Skrinews - Merosotnya Industri Pariwisata Bali di Tengah Wabah Corona



FAISAL FEBRIANSYAH

Corona Virus Disease atau Covid-19 yang menyerang beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia tengah menjadi sosok hal yang menakutkan saat ini. Penyebarannya yang begitu cepat dan menelan korban jiwa dengan jumlah yang banyak menjadi semacam teror kepada setiap manusia di dunia. Keberadaan virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19 itu selama ini telah menjatuhkan berbagai sektor, termasuk pariwisata. Bahkan, para pekerja industri pariwisata hanya bisa merenung, karena menurunnya jumlah turis mancanegara maupun domestik secara drastis.

Sebagai daerah tujuan wisata utama di Indonesia, Bali menjadi suatu sorotan utama bagi wisatawan asing maupun domestik. I Nyoman Murjana, General Manager obyek wisata Taman Nusa di Bali mengakui, kunjungan wisatawan asing anjlok. Pemerintah rencananya akan menangguhkan visa on arrival selama satu bulan mulai dari Jumat, (20/3/2020). Kebijakan ini selayaknya hal yang tak terpisahkan. Satu sisi mencegah Corona, sisi lain mematikan pariwisata karena orang tidak bisa datang ke Indonesia, termasuk ke Bali.

Dari data Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, penurunan turis mulai terlihat di bulan Februari. Penurunan hingga 20 persen terlihat saat larangan turis China diberlakukan. Saat dunia mulai menutup diri, Indonesia masih berkelakar soal ketahanan pada virus Corona. Merasa jauh dari ancaman wisatawan dunia tak berhenti untuk datang ke Indonesia. Ada 400.000 turis yang datang dari Australia, Rusia, Korea Selatan, India, Jepang, dan lebih dari 100 negara lain menuju Bali. Bahkan dari 12 hari pertama pada bulan Maret, masih ada 114.000 turis yang menginjakkan kaki di Bali.

Berharap kepada Wisatawan Domestik

Dilakukannya lockdown di sejumlah negara, kunjungan wisatawan domestik ke tempat-tempat wisata di Indonesia menjadi tumpuan dalam menjalankan bisnis di industri pariwisata agar terus berputar. Akan tetapi, virus ini juga menebar ancaman yang sama di Indonesia. Dampaknya begitu terasa hingga ke daerah-daerah, termasuk di Bali. Orang jadi takut, apalagi masing-masing daerah membatasi kunjungan ke tempat wisata, ini membuat hal ini semakin buruk.

Dampak terhadap Sektor Penunjang Pariwisata Lainnya

Menurut World Travel and Tourism Council (WTTC), akibat virus corona ini, sekitar 50 juta orang akan kehilangan pekerjaan di sektor pariwisata di seluruh dunia. Kondisi ini, akan berdampak pada sektor penunjang pariwisata lainnya. Misalnya, para pengusaha hotel, restoran, dan maskapai penerbangan di seluruh dunia termasuk Indonesia. Sektor pendukung pariwisata lainnya yang terkena imbas pandemi corona adalah bidang usaha mikro kecil menengah (UMKM). Keterlibatan UMKM sebagai penyedia layanan dan produk pendukung pariwisata akan sangat berpengaruh terhadap pengembangan sektor pariwisata. Industri pariwisata merupakan industri yang paling terdampak penyebaran virus ini. Semakin lama kondisi ini berlangsung, mungkin sekitar 50 juta pekerja industri pariwisata yang menggantungkan hidupnya dari kunjungan wisatawan akan kehilangan mata pencaharian sebagai penyambung kebutuhan hidup sehari-hari.

Dampak lanjutannya, tentu diterima para pekerja. Menurut Nyoman, sesuai pesan Gubernur Bali, pengelola wisata bertekad untuk tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja. Meski begitu, karyawan akan diajak untuk memahami situasi yang saat ini berkembang, dan bersama-sama menerima konsekuensinya. Dan berharap juga kepada wisatawan asing sama saja dengan menunggu sesuatu yang tidak mungkin keberadaannya. Sebab, pandemi virus ini membuat seluruh kunjungan wisatawan asing ke Indonesia telah dibatalkan.
Diharap Pemerintah mengambil langkah dalam menangani hal ini dengan mengajak pelaku usaha duduk bersama. Tak Cuma itu, pemberian stimulus atau intensif dirasa perlu dilakukan sebagai solusi yang benar-benar menjawab persoalan. Kita berharap ada insentif dari pemerintah, seperti beberapa yang sudah ditetapkan. Kan banyak cicilan juga. Kemudian keringanan pajak. Itu yang kami inginkan. Karena kita sudah tidak menghasilkan apa-apa. Dan kita harus wajib bayar ini itu. Termasuk karyawan. Intinya ada kebijakan pemerintah yang membuat kita pekerja industri pariwisata tetap terjaga eksistensinya.
BIODATA
NAMA : FAISAL FEBRIANSYAH
TTL : BATU, 14 APRIL 1999
STATUS : MAHASISWA
JURUSAN : ILMU PEMERINTAHAN
STUDY : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG