dalam kelompok negara berpendapatan menengah dengan pendapatan perkapita Indonesia pada 2016 sebesar Rp 47,96 juta pertahun atau mendekati Rp. 4 juta per bulan di tahun 2016 dan berada di urutan ke 16 negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Seperti yang disampaikan pada acara yang digelar di Hotel Ciputra, Jakarta, (7/9/2017).
![]() |
| Wimboh Bersama GK Center Saat Diskusi Publik Di Hotel Ciputra Jakarta |
Kelik Wirawan mengatakan, "Human Development Index (HDI) di Indonesia terlihat kian membaik. HDI meningkat dari 0,540 pada tahun 2000 menjadi 0,689 pada tahun 2015, artinya terjadi peningkatan yang konsisten dan signifikan, dimana saat ini Indonesia berada di ranking 113 dan 188 Negara.
"HDI adalah pengukuran perbandingan dari harapan hidup, pendidikan, dan standar hidup untuk semua negara di seluruh dunia, HDI digunakan untuk mengklasifikasikan apakah sebuah negara termasuk negara maju, negara berkembang, atau negara terbelakang dan juga untuk pengaruh dari kebijakan ekonomi terhadap kualitas hidup," lanjut Kelik Wirawan yang saat ini menjabat sebagai Ketum GK Center/Staff Khusus Menteri KLHK.
Dari sisi iklim kesempatan usaha juga membaik, menurut laporan “Doing Business” oleh IFC Indonesia berada pada ranking 128 di tahun 2013 dan menjadi ranking 91 di tahun 2016. Artinya upaya pemerintah untuk mengurangi berbagai hambatan di dalam dunia usaha menempatkan hasil yang menggembirakan," tegasnya
Kelik Wirawan melanjutkan pemaparannya, "Dan yang paling mutakhir adalah laporan yang dikeluarkan OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) tahun 2017 bahwa Indonesia berada pada tingkat teratas bersama 6 negara lain yakni: Indonesia, Swiss, India, Luxemburg, Notwegia serta Kanada.
Perlu kiranya kita memberi apresiasi kerja keras serta capaian oleh Pemerintahan Jokowi-JK tersebut yang merupakan modal serta momentum yang sangat berharga yang harus segera ditangkap dengan baik untuk menggairahkan investasi," ucap Kelik Wirawan Ketua GK Center/ Staff Khusus Menteri KLHK.
Kelik Wirawan memaparkan kepada wartawan, "Dibalik kemajuan-kemajuan tersebut terdapat juga tantangan yang harus di selesaikan bersama yakni masih terdapat 27,7 juta penduduk berada di bawah garis kemiskinan," ucapnya.
Di sisi laun Tongam L Tobing menjelaskan kepada wartawan "Ketimpangan pendapatan dengan ukuran koefisian Gini semakin membesar yakni 0,41 pada tahun 2016 di banding sebesar 0,35 di tahun 2007 atau naik 17%.Apalagi secara kualitatif pertumbuhan ekonomi Indonesia bertumpu pada ekstraksi sumber daya alam yang jika tidak dikelola dengan baik berpotensi menurunkam kualitas lingkungan hidup.
Dapat dikatakan prioritas Pemerintah terkini adalah bagaimana meningkatkan pertumbuhan untuk mengurangi jurang kemiskinan dan mempersempit kesenjangan pendapatan tetapi dalam waktu yang sama juga berupaya melindungi sumber daya alam yang menjadi modal pembangunan jangka panjang," ucap Tongam L Tobing.
Tongam melanjutkannya, "Strategi mempersempit kesenjangan yang semakin dalam adalah dengan membuka akses sumberdaya agar masyarakat mendapatkan iklim berusaha yang lebih baik serta akses pada produk produk investasi untuk mendorong percepatan pembangunan ekonomi.
Sarana investasi yang inklusif membuat segala lapisan masyarakat dapat berinvestasi secara aman dan “returnable” sehingga masyarakat luas akan semakin terbuka pada akses sarana pendapatan yang memadai dan pada akhirnya akan terjadi pemerataan pendapatab di berbagai lapisan," ujar Togam.
Saat ini produk investasi banyak ragam serta variasinya dan dengan kemajuan teknologi informasi semakin mempercayai akselerasi produk produk tersebut di masyarakat. Namun sayangnya percepatan ini tidak disertai dengan daya dukung literasi investasi yang memadai di masyarakat serta kurang ketatnya monitoring dan response di tingkat regulator," tegas Tongam.
Tongam melanjutkan sesi wawancara, "Hal ini terlihat dari beberapa kasus yang terjadi belakangan ini yang menimbulkan kerugian pada masyarakat dan selalu yang paling menderita adalah masyarakat berpenghasilan rendah,berhutang untuk berinvestasi dengan iming-iming tingkat pengembalian(Return) yang tidak rasional dan pada akhirnya jika investasi tersebut gagal bayar mereka akan masuk kedalam jurang kemiskinan.
Kelik Wirawan berpendapat, "Galang Kemajuan (GK) sebagai akselerator capaian ekonomi Nawacita merasa terpanggil untuk mengangkat thema ini agar para pemangku kepentingan serta masyarakat mendapatkan gambaran yang utuh berinteraksi secara langsung serta memberikan masukan apa dan bagaimana sebaiknya yang dilakukan oleh regulator,actors serta perangkat pendukungnya seperti LPS, akademisi untuk menjadikan ekosistem keuangan dan investasi di Indonesia dapat berjalan lebih baik untuk mendorong gairah masyarakat di dalam berinvestasi
GK Center menyoroti beberapa poin yang harus diperhatikan terkait pencegahab investasi palsu yaitu:,
1.Peningkatan program literasi keuangan dan investasi pada seluruh lapisan masyarakat
2.Perlunya Platform informasi yang dapat secara cepat dan tanggap dapat digunakan oleh masyarakat tentang seputar investasi.
3.Perlunyakerangka peraturan yang lebih responsive agar dapat secara cepat dan tepat diambil tindakan sebelum menjadi masalah dengan skala Nasional.
GK Center terus berkomitmen untuk mengakselerasi capaian Nawacita,mensosialisasikan capaian capaian kemajuannya serta mengawal kebijakan pemerintah dengan pendekatan edukasi pemberian informasi yang akuntabel serta memberi masukan yang kritis agar Indonesia mampu menjadi salah satu negara berkekuatan ekonomi
terbesar di dunia secara inklusif dan berkelanjutan.
Apresiasi dan terimakasih saya sampaikan kepada yth Ketua OJK Bpk Wimboh Santosa,Ibu Destri,Prof Rhenal Kasali,Bp Benny Pasaribu,Bp Harijanto,Pak Ahmad Fajar,Pak Arta Djangkar,Ibu Fransiska Sestri dan seluruh pengurus GK Center." tutup Kelik Wirawan yang saat ini menjabat Ketua Umum GK Center/Staff Ahli Khusus LHK yang juga menjabat sebagai Manajer Timnas Sepakbola U16.
Penulis : Agung
Editor : Wisman
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
Postingan Populer
-
SBD,SuaraIndonesia1.Com,Telah terjadi musibah kebakaran yang menimpa warga desa Mali iha kecamatan Kodi Sumba Barat Daya Provinsi Nusa Tengg...
-
Tamiang Hulu- Suaraindonesia1com--Tak Terima Namanya Dicatut Dan Dipalsukan Tanda Tangannya 2 (dua) Warga Desa Bandar Setia Dusun Karang R...
-
Tamiang Hulu- Suaraindonesia1com- Terkait Pemberitaan Pemalsuan Tanda Tangan 2 (dua) Warga Bandar Setia Dusun Karang Rejo Yang Berinisial S...
-
Salah satu penerima manfaat RLH 2023 hingga 2024 haknya belum diberikan oleh pemerintah desa waitaru SBD - SuaraIndonesia1.Com, Kementerian ...
-
Nasional-Skrinews.Com.Bitung. Seiring terjadi Kejadian perkelahian antar kampung tinombala atas dan bawah, kecamatan maesa, kelurahan p...
-
GOWA - JAKARTA | SKRINEWS. COM/ Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan, "Alumni dari SMA Salis angkatan 85 Sung...
-
SBD,SuaraIndonesia1.Com,Program pemasangan meteran listrik gratis untuk masyarakat kurang mampu di Desa WeeKabala, Kecamatan Loura Sumba Bar...














