SKINCARE PEMUTIH BERSTEROID!!
suaraindonesia1
-
Rabu, April 29, 2020
Suaraindonesia1 -
Memiliki kulit tubuh dan wajah yang putih, bersih, dan glowing merupakan idaman bagi hampir seluruh kaum wanita apalagi di Indonesia yang mayoritas masih menilai bahwa wanita yang cantik adalah wanita yang berkulit putih bersih. Karena banyaknya orang yang memberikan penilaian seperti itu, hal itu membuat banyak dari kaum wanita melakukan segala macam cara agar dapat dinilai “cantik” seperti pendapat orang-orang tersebut. Faktor inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan mengapa para wanita mudah tergiur dengan produk-produk kecantikan yang menawarkan efek pemutih, membuat glowing dan sebagainya di dalamnya. Sayangnya, tidak semua krim kecantikan yang banyak diperjual belikan itu aman bagi kulit. Sangat perlu bagi siapapun terutama kaum wanita untuk berhati-hati dan teliti dalam memilih produk kecantikan. Jangan mudah tergoda hanya dengan harga murah dan janji-janji palsu yang ditawarkan. Jika tidak berhati-hati dan kurangnya pengetahuan tentang dunia kecantikan maka bukan kulit mulus dan bersih yang akan didapatkan, justru kulit rusak yang akan kamu dapatkan seperti postingan yang diunggah oleh salah satu akun Instagram milik dokter SpKK @drmita.spkk.
Postingan mengenai bahaya lotion pemutih abal-abal yang diunggah oleh dr. Listya Paramita, Sp.KK pada 13 Februari 2020 menjadi viral dan telah mendapatkan 19 ribu lebih like serta diserbu lebih dari seribu comment. Banyak netizen yang berkomentar merinding, sedih, dan takut serta ada juga yang berbagi tentang pengalaman yang sama setelah melihat postingan sang dokter. Dalam postingannya tersebut, dokter Mita membagikan pengalaman salah satu pasiennya yang terkena dampak dari lotion pemutih abal-abal.
“Siang tadi kedatangan pasien, masuk ruang periksa.. ‘Sy tau dokter Mita dari instagram.. sy ada keluhan persis kayak yang dokter share di IG.. kulit muncul gurat merah setelah pakai lotion pemutih.. beli online.. muncul di lengan.. di paha juga ada.. kulit saya hancur dok.. rusak..’,” tulis sang dokter pada postingannya.
Kemudian sang dokter juga menyertakan foto-foto yang sudah mendapatkan persetujuan dari pihak yang bersangkutan (pasien) untuk ditampilkan dalam postingannya dengan tujuan agar bisa menjadi pembelajaran bagi teman-teman semua supaya lebih berhati-hati memilih produk yang digunakan. Dalam foto-foto tersebut, terlihat pada seluruh paha, kaki pasien dipenuhi dengan stretch mark (garis-garis merah). Menurut sang dokter, hal ini disebabkan oleh penggunaan lotion pemutih yang sengaja dicampur dengan kandungan bahan steroid di dalamnya.
“Gak ada bahan aktif lain yang bisa bikin kayak gini, satu-satunya ya hanya PENYALAHGUNAAN STEROID. Lotion diisi steroid didalamnya.. pertanyaannya, siapa kah ORANG YANG SOK IDE BANGET BIKIN LOTION DICAMPURI STEROID?????? PENJAHAT!!!” lanjutan tulisan sang dokter pada postingannya.
Dr. Richard Lee juga menjelaskan dalam video yang diupload pada channel youtube miliknya tentang salah satu produk lotion yang telah beliau berlakukan uji lab (tidak hanya pada satu lab) ternyata hasilnya lotion tersebut merapukan perpaduan dari kandungan bahan Hidrokuinon + Asam Retionat + Steroid. “Saya gak tekejut sih, karena ini adalah pasangan yang amat sangat lazim digunakan pada penggunaan hidrokuinon.” Ujar sang dokter.
Selain itu, sang dokter juga menjelaskan fungsi dari ketiga bahan tersebut. “Hidrokuinon ini sebenarnya bleaching kulit yang buat putih tapi tidak boleh dipakai ke semua badan dalam jangka panjang, hanya boleh di bawah peresepan dokter, tidak boleh seluruh wajah, atau seluruh tubuh apalagi penggunaannya panjang (jangka waktunya). Yang kedua Asam Retinoat paling sering disandingkan dengan Hidrokuinon, fungsi sebenarnya dari asam retinoate ini adalah untuk pengelupasan kulit ringan sehingga hidrokuinon masuk lebih cepat dan hasilnya juga menjadi lebih cepat. Nah kalau asam retinoat ini menyebabkan kulit merah sehingga dia butuh yang ngademin kulit maka dikasihlah dia steroid. Steroid ini akan ngademin hidrokuinon dan asam retinoat tadi, tapi steroid ini tidak boleh digunakan dalam jangka panjang.. kalau digunakan dalam jangka panjang sangat banyak dampak jeleknya bagi kulit kita salah satunya kulit menjadi tipis, sel kulit jadi rusak, stretch mark dan lain sebagainya“. Ujarnya.
Malangnya lagi, menurut penuturan kedua dokter tersebut, noda-noda stretch mark akibat krim pemutih abal-abal itu tidak akan bisa hilang sepenuhnya. Tindakan yang hanya bisa dilakukan adalah menyamarkan, memperbaiki tampilan, dan memperbaiki jaringan kulitnya. Akantetapi, tetap akan ada bekas/sisa/jejak akibat dari penggunaan lotion abal-abal tersebut.
“jadi kalo ada yang bilang BISA MENGHILANGKAN TOTAL, hanya 2 kemungkinan, orang tersebut sakti mandraguna titisan dewa atau hanya tipu-tipu marketing jualan ajaaaa“ tulis dokter Mita.
Oleh karena itu, agar dapat terhindar dari bahaya krim pemutih abal-abal seperti di atas, sang dokter juga menegaskan untuk jangan membeli lotion pemutih yang tidak memiliki izin BPOM, bahkan yang ‘katanya sudah‘ BPOM juga belum tentu memang sudah aman. Jangan berpatokan pada merek karena menurutnya merek bisa ratusan jenis dan bisa dilabeli sendiri sesuka hati penjualnya.
Sayangnya, lotion pemutih bersteroid sendiri tidak memiliki ciri-ciri fisik yang dapat dengan mudah terlihat. Menurut sang dokter, untuk mengetahui isi kandungan dari sebuah lotion hanya bisa dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium.
Penggunaan bahan bersteroid ternyata tidak hanya pada lotion, tapi juga bisa pada krim-krim wajah. Dokter Mita juga memposting mengenai penggunaan krim bersteroid pada highlights instagram miliknya. Selain dokter Mita, dokter Puspita Mayangsari (dokter gigi) juga menjelaskan mengenai krim bersteroid, karena sebelumnya beliau juga merupakan korban penggunaan krim bersteroid.
“ada 3 org yg DM aku nanya ‘kak stiap aku mw lepas krim dokter, yg tdnya udh mulus malah jd breakout, aki tkt deh krimnya mengandung steroid. Aku ke klinik *peeeeeepppp* cara taunya gmn ya?‘ jadi 3 org ini ke klinik yg sama, krna dlu banget aku jg kesana jd aku tau kita pasti dikasi resep yg tulisannya komposisi obatnya. So aku suruh mereka cek copy resepnya. Ada steroid gak?. Dan mereka ber 3 pun kasi jawaban yg sama ‘gak ada tulisan steroid kak.. fuuh aman dong‘,“ tulis dokter puspi dalam postingannya. Namun karena merasa tak percaya, kemudian beliau meminta ketiga orang tadi untuk memfoto resep krim dokter tersebut. Dan benar saja ketika beliau cek ada kandungan bahan steroid dengan nama lain di dalam krim mereka yaitu Fluocinolone acetonide dan Mometasone Furoate. “tulisannya memang bukan mentah2 ‘steroid‘. Sama aja antibiotik kan jg tuisannya gak ‘antibiotik‘ tp ‘clindamycin‘ biasanya kl buat kulit“. Lanjutnya.
Seperti yang telah dikatakan sebelumnya adanya kandungan steroid dalam krim dan lotion tidak bisa dilihat secara kasat mata. Cara paling gampangnya adalah dengan menanyakan langsung kepada dokternya atau orang yang membuat krim tersebut. Selain itu pastinya hanya bisa dengan uji laboratorium. Setelah dipakai, barulah bisa kelihatan hasil atau dampak dari penggunaan steroid tersebut.
Penggunaan krim steroid pada wajah akan mengakibatkan kulit wajah yang memerah, sensitif terhadap matahari, tumbuhnya bulu-bulu atau rambut pada wajah yang semakin lebat, munculnya pembuluh-pembuluh darah baru (yang sebelumnya tidak ada), dan kulit putih yang tidak sehat (hanya putih dibagian kulit yang menggunakan steroid). Dokter Mita menjelaskan bahwa dampak dari krim tersebut bias diatasi akan tetapi membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk menyehatkan kembali kulit yang sudah terlanjur remuk oleh steroid yang tidak sesuai indikasi itu.
“Di Indonesia.. bias dibilang lebih menyedihkan.. krn pelaku penyalahgunaan steroid topikal bukan Cuma orang awam saja, tapi juga ada ‘oknum dokter’yang turut serta dengan sukarela meresepkan atau memberikan steroid topikal kepada pasien tidak sesuia indikasi.. ‘okmum dokter’? iya pake tanda petik, karena itu hanyalah sebagian kecil dokter yang entah kenapa kerasukan apa, bisa-bisanya menjerumuskan pasiennya sendiri.. Tenang, masih jauuuuuhhh lebih banyak dokter-dokter baik yang menggunakan akal sehat dan keilmuannya di jalan yang benar..” tulis dokter Mita pada postingannya.
Jadi setelah membaca ini, apakah kamu masih berani untuk menggunakan krim atau lotion abal-abal yang tak jelas asalnya?
(Siti Maryam & Dwi Bherliana)
Postingan Populer
-
Tamiang Hulu- Suaraindonesia1com--Tak Terima Namanya Dicatut Dan Dipalsukan Tanda Tangannya 2 (dua) Warga Desa Bandar Setia Dusun Karang R...
-
SBD,SuaraIndonesia1.Com,Telah terjadi musibah kebakaran yang menimpa warga desa Mali iha kecamatan Kodi Sumba Barat Daya Provinsi Nusa Tengg...
-
Tamiang Hulu- Suaraindonesia1com- Terkait Pemberitaan Pemalsuan Tanda Tangan 2 (dua) Warga Bandar Setia Dusun Karang Rejo Yang Berinisial S...
-
Salah satu penerima manfaat RLH 2023 hingga 2024 haknya belum diberikan oleh pemerintah desa waitaru SBD - SuaraIndonesia1.Com, Kementerian ...
-
Nasional-Skrinews.Com.Bitung. Seiring terjadi Kejadian perkelahian antar kampung tinombala atas dan bawah, kecamatan maesa, kelurahan p...
-
GOWA - JAKARTA | SKRINEWS. COM/ Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan, "Alumni dari SMA Salis angkatan 85 Sung...
-
SBD,SuaraIndonesia1.Com,Program pemasangan meteran listrik gratis untuk masyarakat kurang mampu di Desa WeeKabala, Kecamatan Loura Sumba Bar...


