.
Suaraindonesia1, Pohuwato - DPRD Kabupaten Pohuwato, akan turun lapangan untuk melakukan pengecekan lahan yang ada di Desa Buntulia Barat, terkait kasus pencetakan sawah.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua 1, Idris Kadji, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), Rabu (23/12), tentang kasus pencetakan sawah yang menyeret mantan Kepala Desa (Kades) Buntulia Barat, yang sekarang menjabat sebagai Anggota DPRD Pohuwato, Suryaharto Polumulo.
"Kita akan turun lapangan bersama pemerintah. Kami akan kawal kelapangan kami lihat langsung mana yang di katakan oleh mantan ayah handa, mengenai lahan yang belum terbagikan kepada masyarakat," Ucapnya.
Tidak hanya itu, DPRD Pohuwato juga akan segera mendesak Pemerintah Daerah untuk menindak lanjuti hal tersebut.
"Kami akan mendesak dan menyurat kepada Pemerintah Daerah, minta kejelasan kapan pemerintah bersama DPRD dan masyarakat melihat sisa-sisa tanah yang belum di cetak kemasyarakat yang di biayai Pemerintah," Ungkapnya.
Sebelumnya dalam RDP ini, Ayah Ato sapaan akrab dari mantan Kades Buntulia Barat ini membeberkan beberapa fakta, tentang adanya 40 Hektar lahan yang belum di bagikan kepada masyarakat serta mempertanyakan kenapa dirinya harus menyetor uang ke Kas Daerah.
"Pertanyaan saya kenapa saya disuruh menyetor ke Kas Daerah, kenapa bukan ke Kas Negara, padahal dalam pekerjaan itu terdapat pelanggaran," Ujarnya.
Amran Andjulangi, Ketua Komisi 1, yang memimpin RDP Kasus pencetakan sawah ini, menutupnya dengan terus akan mengawal apa yang menjadi tuntutan masyarakat.
"Kami sebagai pimpinan akan mengawal ini, tidak ada yang akan dirugikan dengan adanya tuntutan bapak ibu ini. Sampai masyarakat mendapat bukti yang nyata, yang mana ini telah menjadi hak milik," Tutupnya.
Abd. Azis





