BOLMONG UTARA, SuaraIndonesia1.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunitas Penambang Rakyat Seluruh Indonesia (DPP FKPR-RI), Kiki Paulus Tambang, menegaskan bahwa sektor pertambangan di wilayah Bintauna merupakan aset yang harga mati dan wajib dijaga keberadaannya. Menurutnya, tambang di daerah tersebut telah menjadi tumpuan harapan hidup bagi masyarakat setempat.
Kiki Paulus yang juga merupakan putra asli Bintauna mengungkapkan, hampir 90% penambang emas di wilayah Bintauna adalah masyarakat lokal asli. Kehadiran tambang secara perlahan namun pasti telah mengangkat kualitas hidup serta perekonomian warga.
"Dampaknya terasa hingga ke pasar-pasar dan warung-warung kecil di Bintauna. Ini artinya, dengan adanya tambang, pertumbuhan ekonomi di wilayah Bintauna kian meningkat," ujar Kiki dalam pernyataan resminya.
Lebih lanjut, ia menyatakan kesiapannya untuk pasang badan membela hak-hak penambang lokal jika ada pihak-pihak tertentu yang mencoba mengganggu mata pencarian masyarakat Bintauna.
"Saya adalah putra asli Bintauna, tanah kelahiran dan tempat saya dibesarkan. Sudah sewajarnya saya membela saudara-saudara saya di Bintauna agar mereka tetap bisa menafkahi keluarga mereka," tegasnya.
(JO)


