BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Skrinews1 - Pertama Kali di Kabupaten SBD Peringatan HUT Kemerdekaan RI Tingkat Desa Diselenggarakan.




SUMBA BARAT DAYA, skrinews.com. Di tengah situasi pandemi Covid-19, peringatan HUT Kemerdekaan RI ke  75 di Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi NTT tetap berlangsung meriah. Bahkan pada tahun ini tercatat sejarah untuk pertama kalinya peringatan HUT Kemerdekaan tingkat desa diselenggarakan. Desa Wee Wella, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten SBD menjadi desa pertama yang menggelar perayaan ulang tahun kemerdekaan RI yang dipuncaki dengan peringatan detik-detik proklamasi yang berlangsung khidmat di Lapangan SMP Swasta Wee Wella, Senin (17/08/2020).
Pembacaan Teks Panca Sila Oleh Agustinus Mete,St

Upacara peringatan detik-detik proklamasi ini diikuti oleh seluruh unsur masyarakat Desa Wee Wella, Kecamatan Kodi Utara. Diantaranya siswa-siswi dan guru dari SDN Weri Kadu, SD Inpres Kalembu Danga,  SMPN 4 Kota Tambolaka dan SMP Swasta Wee Wella. Selain itu upacara tersebut melibatkan pula para ASN yang berdomisili di desa ini, Bhabinkamtibmas, unsur BPD dan perangkat desa, pendamping desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan unsur lainnya. Bertindak selaku inspektur upacara Penjabat Kepala Desa Wee Wella, Agustinus Mete, ST dengan komandan upacara John Bili Tanggu.
Pada upacara tersebut penjabat kepala desa membacakan sambutan Bupati Sumba Barat Daya dr. Kornelius Kodi Mete.

 Dalam sambutannya Bupati Kodi Mete mengingatkan agar kalimat sakral adat “Loda Wee Maringi Pada Wee Malala” yang menjadi semboyan kabupaten ini hendaknya menjadi rujukan budaya sosial untuk sama-sama berkomitmen menyukseskan pembangunan di daerah ini melalui isu strategis tujuh jembatan emas, yakni desa berkecukupan pangan, desa berair, desa bercahaya, desa tentram, desa sehat, desa pintar, dan desa pariwisata. Dalam sambutannya bupati juga menyampaikan berbagai perkembangan pembangunan dan tata kelola pemerintahan setelah hampir setahun memimpin kabupaten SBD.
Pada kesempatan itu secara pribadi sebagai penjabat kepala desa, Agustinus Mete menyampaikan apresiasinya kepada seluruh masyarakat desa yang dengan suka rela berpartisipasi dalam kegiatan ini. Menurutnya, suksesnya kegiatan yang terselenggara atas swadaya murni warga ini menunjukkan masih kentalnya budaya dan semangat gotong-royong. Situasi pandemi Covid 19 yang serba sulit tidaklah menyurutkan niat untuk berbuat sesuatu bagi bangsa dan negara yang walaupun ukurannya sangat sederhana lewat peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Menurut Agustinus, peringatan HUT Kemerdekaan RI yang untuk pertama kalinya terselenggara di desa Wee Wella hendaknya menjadi momentum bagi seluruh stakehoulder untuk sama-sama bersinergi membangun desa dengan peran dan profesi masing-masing. Ia juga berharap agar pada tahun-tahun mendatang kegiatan serupa tetap diteruskan oleh setiap pimpinan desa sehingga menjadi wadah refleksi sebagai anak bangsa yang cinta tanah air dan menghargai jasa para pejuang kemerdekaan.

“Momentum yang terselenggara hari ini adalah bukti bahwa tidak semua kegiatan harus dianggarkan dengan dana besar, atau bahkan gunakan dana desa. Tapi cukup dengan kekompakan, kejujuran, saling percaya dan tidak saling mencurigai. Sebagai putra desa Wee Wella perasaan saya tersentuh dengan suksesnya upacara hari ini yang merupakan wujud kerja sama kita atas inisiatif masyarakat dengan dukungan pemerintah desa tanpa uang dan materi. Inilah realita kebersamaan dan kekompakan kita yang sesungguhnya sebagai warisan budaya luhur bangsa, khususnya dalam wilayah desa yang kita cintai ini,” tandas Agustinus.

Secara terpisah usai pelaksanaan upacara, John Bili Tanggu yang juga salah satu inisiator utama menjelaskan, kegiatan ini tercetus secara spontan dalam sebuah pertemuan di kantor desa. Namun kendala lain menghantui karena tidak adanya sumber dana dan ketersediaan waktu untuk persiapan hingga penyelenggaraan yang hanya tersisa dua minggu. Melalui berbagai upaya yang dibarengi semangat dan tekad keras, penyelenggaraan kegiatan pun berjalan sukses hingga puncak acara peringatan detik-detik proklamasi. Spontanitas warga desa yang bahu-membahu menjadi kunci utama kesuksesan kegiatan tersebut. Menurut salah satu pengurus teras Korpri Kabupaten SBD ini, pelaksanaan kegiatan tetap mengacu pada protokol kesehatan untuk pencegahan Covid 19 dan atas restu bupati.
“Awalnya jatuh-bangun karena tanpa dana. Namun kondisi ini tidak menyurutkan semangat dan tekad kami. Ini membuktikan bahwa tidak semua kegiatan besar harus ada persiapan dana. Dengan modal kerja sama, kekompakan dan tanggung jawab, apa pun bisa dilakukan. Hikmah besar yang dipetik dari kegiatan ini adalah uang bukan segala-galanya untuk sebuah kesuksesan. Buktinya, tanpa dana dan panitia resmi bisa sukses karena seluruh elemen masyarakat turut terlibat dengan peran dan sumbangsihnya masing-masing. Sebuah refleksi dari nilai-nilai perjuangan kemerdekaan para pendahulu kita,” tukas Bili Tanggu.
Hal senada diungkapkan Petrus Ngila Warata yang melatih Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera). Menurut Petrus yang biasa disapa Pelangi ini, rasa putus asa hampir menyurutkan semangatnya tatkala satu demi siswa peserta Paskibra mengundurkan diri. Maklum, kegiatan ini tanpa dana sehingga otomatis segala sesuatu keperluan menjadi tanggung jawab peserta.
“Hal yang paling krusial adalah saat dikejar limit waktu persiapan yang singkat, satu per satu peserta Paskibra mengundurkan diri. Karena ketika mereka kehausan saat latihan, kami tidak siapkan air minum. Betul-betul nihil dana. Saat itu saya stress dan hampir putus asa. Tapi dengan tenang saya datangi rumah masing-masing siswa tersebut untuk membujuk sekaligus memberi penjelasan kepada orang tua mereka. Syukurlah, atas dukungan orang tua dan kesadaran siswa sendiri latihan pun dilanjutkan hingga puncak pelaksanaan upacara hari ini,” ungkap Pelangi.
Pantauan media ini, peringatan HUT Kemerdekaan tingkat desa yang baru pertama kali terjadi di Kabupaten SBD tersebut mendapat apresiasi dan antusiasme masyarakat. Secara gotong-royong kegiatan olahraga seperti futsal, volley ball, tarik tambang dan panjat pinang dilangsungkan sejak Rabu (12/08/2020). Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 75 di desa ini ditutup dengan acara peringatan ulang tahun penjabat kepala desa Agustinus Mete ke 40 yang juga jatuh pada tanggal 17 Agustus 2020. Semangat kebersamaan begitu kental tergambar pula dalam ramah-tamah makan bersama penganan rakyat yang disumbangkan oleh masing-masing dusun di desa tersebut.  ( jpr& Tibo ) .
« PREV
NEXT »