BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Datang Ke DPMK Karena Dana Prospek Yang Sisa 2015-2016, Belum Di Terima.

Skrinews - Wamena,
Dana prospek yang dikucurkan bertujuan untuk memberdayakan masyarakat kampung diberbagai sektor pembangunan, namun dalam pelaksanaannya belum maksimal beberapa kampung di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, selama tiga tahun terakhir belum dibayarkan.

Kepala Kampung akima /mumi , kris siep di Wamena, mengatakan kepada media SKRI  tiga tahun ini belum ada kepastian dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Jayawijaya, ia bersama puluhan kepala kampung mendatangi gedung Otonom untuk mempertanyakan dana sisa prospek tahun 2015 2016  tersebut

"Kami datang ke DPMK karena dana prospek yang sisa 2015, 2016, belum di terima. Dana itu dikemanakan. Makanya kami sekarang kepala-kepala kampung ke DPMK untuk mau tanya," katanya.

Kris siep menjelaskan Ada juga dana prospek yg dipotong untuk kegiatan deklarasi calon gubernur papua  di lapangan pendidikan wamena 1 kampung dipotong 50 juta sampai 60 juta kami pertanyakan
Sebenarnya dana untuk pemberdayaan masyarakat jangan dipotong potong karena dana itu murni untuk pemberdayaan masyarakat bukan dipakai untuk deklarasi calon gubernur katanya dengan nada kesal

"Kemarin kami hanya dengar informasi dari teman-teman kepala kampung bahwa dalam waktu dekat ini sudah diterima, tetapi belum pernah ada informasi akurat dari teman-teman DPMPK sampai sekarang," saat dihubungi lewat telepon seluler pak eselo tidak pernah ada jawaban katanya.

Sebelumnya pada 27 April lalu, sekitar 200 kepala kampung di sana mendatangi Juga  Gedung Otonom guna menuntut pembayaran dana prospek tahun anggaran 2015-2016.

"Di sini ada 328 kampung, tetapi Pemerintah Provinsi Papua hanya memberikan (dana prospek) untuk 109 kampung, sehingga dana itu akan kami bagi rata untuk seluruh kampung yang ada,"

Kami masyarakat dan kepala kepala kampung berharap dana prospek dana respek dan semua dana  diperuntukan untuk masyarakat dan diperdayakan oleh masyarakat jangan pemerintah potong potong karena itu dana murni dari pemerintah pusat untuk perdayakan masyarakat melalui kepala kepala kampung
Dan ingat pihak pihak yang berhubungan dengan Hukum seperti KPK aparat Kepolisian  diutus tuntas terkait dana ini karena Dana bukan sedikit , agar supaya diberikan efek jera terhadap siapa yang main main dengan uang negara katanya
(paulus Mabel)
« PREV
NEXT »