Skrinews - GENCARNYA EDUKASI DAN SOSIALISASI OLEH BUPATI SEHAN LANDJAR TAPI MASYARAKAT BOLTIM SEDIKITPUN BELUM TERSENTUH BANTUAN DARI PIHAK PEMDA


Skrinews - Boltim,
Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Tutuyan Kecamatan Tutuyan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang di jadikan Gudang Penyimpanan Sembako Ternyata rencana Beras 300 ton tahap awal bulan April yang baru tersedia saat ini kurang lebih 55 ton beras. 21-april-2020

Pasalnya Sembako yang akan di salurkan pada Masyarakat akibat dampak Virus Corona (Covid-19) janji dari Pemerintah Daerah sudah mau sebulan ini,belum terealisasi dan banyak menuai komentar dari berbagai pihak masyarakat.

"Gencarnya Edukasi dan Sosialisasi dari Bupati Boltim Sehan Landjar untuk tetap di rumah,DIAM DI RUMAH,Jaga jarak,Tidak keluar daerah dan hidup bersih Agar jauh dari wabah Virus Corona dampaknya ke masyarakat harus di perhatikan.

Sosialisasi dan percepatan bantuan ke masyarakat sudah seharusnya sejalan karena terbatasnya aktifitas masyarakat sudah tentu isi dapur yang menjadi kendala.

Dalam menghadapi wabah COVID-19 tentunya masyarakat mentaati apapun yang menjadi peraturan Pemerintah Daerah (PEMDA) "DIAM DI RUMAH NANTI KAMI YANG ANTAR. kalimat inilah yang sangat di tunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat Boltim karena puasa tinggal menghitung hari.

Pantauan SKRINEWS-di saat sekarang ini,banyak keluhan masyarakat,pekerjaan terbatas dan bahkan ada yang tidak kerja.dengan adanya himbauan pemerintah untuk tidak beraktifitas sudah tentu menjadi buah pikir bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.
Uang dari mana dan hasilnya dari mana.

Menanggapi hal tersebut,Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kisman Mamonto membenarkan bahwa "beras yang tersedia di gudang saat ini,kurang lebih 55 ton dan hari ini,tgl 21 april 2020 akan masuk 100 ton lagi" ujarnya.

Lanjutnya lagi untuk pembagian sembako kepada masyarakat hanya berupa Beras,Gula,ikan kaleng,dan minyak goreng.tutup Kisman Mamonto Kadis Ketahanan Pangan Boltim.
(A.TUBAGUS)