PIMPINAN PT EDP KLARIFIKASI ASAL KAYU YANG SEBENARNYA


Nabire SKRINEWS.COM

 Pimpinan PT Eka Dwika Perkasa
( EDP) Sri Genyo  mengklarifikasi bahwa  laporan pemberitaan dimedia  diduga kayu yang kami produksi berasal dari Nabire bukan berasal dari pemilik HPH yang ada di Nabire

Terkait hal itu  wartawan  SKRINEWS saat konfirmasi melalui Handphone seluler Genyo menjelaskan  bahwa kayu yang masuk diperusahaan PT EDP pembeliannya  berasal dari Kabupaten Wondama dan Kabupaten Bintuni bukan dari HPH Nabire yang dimaksud

" Sejak Desember 2018 sampai dengan  Februari 2019 kayu merbau kayu bulat dari 2 perusahaan HPH PT KURNIA TAMA SEJAHTERA (KTS)  dari Wondama dan dari PT  TELUK BINTUNI MINA AGRO KARYA totalnya  4500 kubik telah kami beli dan Legal kayu kayu tersebut yang masuk diperusahaan kami dan Ijin yang kami sekarang pakai adalah ijin dari provinsi (Gubernur) karena produksi sudah mencapai 4500 jelasnya singkat

https://www.skrinews.com/2019/01/lsm-wgab-provinsi-papua-minta-instansi.html?m=1

Seperti diketahui  dalam pemberitaan dimedia LSM Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB) dan masyarakat dinabire meminta  instansi terkait untuk memeriksa asal usul kayu yang ada di PT Eka Dwika Perkasa ( EDP) pabrik olahan diNabire karena diDUGA  kayu kayu jenis Merbau yang diproduksikan untuk  di ekspor keluar daerah  bukan berasal dari Kabupaten Nabire dan bukan berasal dari PT JDI (jathi Darma Indah) pemilik HPH Dinabire  (rahman)