OKNUM GURU SMK N 01 GORONTALO LAKUKAN KEKERASAN, PELANGGARAN ASUSILA DAN CEMARI NAMA BAIK SISWI


Skrinews.com kota gorontalo, Pada umumnya sekolah adalah tempat menimba ilmu. Cita-cita bangsa Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.
Namun bagaimna jika sekolah menjadi tempat penyimpangan para tenaga pendidik?

kini  kembali terjadi pelanggaran asusila didunia pendidikan oleh salah satu guru kontrak yang berinisial (S) terhadap seorang siswi kelas sebelas ( 11) di sekolah menengah kejuruan negeri 1 (SMK N 1) Gorontalo.

VL adalah korban penyimpagan seorang guru yang ada di sekolahnya. Menurut pengakuan korban, oknum guru tersebut menampar, menjambak rambutnya hingga jilbab terlepas dan melontarkan kata-kata kotor (seksual) kepada dirinya.

kejadian tersebut terjadi pada hari rabu 30/01/19
kepada tim investigasi SkriNews VL menjelaska jam mengajar guru tersebut ful hari itu dikelasnya,  dan guru tersebut selalu saja membuli dengan temannya sendiri "pak guru itu jaga kase gahar terus saya dengan saya p taman yang dp nama ijep" sehingga membuat dirinya tidak nyaman

dikatakan pula setelah dirinya dan dua temannya keluar dari ruangan praktek, dengan dengan sengaja menampar saya tanpa alasan "saya dia ada tampeleng deng tidak tau apa dp alasan ada ba tampeleng pa saya, saya bilang aduh pak guru sakit skali cuman dia kase palato deng apa ngana ini dia ijep poli saya, tidak tau apa pak guru p maksud ini"

dihari yang sama pada waktu kegiatan belajar mengajar berlangsung oknum guru itu kembali mendekati VL yang sedang melakukan praktek desain produk, dan tiba-tiba menjambak rambutnya sampai jilbab terlepas " saya tidak tau apa pak guru pe alasan ba taris saya punya rambut sampe jilbab ta lapas dan saya juga ada ta tarik ka blakang" ungkap VL kepada tim investigasi SkriNews sesekali terdengar tangisan saat diwawancarai

Tidak sampai disitu, si oknum guru pun melancarkan aksi selanjutnya dengan cara "mencolek" bagian pinggag VL dengan dibumbui kalimat "tantu ngana dia so pake le ijep". kata VL sambil menagis

VL yang merasa kejadian tersebut tidak wajar lagi, maka ke esokan hari ia melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya, kemudian orang tua VL (korban) menuju pihak sekolah (kepala sekolah) untuk menindak lanjuti kasus ini, 31/01/19
bersamaan tim investigasi SkriNews kesekolah untuk memintai keterangan terkait kasus ini, namun kepala sekolah simpel saja menjelaskan bahwa kami dari pihak yang bertanggung jawab disekolah ini meminta kepada orang tua siswa ( korban) kami akan memberikan pembinaan kepada guru yang bersangkutan.
disinggung mengenai apakah hasil musyawarah dengan pihak orang tua korban apaka sudah berakhir sampai disini.?, kepala sekolah pun enggan menjawab
" ah sudah saja dulu, tidak usah disebar luaskan." kata kepsek

hingga berita ini diterbitkan VL tidak masuk sekolah keesokan harinya (trauma) dan orang tua VL belum mendapat kabar dari kepala sekolah, terkait oknum guru yang psikopat itu.

R. Panai_Tim Investigasi