BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Kata Cak Imin : Herman Sikumbang adalah "Kader yang Militan"

SKRINewsTernate,
   Lagi Indonesia berduka, belum hilang kesedihan bangsa ini dari bencana alam Gempa bumi Palu dan Donggala, kini dipenghujung tahun 2018,  akhir pekan kemarin tepatnya sabtu (22/12) sekitar pukul 21.30 WIB, Tsunami kembali menghantam selat Sunda Banten dan Lampung akibat dampak letusan Gunung Anak Krakatau.
   Diantara sekian banyak korban tewas, salah satunya adalah musikus asal Maluku Utara tepatnya putra asli Tidore Herman Sikumbang gitaris grup musik Seventeen yang pada hari itu tengah tampil mengisi gathering Perusahaan Listirik Negara (PLN) di panatai Tanjung Lesung, Banten.
   Setelah sempat dinyatakan hilang, akhirnya sekitar pukul 14.30 (23/12) tubuh Herman ditemukan oleh tim SAR di areal Tanjung Lesung beberapa meter dari tempat meraka manggung dalam keadaan sudah tidak lagi bernyawa.
   Senin (24/12) Jenazah Herman diterbangkan dari Jakarta menuju Ternate menggunakan pesawat Batik Air, kemudian diseberangkan ke Tidore menuju rumah duka di kompleks Kotambopo, Kelurahan Tomagoba Kota Tidore Kepulauan.
   Kepergian gitaris Seventeen, Herman Sikumbang membuat duka yang sangat dalam bagi keluarganya dan seluruh warga Maluku Utara, hal itu terlihat dari banyaknya pelayat yang datang dari berbagi kalangan untuk mengantarkan jenazahnya menuju ke Pemakaman.
   Ungkapan belasungkawa juga disampikan oleh ketua umum PKB Muhaimin Iskandar (cak Imin) " Duka yang sangat mendam, sahabat tercinta adinda kita tersayang Herman Seventeen telah mendahului kita semua. Sungguh saya dan Keluarga besar sangat kehilangan "Kader yang Militan" dan Tangguh...kader yang baik dan sabar ini telah mendahului kita" demikian ungkap cak Imin lewat vidio yang di putar dalam akun Twitternya (23/12).
   Seperti diketahui Herman Sikumbang adalah salah satu calon anggota DPR RI untuk daerah pemilihan Maluku Utara dari Partai Kebangkitan Bangsa.
     Herman Sikumbamg Lahir di Tidore, 17 Maret 1982, anak ke-dua dari empat bersaudara putra pasangan dari Hi. Syahril Sikumbang dan Hj. Murni Konoras, meninggalkan istri Juliana Mochtar dan dua anak Hafuza D. Herman dan Hisyam Q. Herman.
   Menjadi gitaris Seventeen sejak 1999, lagu yang ditulis diantaranya adalah "Jangan Dulu Pergi" , "Cinta Jangan Sembunyi",  "Selalu Mengalah", "Sumpah Kumencintaimu" dan Sang Pilihan Hati" untuk Muhaimin Iskandar.
 
   "Selamat jalan Herman Sikumbang" meski engkau telah pergi, namun  karya karyamu akan tetap dikdikenng. (Sjbdjr)
« PREV
NEXT »