BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

MENANGGAPI LAPORAN GUBERNUR, BEGINI PENJELASAN KETUA DPD POSPERA SULTENG.




Skrinews.com_ Ketua DPD Posko Perjuangan Rakyat POSPERA Provinsi Sulawesi Tengah, Aim Ngadi, S.Kom, akhirnya buka suara melalui press release yang ia bagikan ke wartawan dalam hal menanggapi perseturuan yang terjadi antara Yahdi Basma salah satu anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dengan Gubernur Longki Djanggola belum lama ini.

Menurutnya, kasus penyebar hoax yang disangkakan Gubernur kepada Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah tersebut, adalah merupakan kejadian yang tidak bisa terhindarkan pada situasi saat sekarang.

Informasi atau gambar hoax di media social akan selalu muncul dalam kondisi apapun dan siapapun dapat mengalami atau melakukan hal serupa." Ujarnya

Tanpa terkecuali Yahdi Basma, SH dalam suasana politik yang memanas pasca pilpres dan pileg April silam tentu sensitifitas informasi yang beredar sulit untuk dihindari.

Dengan Melihat sampel atau bukti yang di sebar oleh YB di media social dan beberapa grup WA adalah bentuk provokatif nyata yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang hanya menginginkan konflik ditengah masyarakat. Dan sekarang oknum tersebut merasa menang karena sudah membuat kedua pejabat publik berseteru ditengah masyarakat.

"Dan untuk merespon situasi tersebut, kami memintah kepada masyarakat umum maupun media social untuk tidak memperkeruh suasana, kelompok – kelompok yang ada di kedua belah pihak agar menahan diri untuk tidak memanas – manasi situasi ini." Sambungnya

Aim ngadi menambahkan, biarkan pihak kepolisian yang akan membuktikan dan mengungkapkan siapa dalang dibalik dari editan judul berita “Longki Danggola Biaya Aksi People Power di Sulteng” tersebut.

"Biarkan pihak Kepolisian fokus dan mengusut siapa orang yang pertama kali memposting dan menyebarkan editan judul berita tersebut yang telah mengganggu ketentraman masyarakat umum secara luas." Tegasnya

Aim pun berharap agar situasi dan polemik ditengah masyarakat kembali normal. Maka, ada baiknya kedua belah pihak dengan kerendahan hati membuka diri untuk saling memafkan agar tidak larut dan berkepanjangan. Sebab, situasi masyarakat disulawesi tengah masih belum stabil pasca bencana 10 bulan lalu.

Amr
« PREV
NEXT »