BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Skrinews - Digitalisai Ekonomi Sebagai Solusi di Tengah Pandemi


(Ilustrasi Belanja Online: pixabay.com)

Pandemi Covid-19 yang masih berlanjut di Indonesia membuat terganggunya aktivitas, terlebih dalam kegiatan perekonomian yang memberikan dampak negatif.  Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak dipungkiri membuat semua masyarakat harus berada di rumah dalam menjalankan kegiatannya. Sebagian masyarakat yang mengisolasi diri pun mulai merasa sulit, mulai dari pemenuhan kebutuhan sehari hari sampai menjalankan bisnis mereka selama ini.
Kondisi semacam ini memunculkan kesadaran bahwa salah satunya aktivitas bisnis tidak lagi harus dijalankan seperti pada umumnya. Inovasi dan kreativitas diperlukan di era sekarang guna meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan bisnis. Karenanya, diperlukan penggunaan aplikasi digital yang sangat penting dalam menunjang aktiivtas bisnis.
Revolusi Industri 4.0 telah membawa perubahan signifikan terhadap  berbagai bidang kehidupan  manusia, inovasi yang ditunjukkan diantaranya dilakukan dengan strategi transformasi digital. Transformasi digital dijadikan sebagai langkah utama dalam memenangkan persaingan global, terlebih dalam hal pemasaran dan penjualan yang lebih dikenal sebagai perusahaan e-commerce.
Setelah aktivitas di luar rumah dibatasi, sejumlah mall, toko, dan restoran juga berinisiatif mengurangi jam operasional, beralih ke layanan online, dan bahkan menghentikan kegiatan usaha secara total. Dengan meningkatnya gaya hidup masyarakat yang mulai dari cara bekerja, kegiatan usaha, hingga tren belanja online. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia cenderung lebih sering membeli, menjual serta berinteraksi secara online di tengah pandemic Covid-19 ini, perusahaan e-commerce semakin jalan.
Perusahaan e-commerce tersebut mencatat adanya peningkatan permintaan barang-barang. Bahkan sebelum terjadinya virus corona dan lockdown ini para pembeli juga sudah banyak yang berbelanja online di e-commerce. Karena dengan berbelanja di e-commerce pun tergolong sangat mudah, disisi lain kita tetap bisa menerapkan aturan dari pemerintah yaitu tetap dirumah saja.
E-commerce memang telah menarik banyak konsumen di Indonesia, e-commerce juga merupakan salah satu pendorong utama yang menjadikan Indonesia sebagai negara dengan nilai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Dilansir dari Bisnis.com, angka tersebut mencapai $40 miliar pada tahun 2019 dan dipresiksi meningkat hingga $130 miliar pada tahun 2025. Dengan semakin banyaknya toko retail dan konsumen yang terpaksa beralih ke e-commerce, pertumbuhannya dapat lebih meningkat..
Dengan pemanfaatan iptek  secara baik, pelaku kegiatan bisnis maupun usaha tidak perlu risau karena tetap dapat menjalankan kegiatannya. Dengan meningkatnya bisnis e-commerce akibat pembatasan sosial ini  pertumbuhan ekonomi dapat tertolong. Untuk mengimbangi dampak ekonomi akibat pandemi, pemerintah telah mempercepat upaya reformasi perpajakan, termasuk pengenaan pajak atas transaksi pada platform e-commerce asing.
Agar dampak pandemi tak timpang sebelah, pemerintah mengantisipasi adanya penurunan pendapatan pajak sebesar 10% tahun ini setelah menyalurkan berbagai bantuan dan insentif yang bertujuan untuk membantu usaha-usaha yang terdampak virus corona. Keuangan publik juga diperkirakan akan terpengaruh sebagai akibat dari penurunan pendapatan migas karena permintaan global dan harga-harga yang juga semakin menurun.

Penulis : Nurmala Afifah mahasiswa jurusan Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Malang
« PREV
NEXT »