BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Skrinews - WARGA KELUHKAN PELAYANAN PUSKESMAS SEDAN KABUPATEN REMBANG KURANG MAKSIMAL.



  Rembang  Skrinews.com– Peristiwa yang menimpa sang Anak, Muhammad Maxim Efendi (7bulan) , tak akan pernah hilang dari ingatan Kamaludin dan Rifatun hidayah warga Desa Kedungringin Kecamatan  Sedan Kabupaten Rembang ,Peristiwa yang terjadi pada hari Saptu (7/3/2020) tersebut  harus kehilangan anak pertamanya. Meski sudah ikhlas, dia mengaku kecewa dengan pelayanan Puskesmas Sedan.

Pada pukul 13, 30.Kamaludin  membawa anaknya ke UGD Puskesmas Sedan. Bayi 7 bulan itu menderita muntah berak(muntaber)dan dilarikan di puskesmas terdekat untuk segera mendapatkan pertolongan.

Tapi disaat pihak pegawai puskesmas melakukan tindakan medis dan melakukan pemasangan infus di tubuh pasien ternyata tidak bisa masuk sampai  berulang ulang kali sampai lima suntikan di kedua tangan dan kaki,dan menurut keterangan dari pihak perawat jarum yang di gunakan terlalu besar  bukan untuk standar untuk bayi,sampai pembuluh darah bayi pecah,imbuh Kamaludin.
 
  Karena merasa pihak perawat tidak sanggup menangani karena juga minimnya peralatan , akhirnya memutuskan pasien untuk di rawat di RSUD Rembang dengan menggunakan Ambulans puskesmas Sedan. pihak keluarga pasien juga sempat panik karena di tunggu sampai 30 menit sopir ambulans tidak ada di tempat ,dan di suruh nunggu sopir ambulans.karena mobil ambulans ya ada tapi sopir nya tidak ada,katanya

 Karena melihat kondisi anak semakin melemah dan menunggu sopir ambulans tidak juga datang,maka pihak keluarga pasien semakin panik dan akhirnya memutuskan membawa pasien mengunakan mobil pribadi ke RSUD Rembang.

Sesampainya di Rumah Sakit Rembang pasien langsung  di UGD dan di tangani pihak dokter dan perawat,setelah di tangani kurang lebih 10 menit , karena kondisi pasien yang sudah lemas dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir dan meningal dunia di Rumah Sakit.ungkapnya dengan kekecewaan.

Khalimi keluarga pasien menyayangkan karena minimnya peralatan dan lambannya penanganan dari pihak puskesmas, merasa kecewa atas meninggalnya cucunya.dan mengharapkan pelayanan pihak puskesmas untuk penanganan yang cepat dan optimal. Dan mengharapkan memberikan pelayanan yang terbaik  kepada masyarakat.

Saat dikonfirmasi awak media kepala Puskesmas dr H,M Joko paryanto tidak ada di tempat sedang keluar kota mengantar anaknya, dan di temui oleh H.Kaswi Kepala TU.Terkaitan informasi yang di sampaikan oleh awak media akan di sampaikan oleh Kepala dan di konfirmasi oleh pihak perawat yang saat menangani.(Toro) bersambung.
« PREV
NEXT »