Sumba Barat,(Mustari)
lapangan polres Sumba Barat dilaksanakan apel kesiapsiagaan TNI/Polri,Dalam rangka mendukung pelaksanaan pengamanan pelantikan Presiden dan wakil presiden Republik Indonesia periode 2019-2024,Turut hadir Wakapolres,Kasdim 1613/SB,jajaran perwira,TNI,Pol PP,Jumat 18 Oktober 2019
Amanat Kapolda NTT yang di bacakan Wakapolres Sumba Barat,Kompol I.Budi Artawan S.I.K.SH.MM,Demokrasi di Indonesia telah memberikan kebebasan masyarakat berserikat,berkumpul menyampaikan pendapat yang dijamin dalam
Konstitusi.Sebuah demokrasi pemilu serentak 2019 bagian dari kemerdekaan rakyat untuk memilih kepala Negara dan kepala Keperintahan,perlu ada jaminan Keamanan.
Pada tanggal 17 April Rakyat Indonesia telah melaksanakan pemilu serentak.Sejarah sebagai pemilu terbesar ke tiga di Dunia,setelah India dan Amerika.ancama-ancaman harus kita antisipasi agar tidak jadi menjelang pelantikan Presiden dan Wakil presiden tahun 2019 yakni"Ir.Joko Widodo dan Prof.Dr.KH.H Ma'ruf Amin yang dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2019.
Berbagai potensi keamanan pada saat pelantikan harus dapat di kelola dan di tangani secara profesional dan Akuntabel.Kesematan ini pula saya mengingatkan seluruh jajaran minimalisir segala tindakan produktif yang dapat mencederai nilai-nilai demokrasi dan menurunkan citra aparat keamanan di mata Masyarakat.
Kesiapan dan kehadiran Polri untuk berseri bersama TNI dan Instansi lainya dalam menjaga,serta menjamin keamanan di wilayah Republik Indonesia Khusunya wilayah Propensi Nusa Tenggara Timur.Ada beberapa tekanan yang saya sampaikan dan di pedomani dan dilaksanakan,:
1.Siapkan mental dan fisik dengan di landasi ketaqwaan kepada TYM,serta komitmen moral dan di siplin kerja yang tinggi dalam melaksanakan tugas
2.Tingkatkan kewaspadaan terhadap ancaman teroris yang memanfaatkan momen pelantikan residen dan wakil presiden serta potensi adanya sejumlah pejabat yang di jadikan sasaran pelaku.
3.Perkuat solidaritas dan sinergitas TNI/Polri dan seluruh Stecholder guna mewujudkan pelantikan presiden dan wakil presiden aman,lancar dan damai.
4.Hindari tindakan yang mencederai kewibawaan TNI/Polri dalam melaksanakan pelantikan presiden dan wakil presiden.
5.Kedepankan langkah-langkah proaktif dengan mengoptimalkan deteksi dini guna mengetahui dinamika yang berkembang untuk selanjutkan di paksakan upaya pencegahan dan pengamanan dini.
6.Dorong seluruh elemen masyarakat,Pemda,
MEDIA,Toga,Tomas untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai peraturan yang berlaku.
Kita memiliki tanggung jawab besar dimana kontestasi demokrasi yang harus di lakukan dalam sudut pengamanan untuk menciptakan demokrasi sehat,kompetitif dan AMAN.






