BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Skrinews - Kabar Duka, Penyanyi Top Era 90-an Rhama Aiphama Meninggal Dunia.



Skrinews, Gorontalo - Kabar duka menyelimuti dunia musisi tanah air. Penyanyi top era 90-an Sayyid Muhammad bin Syagab Al-Idrus atau lebih dikenal dengan nama Rama Aiphama meninggal dunia pada usia 63 tahun, Rabu (11/3).

Sebagaimana yang di lansir Hargo.co.id,  Informasi yang berhasil dihimpun, almarhum menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 04.30 WIB. Diduga Rama meninggal karena penyakit maag atau asam lambung.

“ Adik saya meninggal sebelum sholat subuh. Dia (Rama Aiphama) hanya sering mengeluh sakit asam lambung ”, ungkap Ibrahim Alaydrus, adik dari Rama Aiphama.

Almarhum rencananya akan disemayamkan di rumah duka, di Jalan Budaya, Condet, Jakarta Timur.

Rama Aiphama (lahir di Gorontalo, 17 September 1956 ), penyanyi yang sangat nyentrik dengan cara berpakaiannya ini diketahui memulai karier sebagai penyanyi pada 1981. Dikenal sebagai penyanyi beraliran Melayu, dangdut, dan keroncong, dia meraih puncak popularitas pada era 90-an dengan lagu daur ulang Dinda Bestari.

Ciri khas Rama Aiphama yang paling mencolok adalah pakaian menjuntai-juntai berwarna-warni yang selalu dipakai saat tampil. Dia juga melengkapi dengan topi khasnya.

Rama Aiphama meninggal dunia dalam usia 63 tahun. Dia adalah penyanyi dan pencipta lagu berdarah Arab-Gorontalo.

Untuk Gorontalo sendiri Rhama Aiphama pernah menyanyikan beberapa lagu dengan bahasa daerah Gorontalo dan populer pada era 2000-an hingga sekarang juga masih banyak yang mendengarkan seperti Tilola Malo Wolo Wololo, Modayango, Tobulalo Limutu, bahkan Hulonthalo Lipu'u.

Abd. Azis
« PREV
NEXT »