Skrinews - Luar Biasa,,! Dua Orang PPDP Ditaliabu Utara Menyebrang Di Derasnya Sungai Yang Banjir Demi Menjalakan Tugas Negara



Media Putra Bhayangkara.com Taliabu- Warga Netizen kembali dihebohkan dengan Video keberanian 2 orang petugas Pemutakhiran data (PPDP) Yang nekat menerobos derasnya aliran sungai Samada Didesa Padang, Kecamatan, Taliabu Utara Pulau Taliabu yang beredar disejumlah media sosial pada jumat 17/07/2020 kemarin

Diketahui, 2 orang PPDP pemilik nama  lengkap, yakni Julita Pono Dan Muliadin H. Kiamun  terlihat saling berpegangan tangan satu sama lain saat berusaha melawan deras arus sungai  yang terbilang sangat mengerikan agar sampai kedesa diseberang demi menjalankan tugas negara, yakni pemutakhiran data pemilih Untuk pemilihan Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Pulau Taliabu 2020 mendatang.

"Di sungai Desa Padang, Kecamatan Taliabu Utara ini tidak ada jembatan penghubung dari desa satu ke desa lainya, karena itu secara terpaksa kami menyeberang untuk sampai ke beberapa desa yang lainnya untuk laksanakan tugas pencoklitan,"ungkap anggota PPDP Desa Padang, Julita Pono kepada Jurnalis

Terpantau dalam rilis video yang berdurasi sekutar 5 menit itu seperti Tanpa ada rasa takut dan khawatir terhadap segala resiko yang bisa saja ditemui, keduanya terus meniti langkah, menyusur titik titik yang dangkal dalam sungai dengan satu tangan saling terikat satu sama lain dan satu tangan berusaha mengamankan sejumlah berkas dan form yang dipersiapkan dalam pendataan nantinya

Derasnya aliran sungai yang baru saja diterpa guyuran hujan tentu saja membuat tubuh keduanya sesekali terdorong oleh arus hingga jauh menyamping kesebelah kanan aliran sungai,  namun eratnya ikatan tangan yang mengunci kedua tubuh itu seperti penyeimbang agar kaki tetap bertumpu diatas bebatuan dibalik sungai.

Deretan 3 Tiang buah tungku Jembatan yang gagal konstruksi disekitaran dan tengah sungai  menjadi saksi bisu keuletan dan ketangguhan ke duanya dalam menyusuri arus hingga mencapai desa padang dan desa Ufung.

Menurut Pengawas Desa yang ikut mengawasi jalannya pencoklitan yakni Wa Ode Mustira bahwa, langkah yang berani diambil oleh kedua pendekar demokrasi itu sangat beresiko, akibat belum adanya Jembatan Penghubung kedesa Padang yang memudahkan PPDP dan masyarakat pada umumnya yang mayoritas petani untuk menyeberangi sungai

"meski terhalangi banjir sungai padang di Taliabu Utara, namun mereka tetap nekat menyeberang melawan arus banjir di wilayah itu demi sampai ke desa tetangga lainya untuk menyelesaikan tugas mereka" Ujar Wa Ode

Lebih dari itu, Keberanian kedua penyelenggara "pahlawan demokrasi" itu langsung diacungi jempol oleh ketua Panwascam Marlan Aliani, apalagi, telah dikenal oleh masyarakat setempat bahwa sungai samada yang memutus diperantara desa padang dan desa Tikong yang ditelusuri oleh PPDP telah menelan korban dari warga sekitar akibat terseret  sungai, namun hal itu tidak menyurutkan Nyali dan kebesaran hati PPDP ditaliabu Utara demi memaksimalkan Tahapan Pencoklitan

"Kami tahu untuk menyeberangi banjir di sungai ini beresiko terhadap keselamatan, tapi ini tugas yang harus diselesaikan sebelum batas akhir pencoklitan tanggal 13 Agustus bulan depan," Ujar Marlan

Jurnalis, Riski Ode