Skrinews - ORASI POLITIK KETUA DPRD II SUMBA TIMUR MENUAI KECAMAN MASYARAKAT.




Skrinews Sumba Timur

Berawal dari sebuah acara deklarasi bakal calon Bupati dan wakil Bupati  periode 2020 - 2025 yang di usung oleh partai Golkar di desa Kaliuda kecamatan Pahunga lodu belum lama ini.

Bapak Ali Oemar Fadaq yang adalah penjabat Ketua DPRD II Sumba Timur, ketika dalam  menyampaikan Orasi politiknya dimuka umum ada kata - kata yang tidak pantas di keluarkan yang ditujukan kepada Bupati Sumba Timur yaitu  Bapak Gidion Mbiliyora.

Dengan kejadian tersebut di atas menimbulkan berbagai reaksi masyarakat Sumba Timur, itu sangat terlihat dimedia Sosial banyak menuai polemik, kecaman dan perdebatan karena kata - katanya sangat melukai perasaan seluruh masyarakat sumba timur, mereka tidak terima jika seorang bupati yang adalah simbol atau icon daerah mereka di katai SAMPAH oleh oknum pejabat Ketua DPRD II tersebut.

Dengan alasan diatas maka salah satu ormas masyarakat yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Peduli Sumba Timur dan juga masyarakat umum yang melihat hal ini adalah hal yang perlu di tindak lanjuti dan di selesaikan segera agar tidak menjadi preseden buruk kedepan, karena hal ini terkait  dengan pelecehan Jabatan Bupati yang adalah jabatan Publik yang harus di jaga wibawa dan kehormatannya.

Maka pada senin 06/07/2020 kemarin,  masyarakat yang tergabung dalam ormas Aliansi masyarakat Peduli Sumba Timur betul menjalankan aksi damai.

Dan ketika mereka tiba di halaman Gedung DPRD II mereka di sambut baik oleh wakil ketua DPRD II umbu Kahumbu Nggiku cs.

Para demonstran di ajak masuk dalam gedung dan berdialog untuk mendengar apa yang menjadi tuntutan mereka.

Dalam aksi damai tersebut mereka menyampaikan beberapa hal
yaitu 01. Meminta agar bapak Ali Oemar Fadaq segera di panggil oleh Majelis Kehormatan Dewan untuk di beri pembinaan dan sangsi.

Sangsi yang paling berat dalam point ini adalah meminta  menurunkan beliau dari jabatan ketua     DPRD II Sumba Timur karena beliau di anggap tidak cakap dan sangat tidak bijaksana dalam mengeban tugas sebagai wakil rakyat yang terhormat.

Dan sebelum proses ini  selesai mereka menuntut agar menyegel ruang ketua DPRD II tersebut.

Dan setelah massa bubar dari gedung DPRD II mereka akan melanjutkan proses pelaporan Polisi di kantor Polisi Resort Sumba Timur karena hal ini sangat diduga kuat masuk dalam pasal Ujaran kebencian yang disampaikan di ruang publik.

02. Meminta agar saat itu juga beliau di hadirkan di muka publik untuk menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat Sumba Timur dan kepada bapak Bupati Sumba Timur. namun beliau tidak di hadirkan karena alasan sakit.

Dalam dialog tersebut beberapa anggota dewan berusaha memberi pemahaman dan permohonan maaf mereka atas kejadian  tersebut meredam emosi massa dengan berjanji akan menindak lanjuti apa yang menjadi tuntutan mereka. Dan dengan resmi korlap menyerahkan map yang berisi beberapa tuntutan mereka kepada wakil DPRD II yang di wakili oleh bapak Yon Hani.

Dalam aksi damai tersebut turut hadir pula beberapa perwakilan dari empat wilayah yaitu dari wilayah Timur, barat, selatan dan utara. mereka hadir untuk mendukung agar kasus ini menjadi hal yang tidak di anggap remeh dan di sepelekan karena hal ini sudah menyangkut harga diri seluruh masyarakat Sumba Timur maka  harus di sikapi secara serius dan tuntas. Kata pak Ricky Kore  dan pak Aldy wali  yang adalah ketua Korlap ketika di temui oleh media ini seusai aksi.

Liputan Team SKRINEWS SUMBA TIMUR