BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Pemerintah Kota Batu Lemah tangani masalah PKL




SKRI News - Batu
 Relokasi  PKL seputaran alun alun yang terdiri dari 5 Paguyuban yaitu PKL PNS, PKL Sudiro, PKL Kartini Atas,PKL Kartini Bawah,PKL Pasar Laron  yang diakomodir oleh Diskoperindag Kota Batu  pada senin ,(23/7) tak sesuai harapan.

Hal itu disampaikan Ketua Paguyupan Pedagang niaga Sipil (PNS), Puspita Herdi Sari disela sela kegiatan penataan lokasi bagi  anggota paguyubannya.

Puspita atau yang lebih dikenal dengan nama Pipit mengatakan kepada SKRI News," Dengan ditaruh disini ,  otomatis benturan dengan toko yang ada di belakang kita . 
"kalau ingin merelokasi harusnya tidak meggunakan Fasilitas umum, apalagi pendampingan juga tidak total, tuturnya.

Dengan melihat kondisi sekarang perlu dipertanyakan apakah jalan umum ini layak sebagai tempat relokasi ? Kalau sama sama di tempat umum apa bedanya dengan tempat yang lama? Sindirnya dengan nada kesal.

Menimpali keterangan dari Ketuanya, Sekitar pukul 18.00 Wib , Koordinator PNS Okky   mengungkap," Diawal saya sudah menyampaikan kepada Diskoperindag yang diwakili oleh Bapak Inol, agar kita cek lokasi lapangan terlebih dahulu, karena kenyatannya teori  tidak sama dengan prakteknya, kotak pembatas yang telah mereka buat tidak sesuai dengan keadaan.

Usulan kami tadi agar rombong diturunkan lebih dahulu sehingga kita tahu kekurangannya, namun karena tidak dilakukan ,sekarang ada  sekitar 30 anggota PNS yang berjualan aksesoris, pakaian dan kudapan belum tercover

Sedangkan tempat sudah tidak ada lagi, sudah di Plot oleh PKL Lain.

Kalau kami bersikeras , ada anggapan kami yang ingin menggila dan mau menang sendiri,karena itu saat ini kami tidak berjualan dulu sambil menunggu respon dinas terkait untuk menyikapinya.

Memang kalau pemerintah yang ngomong rakyat harus menerima dan menyesuaikan.tapi apakah harus seperti ini?

dan apakah fasilitas umum layak jadi tempat relokasi? Ungkap okky.

Disisi lain, Mantan Ketua Pasar Senggol Batu, Kristian Adi Candra menjelaskan keadaan carut marut itu dinilai karena Pemerintah tidak konsisten,dan Lemah.

Alasannya, sebelum dilakukan relokasi,sehari sebelumnya  dihadapan Walikota Batu Dewanti Rumpoko telah ada komitmen Seluruh Paguyuban  melebur jadi PKL KWB,

namun dalam perjalanan  proses relokasi yang dihadiri oleh Wakil Walikota Batu Punjul Santoso mereka mengingkari dan meminta dikoordinir masing masing paguyuban.

Namun tetap saja Pemerintah  mengiyakan, Ini adalah kesalahan yang diteruskan oleh Pemerintah.seharusnya kalau memang mereka tidak bisa menjaga konsistensi sebuah kesepakatan maka proses relokasi dibatalkan.

melihat keadaan ini,saya Pribadi mengundurkan diri dengan tidak ikut masuk dalam relokasi PKL ,tutur  Candra.

Sementara itu Wakil Walikota Batu Punjul Santoso yang pada pagi hari hadir, bertatap muka langsung dengan para PKL di Ganesha Kota Batu, menjelaskan bahwa kedatanganya hanya menyaksikan proses relokasi yang melibatkan anak anak berkebutuhan khusus.

Hal ini dimaksud agar saat pengundian tempat tidak ada dugaan tidak  jujur .

Namun  karena beberapa alasan diantaranya pertimbangan dalam satu contoh , apabila para penjual yang sama dagangannya dijadikan satu ,kemudian  salah satu diantara mereka tidak laku , hal tersebut bisa memicu persilihan.

Menimbang hal  demikian, kemudian monggo saya serahkan untuk di maping sendiri, kalau tidak sukses maka Pemkot yang atur sesuai Klaster.

Sebetulnya, tambah Wakil Walikota," pengundian tempat pada hari ini  adalah perwakilan Paguyuban, namun karena ketua mereka belum sempat mensosialisasikan hasil kesepakatan  sebelumnya, mereka berdatangan semua ke gedung Ganesha.

Masih Kata Punjul, dengan kondisi real yang sudah di hitung oleh pegawainya, maka jumlah PKL yang mencapai sekitar 249 orang, telah terverifikasi oleh Diskoperindag, semuanya bisa tercover  ,sehingga mereka bisa berjualan sambil menunggu tempat yang representative,harapnya.Yud/Rin
« PREV
NEXT »