Home
Maluku Utara
Skrinews - KONSEP BESAR JEMBATAN "TEMADORELEO" oleh : KOMBESPOL TUBAGUS SIDDIQ"
Skrinews - KONSEP BESAR JEMBATAN "TEMADORELEO" oleh : KOMBESPOL TUBAGUS SIDDIQ"
suaraindonesia1
-
3/19/2020 12:35:00 PM
SKRINews TERNATE, (19/03/2020)
Sebagaimana diketahui harapan besar Masyarakat Maluku Utara agar Rencana pembangunan Jembatan Temadore (Ternate, Maitara dan Tidore) yang menghubungkan warga di Kota Tidore, Pulau Maitara dan Pulau Ternate, Maluku Utara (Malut) bisa dipercepat sehingga tidak menjadi sekedar wacana.
Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba sendiri pada beberapa kesempatan yang lalu juga telah memastikan bahwa Rencana Pembangunan jembatan Temadore ( Ternate, Maitara dan TIDORE itu bukan sekedar wacana, karena sudah diusulkan ke pemerintah pusat untuk dimasukan Proyek Strategis Nasional.
Bahkan Pemprov Malut bersama Pemkot Ternate dan Pemkot Tidore Kepulauanpun sudah pernah melakukan berbagai langkah terkait dengan rencana pembangunan jembatan Temadore itu, seperti survei dan kajian teknis, termasuk kebutuhan anggarannya.
Hal ini juga yang menjadi menarik bahkan menjadi perhatian khusus dari Bapak "KOMBESPOL THUBAGUS SHIDIQ S.IK."
Dan sebagai bentuk kepeduliannya kepada Pembangunan di Wilayah Maluku Utara, kepada media SKRINews beliau yang pernah menjabat KARO LOG Polda Maluku Utara ini menyampaikan sebuah sumbangan pemikiran, Konsep, ide dan gagasan Besar untuk Kemajuan Pembangunan Maluku Utara kedepan dengan adanya Jembatan penghubung antar pulau ini lewat sebuah Tulisan OPINI dibawah ini :
" KONSEP JEMBATAN TOMADORELEO "
" Opini yang berkembang terkait dengan pembangunan jembatan TEMADORE menghubungkan pulau Ternate, Pulau Maitara dan Pulau Tidore (TEMADORE) merupakan langkah maju dari berkembangnya Provinsi Maluku Utara, namun hal ini tetap akan menjadi sebuah permasalahan pada saat daratan Oba belum di satukan dan akan tetap terjadi KONFLIK kepentingan.
Oleh karena itu di perlukan sebuah pemikiran yang besar dengan niat membangun Negeri Kie Raha penuh dengan keikhlasan dan ketulusan hati kepada ALLAH SWT.
Adapun pemikiran besar tersebut adalah sebuah KONSEP RAKSASA membutuhkan energi besar, yaitu melanjutkan TOMADORE menjadi TOMADORELEO (TERNATE, MAITARA, TIDORE, LOLEO).
Jembatan TOMADORELEO ini akan menjadi konsep perpaduan Teknologi, Agama, Budaya dan Ekonomi kerakyatan, dimana seluruh masyarakat sekitarnya akan merasakan perubahan yang sangat signifikan dalam segala bidang, TOMADORELEO ini akan mampu juga mengangkat IKON Maluku Utara di dunia dengan menyatukan "TABE" ( Teknologi, Agama, Budaya dan Ekonomi ), adapun konsep jembatan TOMADORELEO tersebut adalah sebagai berikut :
a. Jembatan akan tersambung mulai dari Kota Ternate ( sebagai Kota Wisata, Niaga, Agama, Budaya ) ke pulau Maitara.
b. Jembatan akan tersambung dari pulau Maitara sebagai DESTINASI WISATA ALAM, yang di pulau tersebut terdapat "Taman Rekreasi Rakyat" dan dilengkapi fasilitas Transportasi dan Akomodasi berupa Cottage yang mengelilingi pulau Maitara ditambah dengan Taman Laut dan SPOT DIVING menuju pulau Tidore.
c. Jembatan akan tersambung dari Pulau Tidore sebagai DESTINASI WISATA RELIGI dan BUDAYA yang seluruhnya diserahkan kepada Sultan Tidore, untuk kelolanya dengan konsep Akomodasi HOME STAY yang seluruh wisatawan menginap di rumah masyarakat Tidore dan dibuat peraturan tentang mekanisme Ekonomi Kerakyatan serta masyarakat diberikan BIMTEK agar memiliki kemampuan pelayanan Wisatawan guna membangkitkan pendapatan ekonominya, dalam hal ini pemerintah Tidore hanya menerima royalti saja.
d. Jembatan akan tersambung ke daratan OBA yaitu LOLEO, di mana seluruh aktivitas pemerintahan dipermudahkan dari pulau Tidore ke Loleo. Konsep pemerintahan dapat dikembangkan dengan membangun seluruh fasilitas publik/umum yang dimulai dari SOFIFI dan dijadikan sebagai berikut :
1. Kota yang tetap bagian Pemerintahan Kota Tidore namun dibangun sebagai Destinasi Niaga mulai dari pembangunan Mall, KEK, Hiburan, Perhotelan, Pemerintahan Provinsi Maluku Utara, Bandara Internasional Sidangoli, MRT, Ruko, Mesjid, Wisata laut ( Taman dan Jetsky).
2. Aksesibilitas Pemkot Tidore disatukan dalam bingkai konsep Pemerintahan Terpadu ( PEMKOT, POLRES, KODAM dan KANTOR lainnya, Perumahan Dinas Pemkot, KODIM
2. Aksesibilitas Pemkot Tidore di Loleo disatukan dalam bingkai konsep Pemerintahan Terpadu ( PEMKOT, POLRES, KODAM dan KANTOR lainnya, Perumahan Dinas Pemkot, KODIM dan lain-lain, sekaligus dapat dijadikan sebagai Destinasi Wisata Pemerintah dengan konsep pembangunan Kota Madya yang mandiri dan moderen, tanpa ada Destinasi Wisata lamanya karena seluruhnya fokus di Sofifi yang terdapat juga Terminal Peti Kemas, MRT, Terminal Bus antar kota dan Terminal Angkot.
3. Pembangunan pemukiman masyarakat bergerak dari Sofifi ke Loleo begitupun sebaliknya dari Loleo ke Sofifi dengan fasilitas jalan yang sangat baik dan dibangun juga seluruh wadah dan sarana Pendidikan.
4. Pembangunan Kota Pendidikan yang digabungkan pemukiman masyarakat ke arah Oba Selatan yang dapat dijadikan Destinasi Pendidikan Wisata Laut di PAYAHE Air Terjun 7 Tangga, dan kain sebagainya.
5. Loleo dijadikan titik Nol pembangunan Jalan Tol lingkar Pulau Halmahera di mana jalan Tol dibangun sepanjang pantai dengan radius aman sehingga dapat dijadikan Destinasi Wisata Alam Halmahera. Jembatan layang terbangun di Sofifi seiring dengan meningkatnya kebutuhan transportasi, mengingat di mana yang akan datang Sofifi sebagai Ibukota Provinsi Maluku Utara akan menjadi Kota yang sangat " MAJU".
6. Di Sofifi dibangun Stasion KA yang akan menghubungkan Sofifi, Loleo, Payahe sampai dengan Weda dan sangat memungkinkan dibangun KRL dan KA Cepat.
7. Bandara Internasional SIDANGOLI dibangun dengan konsep Bandara terbesar di Wilayah Timur dengan fasilitas canggih dan mengalihkan nama " BABULLAH ", dari bandaraTernate ke bandara SIDANGOLI, karena "BABULLAH" adalah kebanggaan masyarakat Maluku Utara.
8. Seluruh Akses Jalan terkoneksi seluruhnya di Halmahera dengan dibangun Jalan Tol KIE RAHA dan KA yang diberi nama icon Maluku Utara, baik nama Sultan, nama Gunung, nama Burung, nama Icon dan lain-lain.
9. Pelabuhan Peti Kemas dibangun sedemikian rupa sehingga menjadi pelabuhan Peti Kemas setingkat international dengan nama "KIMA TUBA"
Akhirnya inilah "Konsep Pemikiran dari Hati yang Tulus dan Niat Membangun Maluku Utara yang lebih Sejahtera"
Terima kasih.
Ternate, 11 Maret 2020
KOMBESPOL
THUBAGUS SHIDDIQ S.IK.
Demikian kepada SKRINews, THUBAGUS SHIDDIQ yang juga pernah menjadi Kapolres Halmahera Tengah beberapa tahun, kemudian masuk ke Polda Malut dengan menjabat WADIR BUNMAS setelah itu beliau menjabat Kabidkum setelah itu beliau di orbitkan menjadi Karo Logistik kurang lebih satu tahun dan dalam minggu ini beliau meninggalkan polda MALUKU UTARA dan masuk ke mabes POLRI.
(Liputan : ILHAM RD/ ZAK D.)
Editor : Sjb Djr.
Postingan Populer
-
Tamiang Hulu- Suaraindonesia1com--Tak Terima Namanya Dicatut Dan Dipalsukan Tanda Tangannya 2 (dua) Warga Desa Bandar Setia Dusun Karang R...
-
Salah satu penerima manfaat RLH 2023 hingga 2024 haknya belum diberikan oleh pemerintah desa waitaru SBD - SuaraIndonesia1.Com, Kementerian ...
-
SBD,SuaraIndonesia1.Com,Telah terjadi musibah kebakaran yang menimpa warga desa Mali iha kecamatan Kodi Sumba Barat Daya Provinsi Nusa Tengg...
-
Tamiang Hulu- Suaraindonesia1com- Terkait Pemberitaan Pemalsuan Tanda Tangan 2 (dua) Warga Bandar Setia Dusun Karang Rejo Yang Berinisial S...
-
Nasional-Skrinews.Com.Bitung. Seiring terjadi Kejadian perkelahian antar kampung tinombala atas dan bawah, kecamatan maesa, kelurahan p...
-
GOWA - JAKARTA | SKRINEWS. COM/ Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan, "Alumni dari SMA Salis angkatan 85 Sung...
-
SBD,SuaraIndonesia1.Com,Program pemasangan meteran listrik gratis untuk masyarakat kurang mampu di Desa WeeKabala, Kecamatan Loura Sumba Bar...



