Skrinews - WALIKOTA BUKITTINGGI MARAH KARENA BLT PROVINSI DI SUNAT OLEH OKNUM.



SKRINEWS BUKITTINGGI SUMATERA BARAT


Selasa 07/07/2020
Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berasal dari APBD Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), di Kota Bukittinggi terjadi pemotongan alias disunat.

Informasi disunatnya bantuan Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan ini, tentu saja mengejutkan. Apalagi informasi itu disampaikan langsung ke Bapak Ramlan Nurmatias selaku wali kota Bukittinggi dan rombongan ketika menyerahkan sekaligus menyurvei realisasi pendistribusian BLT dari Provinsi Sumbar.

Saat berada di salah satu kelurahan di Bukittinggi bapak Ramlan nurmantias mendapat informasi, bahwa ada warga yang mengaku menerima bantuan hanya Rp475 ribu.

“saya dikasih uang sejumlah, Rp 600 ribu. karena bingung saya baru bangun tidur. Namun oknum yang mengantar itu meminta uang jasa sebesar Rp100 ribu karena telah mengantar kerumah ,setelah saya hitung uang bersisa hanya Rp475 ribu,” ungkapnya.

Menerima informasi yang lansung dari warga,Bapak Ramlan tak bisa menahan marahnya. Bapak Ramlan yang saat itu bersama Wakil Wali Kota, Sekda, Ketua DPRD dan beberapa anggota DPRD juga ikut marah dan kecewa terhadap oknum tersebut. Bapak Ramlan pun langsung meminta hal ini diusut tuntas dan tidak boleh terjadi.

"Kita memberikan bantuan untuk orang miskin. Pemerintah memikirkan untuk membantu beban berat warga miskin. Tidak ada cerita pemotongan. Ini akan kita usut tuntas, saya sudah perintahkan lurah setempat untuk usut ini. Kita tunggu kebenarannya. Harusnya kita menambah bantuan untuk membantu warga miskin, bukan mengurangi,” tegas bapak Ramlan.


Editor : Mudisi maryono
Penulis : Peris saragih