Skrinews - Opini Tentang Virus Corona Yang Berakibat Keresahan Masyarakat Di Indonesia

Oleh:
Dhanis al Zulkifli Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang

Skrinews.com-
Pada saat ini sedang buming-bumingnya kasus kesehatan yang sedang menyorot dunia, akibat dari sebuah wabah penyakit ataupun virus yang hangat sekali dibicarakan maupun diberitakan di semua penjuru media masa diseluruh belahan dunia. Tidak lain yang dikenal oleh masyarakat awam yaitu virus Corona ataupun Covid-19 yang berasal dari negara adidaya Cina. World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa Coronaviruses (Cov) adalah virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona menyebabkan penyakit flu biasa sampai penyakit yang lebih parah seperti Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS-CoV) dan Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS-CoV). Virus Corona adalah zoonotic yang artinya ditularkan antara hewan dan manusia. Berdasarkan Kementerian Kesehatan Indonesia, perkembangan kasus COVID-19 di Wuhan berawal pada tanggal 30 Desember 2019 dimana Wuhan Municipal Health Committee mengeluarkan pernyataan “urgent notice on the treatment of pneumonia of unknown cause”. Penyebaran virus Corona ini sangat cepat bahkan sampai ke lintas negara. Sampai saat ini terdapat 93 negara yang mengkorfirmasi terkena virus Corona. Penyebaran virus Corona yang telah meluas ke berbagai belahan dunia membawa dampak pada perekonomian dunia baik dari sisi perdagangan, investasi dan pariwisata. Ini sangat meresahkan dan sampai-sampai masyarakat dunia sangat gelisah akan peristiwa dikarenakan mereka merasa virus ini akan berdampak juga terhadap sistem suatu negara yang terkena imbasnya baik dari segi kesehatan, perekonomian dan kelangsungan hidup para individu itu sendiri. Pada saat ini pun berita tentang kasus wabah virus Corona masih hangat diperbincangkan dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat sendiri bagaimana cara menghindari ataupun mencegah wabah virus itu untuk masuk dalam lingkungan sekitar mereka . Negara Indonesia pun ikut andil dalam mencegah masuknya virus ini ke negaranya dikarenakan hingga saat ini penularan virus Corona terus terjadi. Terbukti dengan bertambahnya 109 kasus positif Corona. Sehingga menjadi 1.155 kasus positif. Pasien sudah sembuh bertambah 13 orang. Total pasien sembuh menjadi 59 orang. Kasus kematian bertambah 15 orang. Sehingga menjadi 102 orang yang meninggal akibat kasus ini. Tetapi data ini dianggap sangat tidak mewakili kenyataan di lapangan karena rendahnya jumlah tes yang dilakukan dan tingginya rasio kematian. Indonesia telah melaporkan 55 kasus kematian akibat COVID-19, angka tertinggi di Asia Tenggara. memperingatkan situasi penularan virus corona (COVID-19) di Indonesia bisa membuat pemerintah kewalahan. Bahkan, dalam skenario terburuk, Indonesia bisa berpotensi menjadi pusat penyebaran baru pandemi corona di Asia.
Terbatasnya fasilitas kesehatan serta petugas medis di Indonesia, juga turut menjadi faktor utama terbukanya kemungkinan resiko terburuk. Sejauh ini Indonesia menjadi negara di Asia Tenggara dengan tingkat persentase kematian tertinggi terkait infeksi virus corona.banyaknya warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri maupun yang menjadi TKI ataupun sekedar liburan, alhasil mereka tidak tahu bahwasanya tubuh mereka telah ada kontak sebelumnya dengan penderita virus ataupun orang yang sudah terjangkit tersebut. Disamping itu disini juga telah mengganggu perekonomian Indonesia, virus corona juga menjatuhkan nilai tukar rupiah. Pada baru-baru ini tersiar kabar bahwasanya harga jual dolar Amerika Serikat di lima bank besar menembus angka Rp 17 ribu. Pelemahan rupiah menjadi yang terdalam di Asia. Angka itu juga merupakan yang terendah sejak krisis pada Juli 1998.
Disini seharusnya pemerintah sendiri harus memberikan penjelasan dan informasi terkait pencegahan penyebaran virus tersebut dengan diadakannya penyuluhan atau memberikan informasi kepada semua warga masyarakatnya dengan apa saja yang harus dilakukan dalam mengatasi penyebaran virus ini sehingga para individu ini sendiri mampu menerapkan apa yang harus dilakukan terkait penyebarannya dikarenakan sangat membahayakan nyawa. Menurut saya apabila sebuah penyakit ataupun virus yang masuk ke tubuh seorang manusia itu ada tahapan-tahapannya. Namun masyarakat Indonesia sendiri mengira apabila virus tersebut yang masuk ke tubuhnya akan langsung menimbulkan gejala yang serius dan menimbulkan gejala yang langsung ber efek ke tubuh dalam waktu sekejap lalu mengakibatkan kematian seperti halnya yang ada di berita di wuhan cina padahal mereka sebelumnya itu telah ada fase-fase ataupun tahap-tahapan sebelum virus itu merenggut nyawa si penderita tersebut bukan halnya apabila seumpama seseorang terkena kontak virus tersebut akan mati seketika itu disini perspektifnya salah . Sebuah virus atau penyakit itu mempunyai tahapan-tahapan seperti contohnya demam dahulu beberapa hari terus sehabis demam ada gejala tambahan seperti pusing kepala, hilang kesadaran, daya tahan tubuh berkurang seketika. Gejala-gejala tersebut pasti ada fasenya bukan semisal apabila kita terkena virus tersebut seseorang tersebut akan langsung direnggut nyawanya. Nah dalam menanggapi masalah ini seharusnya masyarakat yang kurang pengetahuan akan hal tersebut terlebih dahulu diberikan informasi sehingga pemerintah perlu mengadakan adanya penyuluhan akan halnya peristiwa tersebut bukan malah meberikan berita-berita hoax ataupun tidak benar yang berakibat keresahan dan kepanikan masyarakat sekitarnya.
 Selama ini langkah pemerintah sudah cukup baik dengan saya lihat  melakukan penyuluhan akan pentingnya menjaga kebersihan dan sidak penimbunan masker oleh pihak-pihak yang mengambil keuntungan atas situasi ini tetapi dalam hal itu saja menurut saya tidak cukup. Mengapa sampai saat ini jumlah pasien yang terkena virus corona di Indonesia cenderung bertambah, karena menurut saya ialah tidak terjadi keterbukaan yang mampu mengatasi rasa penasaran masyarakat. Pemerintah perlu melakukan upaya kerja sama baik dengan lembaga swasta maupun masyarakat umum, sehingga kuncinya pada proses komunikasi dan kepercayaan. Upaya pemerintah selama ini mengajak masyarakat untuk melaksanakan pola hidup sehat, dan mempengaruhi agar masyarakat mau melaksanakan instruksi pemerintah terkait penanganan virus corona, menjadi alternatif solusi guna mempercepat Indonesia terbebas dari virus corona.
Disini masyarakat dituntut bersedia patuh akan ajakan dan anjuran pemerintah serta efektifnya pemerintah diikuti dan dihormati juga. Dalam hal ini sangat dipengaruhi oleh keteladanan pemerintah itu sendiri, walau tetap perlu kita apresiasi upaya pemerintah dalam mengatasi virus tersebut. Sejak dulu bangsa ini selalu berhasil karena adanya kerja sama, contohnya bagaimana kerja sama mengusir penjajah alhasil dengan berbagai cara negara kita bisa mengusir penjajah tersebut, merumuskan dasar negara, menjalankan roda pemerintahan. Tentu dalam konteks mengatasi virus corona ini perlu adanya kerja sama dari berbagai pihak, sehingga tahap pertama yang perlu dilakukan adalah saling percaya dan bersinergi bahwasanya kita bisa mengahadapi masalah ini.

Riwayat hidup :

Nama : Dhanis al Zulkifli
Tempat,tanggal lahir : batu, 02 Desember 1997
Alamat : Jl.Coban talun rt 05 rw 12 desa Tulungrejo kecamatan Bumiaji kota Batu
No.Hp : 082141885437
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Status : Mahasiswa
Email : dhanisalzulkifli@gmail.com

Riwayat pendidikan :

-Sd negeri tulungrejo 04 ( 2004-2010 )
-Smp negeri 1 kandangan ( 2010-2013)
-Sma negeri ngoro ( 2013-2016 )