BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Fenomena Mabuk Murah Meriah, dari Losion Anti Nyamuk hingga Pembalut Wanita

KUDUS, Skrinews - Fenomena remaja mabuk dengan cara yang tak lazim yakni dengan meminum air rendaman pembalut wanita menghentak masyarakat.

Ironisnya lagi, hasil temuan dari Badan Narkotika Negara Provinsi (BNNP) Jateng menyebut jika beberapa remaja penikmat air rebusan pembalut yang diamankan di Kudus, Jateng itu "ngefly" dengan cara merebus pembalut bekas.

"Pembalut bekas yang dipungut di sampah direbus dengan air, setelah dingin kemudian diminum bersama-sama. Selain pembalut bekas, perkembangannya juga menggunakan pembalut baru," kata Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jateng, AKBP Suprinarto saat dihubungi Kompas.com, Jumat (9/11/2018).

Disampaikan Suprinarto, diamankannya beberapa remaja yang memilih teler dengan menikmati air rendaman pembalut di Kudus itu atas laporan dari masyarakat.

Para penggunanya adalah remaja berusia 13 tahun hingga 16 tahun yang dalam keseharian diketahui sebagai anak jalanan.

Para anak jalanan itu semula coba-coba setelah menerima informasi dari mulut ke mulut tentang efek memabukkan dari rendaman pembalut wanita.


Sebelumnya di tahun 2016, fenomena serupa juga ditemukan di Belitung dan Karawang.

Keterangan dari para anak jalanan, efek yang ditimbulkan setelah minum rendaman pembalut wanita yakni seperti melayang-layang selayaknya sensasi mengonsumsi narkotika.

Bahkan mereka akan berhalunisasi. Hal itu lantaran kandungan zat kimia berupa klorin dalam pembalut wanita.

"Bahkan informasinya di Jakarta juga ditemukan. Di Kudus kami amankan lebih dari satu remaja. Salah satunya warga Grobogan. Setelah diinterogasi, rebusan pembalut dinikmati beramai-ramai. Ada belasan remaja yang sering ikut berpesta katanya. Karena belum ada sanksi, ya direhabilitasi dan diedukasi. Pihak keluarga juga kami hubungi," kata Suprinarto.

Gaya hidup bebas yang jauh dari jangkauan orang tua serta keluar dari zona pendidikan lah yang mengakibatkan mereka nekat menikmati rebusan pembalut wanita. Faktor ekonomi dinilai juga menjadi salah satu penyebabnya.

"Karena lebih terjangkau tak harus mengeluarkan kocek yang banyak untuk mabuk. Murah meriah dan sangat berbahaya. Mulai dari mabuk lem, jamur teletong, kecubung, lotion anti nyamuk, obat pembasmi nyamuk dan kini rendaman pembalut wanita. Rata-rata anak jalanan memang tidak terkontrol. Ini peran semua pihak untuk mencegahnya," pungkasnya.

Jmmy Is
« PREV
NEXT »