BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Peringatan HUT Tulungagung ke 813, Warga Berebut Hasil Bumi di Buceng Lanang dan Buceng Wadon

Tulungagung skrinews, – Ratusan warga berebut gunungan atau tumpeng dalam rangkaian hari jadi Kabupaten Tulungagung ke 813. 2 tumpeng yang disebut buceng lanang dan buceng wadon itu berisi aneka hasil bumi dari Kabupaten Tulungagung dalam acara Bersih Nagari, Minggu (18/11/2018).

Buceng lanang berisi aneka macam buah-buahan, sedang buceng wadon berisi makanan seperti nasi kuning, serta lauk pauknya.

Sebelum diperebutkan di halaman Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Kabupaten Tulungagung, kedua tumpeng itu di di arak mulai dari halaman Pemkab Tulungagung di Jalan Ahmad Yani menuju Pendopo di jalan R.A Kartini dengan dikawal ketat oleh para ASN berpakaian tradisional Jawa.

Selanjutnya kedua tumpeng itu dido’akan oleh tokoh agama setempat di Pendopo Tulungagung.

Salah satu warga yang ikut berebut mengaku ingin mengalap berkah dari kedua tumpeng yang telah dido’akan. Mereka yakin jika kedua tumpeng yang telah dido’akan tersebut bisa membawa keberkahan.

“Ingin dapat berkahnya,” Jawab Widodo warga desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru selepas ikut berebut tumpeng dengan warga lainya.

Dalam perebutan itu Widodo mendapatkan 5 buah mangga yang rencanaya akan dimakan bersama keluarganya.

Sementara itu Plt Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo ungkapkan acara Bersih Nagari merupakan bagian dari rangkaian acara Hari Jadi Kabupaten Tulungagung yang ke 813. Sesuai dengan Prasasti Lawadan, hari jadi Kabupaten yang dulunya bernama Kadipaten Ngrowo itu jatuh setiap 18 November.

“Acara Bersih Nagari merupakan rangkaian Hari Jadi Kabupaten Tulungagung yang ke 813,” ujr Maryoto Birowo.

Di usianya yang lebih dari 8 abad ini, Maryoto berharap agar Tulungagung lebih baik lagi kedepanya. Semua pihak turut serta dalam pembangunan Kabupaten yang berjuluk kota Marmer ini.

“Perolehan yang cukup bersejarah ini kita hargai dan kita isi dengan kegiatan positif yang bisa menumbuhkan kesejahteraan masyarakat Tulungagung,” Tutur Maryoto.

Dalam momen sakral ini pihaknya meminta pada masyarakat untuk melupakan perbedaan. Seluruh elemen masyarakat harus bersatu untuk menciptakan kondusifitas. Apalagi tahun 2019 mendatang, bangsa ini akan mempunyai hajat besar demokrasi.

Topan Cris
« PREV
NEXT »