Foto:Jubir Satgas Covid-19 Pabar dr Arnoldus Tiniap
MANOKWARI skrinews.com
Satuan gugus tugas (Satgas) percepatan penanganan Covid-19 Papua Barat (Pabar) merilis, terjadi penambahan signifikan terkonfirmasi positif yakni sebanyak 21 kasus, pada Selasa (28/4/2020). Sehingga total yang terkonfirmasi positif di Pabar menjadi 37 kasus.
Adapun penambahan 21 kasus tersebut, terjadi di empat daerah. Terbanyak di Kabupaten Sorong, yakni berjumlah 13 orang, disusul Kabupaten Raja Ampat sebanyak 4 orang, kemudian Kota Sorong sebanyak 3 orang, dan Manokwari Selatan berjumlah 1 orang. Otomatis Pabar ketambahan 3 daerah baru, yang berubah menjadi zona merah penyebaran Covid-19.
Jubir Satgas Covid-19 Pabar dr Arnoldus Tiniap kepada awak media mengakui, salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan signifikan jumlah kasus, juga dikarenakan proses pengiriman swab hingga keluarnya hasil laboratorium, cenderung lebih cepat dari yang sebelumnya, yang harus dikirim ke Jakarta. “Belakangan kita kirim ke Makassar, dan butuh waktu yang lebih singkat (mengetahui hasilnya),” tuturnya di Manokwari, Selasa (28/4/2020).
Selain itu, kata dr Tiniap, hal ini juga terjadi karena semakin banyaknya daerah di Pabar, yang mengirim spesimen ke laboratorium secara kontinu. “Bila semua kabupaten yang lain juga mengirim, semakin cepat atau semakin banyak sampel yang diperiksa, maka kita akan membuka fakta sebenarnya,” tukasnya.
Sehingga, dr Arnoldus menekankan, lagi-lagi hal ini sebagai warning keras, bahwa penyebaran virus ini semakin masif. “Masyarakat kita minta supaya jangan anggap enteng, malas tahu, ada juga mungkin merasa diri kebal. Saya kira itu semua kita harus hilangkan,” pintanya.
“Stop berdebat, stop melawan, mari bertanggung jawab untuk melindungi diri kita dan keluarga kita masing-masing,” sambung dr Tiniap.
Sementara tiga kategori lainnya, penambahan jumlah kasus tercatat cenderung melambat di banding beberapa hari sebelumnya. Terbukti, per 28 April, penambahan jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 8 orang, kemudian Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 10 orang, serta Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 2 orang .(FR)
Sumber :sonapapua.com
Postingan Populer
-
Tamiang Hulu- Suaraindonesia1com--Tak Terima Namanya Dicatut Dan Dipalsukan Tanda Tangannya 2 (dua) Warga Desa Bandar Setia Dusun Karang R...
-
SBD,SuaraIndonesia1.Com,Telah terjadi musibah kebakaran yang menimpa warga desa Mali iha kecamatan Kodi Sumba Barat Daya Provinsi Nusa Tengg...
-
Tamiang Hulu- Suaraindonesia1com- Terkait Pemberitaan Pemalsuan Tanda Tangan 2 (dua) Warga Bandar Setia Dusun Karang Rejo Yang Berinisial S...
-
Salah satu penerima manfaat RLH 2023 hingga 2024 haknya belum diberikan oleh pemerintah desa waitaru SBD - SuaraIndonesia1.Com, Kementerian ...
-
Nasional-Skrinews.Com.Bitung. Seiring terjadi Kejadian perkelahian antar kampung tinombala atas dan bawah, kecamatan maesa, kelurahan p...
-
GOWA - JAKARTA | SKRINEWS. COM/ Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan, "Alumni dari SMA Salis angkatan 85 Sung...
-
SBD,SuaraIndonesia1.Com,Program pemasangan meteran listrik gratis untuk masyarakat kurang mampu di Desa WeeKabala, Kecamatan Loura Sumba Bar...


