Ketua dan sekretaris NU kepsul
SANANA-Skrinews,
Momentum politik selalu diwarnai dengan survei untuk memastikan elektabilitas dan opini publik atas bakal calon maupun calon Bupati dan wakil Bupati yang bermunculan dengan manggandeng lembaga survei resmi yang terdaftar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Sepertihalnya di kabupaten Kepulauan Sula yang juga muncul berbagai lembaga survey merilis elektabilitas bakal calon Bupati dan Wakil Bupati, namun publik Sula rupanya dibohongi oleh salah satu lembaga kajian di internal Nahdatul Ulama yakni Lakpesdam. Pasalnya Lakpesdam NU berlagak seperti layaknya lembaga survei dan memaparkan hasil survei ke publik melalui media.
Tindakan Organisasi Sayap NU itu mendapat kecaman dari warga Nahdatul Ulama. Sebab NU menilai survei yang disampaikan ketua Lakpesdam Amirudin Ali Ahmad adalah keliru dan tidak mendasar alias Abal-abal", NU tidak punya lembaga survey jadi mana mungkin dapat hasil survey dengan metode seperti apa?, ini hanya kekeliruan ketua Lakpesdam yang tidak paham organisasi", Ungkap Ketua Nahdatul Ulama Kepsul Saiful Jafar Arfa kepada awak media.
Sementara itu, Sekretaris NU Haryono Subianto menyampaikan, ketua Lakpesdam akan dipanggil untuk diminta keterangan terkait metode survei. Selain itu Ketua Lakpesdam juga diberi sanksi pemecatan karena dinilai keliru memahami organisasi.
Kabag kesra Kepsul itu juga meminta kepada ketua Lakpesdam agar segera menghadap NU kepulauan Sula," yang bersangkutan mungkin entah sudah lari ke mana. sebab berkali kali dipanggil namun tidak menghadap jadi lewat media kami minta agar ia segera menyerahkan diri ke NU Kepsul", tutupnya.
Mahfudz


