BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

GLOBAL

internasional
Tampilkan postingan dengan label Manokwari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manokwari. Tampilkan semua postingan

Advokat Warinussy: Peristiwa Kali Kamundan Memenuhi Unsur Terjadinya Dugaan Pelanggaran HAM Berat


MANOKWARI, SuaraIndonesia1.com – Advokat dan Pembela HAM Papua, Yan Christian Warinussy, SH, Direktur Eksekutif eLP3BH Manokwari, mendesak Komnas HAM RI agar segera melakukan investigasi terhadap peristiwa Kali Kamundan yang memenuhi unsur terjadinya dugaan pelanggaran HAM berat.


Tindak kekerasan berulang-ulang yang berpotensi kuat menjadi kasus dugaan Kejahatan terhadap Kemanusiaan (crimes against humanity), terus meningkat di Tanah Papua, dalam upaya penegakan hukum oleh aparat TNI-Polri, terhadap kelompok bersenjata Papua, namun menyasar warga sipil.


Hal itu terbukti, pada Kamis (13/8), sekitar pukul 18:00 WIT di wilayah Sungai Kamundan, Distrik Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya, terjadi insiden penembakan yang diduga keras pelakunya adalah oknum anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).


Penembakan membabi buta ini berakibat 3 (tiga) orang warga sipil terkena tembakan senjata api. Berikut daftar korban: pertama, Silvester Assem (22) mengalami luka tembak pada bagian paha hingga peluru menembus; kedua, Mama Ani Fatie (40) mengalami luka tembak di bagian telinga dan bahu; dan ketiga, Mama Selviana Sori (60) mengalami luka tembak pada bagian betis kaki. Seekor anjing berburu juga ditembak mati.


"Saya meminta para aktivis HAM dan kemanusiaan segera mengadvokasi kasus penembakan brutal ini agar dilakukan visum terhadap tubuh ketiga korban penembakan brutal ini semua demi keadilan!" tegas Warinussy. Dilaporkan oleh kontak person LP3BH Manokwari di Kumurkek, ketiga korban kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pratama Sunere, Kumurkek.

LP3BH Manokwari mendesak agar segera dilakukan visum et repertum terhadap ketiga korban luka tersebut demi kepentingan hukum dan hak asasi manusia. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) serta Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM) maupun Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.


Selain itu, Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, juga mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk segera merubah model pendekatan keamanan yang dilakukannya di Tanah Papua secara umum, juga khususnya di wilayah Vogelkop (Kepala Burung Cenderawasih) Tanah Papua. Menurut Warinussy, model pendekatan keamanan dengan menaruh aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) di garda terdepan menghadapi rakyat sipil asli Papua senantiasa berisiko dan rentan kekerasan yang berpotensi kuat menjadi kasus dugaan Kejahatan terhadap Kemanusiaan (crimes against humanity). (CR)

IKBY Manokwari Dukung Pesparawi Nasional XIV Lewat Aksi Bersih Pantai dan Laut


MANOKWARI, SuaraIndonesia1.com – Dalam rangka menyambut pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV yang akan digelar di Manokwari pada 20–28 Juni 2026, Ikatan Keluarga Besar Yogyakarta (IKBY) Manokwari turut ambil bagian dalam kegiatan aksi bersih pantai dan laut (beach cleaning) di kawasan pesisir Manokwari, Sabtu (13/6/2026).


Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat dan melibatkan berbagai komunitas pariwisata, pelaku usaha wisata, organisasi lingkungan, mahasiswa, pelajar, serta sejumlah elemen masyarakat lainnya.


Pada kesempatan yang sama, PHBI Manokwari juga menggelar aksi sosial pembersihan area Pemakaman Islam Pasir Putih dan Pemakaman Anday sebagai wujud partisipasi umat Muslim dalam persiapan menyambut even nasional tersebut.


Ketua IKBY Manokwari, Muhammad Subagyo Sugiarto, menyampaikan bahwa kegiatan PHBI ini bertujuan menampilkan harmonisasi umat beragama di Manokwari. 


"Lokasi Pemakaman Pasir Putih berada sejalur dengan obyek wisata Pantai Pasir Putih, sehingga usai kegiatan di pantai, kami bergabung dengan tim lain, termasuk PHBI dan Ikaswara. Semoga ini bisa menampilkan wajah Manokwari yang bersih, sehat, dan nyaman bagi wisatawan," ujarnya.

Subagyo menegaskan bahwa kebersihan lingkungan merupakan sebagian dari iman, terlebih Manokwari dijuluki sebagai Kota Injil. Menurutnya, kebersihan juga menjadi bagian penting dalam pembangunan sektor pariwisata.


"Terjaganya kelestarian alam dan budaya sebagai aset utama daerah akan sangat mendukung keberlangsungan pariwisata dan memberikan manfaat bagi masyarakat," tambahnya.

Ia berharap semangat kolaborasi dalam aksi kebersihan ini dapat terus terjaga, tidak hanya menjelang Pesparawi Nasional, tetapi menjadi agenda tahunan. Keberhasilan gerakan ini, kata dia, tidak lepas dari peran serta Pemerintah Daerah, baik kabupaten maupun provinsi, para pelaku wisata, dan masyarakat sekitar.


Selain aksi bersih-bersih, IKBY Manokwari juga menyerahkan satu unit mesin babat kepada pengelola Pemakaman Anday untuk membantu operasional pemeliharaan area pemakaman. Penyerahan dilakukan dalam acara yang dimotori oleh PHBI Manokwari.


"Semoga bantuan ini menjadi amal jariyah bagi seluruh pengurus dan anggota IKBY Manokwari," ujar Subagyo.

Menutup pernyataannya, ia menyambut hangat kehadiran kontingen dari Daerah Istimewa Yogyakarta yang turut memeriahkan Pesparawi Nasional XIV. 

"Kami menyambut hangat kehadiran mereka. Semoga acara berjalan lancar dan kontingen dapat kembali ke daerah asal dengan membawa kabar gembira," pungkasnya. 

— REDAKSI —

Lolos Enam Kali Percobaan, Ingrid Kezia Akhirnya Resmi Menjadi ASN di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan


MANOKWARI, SuaraIndonesia1.com – Perjuangan panjang dan tak kenal lelah akhirnya membuahkan hasil manis bagi Ingrid Kezia Badoa Imbiri, seorang putri asli Manokwari, Papua Barat. Setelah enam kali mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di berbagai kementerian dan lembaga, ia resmi dilantik sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, dengan wilayah kerja Provinsi Papua Barat.


Perempuan yang akrab disapa Cici ini tidak pernah putus asa meski berkali-kali gagal. Ia terus berjuang mewujudkan mimpinya menjadi abdi negara. Adapun sejumlah instansi yang pernah ia coba antara lain Seleksi IPDN, Pengadilan Negeri, Perbankan, Kejaksaan, serta dua kali di Kementerian Hukum dan HAM.



Tak tanggung-tanggung, demi menggapai cita-citanya, Cici memutuskan meninggalkan bangku perkuliahan di semester 7 Fakultas Teknik Informatika Universitas Negeri Papua (UNIPA) Manokwari setelah dinyatakan lulus dan diterima sebagai PNS.


Di luar dunia kepamongprajaan, Cici juga aktif dalam kegiatan seni dan prestasi. Sebagai anggota Paduan Suara JEFSI CHOIR, ia pernah mengikuti berbagai festival internasional di Sri Lanka dan Jepang. Ia juga pernah menerima penghargaan sebagai mahasiswa berprestasi serta dipercaya mewakili Provinsi Papua Barat sebagai Musisi Istana dalam Gita Bahana Nusantara (GBN) tahun 2022.


Kisah perjuangan Cici menjadi inspirasi bahwa kegigihan dan doa tidak akan mengkhianati hasil. Dengan tekad yang membaja, ia kini resmi mengabdi untuk tanah kelahirannya, Papua Barat. (Djufri)

Kakanwil Mipas Papua Barat Lantik 62 PNS/ASN, Tekankan Integritas dan Disiplin


MANOKWARI, SuaraIndonesia1.com – Kepala Kantor Wilayah Kementrian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kakanwil Mipas) Papua Barat, Hensah, A.Md.IP., S.H., M.H., resmi melantik 62 Pegawai Negeri Sipil/Aparatur Sipil Negara (PNS/ASN) di lingkungan Kanwil Mipas Provinsi Papua Barat. Pelantikan berlangsung dalam suatu upacara yang digelar khidmat, Jum'at (5/6/2026).


Adapun 62 PNS yang dilantik tersebut terdiri dari 6 pegawai dengan pangkat golongan III/a, dan 56 pegawai lainnya bergolongan II/a. Mereka akan mengemban tugas dan jabatan sebagai Penjaga Tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pria, Lapas Wanita, dan Lapas Anak.


Prosesi pelantikan juga melibatkan rohaniawan dari tiga agama, yakni Islam, Kristen Protestan, dan Katolik, yang bertindak selaku pangukuh (penguat sumpah/janji), menandakan komitmen pembinaan mental spiritual bagi para pegawai yang baru dilantik.


Dalam arahannya, Kakanwil Hensah menjelaskan bahwa pelantikan ini merupakan syarat mutlak bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk diangkat menjadi PNS setelah dinyatakan lulus dalam Pendidikan dan Pelatihan Dasar (LATSAR). Oleh karena itu, ia menegaskan kepada seluruh PNS/ASN yang baru dilantik agar dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsi (TUPOKSI) dengan penuh integritas, loyalitas, serta disiplin tinggi.


“Saudara-saudara kini telah resmi menjadi abdi negara. Tunjukkan dedikasi terbaik dalam pengamanan dan pembinaan warga binaan. Jaga nama baik institusi di mana pun kalian bertugas,” tegas Hensah.

Pelantikan ini diharapkan dapat memperkuat sumber daya manusia di jajaran Pemasyarakatan wilayah Papua Barat dalam memberikan pelayanan yang profesional dan humanis.(Djufri)

Ketua LPPD Papua Barat terima Kontingen Pesparawi Nasional dari LPPD Kabupaten Manokwari.


MANOKWARI, SuaraIndonesia1.com – Ketua Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejawi (LPPD) Papua Barat, Dr. N.D. Mandacan, M.Si, didampingi Ketua Kontingen Pesparawi Nasional XIV Provinsi Papua Barat, Ir. Abraham Sopaheluwakan, M.Si, menerima penyerahan kontingen Pesparawi dari LPPD Kabupaten Manokwari. Kontingen ini terdiri dari perwakilan empat kabupaten yang akan bertanding dalam lomba Pesparawi tingkat Nasional ke-14 di Manokwari, Papua Barat.



Penyerahan kontingen diawali dengan prosesi Pengukuhan dan Pengutusan oleh Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, S.Hut., M.Ling, yang mewakili Bupati Manokwari. Dalam sambutannya, ia berharap seluruh peserta yang terlibat dalam lomba Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional XIV ini dapat mempersembahkan yang terbaik bagi Provinsi Papua Barat, baik dari sisi prestasi maupun sebagai tuan rumah yang sukses. Wakil Bupati juga mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban demi kelancaran pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV.



Sementara itu, Ketua LPPD Papua Barat, Dr. N.D. Mandacan, menyambut baik kehadiran tim dari LPPD Kabupaten Manokwari. Ia mengingatkan para orang tua agar turut berpartisipasi dalam memantau dan mengawasi anak-anak yang mengikuti lomba, terutama dalam hal kesehatan sebagai prioritas utama demi terwujudnya rasa percaya diri para peserta.


Adapun jumlah kontingen yang dikukuhkan sebanyak 81 orang, terdiri dari 68 penyanyi, 1 orang pianis, 2 orang konsultan, 3 orang pelatih, serta sejumlah pendamping teknis dan official. Ketua Kontingen Provinsi Papua Barat menjelaskan bahwa perwakilan dari empat kabupaten tersebut akan ditempatkan di BPMP Amban, Manokwari, pada tanggal 13, 14, dan 16 Juni mendatang.


– REDAKSI –

PEMBANGUNAN GEDUNG PAUD DAN SEKOLAH MINGGU JEMAAT EFRATA WOSI (JEFSI) TAHAP 2 LIBATKAN TENAGA KERJA PKB


MANOKWARI, SuaraIndonesia1.com – Pembangunan Gedung PAUD, TK, dan Sekolah Minggu Jemaat Efrata Wosi (Jefsi) memasuki tahap kedua. Menurut keterangan, pengerjaan konstruksi tahap ini melibatkan tenaga kerja PKB atas nama Jefsi.


"Ketua Panitia Pembangunan, Marhatigoran Situmorang, menjelaskan bahwa pekerjaan yang sedang dilakukan saat ini adalah pemancangan tiang atau kolom struktur. Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap pertama, yaitu pekerjaan pondasi", katanya.

Pekerjaan konstruksi tahap 2 ini melibatkan tenaga kerja PKB Jefsi. Sebelumnya, peletakan batu pertama pembangunan dilakukan pada Maret 2025 oleh Gubernur Papua Barat, Bupati Manokwari, Ketua Klasis Manokwari, dan Ketua PHMJ Jefsi. Menurut catatan, peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan dilakukan pada Maret 2025.


Pembangunan berlokasi di Wosi, tempat berdirinya Jemaat Efrata Wosi (Jefsi). Gedung ini direncanakan akan difungsikan sebagai fasilitas PAUD, TK, dan Sekolah Minggu. Konstruksi direncanakan dua tingkat dengan ruang belajar, ruang sekretariat, dan ruang guru.


"Ketua Panitia, M. Situmorang, mengharapkan partisipasi dari berbagai pihak, terutama Jemaat Efrata Wosi (Jefsi), mengingat rencana konstruksi gedung ini membutuhkan biaya yang cukup besar, sekitar Rp4,5 hingga Rp5 miliar. Menurutnya, partisipasi aktif jemaat sangat diperlukan demi kelancaran pekerjaan pembangunan", tutupnya.

(Dj. Badoa)

IKBY Manokwari Gelar Pemotongan Hewan Kurban, Dukung Ketahanan Pangan Lokal dan Kecam Intoleransi


MANOKWARI, SuaraIndonesia1.com – Ikatan Keluarga Besar Yogyakarta (IKBY) Manokwari, Papua Barat, kembali melaksanakan pemotongan hewan kurban seperti tahun-tahun sebelumnya, Kamis (28/5) lalu.


Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi tersebut berlangsung di lingkungan rumah Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris IKBY Manokwari dengan dipimpin langsung Ketua IKBY Manokwari, Muhammad Subagyo Sugiarto, bersama jajaran pengurus serta panitia pelaksana. Sempat pula terlihat kehadiran Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat yang hadir di lokasi dan memberikan dana pribadi sebagai dukungan operasional untuk dapat dipergunakan bagi pengobatan jagal sapi yang terluka pada saat bertugas di kegiatan tersebut.


“Memang benar sempat terjadi tragedi yang menyebabkan jagal terluka bocor di kepala akibat tendangan sapi kurban yang mengamuk di lokasi. Karena luka yang diderita maka kemudian korban kami bawa ke RSUD Provinsi untuk penanganan lebih lanjut sebagai bentuk tanggung jawab panitia. Korban mengalami 3 luka jahitan,” jelas Subagyo.

Dalam pelaksanaan kurban tahun ini, IKBY Manokwari menyembelih tiga ekor sapi yang kemudian dibagikan kepada masyarakat melalui 165 paket daging kurban dengan rincian 100 paket untuk didistribusikan kepada masyarakat sekitar, 20 paket untuk panitia, 39 paket untuk anggota IKBY Manokwari, 6 paket cadangan. Paket untuk anggota IKBY Manokwari tersebut disalurkan kepada seluruh anggota IKBY yang beragama Islam maupun Nasrani, warga sekitar, serta masyarakat di sejumlah wilayah yang dinilai belum tersentuh pembagian daging kurban.



Ketua IKBY Manokwari, Muhammad Subagyo Sugiarto, mengatakan seluruh hewan kurban yang disembelih berasal dari partisipasi internal anggota IKBY serta sejumlah donatur yang mempercayakan penyalurannya kepada organisasi tersebut.


“Kurban tahun ini kami melaksanakan penyembelihan tiga ekor sapi. Seluruhnya tidak menggunakan dana APBN maupun APBD, melainkan murni dari partisipasi anggota IKBY dan beberapa pihak dari luar yang mempercayakan penyalurannya kepada kami,” ujarnya.

Menurut Subagyo, pembagian daging kurban tidak hanya difokuskan kepada anggota organisasi, tetapi juga masyarakat yang membutuhkan di tengah kondisi ekonomi Manokwari yang dinilai sedang melemah berdasarkan pantauan di lapangan melalui diskusi dengan beberapa pelaku UMKM.


Ia menjelaskan, kegiatan kurban yang dilakukan tahun ini merupakan pelaksanaan keempat kalinya oleh IKBY Manokwari. Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dilakukan secara bergilir di sejumlah lokasi anggota IKBY.


Subagyo juga mengungkapkan bahwa pada pelaksanaan kurban pertama, pihaknya pernah menitipkan hewan kurban di Yayasan Alika Papua Barat yang berada di wilayah Soribo, Manokwari.


“Hari ini juga ada beberapa relawan dari Soribo karena sebagian daging kurban akan disalurkan ke sana. Meskipun untuk tahun ini jumlah paket yang disalurkan berkurang 25-50% dari jumlah paket yang biasa disalurkan di tahun-tahun sebelumnya. Penyaluran paket kurban di Soribo berdasarkan informasi yang kami terima karena masih ada warga muslim di wilayah tersebut yang sering terlewat dan tidak mendapatkan daging kurban,” ungkapnya.

Ia berharap kondisi ekonomi masyarakat Manokwari dapat segera membaik sehingga jumlah peserta kurban pada tahun-tahun mendatang dapat meningkat sehingga kuantitas sebaran paket daging kurban ke masyarakat juga turut meningkat tanpa mengurangi bobot daging kurban yang biasa disebarkan.


“Bagi kami, yang terpenting bukan ukuran sapi, tetapi hewan tersebut memenuhi syarat sah sebagai hewan kurban,” jelasnya.

Subagyo menambahkan, pihaknya pernah hampir membeli sapi berukuran besar untuk kurban. Namun setelah diperiksa, usia hewan tersebut tidak memenuhi ketentuan syariat sehingga akhirnya tidak dipilih.


“Dua kali kami melakukan pembatalan transaksi karena yang utama bagi kami adalah hewan kurban tersebut sah sesuai syariat,” tegasnya.

Selain aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, IKBY Manokwari aktif di bidang lingkungan hidup dan budaya. Di bidang budaya, IKBY Manokwari juga rutin menggelar kegiatan budaya Jawa di Manokwari. Salah satunya melalui latihan gamelan yang dilaksanakan setiap Sabtu sebagai upaya melestarikan budaya Jawa di tanah rantau.


“Ke depan kami akan upayakan ada kegiatan membatik di Manokwari dengan tenaga pengajar dari internal paguyuban. Terkait dengan itu saat ini kami telah meminta 2 delegasi IKBY Manokwari untuk mengikuti pelatihan langsung di salah satu sanggar batik di Yogyakarta. Adapun pembiayaan pelatihan ini terutama adalah berasal dari pribadi sedangkan dari IKBY Manokwari hanya bersifat sebagai dana stimulus saja dikarenakan kemampuan anggaran paguyuban mengingat sejak tahun 2024 IKBY Manokwari untuk melakukan banyak kegiatan ekonomi, sosial kemanusiaan, dan budaya, IKBY Manokwari mengandalkan sumber pendanaan internal. Sudah lama kami tidak mendapatkan dana hibah. Adapun dana insentif ketua paguyuban untuk tahun 2026 yang sempat tidak ada pencairan tahun sebelumnya dikarenakan kondisi keuangan daerah yang tidak mendukung juga akhirnya digunakan untuk membayar kekurangan biaya transportasi pelatih gamelan yang saat itu masih tertunggak,” jelasnya.

IKBY Manokwari juga menegaskan dukungannya terhadap program ketahanan pangan pemerintah melalui pemanfaatan pangan lokal dan penguatan kearifan lokal masyarakat di Papua Barat. Karena selama ini IKBY Manokwari juga biasa terlibat dalam kegiatan terkait dengan lingkungan seperti kegiatan dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup tahun lalu yang membersihkan laut dari sampah dan distribusi bibit tanaman secara gratis khususnya tanaman buah yang berpotensi sekaligus untuk peluang menambah ekonomi warga. Sehingga sebelum panitia dan relawan melaksanakan aktivitas penyembelihan hewan kurban, seluruh peserta dan relawan serta tamu undangan terlebih dahulu disuguhi makanan berbasis pangan lokal sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan masyarakat.


“Hidangan pertama yang kami sajikan kepada panitia sebelum beraktivitas adalah menu berbasis kearifan lokal seperti betatas, singkong, pisang, jagung, dan arem-arem yang basis utamanya adalah padi. Artinya, kami ingin menghadirkan menu-menu ketahanan pangan, selain itu kami juga sajikan minuman jejamuan tradisional sebagai upaya dukungan terhadap kesehatan masyarakat dan pelestarian budaya tak benda, tentunya agar tidak pahit maka ditambahkan gula yang berasal dari tebu,” katanya.

Ia menilai perlunya pemanfaatan pangan lokal sebagai bentuk kemandirian pangan masyarakat, dukungan yang lebih optimal dari pemerintah terhadap para pelaku budidaya pangan lokal, sekaligus upaya pelestarian lingkungan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam di Papua Barat.


Subagyo menegaskan IKBY Manokwari mendukung penuh program ketahanan pangan pemerintah. Namun, pihaknya secara tegas menolak perluasan perkebunan kelapa sawit baru yang dinilai dapat berdampak pada kerusakan lingkungan, potensi kekeringan, potensi banjir, dan hilangnya lahan pangan maupun obat-obatan masyarakat bagi masyarakat adat yang biasa bergantung kepada hutan.


“Kami mendukung program ketahanan pangan pemerintah, tetapi untuk perluasan perkebunan kelapa sawit maka tetap kami tidak mendukung pembukaan lahan baru. Karena lebih baik apabila pemerintah dan perusahaan sebaiknya fokus pada optimalisasi lahan sawit yang sudah ada dibandingkan membuka kawasan baru yang berpotensi merusak hutan adat dan lingkungan hidup serta menambah terjadinya potensi konflik agraria,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, IKBY Manokwari merupakan paguyuban pertama di Manokwari yang menyelenggarakan acara nonton bareng film “Pesta Babi” yang viral beberapa saat ini. Film ini berfokus pada pelaksanaan PSN dan potensi kerusakan lingkungan hidup yang ada di daerah terdampak.


“Jika di film tersebut ada yang menyampaikan bahwa perusahaan membayar Rp300.000 untuk tiap hektar lahan adat yang dibebaskan oleh perusahaan untuk kepentingan perusahaan, maka IKBY Manokwari siap menginisiasi penggantian Rp300.000 per hektar tersebut kepada perusahaan untuk perusahaan kembalikan kepada masyarakat adat sebagai lahan pangan guna tercapainya kemandirian pangan. IKBY Manokwari siap mengganti 10 hektar. Tapi dengan catatan, perusahaan memberikan dukungan bibit dan obat terhadap masyarakat adat agar lahan yang sudah dibongkar perusahaan tersebut dapat kembali dikelola sebagai lahan pangan guna tercapainya kemandirian pangan. Karena tanah yang dulu sifatnya melayani masyarakat, akibat ulah perusahaan telah berubah menjadi tanah yang sifatnya minta dilayani masyarakat. Bukan dikuasai oleh perusahaan,” ujarnya.

Selain itu, ia berharap keberadaan IKBY Manokwari tidak hanya menjadi wadah silaturahmi masyarakat perantauan asal Yogyakarta yang mau melakukan registrasi ke paguyuban atas kemauan dan kesadaran diri, tetapi juga mampu memberikan kontribusi sosial, budaya, dan kemasyarakatan bagi warga di Manokwari.


Subagyo menambahkan, semangat gotong royong yang dibangun melalui kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan menjadi salah satu cara mempererat hubungan antarmasyarakat di Papua Barat.


IKBY Manokwari juga mengecam keras tindakan yang dilakukan Forum Jihad Islam (FJI) Yogyakarta terkait pembubaran aktivitas ibadah Jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) di Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (24/5) lalu.


Ketua IKBY Manokwari, Muhammad Subagyo Sugiarto, menegaskan tindakan pembubaran ibadah yang disertai dugaan intimidasi tersebut tidak mencerminkan nilai toleransi kerukunan beragama yang selama ini dijunjung masyarakat Yogyakarta dan berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.


“Pembubaran tersebut yang berdasarkan berita di salah satu media online juga disertai adanya intimidasi, tentu sangat kami sesalkan karena dapat merusak keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara, bertentangan dengan semangat persatuan, kebebasan beragama, serta kehidupan demokrasi di Indonesia,” katanya.

Subagyo menilai, tindakan intoleransi tidak hanya berdampak pada situasi sosial di Yogyakarta, tetapi juga dapat memengaruhi hubungan antaragama di daerah lain, termasuk di Tanah Papua yang selama ini dikenal memiliki kehidupan masyarakat yang plural dan menjunjung nilai kebersamaan.


“Kami berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan menghormati kebebasan setiap warga negara dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinannya masing-masing, karena itu juga telah diatur di UUD 1945,” ujarnya.

Ia menegaskan masyarakat Yogyakarta yang berada di Papua Barat tetap berkomitmen menjaga kerukunan antaragama serta mendukung terciptanya suasana damai di tengah masyarakat.


“Keharmonisan sosial harus menjadi tanggung jawab bersama. Jangan sampai tindakan-tindakan intoleran merusak persaudaraan yang selama ini terbangun dengan baik, karena nilai toleransi dan gotong royong harus tetap dijaga sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia yang majemuk,” tutupnya.
(Red)

Kontingen Papua Barat Siapkan Langkah Komprehensif Menuju Pesparawi Nasional XIV 2026 di Manokwari


MANOKWARI, SuaraIndonesia1.com – Lembaga Pengembangan Paduansuara Gerejawi Daerah (LPPD) Papua Barat terus mematangkan persiapan menuju Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV tahun 2026. Sebagai bentuk kesiapan, Rapat Khusus Panitia Kontingen Pesparawi Nasional Papua Barat digelar pada Jumat, 29 Mei 2026, di Sekretariat LPPD Papua Barat, Jalan Trikora Wosi, Manokwari.


Rapat yang diawali dengan ibadah singkat oleh Seksi Kerohanian ini dipimpin oleh Wakil Ketua Kontingen, Ir. Abraham Sopaheluwakan, M.Si, mewakili Ketua Kontingen. Dalam arahannya, Abraham menegaskan bahwa persiapan kontingen Papua Barat selaku tuan rumah harus dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan berbagai aspek, terutama kesiapan peserta lomba di 12 kategori.


“Mengingat waktu pelaksanaan tinggal 14 hari lagi, tim harus dalam kondisi prima sehingga tidak mengalami hal yang fatal,” ujar Abraham.


Ia juga mengingatkan kepada seluruh official, baik tim teknis maupun pendamping peserta, untuk terus mencermati petunjuk pelaksanaan dan tata tertib yang ditetapkan oleh panitia penyelenggara.


Kontingen Pesparawi Nasional Papua Barat diikuti oleh empat LPPD kabupaten, yaitu:


1. Kabupaten Kaimana

2. Kabupaten Manokwari

3. Kabupaten Fakfak

4. Kabupaten Manokwari Selatan.


Pelaksanaan lomba direncanakan berlangsung pada Juni 2026 di Manokwari. Dengan waktu yang tersisa, seluruh perangkat kontingen diminta bekerja maksimal demi suksesnya penyelenggaraan dan partisipasi sebagai tuan rumah.


(Djufri)

Advokat dan HRD Apresiasi Majelis Hakim PN Manokwari yang Beri Izin Pembantaran Klien Penderita TBC


MANOKWARI, SuaraIndonesia1.com – Sebagai Advokat dan Pembela Hak Asasi Manusia (Human Rights Defender/HRD) sekaligus Penasihat Hukum Terdakwa Febryan Alfonsius Gosyanto (FAG), kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Majelis Hakim Pidana pada Pengadilan Negeri Manokwari yang memeriksa perkara Nomor: 76/Pid.B/2026/PN.Mnk.


Apresiasi ini diberikan karena Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Zaka Talpatty, S.H., M.H. telah menerbitkan penetapan pembantaran dengan Nomor: 76/Pid.B/2026/PN.Mnk. Izin pembantaran tersebut diberikan untuk keperluan rawat inap klien kami sejak tanggal 10 Mei 2026. Setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Azhar Zahir Manokwari, klien kami telah dikembalikan oleh Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) ke Rumah Tahanan Negara di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Manokwari.


Berdasarkan hasil diagnosa dan perawatan, diketahui bahwa klien kami menderita penyakit TBC Paru. Oleh karena itu, dalam lanjutan persidangan perkara pidana atas nama klien kami, kami telah memohonkan kepada Majelis Hakim agar klien kami mendapat perhatian khusus terkait aspek ruang tahanannya. Selain itu, klien kami masih akan menjalani kontrol rutin yang dimulai pada hari Senin, 25 Mei 2026 mendatang.


Sebagai langkah lanjutan, kami Tim Penasihat Hukum akan mengambil sejumlah langkah penting guna melindungi hak-hak dan kepentingan hukum klien kami.


— REDAKSI —

Pemerhati Wisata Soroti Dampak Pesparawi Nasional XIV terhadap Objek Wisata di Papua Barat


MANOKWARI, SuaraIndonesia1.com – Pemerhati Wisata Papua Barat, Drs. R. Sarwom, M.Si, menyoroti pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV yang direncanakan berlangsung pada bulan Juni 2026 di Kota Manokwari, Provinsi Papua Barat. Menurutnya, even nasional ini akan berdampak signifikan terhadap berbagai objek wisata yang ada di daerah tersebut.


Dampak tersebut dinilai sangat mungkin terjadi karena ajang lomba Pesparawi Nasional ini akan melibatkan sekitar enam hingga tujuh ribu orang peserta yang berasal dari 38 provinsi di seluruh Indonesia. Kehadiran ribuan peserta dan kemungkinan wisatawan pendamping, kata Sarwom, akan memberikan tekanan sekaligus peluang besar bagi destinasi wisata lokal.


Oleh karena itu, Sarwom yang juga merupakan mantan Kepala Dinas Pariwisata Papua Barat mengimbau agar dinas terkait, khususnya Dinas Pariwisata, mulai memperhatikan berbagai sarana dan prasarana pendukung.

"Infrastruktur pariwisata di Papua Barat perlu disiapkan dengan matang sehingga dapat memberi dampak positif bagi daerah ini," ujarnya.

Beberapa objek wisata unggulan di Papua Barat yang patut mendapatkan perhatian antara lain Teluk Triton di Kaimana, Kawasan Gunung Botak di Manokwari Selatan, Danau Anggi di Pegunungan Arfak, Taman Nasional Teluk Wondama, serta Gunung Meja dan Yenbeba Pasir Putih di Manokwari. (Djufri)

Aksi Tolak PSN dan Militer di Manokwari, "Aparat" Tembak Gas Air Mata

MANOKWARI, SuaraIndonesia1.com – Massa aksi mendesak Pemerintah cabut Proyek Strategis Nasional (PSN) dan tolak pendudukan militer di Tanah Papua yang digelar Solidaritas Papua Bergerak di Manokwari diwarnai kepungan barikade polisi. Massa yang awalnya dari kawasan Amban berjalan kaki hingga Makalow, Sanggeng dan tertahan oleh barikade polisi di segitiga kawasan Haji Bauw, Wosi Manokwari Kamis (7/5/2026).


Wakil Ketua DPR Papua Barat Petrus Mackbon berjanji akan menyampaikan aspirasi para mahasiswa ke pimpinan dan mereka akan membahas dalam jangka waktu yang sudah ditentukan.


"Saya terima dan akan saya sampaikan ke pimpinan supaya dibahas dalam waktu yang sudah ditentukan oleh ade-ade," kata Petrus Mackbon.

Massa aksi berorasi di hadapan Ketua dan beberapa anggota MRP-PB yang turut hadir. Silih berganti massa menyampaikan keresahan akibat proyek strategis nasional PSN dan militer yang ditempatkan di hampir seluruh tanah Papua saat ini.


Koordinator Aksi Solidaritas Papua Bergerak Nebot Diwogipa saat membaca tuntutan mengatakan bahwa massa menuntut agar:


1. Tutup PT Freeport sebagai simbol investasi utama, eksploitasi sumber daya alam di Tanah Papua. Aktivitas pertambangan skala besar telah membawa dampak kerusakan lingkungan yang masif, termasuk pencemaran sungai, hilangnya hutan hingga eksploitasi masyarakat adat. Selain itu kehadiran industri ekstraktif sering kali diiringi dengan penguatan aparat keamanan yang memperparah situasi militerisme di wilayah tersebut.

2. Kami mendesak pemerintah agar menghentikan seluruh aktivitas pertambangan emas di Tanah Papua, khususnya Papua Barat. Aktivitas ini tidak hanya merusak lingkungan secara tak terkendali tetapi juga menciptakan konflik sosial dan ekonomi di tingkat lokal. Bersamaan dengan itu (massa juga masih menyuarakan) tolak Otsus Jilid II yang dinilai gagal menjawab aspirasi dan kebutuhan masyarakat Papua.

3. Kami menuntut Presiden Prabowo Subianto untuk segera menarik seluruh aparat militer dari Kabupaten Tambrauw tanpa syarat. Kehadiran militer di wilayah tersebut telah menimbulkan keresahan dan ketakutan di kalangan masyarakat sipil, serta mengganggu kehidupan sehari-hari mereka.

4. Kami menuntut pencabutan seluruh proyek strategis nasional di wilayah Tanah Papua. Proyek ini selalu dijalankan tanpa konsultasi yang bermakna dengan masyarakat adat serta berdampak ekologis jangka panjang.

5. Kami mendesak penarikan militer non-organik di seluruh tanah Papua tanpa pengecualian. Kehadiran pasukan tambahan hanya untuk memperbesar potensi konflik dan memperburuk situasi kemanusiaan.

6. Kami menuntut penutupan 12 tambang emas ilegal di Kabupaten Pegunungan Arfak yang telah merusak dan mengancam kehidupan masyarakat sekitar.

7. Kami menuntut negara agar bertanggung jawab atas kerusakan hutan (deforestasi) di Tanah Papua. Tanggung jawab ini harus diwujudkan dalam bentuk pemulihan hutan yang tersisa dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat sebagai penjaga hutan.

8. Kami menolak pembangunan Bandara Antariksa di Biak yang berpotensi mengancam ruang hidup masyarakat setempat serta merusak ekosistem setempat.

9. Kami menuntut penarikan militer dari Moskona, Kabupaten Teluk Bintuni, yang selama ini jadi sumber ketegangan dan ketidaknyamanan bagi masyarakat.

10. Kami mendesak pemerintah agar segera menyelesaikan seluruh kasus pengungsian di Tanah Papua dan menjamin pemenuhan hak-hak dasar mereka, termasuk pemenuhan hak pendidikan, kesehatan, tempat tinggal, serta keamanan.


Aksi bubar pada pukul 18.30 WIT setelah aspirasi diserahkan ke DPR Papua Barat dan MRP Papua Barat. Selama pelaksanaan aksi, kawasan Wosi dialihkan arus lalu lintas baik dari arah Sanggeng maupun sebaliknya. (cr)

Keseruan Anak-anak Merayakan Hardiknas di TBM Tesalonika Arowi Manokwari

MANOKWARI, SuaraIndonesia1.com – Suasana peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026, tidak seperti biasanya terjadi di Manokwari. Tidak ada upacara bendera dengan protokol yang ketat, tapi tidak mengurangi makna peringatan hari penting ini. Sejumlah Pegiat Literasi dan pelajar di Manokwari, memiliki cara sendiri untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional.


Semenjak tengah hari, puluhan anak berkumpul di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Tesalonika di Kampung Arowi I, Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Anak-anak ini sedang menunggu kedatangan rombongan Pengurus Daerah Forum Taman Bacaan Masyarakat Kabupaten Manokwari, yang dijadwalkan pada pk 15.00 wit atau jam 3 sore.


Heslin Kbarek, pendiri TBM Tesalonika, menyampaikan, kegiatan ini merupakan kolaborasi antara PD Forum TBM Kabupaten Manokwari dengan Perpustakaan Keliling Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Papua Barat. "Aneka games bertujuan meningkatkan minat baca anak-anak. Kolaborasi yang baik untuk masa depan anak-anak Papua," jelas Heslin. Pengurus Forum TBM menjadwalkan kunjungan dan gelar sosialisasi Gemar Membaca di TBM Tesalonika, sekaligus menggandeng Perpustakaan Keliling untuk memperkaya rangkaian kegiatan anak-anak di lingkungan Taman Bacaan Masyarakat, tambah Heslin.

Para pengurus Forum TBM langsung turun tangan mengerjakan aneka permainan. Di antaranya, mendongeng, memandu anak-anak mewarnai gambar Pahlawan Pendidikan Ki Hajar Dewantara, memilih buku di Perpustakaan Keliling dan melatih anak-anak membaca nyaring.


Tampaknya, tidak hanya anak-anak. Sejumlah orang tua di lingkungan sekitar TBM Tesalonika juga mengerumuni mobil Perpustakaan Keliling, untuk mencari, memilih dan membaca buku kesukaan mereka. (cr)

KETUA LPPD PAPUA BARAT OPTIMIS PESPARAWI NASIONAL XIV DI MANOKWARI CAPAI TARGET

MANOKWARI, SuaraIndonesia1.com – Ketua Lembaga Pengembangan Peparawi Daerah (LPPD) Papua Barat, Dr. N.D. Mandacan, menyatakan optimisme penuh bahwa pelaksanaan lomba Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional XIV yang akan digelar pada Juni 2026 di Manokwari, Papua Barat, dapat mencapai target yang ditetapkan, baik dari sisi penyelenggaraan maupun hasil lomba.


Pernyataan tersebut disampaikan Dr. Mandacan dalam rapat khusus yang digelar di ruang rapat Sekretariat LPPD Papua Barat, Jumat (10/4/2026). Rapat dihadiri oleh anggota pengurus, tim teknis, serta Ketua LPPD Kabupaten Manokwari yang juga bertindak sebagai panitia pelaksana.

“Sebagai tuan rumah, kami optimis target yang diharapkan dapat tercapai. Namun, optimisme ini harus didukung dengan persiapan yang maksimal oleh semua pihak terkait, baik panitia penyelenggara maupun pengurus LPPD Papua Barat,” tegas Dr. N.D. Mandacan.

Pesparawi Nasional XIV 2026 direncanakan akan diikuti oleh 38 peserta dari LPPD provinsi di seluruh Indonesia, dengan total jumlah peserta mencapai 6.000–7.000 orang.


Berikut 12 kategori yang dilombakan:


1. Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC)

2. Paduan Suara Pria (PSP)

3. Paduan Suara Wanita (PSW)

4. Paduan Suara Remaja Pemuda (PSRP)

5. Paduan Suara Anak (PSA)

6. Solo Anak usia 7–9 tahun

7. Solo Anak usia 10–13 tahun

8. Solo Remaja Putra

9. Solo Remaja Putri

10. Musik Pop Gereja (MPG)

11. Musik Gereja Nusantara (MGN)

12. Vokal Grup


Dengan persiapan matang dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan, panitia menargetkan ajang ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menjadi momentum kebanggaan bagi tanah Papua Barat sebagai tuan rumah yang sukses.


Djufri B

BANJIR SUSULAN MELANDA MANOKWARI, PEMERINTAH DAERAH GERAKAN PENGERUKAN KALI WOSI

MANOKWARI, SuaraIndonesia1.com – Pasca banjir pertama yang terjadi pada Selasa, 7 April 2026, pemukiman penduduk di Manokwari kembali dilanda banjir susulan pada Kamis, 9 April 2026. Curah hujan dengan intensitas deras yang berlangsung selama enam jam, sejak pukul 14.00 hingga 20.00 WIT, menyebabkan sejumlah lokasi pemukiman tergenang air dalam kondisi memprihatinkan.


Berdasarkan laporan lapangan, meskipun banjir kedua ini merendam beberapa wilayah di Kota Manokwari, hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa. Namun, ketinggian air yang meluap di sepanjang Kali Wosi menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Menanggapi situasi tersebut, Bapati Manokwari, Hermus Indow, telah memerintahkan jajarannya di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera melakukan langkah-langkah penanggulangan. Prioritas utama adalah pelebaran dan penggalian (pengerukan) sedimentasi di bentaran Kali Wosi menggunakan alat berat ekskavator. Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi luapan lebih lanjut dan mengurangi risiko banjir susulan.


Reporter Suara Indonesia 1 di Manokwari yang terus memantau situasi melaporkan bahwa intensitas hujan masih terus mengguyur seluruh wilayah Kabupaten Manokwari, mencakup sembilan distrik (kecamatan). Pemantauan akan dilakukan selama tiga hari ke depan untuk mengikuti perkembangan kondisi terkini.


Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, menghindari aktivitas di bantaran sungai, dan segera melapor ke pihak berwenang jika terjadi kondisi darurat.


— Djuf—