Home
Jawa Tengah
Skrinews - WARGA KELUHKAN PELAYANAN PUSKESMAS SEDAN KABUPATEN REMBANG KURANG MAKSIMAL.
Skrinews - WARGA KELUHKAN PELAYANAN PUSKESMAS SEDAN KABUPATEN REMBANG KURANG MAKSIMAL.
suaraindonesia1
-
Senin, Maret 09, 2020
Rembang Skrinews.com– Peristiwa yang menimpa sang Anak, Muhammad Maxim Efendi (7bulan) , tak akan pernah hilang dari ingatan Kamaludin dan Rifatun hidayah warga Desa Kedungringin Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang ,Peristiwa yang terjadi pada hari Saptu (7/3/2020) tersebut harus kehilangan anak pertamanya. Meski sudah ikhlas, dia mengaku kecewa dengan pelayanan Puskesmas Sedan.
Pada pukul 13, 30.Kamaludin membawa anaknya ke UGD Puskesmas Sedan. Bayi 7 bulan itu menderita muntah berak(muntaber)dan dilarikan di puskesmas terdekat untuk segera mendapatkan pertolongan.
Tapi disaat pihak pegawai puskesmas melakukan tindakan medis dan melakukan pemasangan infus di tubuh pasien ternyata tidak bisa masuk sampai berulang ulang kali sampai lima suntikan di kedua tangan dan kaki,dan menurut keterangan dari pihak perawat jarum yang di gunakan terlalu besar bukan untuk standar untuk bayi,sampai pembuluh darah bayi pecah,imbuh Kamaludin.
Karena merasa pihak perawat tidak sanggup menangani karena juga minimnya peralatan , akhirnya memutuskan pasien untuk di rawat di RSUD Rembang dengan menggunakan Ambulans puskesmas Sedan. pihak keluarga pasien juga sempat panik karena di tunggu sampai 30 menit sopir ambulans tidak ada di tempat ,dan di suruh nunggu sopir ambulans.karena mobil ambulans ya ada tapi sopir nya tidak ada,katanya
Karena melihat kondisi anak semakin melemah dan menunggu sopir ambulans tidak juga datang,maka pihak keluarga pasien semakin panik dan akhirnya memutuskan membawa pasien mengunakan mobil pribadi ke RSUD Rembang.
Sesampainya di Rumah Sakit Rembang pasien langsung di UGD dan di tangani pihak dokter dan perawat,setelah di tangani kurang lebih 10 menit , karena kondisi pasien yang sudah lemas dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir dan meningal dunia di Rumah Sakit.ungkapnya dengan kekecewaan.
Khalimi keluarga pasien menyayangkan karena minimnya peralatan dan lambannya penanganan dari pihak puskesmas, merasa kecewa atas meninggalnya cucunya.dan mengharapkan pelayanan pihak puskesmas untuk penanganan yang cepat dan optimal. Dan mengharapkan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
Saat dikonfirmasi awak media kepala Puskesmas dr H,M Joko paryanto tidak ada di tempat sedang keluar kota mengantar anaknya, dan di temui oleh H.Kaswi Kepala TU.Terkaitan informasi yang di sampaikan oleh awak media akan di sampaikan oleh Kepala dan di konfirmasi oleh pihak perawat yang saat menangani.(Toro) bersambung.
Postingan Populer
-
Tamiang Hulu- Suaraindonesia1com--Tak Terima Namanya Dicatut Dan Dipalsukan Tanda Tangannya 2 (dua) Warga Desa Bandar Setia Dusun Karang R...
-
SBD,SuaraIndonesia1.Com,Telah terjadi musibah kebakaran yang menimpa warga desa Mali iha kecamatan Kodi Sumba Barat Daya Provinsi Nusa Tengg...
-
Tamiang Hulu- Suaraindonesia1com- Terkait Pemberitaan Pemalsuan Tanda Tangan 2 (dua) Warga Bandar Setia Dusun Karang Rejo Yang Berinisial S...
-
Salah satu penerima manfaat RLH 2023 hingga 2024 haknya belum diberikan oleh pemerintah desa waitaru SBD - SuaraIndonesia1.Com, Kementerian ...
-
Nasional-Skrinews.Com.Bitung. Seiring terjadi Kejadian perkelahian antar kampung tinombala atas dan bawah, kecamatan maesa, kelurahan p...
-
GOWA - JAKARTA | SKRINEWS. COM/ Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan, "Alumni dari SMA Salis angkatan 85 Sung...
-
SBD,SuaraIndonesia1.Com,Program pemasangan meteran listrik gratis untuk masyarakat kurang mampu di Desa WeeKabala, Kecamatan Loura Sumba Bar...



