PLOSO – Empat mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang yang sedang menjalankan Program Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) kelompok 74 gelombang 9 melakukan kegiatan pengamatan proses pembuatan tahu di UD. ST di desa Ploso sebagai olahan khas Jombang. Asap tipis yang mengepul di atas drum – drum besar yang berada di atas tungku. Di dekatnya berkwintal – kwintal kedelai menunggu giliran untuk di rebus dan di cuci. Tempat produksi tahu di Desa Ploso, Kecamatan Ploso sudah mulai mengguncang. Untuk pembuatannya tahu menyesuaikan pekerjanya. Kebutuhan tahu di masyarakat yang stabil membuat usaha pembuatan tahu menjanjikan untuk dijalankan. Tepatnya di daerah Ploso Jombang terdapat pabrik tahu bisa disebut UD. ST. Pemiliknya bernama Anang Setiawan, S.T. Pabrik ini memproduksi dua macam olahan yaitu tahu putih dan tahu susu. Proses pembuatan tahunya yaitu, 1) perendaman kedelai selama 2 jam, 2) penggilingan tahu dengan menggunakan air, 3) perebusan selama 30 menit, 4) penyaringan untuk pemisahan ampas tahu dengan sari pati, 5) pencetakan tahu di campur dengan cuka, 6) pengemasan secara umum 40 – 60 kg/ box.
“Saat ini sudah mulai menjujuk ke pasar Ploso sendiri. Untuk pengirimannya pun biasanya dilakukan setiap hari, terkadang juga ada yang pesan dan mengambilnya sendiri ke pabrik. Selain itu ada juga yang mengambil untuk dibuat tahu bulat. Tahu bulat di produksi oleh pengusaha rumahan (ibu rumah tangga). Jadi setiap hari langsung menuju pada tujuannya, karena sudah memiliki pasarnya sendiri – sendiri,” terang Anang Setiawan. Menurut data yang diperolah dari beberapa masyarakat sekitar, berkembangnya pabrik tahu di Desa Ploso bermulai dari keluarga yang berada di Dusun Ploso. Pada saat itu produksi tahu masih dalam skala kecil dan pembuatannya masih tradisional. Seiring berjalannya waktu produksi tahu mengalami peningkatan baik dalam pengolahannya, jumlah produksi, jumlah pegawainya, baik dalam pengolahannya, maupun pangsa pasarnya.
Demikian, peran home industri dalam bidang industri tahu ini sangatlah berpengaruh besar pada penyerapan tenaga kerja sehingga dengan adanya industri tahu di Desa Ploso. Mereka berinisiatif untuk mendirikan pabrik tahu, selain dijadikan tahu susu dan tahu putih bisa dijadikan sebagai olahan tahu bulat. Untuk tahu bulatnya di produksi sendiri oleh ibu rumah tangga/ pengusaha rumahan. Tahu bulat diolah menjadi sebuah makanan yang siap di makan. Tahu bulat juga digemari oleh orang Surabaya sebagai oleh – oleh saat mudik. Pembuatan tahu bulat juga menerima pesanan dan siap antar. Karena tahu bulat merupakan khas dari Ploso Jombang. Setiap harinya produksi tahu bulat dijual di pasar terutama di pasar Ploso sendiri. Selain itu juga di jual ke pedagang sayur keliling.


