BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

RAPAT DAN SOSIALISASI PEMUTAHIRAN KELOMPOK TANI



Wanokaka skrinews, tempat kantor desa Waihura kecamatan Wanokaka dihadiri Kepala desa,Babinsa wanokaka,PPL pendamping dan pokta 33 kelompok tani,Hari Selasa 8/1/2019

Salah satu permasalahan klasik petani di berbagai wilayah adalah produktivitas rendah, akses informasi teknologi dan pasar rendah,kapasitas permodalah usaha terbatas dan kapasitas SDM petani rendah. Kondisi ini diperburuk oleh fragmentasi lahan dan pengaruh perubahan iklim.Berbagai faktor tersebut menyebabkan daya saing petani rendah dan sulit beranjak dari ketidakberdayaan.
Salah satu strategi pemberdayaan petani adalah pembinaan/pendampingan petani melalui kegiatan penyuluhan secara terpadu melalui pendekatan kelembagaan usaha. Pendekatan kelompok usaha dalam penyuluhan dimaksudkan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan penyuluhan.Pendekatan kelompok juga dimaksudkan untuk mendorong penumbuhan kelembagaan petani kelompoktani,Hal ini dilakukan karena masih banyaknya jumlah petani yang belum bergabung dalam kelompoktani (poktan),terbatasnya jumlah tenaga penyuluh pertanian sebagai fasilitator,serta terbatasnya pembiayaan dalam pembinaan bagi poktan tani.

Serka Nursalam babinsa Wanokaka menuturkan, Pembinaan kelembagaan petani perlu dilakukan secara berkesinambungan, diarahkan pada perubahan pola pikir petani dalam menerapkan sistem agribisnis.Pembinaan kelembagaan petani juga diarahkan untuk menumbuhkembangkan poktan dalam menjalankan fungsinya, serta meningkatkan kapasitas poktan dan melalui pengembangan kerjasama dalam bentuk jejaring kemitraan usaha.
Penumbuhan dan pengembangan poktan dilakukan melalui pemberdayaan petani untuk merubah pola pikir petani agar mau meningkatkan usaha taninya dan meningkatkan kemampuan poktan dalam melaksanakan fungsinya.jelasnya

Pemberdayaan petani dapat dilakukan melalui kegiatan pelatihan dan penyuluhan dengan pendekatan kelompok. Kegiatan penyuluhan melalui pendekatan kelompok dimaksudkan untuk mendorong terbentuknya kelembagaan petani yang mampu membangun sinergi antar petani dan antar poktan dalam rangka mencapai efisiensi usaha.Selanjutnya, dalam rangka meningkatkan kemampuan poktan dilakukan pembinaan dan pendampingan oleh penyuluh pertanian dengan melaksanakan penilaian klasifikasi kemampuan poktan secara berkelanjutan yang disesuaikan dengan kondisi
perkembangannya. ungkap Nursalam

Mustari
« PREV
NEXT »