Tanamkan Jiwa Kewirausahaan Sejak Dini

(Kegiatan PMM Kelompok 91 Gelombang 10 di Panti Asuhan Siti Hajar Malang)

 

Suaraindonesia1.com_ Semakin berkembangnya zaman dan kemajuan teknologi , banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengajari anak menyukai dunia bisnis. Salah satunya dengan peran pembelajaran kewirausahaan. Kewirausahaan adalah orang yang mempunyai insting (semangat, jiwa, nalar, intuisi dan kompetensi) untuk berbisnis, risk taker (pengambilan resiko), berani berinvestasi, berani rugi dalam memperoleh keuntungan (gambling), dan berani melakukan perubahan dengan cepat dan besar bila memang dibutuhkan untuk menciptakan kemajuan setiap saat. Peran tersebut merupakan media pembentuk motivasi bagi anak untuk belajar menghadapi persaingan global sejak usia dini serta menjadi wadah untuk mengenali potensi, bakat, dan minat yang dimiliki. 

Pembangunan karakter sumber daya manusia dalam suatu negara dapat dilaksanakan melalui proses pendidikan yang terjadi di sekolah maupun juga di yayasan panti asuhan. Penanaman nilai karakter kewirausahan dalam pembelajaran dapat dimulai dari sejak usia dini. Karena dengan karakter yang kuat akan menjadikan sesorang memiliki mental yang tangguh dalam menghadapi tantangan dunia.  Oleh karena itu kami dari PMM  kelompok 91 memberikan edukasi atau pembelajaran mengenai kewirausahaan yang dilakukan dengan praktik jual beli kepada anak –anak di panti asuhan siti hajar malang. 

Dengan begitu kami mampu memberikan gambaran umum kepada anak-anak mengenai watak kewirausahaan yang harus dimiliki sejak dini.  Ciri-ciri dan watak kewirausahaan tersebut adalah:

 (1) percaya diri, keyakinan, ketidakbergantungan, individualistis, dan optimisme; 

(2) berorientasi pada tugas dan hasil kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energetik dan inisiatif; 

(3) pengambilan resiko, kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar dan suka tantangan; 

(4) kepemimpinan perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-saran dan kritik; 

(5). keorisinilan Inovatif dan kreatif serta fleksibel; dan 

(6). berorientasi ke masa depan dan pandanga ke depan, perspektif.

Selain itu juga dengan memberikan edukasi mengenai kewirausahaan dengan praktik jual beli tersebut diharapkan mampu mendorong keterampilan matematika atau berhitung  pada anak-anak panti serta terbentuknya rasa tanggungjawab dalam pengambilan keputusan yang  diambil sendiri mengenai uang,  dalam hal ini berhubungan dengan bagaimana cara untuk mengelola keuangan sejak dini , kemudian Mendorong jiwa  kewirausahaan anak –anak panti , dengan mampu memberikan komunikasi yang baik, ide yang inovatif,  kepercayaan, manajemen risiko, serta mampu belajar dari kesalahan.

Dengan begitu maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan kewirausahaan bagi anak ialah pembentukan mental wirausaha. Pendidikan wirausaha tidak sekadar mengajarkan anak tentang cara berbisnis, tetapi lebih dari itu anak dilatih untuk memiliki mental dan karakter diri yang kokoh. Sehingga nantinya akan tertanam jiwa wirausaha yang mandiri, kreatif, mampu mengambil risiko, berjiwa kepemimpinan, berorientasi ada tindakan, serta kerja keras.