MINAHASA UTARA - Mejelang pelantikan Presiden RI, serta menangkal paham radikalisme terorisme dan intoleransi di Sulawesi Utara, Polres Minahasa Utara menggelar Coffee Morning bertempat di Aula Mapolres Minahasa Utara, (18/10/2019).
Hadir dalam Coffe Morning tersebu, Kapolres Minut AKBP Jefri Ronald Parulian Siagian, SIK, Dandim 1310/Bitung, Letkol Inf Kusnandar Hidayat, S.Sos, Wakil Bupati Minut, Joppi Lengkong, Sekda Minut, Jemmy Kuhu, Ketua DPRD Minut, Denny Lolong, Ketua Pengadilan Negeri Minahasa Utara, perwakilan Kejari Minut, Ketua MUI Minut, FKUB Minut, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, LSM, para perwira jajaran Polres Minut serta tamu dan undangan lainnya.
Kapolres Minut AKBP. Jefri R. P. Siagian, S.I.K, menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi yang tinggi atas kehadiran para tamu dan undangan pada acara Coffe Morning tersebut.
"Kiranya Coffe Morning ini dapat dijadikan sebagai ajang berdiskusi menolak suatu bentuk radikalisme, intoleransi teroris-teroris yang akan masuk ke wilayah kita ini, sehingga kita bisa menarik suatu kesimpulan positif yang dapat kita sampaikan kepada masyarakat," tutur Kapolres.
Lanjut Kapolres Minut, intinya kita di tengah-tegah masyarakat sama-sama bisa mengajak bagaimana kita bisa menemukan ketenangan keamanan di wilayah lain jangan sampai ada sesuatu yang bisa mengganggu ketenangan di wilayah kita.
"Kita boleh berbeda Suku, Agama, warna kulit, tapi jangan perbedaan itu membuat kita menjadi terpecah. Tapi, perbedaan itu menjadi satu kekuatan yang kuat, yang utuh yang tak bisa terpecahkan," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Dandim 1310/Bitung, Letkol Inf Kusnandar Hidayat S.Sos, mengklaim bahwa slogan yang dimiliki oleh Sulawesi Utara, Torang Semua Ciptaan Tuhan, sangat bagus. Dan kewajiban kita sebagai manusia kita menjaga persaudaraan kita menjaga toleransi sehingga kehidupan masyarakat kita bisa rukun damai tentram. Dengan begitu, Kabupaten Minut yang kita cintai ini bisa terhindar dari kegiatan-kegiatan radikalisme, terorisme dan intoleransi.
"Dalam Pancasila, nilai-nilai yang tersirat dari Sila Pertama, diyakininya banyak yang tidak paham apa yang tersirat dalam Sila Pertama itu. Dan jika kita laksanakan sepenuhnya, saya yakin setelah kita melaksanakan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan bermasyarakat, maka akan tumbuh rasa persaudaraan tinggi, yang tak dapat digoyahkan oleh pihak penyesatan yang merongrong keutuhan NKRI. Ingat, tugas menjaga NKRI ini merupakan tugas kita semuanya," pungkas Dandim.
Dandim menambahkan, dengan saling memberikan masukan dan saling melengkapi, sehingga kemajuan Kabupaten Minahasa Utara, ini merupakan tugas kita semua.
"Mari kita bareng-bareng memajukan, sehingga terhindar dari kegiatan radikalisme, terorisme dan intoleran, NKRI Harga Mati," tegasnya.
Dikesempatan lain, Ketua MUI Minahasa Utara H. Baydowi Ibnu Fajar mengatakan sangat mendukung kegiatan yang digelar Polres Minut, sebagaimana kita membentengi para warga Minahasa Utara ini, tidak terpapar kegiatan terorisme, intoleransi dan radikalisme.
"Saya yakin dan percaya, tanah Minahasa Utara ini akan tetap aman dan damai. Oleh karena itu, mari sama-sama kita jaga toleransi, kebersamaan, kerukunan, sehingga tanah yang terberkati ini bisa terus terjaga keberadaannya," kata H. Baydowi.
Diakhir kegiatan Coffe Morning, Kapolres beserta dengan seluruh tamu undangan yang ada, mengikrarkan deklarasi damai menolak paham radikalisme, terorisme dan intoleransi di tanah Minahasa Utara, dilanjutkan Doa Bersama sekaligus Doa secara bergantian oleh Ketua MUI Minahasa Utara, H. Baydowi Ibnu Fajar, ditutup oleh Ketua FKUB Minut, Pendeta Ruben B. R.
Jmmy Is






