BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Gubernur dan wakil Gubernur Malut Resmi dilantik Presiden Jokowi.

SKRI News, (Jumat, 10/05/19)
    Bertempat di Istana Negara, Jokowi Widodo selaku Presiden Republik Indonesia resmi  melantik Gubernur petahana Abdul Gani Kasuba menjadi Gubernur Maluku Utara untuk periode 2019-2024.
    Sementara Wakil Gubernur Maluku Utara dijabat oleh Al Yasin Ali yang menggantikan posisi M. Natsir Thaib.
    Pelantikan Abdul Gani Kasuba dan Al Yasin Ali berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 38/P Tahun 2019 tentang Pengesahan Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara periode 2019-2024.
     Selain para Menteri dan Kepala Lembaga Negara hadir juga para Pejabat dan Bupati-Walikota se Provinsi Masuk Utara.
    Abdul Gani-Al Yasin merupakan pasangan Gubernur dan Wagub hasil Pilkada 2018. Keduanya ditetapkan sebagai pemenang setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan perselisihan hasil suara Pilgub Malut 2018.
   Abdul Gani-Al Yasin unggul dari pasangan Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar. Dalam Pilgub Malut 2018, Abdul Gani-Al Yasin yang diusung PDIP dan PKPI itu mendapat 176.669 suara.
   
    Kepada wartawan usai pelantikan Gubernur Gani Kasuba menyampaikan ada Pesan khusus dari presiden kepada beliau, yaitu agar bekerja dengan hati-hati, karna dikanan-kiri ada petugas yang mengawasi dan agar selalu memperhatikan kepentingan  rakyat, yang kedua mengerjakan tugas-tugas yang ada di depan, apa-apa yang bisa kita lanjutkan, kita lakukan," kata Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Gani di Kompeleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/5/2019).

Abdul Gani memaparkan, Jokowi ingin Pemprov Malut merampungkan masalah pembebasan lahan dalam proyek Morotai.

Jokowi juga ingin proyek kawasan ekonomi khusus (KEK) segera dirampungkan agar sektor pariwisata di Maluk utara bisa segera berjalan. Sekarang sudah mulai berjalan, proyek-proyek di KEK juga, pariwisata, perikanan fasilitasnya juga sudah mulai jalan," tuturnya.

Abdul Gani menambahkan, pihaknya juga meminta agar pemerintah pusat bisa membangun jalan tol dari bandara menuju kota ke jalan provinsi. Pasalnya, saat ini jalan provinsi ke bandara cukup jauh.

"Saya minta langsung ke Presiden agar ada jalan bebas hambatan antara ibu kota dan bandara. Kurang lebih 100 km, dengan jalan bebas hambatan bisa kita tempuh dalam 45 menit," ucapnya. (SjbDjr/SnMkd)
« PREV
NEXT »