Skrinews - Jakerta,
Setelah pemilihan kepala daerah langsung (Pilkadal) DKI selesai,ternyata kondisi negara tidak beranjak, banyak tokoh menerapkan resep syria untuk memenangkan jagonya dengan memanfaatkan isu agama dan SARA yang sedemikian kental. Para kongso yang mengelus jago aduannya sedemikian semangat didlam perebutan kekuasaan di level propinsi ini. Pilkada yang biasanya lancar dan mulus mulus saja, menjadi hingar bingar dengan serentetan demo kode buntut,dengan angka angka yang berseri seri. Bahkan cenderung menggiring masyarakat yang tidak bersinggungan untuk ikut ikutan bertandang ke ibukota dengan alasan safari ayat. Duh.
Mereka lupa kondisi yang buruk terhadap kohesifitas ness bangsa ini dapat mengguncang semangat persatuan dan sendi sendi kebangsaan. Setelah selesaipun masih nampak luka dan bekasnya,sehingga urusan yang seharusnya selesai ditingkat Mendagri, atau menteri dalam negeri, tak kunjung reda,sehingga Presiden ikut ngomong agar bangsa ini kembali on the form.
Isu dan berita hoax juga masih bersliweran tidak karu karuan, rakyat di bawah seperti terfragmentasi menjadi pembela ulama dan pembela ahok. Padahal ini mDalah sederhana.perebutan gubernur itu biasa, dan pasti ada yang kalah dan ada yang menang. Namun semua pohak jadi melihat kejadian ini sebagai peluang untuk menggerus lawan dan memicu motivasi lanjutan.apa itu ?
Makar tersembunyi
Makar tersembunyi. Kelompok yang selama ini ke ewa karena kalah tarung dalam pilpres, kelompok yang kecewa karena tidak dilibatkan dalam kabinet jokowi,kelompok yang tidak suka kepada partainya masing masing karena kalah dalam musdanas atau mukernas,kelompok kelompok yang di butu negara karena ketahuan korupsi dan membawa kabur uang rakyat,kelompok yang sekarang nyaman karen membawa kabur 17.000 trilyun uang rakyat,kelompok yang jadi sasaran tax amnesty dan banyak kelompok penjual negara yang bersatu dengan negara asing memanfaatkan gerbang kotak pandora Ahok untuk menjadi pintu masuk.
Maka seharusnya pilkada yang berlangsung mulus dan tinggal menunggu pelantikan kini menjadi membara di lapis bawah. Berbagai skenario lenghancuran indonesia menjadi semakin nampak sosoknya. Saya bersama ki Utomo Darmadi sesepuh TNI,sekaligus adik Pahlawan PETA Supriyadi, juga ki Hadhori Yunus mantan ketua keluarga besar Marhen,ki Sunardi, dan ki Jendral TNI PURN Tyasno Sudarto, 15 tahun lalu sudah menengarai hal ini. Bahkan pendowo limo itu membentuk GRN,atau gerakan revolusi Nurani, yang akan mengangkat gerbong NKRI dari kufur ke rel syukur.
Karena tanpa nurani bNgsa ini di revolusi, keutuhan negeri ini akan cidera bahkan hancur,apalagi pihak asing sebenarnya sudah membuat skenario indonesia ini akan di pecah menjadi 5 sampai 17 negara.
Berbagai cara sudah di upayakan,termasuk berhasil mengamandemen UUD 45, meluluhlantakan MPR Dan menjadikan indonesia menjadi negara berserikat,dan konfederasi lewat otonomi daerah yang ke blabasen.kepala daerah menjadi raja raja kecil,yang tidak ada rentang kendalinya,karena sama sama terpilih langsung,sehingg gubernur hanya jadi "enthung" , alias kepompong ,dia tidak mampu mengendalikan kepemimpinan kabupaten kota.
Akibatnya korupsi terjadi dimana mana , dari 844 Kabupaten Kota, hampir separuhnya terjerat korupsi. Bupati dan Walikota tinggal di sel sel penjara.maka karena kelemahan hukum dan aturan juga, ada kabupaten dan kota dikendalikan oleh Bupati dan Walikota yang tinggal di penjara..sungguh menyedihkan.
Kondisi inilah yang menyebabkan pertahanan nasional menjadi rapuh,muncul kawan lawan yang menelikung pemimpin pemerintahan. Kelompok sakit hati ini kemudian memanfaatkan kerapuhan kohesifitas ness atau persatuan bangsa dengan memanfaatkan gerbang A Hok. Karena tujuannya bukan menguasai dan memenangkan Pilkada, saja , tetapi menggeret Jokowi untuk lengser, maka isu perpecahan ini tak kunjung reda. Malah makin menjadi.
Hancur atau luhur
Maka muncul tawaran negeri ini mau hancur atau malah disengkake ing aluhur.kalau ingin hancur ya silahkan menggunakan cara cara tidak peduli merawat taman sari bangsa.membiarkan gerakan sparatis agama untuk melakukan operasi sebebas bebasnya,toh mereka sudah menyusupi tubuh TNI,POLRI,bahkan di jajaran Kabinet Jokowi,sampai ke eseleon tertinggi di kementrian kementrian. Tinggal selangkah selesai.
Tetapi kalau menghendaki bangs ini menjadi luhur di mata dunia dan mampu melaksanakan amanat penderitaan rakyat,maka mas Jokowi harus merubah gaya kepemimpinan.tidak memberikan toleransi kepada kelompok yang tidak toleran.ini negara bangsa maka harus ditangani dengan manajemen bangsa,bukan dengan cara cara agama.
Amanat rakyat,dan kedaulatan rakyat yang dititipkan kepada Mas Jokowi harus dimanfaatkan sebaik baiknya untuk memberangus gerakan sparatis agama ini.jika menghendaki skenario syria tidak terjadi disini. Mas Jokowi boleh tidak rukun dengan Daeng Yusuf Kalla, tetapi dalam mensikapi kondisi bangsa saat ini harus satu kata.jangan terpecah.karena saran akhirnya bukan sekedar penggulingan Jokowi JK.
Kelompok organesasi yang di biayai asing dan negara negara tertentu ini tidak ouas hanya menggulingkan Jokowi, tetapi target utamanya adalah membagi kue Indonesia ini menjadi negara negara kecil sesuai kepentingan dan hasrat atas kekayaan bangsa ini. Mereka menggunakan strategi cantik " amuba,"membelah diri sendiri. Daerah daerah yang di menjadi incaran negara asing itu di biarkan membelah diri, mereka hanya menyediakan sarana dan dengan memanfaatkan katalisator pemicunya adalah kelompok in toleran dan sparatis agama.
Strategi AMUBA Ini pol paling efektif dan efesien dalam menghancurkan negara di belahan dunia. Cepat tepat sasaran dan murah. Karena tanpa peluru satupun lepas indonesia sudah berhaburan sendiri.
Amerika bisa mendapat kan kue freport tanpa membagi saham dan perang, Cina dan Eropa juga Turki demikian juga. Karena apa. Karrna pemimpin kurang berani dan kurang tegas menangani kelompok sempalan yang memanfaatkan agama. Ketidak tegasan dan ketidak adilan ini menimbulkan kemarahan daerah. Indonesia itu sesuai pasal 29 UUD 45 , memberikan pemenuhan hak azasi manusia,hak yang paling azasi adalah dilindungi mengamplikasikan iman dan peribadatan sesuai agama dannkepercayaan masing masing. Tetapi Pilkada DKI telah menjudment bahwa yang selain ISLAM adalah kafir. Dan pemerintah diam saja,kalau tidak boleh disebut bingung atau tidak faham mengelola negara. Atau takut ?
Kebimbangan pemerintah melindungi rakyat inilah melahirkan kemarahan. Ini Indonesia Bung, ini negara bangsa bukan negara agama, maka tidak boleh seseorang atau kelompok mengkafir kafirkan sesama warga bangsa yang beda agama atau memeluk agama yang di lindungi negara. Kalau ajaran tertentu mengatakan dan menganggap kafir yang bukan seagama,itupun tidak boleh mengungkapkannya di ruang bebas dan terbuka,hanya boleh mengungkapkan di ruang tertutup saja.
Kondisi lepas kendali inilah membuat daerah tertentu terpicu untuk menuntut keadilan perlakuan di negaranya sendiri, maka daerah dipicu emosi kedaerahan akan memisahkan diri sendiri sendiri..tunggu saja kalau semua daerah merasa tidak dilindungi negara dan ketika di kafir kafirkan negara diam saja alias kalah dengan kelompok preman agama semangat persatuan yang di tanam para pendiri bangsa ini akan lumer dan cenderung melakukan pertahanan diri sendiri .Jadi.. tanpa diserang sudah pecah sendiri.
Maka sebagai warga bangsa kami PGN ( PATRIOT GARUDA NUSANTARA) YANG LAHIR DI TENGAH kondisi DARURAT berihktiar semampunya, menyadarkan setiap elemen bangsa untuk tetap di jalur syukur,dan mewarisi kemerdekaan ini dengan sabar dan sareh. Menjelaskan ke setiap pelosok daerah tentang PBNU yaitu Pancasila Bhineka tunggal Ika, Nkri dan Undang undang dasar 45...
Salah satu kegiatan diantaranya dalam arwah jamak menjelang puasa,kami besik kubur di daerah karang mojo boyolali. Semua camat dan Kapolsek,kepala desa dan Dan Ramil, ikut melakukan kegiatan ini,meski kelompok radikal HTI,FPUI,FPI DAN GNF MUI serta MTA yang semua bersumber di aliran wahabi men sesat sesat dan men musryrik musyrikan kami,padahal dasarnya dangkal....
Silahkan mas Jokowi, njenengan renungkan. Kami tetap setia di belakangmu ...tetapi kalau engkau diam saja, kami akan jalan di depan mu memberi contoh bagaimana menyelamatkan bangsa dan negeri ini, bersama TNI dan Polri serta kaum marhen dan Nahdliyin...
Sumber: Dr. KH Nuril Arifin Husein MBA
By. Jerry Patty
Postingan Populer
-
Tamiang Hulu- Suaraindonesia1com--Tak Terima Namanya Dicatut Dan Dipalsukan Tanda Tangannya 2 (dua) Warga Desa Bandar Setia Dusun Karang R...
-
SBD,SuaraIndonesia1.Com,Telah terjadi musibah kebakaran yang menimpa warga desa Mali iha kecamatan Kodi Sumba Barat Daya Provinsi Nusa Tengg...
-
Tamiang Hulu- Suaraindonesia1com- Terkait Pemberitaan Pemalsuan Tanda Tangan 2 (dua) Warga Bandar Setia Dusun Karang Rejo Yang Berinisial S...
-
Salah satu penerima manfaat RLH 2023 hingga 2024 haknya belum diberikan oleh pemerintah desa waitaru SBD - SuaraIndonesia1.Com, Kementerian ...
-
Nasional-Skrinews.Com.Bitung. Seiring terjadi Kejadian perkelahian antar kampung tinombala atas dan bawah, kecamatan maesa, kelurahan p...
-
GOWA - JAKARTA | SKRINEWS. COM/ Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan, "Alumni dari SMA Salis angkatan 85 Sung...
-
SBD,SuaraIndonesia1.Com,Program pemasangan meteran listrik gratis untuk masyarakat kurang mampu di Desa WeeKabala, Kecamatan Loura Sumba Bar...





