BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Skrinews - KUDA SUMBA WARISAN ALAM TANAH MARAPU YANG SEMAKIN MENGHILANG,BUPATI KODI METE AKAN MENGELUARAKAN ATURAN



Kodi Tambolaka,Skrinews


Kuda menjadi status sosial masyarakat adat Sumba, NTT. Kuda menjadi hewan yang mempunyai peranan paling lengkap bagi kehidupan masyarakat Sumba.
Di Sumba, kuda dipandang hampir sejajar dengan arwah nenek moyang. Ndara, nama setempat untuk kuda, bukan sekadar tunggangan, tetapi kendaraan hidup yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan pribadi orang Sumba.
Untuk kebutuhan pacuan, ANTRARAKSI ADAT PASOLA yang berlangsung setiap tahun


Sumba adalah salah satu keelokan Sang Ilahi yang dihadiahkan kepada manusia. Bagaimana tidak, walaupun terlihat kering pada musim kemarau, Sumba atau juga biasa disebut sebagai Tanah Marapu menyuguhkan pemandangan alam luar biasa bagi siapapun yang mengunjunginya.

Hamparan savana yang membentang di banyak daratan dan perbukitan Sumba, membuat setiap wisatawan yang melihatnya terkagum-kagum. Belum lagi ternak-ternak yang memang sengaja dilepas oleh penduduk setempat untuk mencari makanannya sendiri, seakan menambah keeksotisan Tanah Marapu.

Kepemilikan ternak sudah lama menjadi tanda status sosial masyarakat adat Sumba. Paling tidak 3 hewan ternak yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan masyarakat adat Sumba, yaitu : babi, kerbau dan kuda. Diantara ketiga hewan ternak itu, kuda adalah hewan yang mempunyai peranan paling lengkap bagi kehidupan masyarakat Sumba.


Di Sumba, Nusa Tenggara Timur, tidak ada kuda yang diberi nama, ini karena kuda dipandang hampir sejajar dengan arwah nenek moyang. Bagi masyarakat Sumba, ndara –nama setempat untuk kuda– bukan sekadar tunggangan. Kuda adalah kendaraan hidup yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan pribadi orang Sumba.

Selain sebagai daging konsumsi dan hewan tunggangan angkut, pada masa lalu kuda juga berperan sebagai kendaraan perang. Bahkan kuda di Tanah Marapu ikut pula dalam perhelatan ritual tahunan masyarakat Sumba,yang sudah terkenal ke Mancanegara, yaitu Pasola. Kombinasi antara kuda yang kuat dan bagus serta kepiawaian sang penunggang dalam mengendalikan kudanya serta bermain Lembing/tombak, dapat mengantarkan sang pemilik sebagai jawara dalam Pasola.

Masyarakat Sumba mempunyai satu kuda khas Sumba , atau lebih lengkap kuda . Kuda ini adalah kuda pacu asli Indonesia yang dikembangkan di Pulau Sumba. Konon kuda ini memiliki moyang kuda Arab yang disilangkan dengan kuda poni lokal untuk memperbaiki sejumlah penampilannya. Nama sandalwood sendiri dikaitkan dengan kayu cendana (sandalwood) yang pada masa lampau merupakan komoditas ekspor dari Pulau Sumba dan pulau-pulau Nusa Tenggara lainnya.

Kuda bagi masyarakat Sumba, tidak hanya sebagai sarana transportasi, tetapi juga berperan penting dalam kehidupan dan budaya, seperti sebagai mas kawin dan bagian dari acara adat Pasola yang berlang sing disetiap tahun sehingga dr Kornelius Kodi Mete,,Agar setiap Masyarakat Sumba Barat daya,Khusunya Di wilaya Kodi Utara,Kodi,Kodi Bangedo,dan Kodi Balaghar  setiap Rumah harus miliki satu ekor Kuda,
Sehingga dalam  Antraksi Pasola  Benar -Benar Berjalan  Ungkap Bupati Kabupaten Sumba barat daya ketika di temui media ini di Kampung Adat Toda pada tanggal 17 Februari 2020 Siang,

Ia melanjutkan  kedepannya akan Mengeluarkan Aturan,Larangan  untuk Kuda di Kabupaten Sumba Barat daya tidak boleh di Jual Keluar dari Wilayah  kabupaten SBD,Tandas Bupati Kodi Mete,

(LIPUTAN TIBO SKRINEWS)

« PREV
NEXT »