Home
Jawa Timur
Setelah Dibukanya Jembatan Ngujang 2, Usaha Perahu Penyeberangan Gulung Tikar
Setelah Dibukanya Jembatan Ngujang 2, Usaha Perahu Penyeberangan Gulung Tikar
suaraindonesia1
-
Rabu, Januari 09, 2019
Tulungagung skrinews, – Sejak beroperasinya jembatan Ngujang 2, nasib operator perahu penyeberangan tambang di Kali Brantas seperti telur di ujung tanduk. Betapa tidak, sejak beroperasinya jembatan itu, penghasilan mereka menurun drastis.
Sebelum ada jembatan mereka bisa mengantongi 200 ribu perharinya, kini penghasilan mereka tak lebih dari 30 ribu perharinya. "Kalau untuk sehari-hari enggak cukup," ujar operator perahu penyeberangan tambang di Sungai Brantas, Agus Nurkholis.
Apalagi saat ini dirinya harus membiayai pendidikan kedua anaknya. Anak pertamanya sudah menginjak kelas XI dan putra bungsunya kelas V SD. Seperti hari ini, sejak jam 5 pagi dirinya baru menyeberangkan 5 orang. Padahal biasanya menginjak siang dirinya sudah menyeberangkan sekitar 50 orang lebih.
Sepinya pengguna perahu penyeberangan ini lantaran banyak yang memilih lewat jembatan dibanding menggunakan jasa perahu penyeberangan.
Sekali menyeberang, pengguna jasa dikenakan tarif sebesar 2 ribu rupiah untuk sepeda motor dan 12 ribu untuk mobil. Sedang jika lewat jembatan, tak dipungut biaya sepeserpun alias gratis. Kondisi ini memaksa Agus berfikir untuk ganti pekerjaan yang lebih layak.
"Ini masih mikir-mikir pekerjaan apa yang cocok," kata Agus. Perahu penyeberangan Agus melayani penyeberangan antara Desa Bulusari di Kecamatan Kedungwaru dan Dusun Mayangan, Desa Srikaton Kecamatan Ngantru.
Perahu ini dibeli secara patungan seharga 30 juta dengan 3 rekan lainya. Masing-masing patungan sebesar 7,5 juta. Sejak beroperasi 2 tahun lalu, modal yang dikeluarkan belum kembali. Pengeluaran akan bertambah jika dermaga swadaya dari bambu rusak terkena derasnya aliran Sungai Brantas.
"Pernah dalam 1 bulan rusak hingga 3 kali," katanya dengan wajah memelas. Agus melanjutkan, akan menjual perahu ini jika ada yang bersedia membeli dan uangnya akan dibagi. Selanjutnya uang itu akan digunakan untuk membuak usaha baru agar dapurnya tetap mengepul.
"Rencananya dijual," ujar pria yang telah menduda itu. Di sela kesibukanya menunggu penumpang, Agus gunakan untuk memancing dan mencari pakan untuk kambing peliharaannya.
"Untung saya masih punya tabungan kambing," tandas Agus.
cristian
Postingan Populer
-
SBD,SuaraIndonesia1.Com,Telah terjadi musibah kebakaran yang menimpa warga desa Mali iha kecamatan Kodi Sumba Barat Daya Provinsi Nusa Tengg...
-
Salah satu penerima manfaat RLH 2023 hingga 2024 haknya belum diberikan oleh pemerintah desa waitaru SBD - SuaraIndonesia1.Com, Kementerian ...
-
Tamiang Hulu- Suaraindonesia1com--Tak Terima Namanya Dicatut Dan Dipalsukan Tanda Tangannya 2 (dua) Warga Desa Bandar Setia Dusun Karang R...
-
Tamiang Hulu- Suaraindonesia1com- Terkait Pemberitaan Pemalsuan Tanda Tangan 2 (dua) Warga Bandar Setia Dusun Karang Rejo Yang Berinisial S...
-
Nasional-Skrinews.Com.Bitung. Seiring terjadi Kejadian perkelahian antar kampung tinombala atas dan bawah, kecamatan maesa, kelurahan p...
-
GOWA - JAKARTA | SKRINEWS. COM/ Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan, "Alumni dari SMA Salis angkatan 85 Sung...
-
SBD,SuaraIndonesia1.Com,Program pemasangan meteran listrik gratis untuk masyarakat kurang mampu di Desa WeeKabala, Kecamatan Loura Sumba Bar...





