Skrinews - CORONA INDONESIA : SOCIAL DISTANCING vs INFLASI

Rizal Ari Bachtiar
Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan
Universitas Muhamamdiyah Malang


Skrinews.com - Maraknya wabah corona saat ini memang sangat hangat dan menjadi topik utama dalam kalangan masyarakat. Virus Covid-19 atau sering di sebut dengan Corona pertama kali muncul di Indonesia pada tanggal 16 Februari 2020 lalu yang berlokasi di daerah Depok, Jawa Barat. WNI yang pertama kali terjangkit virus ini adalah seorang guru dansa berusia 31 tahun, awal mulanya ia sedang berdansa dengan temannya seorang WNA Jepang yang ternyata merupakan WNA yang positif terjangkit virus tersebut. Sehingga, guru dansa ini tertular virus corona lalu dirujuk ke RSPI Salianto Suroso, jakarta Pusat. Virus ini merupakan virus yang menyerang sistem pernafasan, dimana pasien yang terjangkit virus in akan mengalami flu, batuk, maupun sesak nafas. Sejauh ini memang beberapa daerah di Indonesia sedang mengalami wabah dari virus ini, sehingga menyebabkan asumsi public hingga memicu perdebatan.
Melihat pro dan kontra masyarakat, tentunya kita tidak cukup hanya melihat bagaimana awal mula virus corona ini masuk ke Indonesia. Tetapi kita harus melihat dan memahami bawasanya virus ini mempengaruhi kebijakan pemerintah dan kehidupan bermasyarakat baik dalam bidang sosial maupun ekonomi.
Bagaimana Social Distancing Sebagai Suatu Kebijakan Pemerintah ?
Merujuk dari pertanyaan diatas kita dapat melihat bawasanya kebijakan pemerintah terkait dengan social distancing. Pemerintah mengambil kebijakan ini semata untuk mengurangi tersebarnya virus Covid-19. Sehingga, masyarakat dihimbau untuk menerapkan konsep ini. Social distancing memang tidak populer dalam aturan hukum di Indonesia, dalam Undang-undang (UU) Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana pun tidak ada pembahasan tertulis terkait dengan konsep ini. Namun, apabila konsep ini merupakan suatu pembatasan sosial maka social distancing masuk dalam aturan hukum tepatnya pada UU nomor 6 tahun 2018 pasal 59 tentang Kekarantinaan Kesehatan yang berisi Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang merupakan bagian dari Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM). Dengan melihat isi dari pasal ini memang benar sangat diperlukan social distancing ini. Kebijakan ini dinilai tidak efektif, karena social distancing ini belum cukup menjawab bagaimana pemerintah menerapkan kebijakan ini dengan disertai peningkatan kapasitas dan ketersediaan pelayanan rumah sakit. Padahal Presiden Jokowi dalam pidatonya pada hari Senin, 2 Maret 2020 di Jakarta menjelaskan bawasanya pemerintah sudah menyiapkan RS dengan peralatan berstandar nasional. Namun, pada kenyataannya dengan pasien yang semakin bertambah justru RS semakin memiliki kapasitas yang sangat terbatas untuk merawat. Lalu, dimana letak standart nasionalnya ? ini tentang nyawa bukan lagi arena sandiwara.
Bagaimana inflasi terjadi bersamaan dengan wabah ini ?
Polemik wabah ini memang tidak hanya mempengaruhi bidang sosial tetapi juga bidang ekonomi. Karena memang virus corona ini mengubah kehidupan masyarakat pada umumnya. Sehingga pemerintah memang harus lebih teliti dalam mengambil suatu kebijakan. Sesuai dengan pertanyaan diatas bawasanya saat ini Indonesia mengalami inflasi diperkirakan 0,11 persen dari bulan ke bulan atau setara tahunnya 2,98 persen. Dimana BI memprediksi bawasanya inflasi di Indonesia akan tetap rendah. Faktanya, dengan adanya wabah ini apabila stok pangan di Indonesia menipis untuk memberikan kemudahan pangan untuk masyarakat selama beberapa bulan kedepan tentunya pemerintah akan mengimport bahan-bahan dari negara lain. Sedangkan, saat ini nilai rupiah sangat anjlok dibandingkan dengan nilai dollar yang terus melonjak tinggi. Apakah hal tersebut tidak akan membuat inflasi Indonesia bertambah ? Apakah inflasi ini sebagai akibat dari adanya kebijakan social distancing hingga banyaknya lockdown yang dilakukan ?
Dengan adanya beberapa polemic diatas, tentunya kita harus benar-benar melihat apa kebutuhan masyarakat saat ini. Apakah social distancing mampu menjawab persoalan masyarakat saat ini ? apakah inflasi juga salah satu dampak dari social distancing ? memang benar adanya penyebaran virus harus segera ditanggulangi. Namun, disisi lain apabila social distancing hanya menyebabkan inflasi yang tinggi, maka hal ini sangat menjadi ancaman besar untuk Indonesia.





DAFTAR RIWAYAT HIDUP


Saya yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama : Rizal Ari Bachtiar
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Tempat Tanggal Lahir: Malang, 11 November 1998
Status : Belum Kawin
Alamat : Jl. Hasanuddin Rt/02 Rw/07 No.238A Junrejo, Kota Batu
Kewarganegaraan : Indonesia
Agama : Islam
Nomor Handphone : 087777850005
Email : ijalbachtiar@gmail.com
Data rekening : BCA, 0190666026, Rizal Ari Bachtiar.
Pendidikan:
SDN 1 Junrejo 2006-2012
SMPN 3 Batu 2012-2014
SMAN 2 Batu 2014-2017
Universitas Muhammadiyah Malang, prodi ilmu pemerintahan 2017