Skrinews - STRATEGI PEMERINTAH KABUPATEN NGANJUK DALAM MENANGGULANGI PENYEBARAN VIRUS COVID-19

BIMA PATRIA GIRI 
MAHASISWA ILMU PEMERINTAHAN
 FAKULTAS FISIP UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 


Skrinews.com - Dunia saat ini sedang mengalami kegaduhan secara masif yang disebabkan oleh virus corona (covid-19) sejak awal tahun 2020 lalu, menurut berita virus corona ini awal munculnya dari Wuhan Cina namun tidak diketahui pasti faktor penyebab munculnya virus tersebut, penyebaran virus ini tergolong cukup cepat hingga ke seluruh dunia termasuk negara kita Indonesia juga terkena dampak dari virus tersebut, corona pertama kali masuk ke Indonesia sekitar awal bulan maret lalu terdapat beberapa warga Indonesia yang tekonfirmasi positif  covid-19 disusul oleh salah satu menteri kabinet Indonesia Maju dan sampai saat ini sudah mencapai sekian ribu orang yang terkonfirmasi positif virus corona, menanggapi peristiwa tersebut pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan #dirumahaja termasuk bekerja dari rumah, ibadah di rumah, belajar di rumah dan kuliah di rumah untuk memutus penyebaran virus corona dengan harapan penyebaran dapat berhenti akibat kebijakan tersebut, untuk memutus penyebaran virus pemerintah pusat mengintruksikan semua kepala daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota di seluruh Indonesia untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar mulai dari paud hingga sma, instruksi tersebut direspon oleh gubernur jawa timur dengan membuat memo dan di posting di medsos ibu Gubernur Jawa Timur.
Dalam rangka menanggulangi penyebaran virus corona di kabupaten Nganjuk pemerintah kabupaten telah membuat beberapa kebijakan yang telah di instruksikan kepada seluruh kepala kecamatan dan kepala desa/lurah, kebijakan pertama yang dibuat oleh pemkab yaitu membuat tim gugus tugas yang didalamnya terdiri dari call center untuk konsultasi masyarakat terkait gejala yang di sebabkan oleh corona, untuk memutus mata rantai virus pemkab Nganjuk juga membuat kebijakan menutup semua fasilitas umum yang ada di seluruh pejuru kabupaten Nganjuk termasuk taman kota, alun-alun, tempat wisata dan warung kopi serta warung makan, untuk menjaga kesehatan masyarakat pemkab Nganjuk menginstruksikan kepada seluruh kepala kecamatan (camat) untuk meneruskan kepada seluruh kepala desa/lurah untuk mensosialisasikan tata cara mencuci tangan dan melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh kantor-kantor pemerintah, fasilitas umum, dan rumah-rumah warga yang ada di desa maupun kelurahan, demi kelancaran implementasi kebijakan tersebut pemkab telah mencairkan anggaran penanganan corona sebesar 19,3 miliyar yang didistribusikan ke RSUD Nganjuk, RSUD Kertosono dan Dinas Kesehatan selain itu untuk kesiapan penanganan medis pemkab telah menyiapkan ruang isolasi pasien di RSUD Nganjuk sebanyak 8 ruang dan RSUD Kertosono 30 ruang.
Dalam menangani dampak virus covid-19 di sektor kebutuhan pangan pemkab Nganjuk saat ini membuat program belanja kebutuhan pangan secara online untuk menghindari kerumunan masyarakat di pasar program tersebut diberi nama “tukuo delivery” yang diinisiasi oleh tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kabupaten Nganjuk, dengan program ini masyarakat dimudahkan untuk membeli kebutuhan pangan sehari-hari karena program tersebut masyarakat tidak perlu belanja ke pasar, cukup menghubungi nomor contac person yang telah disediakan untuk membeli kebutuhan apa yang ingin di beli dan mencatumkan alamat pembeli untuk memudahkan penjual mengantar ke rumah pembeli,  produk yang disediakan bermacam variasi mulai dari beras, minyak goreng, telur, daging ayam, daging sapi dll tukuo delivery ini di bagi sesuai kecamatan yang terdiri dari pasar kecamatan kertosono. pasar warujayeng, pasar wage (kota) lama dan baru, pasar berbek selain itu juga ada produk umkm yang di sediakan, dengan di bagi setiap kecamatan ini masyarakat yang mata pencarihannya berdagang di pasar bisa tetap berjualan untuk mendapatkan pemasukan sehingga para pedagang tidak terlalu merugi, saya rasa kebijakan dan program tukuo delivery ini sangat efektif untuk masyarakat yang membutuhkan bahan pangan dan untuk masyarakat yang berdagang.
Bupati Nganjuk beberapa waktu lalu menginstruksikan para Camat untuk meneruskan instruksi kepada kepala Desa/Lurah untuk membuat posko penanganan covid-19 di desa dan kelurahan untuk membuat posko desa untuk penanganan covid-19, sehingga pemerintah desa juga serius untuk menangani penyebaran virus coivid-19 hingga ke tingkat desa dan kelurahan,  posko penanganan covid-19 di tingkat desa para kepala desa dan lurah mengajak semua elemen masyarakat desa untuk saling bergotong royong dengan cara menjadi relawan untuk berjaga di posko penanganan covid-19 di tingkat desa, ada beberapa desa dan kelurahan di Kabupaten Nganjuk yang telah melaksanakan instruksi dari Bupati  salah satunya yaitu Desa Girirejo Kecamatan Bagor telah melaksanakan instruksi Bupati untuk membuat posko penanganan covid-19, Kepala Desa Girirejo mengajak seluruh elemen masyarakat dalam hal ini adalah Karang Taruna, Linmas, Bidan, BPD dan Perangkat Desa untuk bekerjasama dengan cara berjaga secara bergantian (terjadwal) di posko desa, hal tersebut merupakan wujud keseriusan Pemerintah Desa untuk penanganan covid-19. Selain posko Bupati Ngnajuk juga menginstruksikan  kepada seluruh Kepala Desa/Lurah untuk menghimbau warganya yang sedang merantau untuk tidak pulang kampung supaya penyebaran covid-19 tidak semakin meningkat. Dalam menghadapi bencana non alam ini Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan Pemerintah Desa saling bergotong royong dan bekerjasama sehingga penanganan covid-19 dapat dilaksanakan secara maksimal.