SKRINews-Pagar Alam; Hamparan kebun Kopi nan hijau yang menghiasi panorama alam, membuat siapa saja ingin berlama-lama berada di Kota Perjuangan Ini.
Dengan keasrian dan kesuburan tanahnya, membuat Pagar Alam menjadi salah satu daerah penghasil komuditas pertanian unggulan, dan sayur mayur.
Sejak berabad-abad yang lalu masyarakat di lembah kaki gunung dempo ini sudah bergelut dengan pertanian, dan kopi menjadi komuditas unggulan serta sandaran penghidupan bagi sebagian besar masyarakat Pagar Alam.
Potensi inilah yang dilirik oleh Nisdiarti bersama 15 ibu-ibu lainnya yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani Kelurahan Bumi Agung.
Dihubungi SKRINews, ibu 2 anak ini menuturkan awalnya kelompok ini didirikan hanya untuk memperbadayakan ibu-ibu yang ada dikelurahan Bumi Agung, namun sekarang Alhamdulillah produksi Bubuk Kopi Merah kami sudah mencapai 300 kg perbulan, dengan omset diatas 7.000.000,- beserta 12 tenaga kerja yang terserap dari kegiatan produksi kami.
Kopi yang kami produksi juga masuk Kopi Master di Sumatera Selatan, yang menjadi binaan pendamping UMKM dan Duta Kopi Indonesia, sambungnya.
Ditanya soal Kemasan dan distribusi pemasaran, Owner sekaligus ketua KWT Bumi Agung ini menjelaskan, klo Kopi Merah yang kami produksi, sudah menembus Cafe Cafe di Pulau Jawa dengan kemasan yang ekslusif dan varian beragam.
Selain pemasaran secara online, untuk mengenalkan produk-produk, kami kerap mengikuti event-event yang diadakan pemerintah kota Pagar Alam dan ivent-ivent tingkat propinsi lainnya.
Untuk para pecinta kopi, adek-adek pelajar dan mahasiswa di Pagar Alam dan Sumatera Selatan, kami siap berbagi ilmu (sharing) melalui rumah produksi BDC dan UKM Harapan Baru.
Diakhir perbincangan dengan SKRINews, sang owner berpesan untuk seluruh dulur (teman-red) yang ingin menikmati Kopi Merah Pagar Alam bisa kontak kami di 085273023472,081218192565.
SKRINews/JCK


