ANIES BASWEDAN: GURU TUA SALAH SATU PENENTU POSISI SULAWESI DI DALAM NKRI.
suaraindonesia1
-
Sabtu, Juni 15, 2019
Skrinews.com_ Siapa yang tidak mengenal pendiri Perguruan Islam Al-khairaat, beliau adalah Habib Idrus bin salim aljufri atau yang biasa disapa guru tua oleh masyarakat lembah palu suku kaili Sulawesi tengah dizamannya itu, harus diakui memang belum secara menyeluruh masyarakat Indonesia yang mengetahui siapa beliau.
Namun siapa sangka, salah satu ulama besar yang dimiliki Indonesia bagian timur tersebut akhir-akhir ini menjadi perbincangan serta mendapatkan banyak dukungan dari para tokoh agama, masyarakat, politik, organisasi-organisasi islam dll untuk menjadi salah satu pahlawan nasional di republik ini.
Seiring waktu berjalan dukungan pun kian bertambah bahkan belum lama ini dilansir dari berita kabar selebes.id salah satu yang menyatakan siap mendukung Habib Idrus 'Guru tua' menjadi tokoh nasional itu yakni Anies Baswedan.
Gubernur DKI Jakarta tersebut setuju atas usulan dari berbagai organisasi masyarakat dan organisasi keagamaan di Sulawesi Tengah, yang mendorong Tokoh Pendiri Pendidikan Alkhairaat Habib Sayyid Idrus Bin Salim Aljufri (Guru Tua) sebagai pahlawan nasional.
Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan RI ini mendukung usulan agar Negara segera mengambil kebijakan untuk menetapkan Guru Tua menjadi pahlawan nasional.
“Guru Tua ini salah satu figur yang di masa awal kemerdekaan menjadi penentu posisi Sulawesi di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucap Anies Baswedan, di Palu, Jumat (14/6/2019) malam.
Anies menyampaikan dukungannya terhadap Alkhairaat dan ormas-ormas yang mendorong agar Guru Tua di tetapkan sebagai Pahlawan Nasioanal, usai bersilaturahim dengan Cucu Guru Tua Habib Sayyid Saggaf Bin Muhammad Aljufri.
Masih dikutip dari kabar celebes.id, Mantan Menteri Pendidikan RI itu menyebut, bahwa Guru Tua berjuang di saat itu kondisi negara masih minim informasi termasuk informasi tentang kemerdekaan.
Posisi dan sikap Guru Tua saat itu, menurut Anies, sangat menentukan terhadap NKRI yang saat itu baru saja merdeka.
“Posisi dan sikap Guru Tua saat itu memiliki dampak yang sangat besar, terjadinya Indonesia seperti saat ini,” kata Anies.
Selanjutnya, sebut Anies, sepanjang hidupnya, Guru Tua menghibahkan hidupnya untuk memajukan kegiatan dakwah dan pendidikan di Kawasan Timur Indonesia.
“Ratusan madrasyah, sekolah di dirikan sepanjang hidupnya yang tersebar di Kawasan Timur Indonesia,” ujar Mantan Rektor Universitas Paramadina itu.
Kemajuan yang ada saat ini, baik di Sulawesi dan di Kawasan Timur Indonesia, tidak terlepas dari jasa Guru Tua.
Karena itu, Anies menegaskan semua persyaratan yang disyaratkan untuk menjadi Pahlawan Nasional, terpenuhi.
“Negara harus mengambil keputusan tentang ini,” Tandas Anies
Majid R
Postingan Populer
-
Tamiang Hulu- Suaraindonesia1com--Tak Terima Namanya Dicatut Dan Dipalsukan Tanda Tangannya 2 (dua) Warga Desa Bandar Setia Dusun Karang R...
-
SBD,SuaraIndonesia1.Com,Telah terjadi musibah kebakaran yang menimpa warga desa Mali iha kecamatan Kodi Sumba Barat Daya Provinsi Nusa Tengg...
-
Tamiang Hulu- Suaraindonesia1com- Terkait Pemberitaan Pemalsuan Tanda Tangan 2 (dua) Warga Bandar Setia Dusun Karang Rejo Yang Berinisial S...
-
Salah satu penerima manfaat RLH 2023 hingga 2024 haknya belum diberikan oleh pemerintah desa waitaru SBD - SuaraIndonesia1.Com, Kementerian ...
-
Nasional-Skrinews.Com.Bitung. Seiring terjadi Kejadian perkelahian antar kampung tinombala atas dan bawah, kecamatan maesa, kelurahan p...
-
GOWA - JAKARTA | SKRINEWS. COM/ Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan, "Alumni dari SMA Salis angkatan 85 Sung...
-
SBD,SuaraIndonesia1.Com,Program pemasangan meteran listrik gratis untuk masyarakat kurang mampu di Desa WeeKabala, Kecamatan Loura Sumba Bar...


