Pupuk Urea Jadi Persoalan Anggota Kelompok tani Desa Moro Maduyo,ketika Anggota kelompok Menyetor uang Rp250.0000/Anggota Kelompok tani dari 300,Orang anggota, tapi Pupuk tidak ada
MORO MADUYO TAMBOLAKA,SKRINEWS
Pupuk Urea Paling Banyak Disalurkan untuk Petani, Persoalan pupuk dikalangan petani kerap menjadi masalah dalam meningkatkan produktifitas komoditas hingga panen. Namun, persoalan tidak serta merta diabaikan karena pemerintah konsen dengan kebutuhan pupuk para petani.
Seperti Persoalan Penyaluran Pupuk urea sampai dengan saat ini belum disalurkan tanpa ada alasan yang jelas, seperti yang di janjikan ketua Gapk tani Desa Moro maduyo oleh Stepanus Rangga Bola, ketika setiap anggota kelompok di Wajibkan Mengumpul Uang Rp.250.000/orang dari dua belas kelompok ungkap beberapa anggota kelompok tani yang Merasa di rugikan.
Lanjut mereka Dari Dua belas kelompok itu, setiap kelompok tani yang berjumlah 25 Orang x Rp 250.000/Orang Berarti Uang yang terkumpul ketangan Ketua gapok tani Desa Moro Manduyo,Stepanus Rangga Bola berkisar Rp 75juta Rupiah tandasnya mereka ketika di temui media ini dan enggan Nama-nama mereka di Mediakan.
Atas inforamasi yang di terima Media ini untuk menghimpun Data akurat, media ini Mendatangi Salah satu tokoh Mata hari sebaga tokoh Penyalur Pupuk- Pupuk,yang beralamat di WAITABULA Ibu Kota Kabupaten Sumba barat daya,Propinsi Nusa tenggara timur,dan Sesuai Pengkuan Pemilik Toko Mata hari ,ia mengaku pada media ini bahwa Penyaluran Pupuk Merk NPK untuk Tapi tani Desa Moro Maduyo,Kec Kodi Utara,Kabupaten Sumba barat daya. Sudah diDrop sejak pada tanggal 27 Januari 2020 ,ada 312 sak
Drop yang kedua itu Pupuk Urea ada 156 sak sudah di antar Langsung Oleh Sopir sopir menggunakan Roda empat jelasnya ketika Media Ini Mendatanginya pada tanggal 2 Maret 2020
Dan Untuk Pupuk NPK 622 sak di tambah Pupuk Ure 156 sak jadi + ada 778 sak Sudah tuntas dan tidak ada Maslah,karena pada tanggal 17 Februari 2020 sudah Drop terkahir ungkap Aci pada media ini.
Untuk Memastiakan Kejelasan Informasi media ini Berusaha Ketemu Setepanus Rangga Bola sebagai Ketua Gabungan kelompok tani, yang Beralamat di Desa Moro Maduyo Kecamatan kodi Utara,Kabupaten Sumba Barat daya,Propinsi Nusa tenggara timur, dan setelah Bertemu dengan media, bukanya Setepanus Rangga Bola, Menjelaskan persoalan yang di tuduh Oleh anggota Kelompok ,Malahan Rangga Bola Melontarkan Kekecewaan pada media ini dengan Alasan kenapa Wartawan Langsung cek Kedok saya Ke toko Penyaluran Pupuk, akhirnya Kedok/ Perbuatan saya Terbongkar, dan ini saya tidak Merasa Puas nanti tetap Saya laporkan Ke Pihak Penegak hukum ungkap Rangga Bola,Ketika di temui Media ini diRuamah Kediamanya pada ranggal 3 Maret 2020 siang.
Liputan Tibo Skrinews).


