BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Pasaman Diambang Kehancuran Bupati Pasaman Diminta Copot Kepala Inspektorat



SKRINEWS Sumatra barat
PASAMAN -- Kabupaten Pasaman terus dilanda rusuh dan kisruh sejak tiga tahun terakhir. Persoalan internal di tubuh Pemkab, serapan APBD yang minim di masyarakat, banyaknya hutang pemkab ke kontraktor dan maraknya kunjungan luar negeri pejabat Pasaman serta seringnya aksi beli mobil plat merah baru, ditambah beberap kasus korupsi yang menghebohkan, menjadi topik yang memicu keresahan di Pasaman.

Namun kemaren, masalah baru kembali mencuat. Hal ini diduga akibat seringnya kepala inspektorat Pasaman, Rosben Aguswar berkata kasar, bersikap arogran dan bekerja tak becus. Kejadian inilah yang kemudian memicu terbitnya surat mosi tidak percaya pegawai inspektorat Pasaman tersebut.

Sebanyak 34 dari 36 orang pegawai inspektorat Pasaman, Selasa (22/1) kemaren, mendatangi bupati, dan meminta Yusuf Lubis untuk mencopot Inspektur yang ugal-ugalan tersebut.

“Kalaupun ugal-ugalan, namun jelas arah dan tujuan instansi ini, bisa juga lah kami terima. Tapi parahnya, kinerja Rosben ibarat jauh panggang dari api, dan nyaris tidak ada yang selesai. Ketika ada masalah atau keperluan koordinasi, Rosben cuek bebek saja,” kata salah satu pegawai Inspektorat bernada kesal.

Saking muaknya mereka, 90 persen pegawai inspektorat itu ikut menandatangani mosi tak percaya dan minta Rosben Aguswar dicopot dari jabatannya. Surat inilah yang diantar dan diutarakan langsung pegawai inpektorat, sembari berdemo ke Bupati Pasaman, Yusuf Lubis.

“Benar-benar muak kami. Tiba giliran senang, Dia yang didepan, bila tiba masalah, tidak ada solusinya samasekali. Makanya kami minta Rosben diganti,” lanjut narasumber lainnya.

Menurut pantauan wartawan skrinews pegawai inspektorat ramai ke ruangan bupati, Selasa pagi kemaren. Dikabarkan, Rosben menjadi momok masalah yang dibicarakan, karena sikap mau enak sendiri dan giliran ada masalah yang sulit, Dia cuek dan tidak ada solusi.

Menurut wartawan yang mangkal di kantor bupati pasaman kemaren, usai pegawai demo, Rosben langsung menghadap yusuf lubis. Entah bagaimana hasilnya, Rosben enggan berkomentar. Tapi bila hal ini didiamkan dan terus berkelanjutan, maka pendemo yakin, Kabupaten Pasaman sudah di ambang kehacuran.

“Jan ka aden ang batanyo (jangan pada saya kamu bertanya), tanya pada sekretaris,” cetus Rosben penuh emosi saat dihubungi via telpon oleh salah seorang wartawan online di Pasaman (Hendra)
« PREV
NEXT »