BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Potensi wisata di Desa Pa'bumbungan Terkendala Akses Jalan

Skrinews_Bantaeng

— Kepala Desa Pa’bumbungang, Ardi Sri Nandar optimis bisa mengembangkan potensi wisata alam berbasis agro wisata yang ada di wilayahnya. Hal itu juga untuk menjawab hasil pelatihan yang dilakukan Dinas Pariwisata Bantaeng beberapa waktu lalu soal tata kelola destinasi yang ada di daerah kabupaten bantaeng.

Ardi memaparkan bahwa di desa pa'bumbungan mempunyai objek yang punya potensi strategis yang bisa di kembangkan mengingat kondisi alam di desanya berada di ketingian 900_1000 (DPL) dengan koltur tanah berbukit dan mempunyai hutan pinus yang masih asri tentunya dapat kita jadikan suatu aikon desa yang bedampak fositif pada ekonomi masyarakat. 

“Ada dua destinasi wisata yang kita mau kembangkan. Agrowisata dan wisata hutan pinus,” katanya, Senin, 17 Juni 2019.

Dia menyebut, potensi hutan pinus yang ada di Dusun Bontojonga,ba'bangen tersebut terbilang masih terjaga kealamiannya.

Untuk agrowisata, komoditas unggulan yang mereka tawarkan adalah wisata kebun kopi dan sayur kol'kubis'kentang dan wortel

“Potensi ada, itu (agrowisata dan hutan pinus) baku dekat. Di bawah ada tanaman sayur yang sudah ditata, dan kalau jalan lagi ke atas, ada hutan pinus. Setahu saya, hutan pinus di Bantaeng yang masih terjaga kealamiannya itu cuma di Pa’bumbungang, makanya masih sangat asri. Dan spot foto menarik karena kota bisa dilihat dari ketinggian,” ungkapnya.

Objek wisata yang berada di desa yang terletak di Kecamatan Eremerasa ini, diakuinya sementara ditata dengan swakelola.

“Sekarang masih dalam tahap perencanaan hanya saja kita masih terkendala akses jalan ,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, akses jalan yang sulit itu diakuinya berdampak pada minat wisatawan untuk berkunjung. Pasalnya jalur yang harus ditempuh sangat ekxtrim sejauh satu kilometer dengan jalan yang berbatu dan berlumpur

“Kita mau kembangkan, cuman masih terkendala akses jalur yg belum dibenahi. Dari kantor desa masih aspal sejauh tiga kilo, tapi kalau sudah mau mendekati objek agrowisata ini satu kilo dan itu jalanannya masih pengerasan batu,” tuturnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantaeng, H. Subhan menyebut, pihaknya bakal terus melakukan inovasi, baik untuk destinasi yang sudah ada maupun pembangunan destinasi yang baru.

“Saya ini tugasku di pariwisata, ada skop destinasi wisata di bantaeng yang perlu dibenahi. Karena percuma kita mempromosikan wisata padahal itu tidak menjual, ini soal kepercayaan kepada wisatawan. Mereka yang datang ini kan enak kalau berkunjung dan pulang ke daerahnya lalu membawa cerita bahwa Bantaeng itu bagus,” tukasnya.

Mrs KIM
« PREV
NEXT »