Sidak Ombudsman RI Perwakilan Sulsel Kepada 3 instansi Layanan Publik
suaraindonesia1
-
6/11/2019 03:05:00 PM
Skrinews_Sulsel
- Koordinasi dan Komitmen para Stakeholder untuk terwujudnya sinergitas pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.
Pada hari Minggu, tanggal 9 Juni 2019, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi sulsel, Subhan bersama seorang Asisten Ombudsman dan staf Ombudsman melakukan Sidak Layanan Publik pada 3 (tiga) instansi penyelenggara / pemberi layanan publik, diantaranya layanan pada Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu ( SPKT) Polda Sulsel , layanan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makasaar dan layanan pada Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo Makassar. Tujuan dari sidak tersebut untuk memastikan penyelenggaraan layanan publik berjalan selama libur lebaran.
"Selama libur lebaran SPKT tetap memberikan layanan, dan ada 1 (satu) laporan yang masuk, yang diterima pada tanggal 5 Juni 2019" ungkap salah seorang petugas SPKT".
Suasana ruang SPKT Polda Sulsel cukup nyaman, dan menurut Ka Siaga 1 SPKT Polda Sulsel, a.n Kompol Sengkaru, bahwa dalam hal penerbitan produk layanan, seperti surat keterangan tanda lapor kehilangan dapat segera diterbitkan setelah persyaratan dilengkapi.
Sebagai Kepala Perwakilan yang bertugas di sebuah lembaga negara pengawas pelayanan publik, Subhan menyampaikan bahwa informasi persyaratan layanan pada SPKT Polda Sulsel cukup transparan di mana informasi tersebut yang menjadi hak masyarakat telah dipajang, termasuk biaya / tarif gratis.
Subhan juga berpesan kepada Kompol Sengkaru, agar SPKT Polda Sulsel senantiasa menjaga layanan yang maksimal, dan mengedukasi masyarakat yang melapor, mengingat bahwa pelayanan SPKT yang prima akan mampu meningkatkan citra institusi, disamping itu sebagaimana UU No.25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik, masyarakat merupakan pengawas eksternal, sehingga ketika masyarakat menerima layanan dari institusi pemberi layanan publik, maka di saat itulah masyarakat berperan sebagai pengawas eksternal layanan publik, selain itu Subhan juga menambahkan jika terdapat sarana yang kurang, secepatnya dapat dilengkapi dan terpelihara untuk mendukung kelancaran dalam menjalankan tupoksi SPKT.
Selanjutnya, Ombudsman melanjutkan sidak di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, dengan melakukan pengecekan pada Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran Tahun 2019, Angkasa Pura.
Nurani, selaku Airport Security Screening Manager didampingi oleh Dian Ari, S selaku Airport Operation Landside and Terminal Manager, menyampaikan bahwa di Bandara telah disiapkan posko dan petugas kesehatan dimana salah satu bentuk layanan pada posko kesehatan terdapat alat tensi bagi pemudik atau siapapun yang berada dalam wilayah bandara dapat memanfaatkan alat tersebut.
" Untuk fasilitas check in, ada tambahan sarana self check - in sebanyak 12 (dua belas) unit, yang memiliki sistem user - friendly, agar mudah untuk digunakan" ujar Dian.
Berdasarkan data yang diperoleh, Dian menambahkan bahwa pada H-7 sampai dengan H +2, terdapat penurunan jumlah penumpang dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun, menurut Subhan bahwa meskipun faktor yang menyebabkan penurunan jumlah penumpang tersebut tidak diketahui pasti, pelayanan terhadap pengguna layanan di Bandara harus tetap maksimal. Pada kesempatan itu, Nurani juga memperlihatkan papan informasi yang memuat informasi tarif batas atas dan batas bawah setiap airlines. "Hal ini disampaikan kepada publik agar menjadi kontrol, dimana setiap airlines tidak boleh melebihi batas tarif tertinggi" tegas Nurani.
Sidak Ombudsman berakhir di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP )Wahidin Sudirohusodo Makassar. Subhan bersama tim langsung mengecek pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), berdasarkan data, menurut Suriati, salah seorang Duty Manager RSWS bahwa sebagaimana koordinasi dengan Direksi, maka selama libur lebaran 2019, bagian Poli tetap dibuka pada tanggal 3, 4 dan 7 Juni 2019 dan terdapat sebanyak kurang lebih 200 pasien yang datang berobat.
Layanan Sisrute ( Sistem Rujukan Terpadu) IGD tetap berjalan sebagaimana sebelumnya, "pada tanggal 3 - 7 Juni, terdapat jumlah pasien non bedah sebanyak 146 , lalu pasien bedah sebanyak 123, anak sebanyak 39 pasien dan obgyn sebanyak 35 pasien" jelas Suriati.
Dirut RSWS , Dr. Khalid yang juga sedang mengontrol ruang IGD menyampaikan bahwa layanan Poli selama libur lebaran, disatukan di Poli Reguler, disamping itu RSWS menerima banyak pasien rujukan dari kabupaten /kota. Meskipun menerima banyak pasien rujukan, pelayanan tetap dimaksimalkan, termasuk jika terdapat pasien gawat darurat, langkah pertama adalah menyelesaikan kondisi gawat darurat pada pasien, meskipun pasien tersebut tidak memiliki jaminan BPJS.
"Perhatian Pemerintah Daerah sangat dibutuhkan bagi pasien - pasien yang tidak memiliki jaminan kesehatan (BPJS)" harap Dr. Khalid.
Menyikapi harapan tersebut, Subhan akan senantiasa mendukung upaya upaya Dirut dan jajaran RSUP Wahidin Sudirohusodo, dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.
"Butuh koordinasi dan komitmen para stakeholder, agar sinergitas pelayanan publik terwujud" kata Subhan.
Penulis : Maria Ulfa
Editor : mrs KIM
Postingan Populer
-
Salah satu penerima manfaat RLH 2023 hingga 2024 haknya belum diberikan oleh pemerintah desa waitaru SBD - SuaraIndonesia1.Com, Kementerian ...
-
SBD,SuaraIndonesia1.Com,Telah terjadi musibah kebakaran yang menimpa warga desa Mali iha kecamatan Kodi Sumba Barat Daya Provinsi Nusa Tengg...
-
Tamiang Hulu- Suaraindonesia1com--Tak Terima Namanya Dicatut Dan Dipalsukan Tanda Tangannya 2 (dua) Warga Desa Bandar Setia Dusun Karang R...
-
Tamiang Hulu- Suaraindonesia1com- Terkait Pemberitaan Pemalsuan Tanda Tangan 2 (dua) Warga Bandar Setia Dusun Karang Rejo Yang Berinisial S...
-
Nasional-Skrinews.Com.Bitung. Seiring terjadi Kejadian perkelahian antar kampung tinombala atas dan bawah, kecamatan maesa, kelurahan p...
-
GOWA - JAKARTA | SKRINEWS. COM/ Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan, "Alumni dari SMA Salis angkatan 85 Sung...
-
SBD,SuaraIndonesia1.Com,Program pemasangan meteran listrik gratis untuk masyarakat kurang mampu di Desa WeeKabala, Kecamatan Loura Sumba Bar...




