Skrinews - AKANKAH KITA KEMBALI KE MASA KRISIS MONETER 1998?

                  Sumber: Pixabay.com


Skrinews.com_
Seperti yang kita ketahui sekarang ini seluruh dunia termasuk 93 negara sedang diserang oleh Coronaviruses atau disebut dengan COVID19. Virus ini pertama kali ditemukan di Wuhan China. Badan kesehatan dunia (WHO) mengatakan bahwa virus ini disebabkan oleh hewan. Dimana virus ini sangat membahayakan manusia yang dapat menginveksi saluran pernapasan. Virus ini mempunyai ciri-ciri gejala seperti flu, sesak nafas, batuk dan demam. Dalam konferensi pers di Kantor PDPI, Dokter spesialis Erlina Burhan mengatakan “Sampai saat ini belum ada bukti yang mengindikasikan penularan virus dari manusia ke manusia.”
Virus COVID19 dinilai sangat cepat menyebar ke berbagai negara . Termasuk Indonesia adalah salah satu negara yang terjangkit COVID19. Sebelumnya pada 2 Maret 2020 angka pasien sembuh setiap harinya tidak pernah lebih dari 100. Namun saat ini berbanding terbalik jumlah pasien sembuh lebih banyak dari jumlah pasien meninggal. “Hari ini ada penambahan 102 pasien sembuh, sehingga total menjadi 548 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan COVID19, Achmad Yurianto dalam keterangan persnya di Gedung BNPB Jakarta, Kamis (15/4).
Meskipun jumlah pasien sembuh melebihi jumlah pasien meninggal, pandemi virus COVID19 masih tetap berlanjut. Pemerintah memberlakukan lockdown yang mengharuskan semua warga Indonesia untuk tetap dirumah atau Work From Home. Sehingga aktivitas ekonomi menjadi terhambat dan menjadikan perekonomian Indonesia semakin lama semakin melemah. Salah satu dampaknya adalah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS saat ini berada pada posisi Rp 15.640 per dollar AS dilansir berdasarkan data Bloomberg Kamis (16/04/2020) pada pukul 15.12 WIB. Mengutip  dari Bisnis.com posisi Rp 15.640 menunjukkan pelemahan 0,42 persen (65 poin) jika dibandingkan dengan nilai sebelumnya pada posisi Rp 15.565 per dollar AS yang mencapai pelemahan 12,79 persen secara year to date. Bahkan Bank Sentral AS membuat laporan bahwa perekonomian akan semakin memburuk kedepannya.
Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menyatakan bahwa rupiah berada pada posisi Rp 15.787 per dollar AS. Posisi tersebut menunjukkan pelemahan yang sebelumnya berada pada posisi Rp 15.707 per dollar AS. Angka ini adalah angka terendah sejak tahun 1998.
Selain itu melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS juga mengakibatkan nilai kurs di bank-bank Indonesia seperti Bank Central Asia (BCA) juga mendapatkan imbasnya. Saat ini kurs jual di Bank Central Asia (BCA) mencapai Rp 16.656 per dollar AS sedangkan kurs beli mecapai Rp 16.568 per dollar AS. Bank Mandiri kurs jual Rp 15.930 dan kurs beli Rp 15.550. Bank BRI kurs jual Rp 15.760 dan kurs beli Rp 15.490. Bank BNI kurs jual Rp 15.749 dan kurs beli Rp 15.394. Namun Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjamin cadangan devisa untuk stabilisasi nilai tukar rupiah dan menghimbau Bank Indonesia untuk berkoordinasi dengan Kementrian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk menyusun pembiayaan untuk mendatangkan devisa.
Oleh sebab itu pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menjadi ancaman bagi Indonesia khususnya dalam bidang perekonomian. Hal ini dikarenakan dapat menghambat kelangsungan kegiatan ekonomi di Indonesia yang memberikan dampak signifikan. Hal ini berpotensi dengan terjadinya inflasi atau deflasi yang tinggi. Inflansi yang diprediksi akan mengalami pembengkakan. Inflasi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mempunyai target sebesar 3,1 persen. Namun yang terjadi inflasi sekarang mencapai 3,9 persen.
Selain itu juga memberikan dampak kepada ekspor dan import. Kegiatan impor dengan membeli barang dari luar negeri harus berhenti. Contohnya adalah menghentikan impor bahan baku utama pembuatan tempe yaitu kedelai dari Amerika Serikat. Hal ini menyebabkan harga tempe akan mengalami kenaikan. Namun disisi lain apabila impor dihentikan maka produsen lokal akan diuntungkan. Karena masyarakat akan mengubah pola konsumsinya untuk mengonsumsi produk lokal. Namun kegiatannya saat ini juga harus terenti karena lokcdown dan hanya dilakukan secara online meskipun pengirimannya lambat.
Selanjutnya tingkat suku bunga juga mengalami kenaikan. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menstabilkan nilai kurs rupiah. Namun akibatnya masyarakat enggan untuk mengambil kredit karena suku bunga yang tinggi. Ditambah lagi Presiden Jokowi  memberikan kelonggaran kepada para pelaku UMKM  berupa penundaan pembayaran cicilan selama satu tahun kedepan dengan tujuan untuk mengatasi pelemahan ekonomi akibat dampak COVID19. Namun disisi lain apabila penundaan cicilan diberlakukan maka perbankan akan mengalami dampak yang sangat besar yaitu kebangkrutan.
Hingga saat ini perekonomian Indonesia menjadi rumit dengan adanya virus ini. Kegiatan ekonomi terhambat yang membuat perekenomian semakin hari semakin melemah. Menurut Presiden Jokowi, perekonomian di Indonesia akan kembali normal tahun depan. Para tim medis juga belum menemukan obat untuk penyembuhan bagi pasien yang terjangkit virus ini. Untuk merespon kebijakan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah semua Warga Negara Indonesia harus mematuhi kebijakan tersebut untuk meminimalisir kelemahan ekonomi yang terjadi saat ini.


Biodata Diri

Nama : Mella Septia Ningrum
Mahasiswa Prodi Akuntasi 2018 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang