Tambolaka,SuaraIndonesia-1Com
Dari Media SuaraIndonesia-1Com menghimpun Informasi beruapa Keluhanan Kepala Desa sekabuapaten Sumba barat daya lebih khusus Kecamatan Kodi Utara, Kecmatan kodi,Kecamatan Kodi Bangedo,dan kecamatan kodi Balaghar,bahwa ketika Melakukan Pencairan Dana Desa tahap III,tepat di bulan Desember 2020 Masih banyak Kendala yang di alami PT bank NTT Cabang Waitabula,
seperti yang di Alami Beberapa desa yang Mengalami Kegagalan Untuk mencairkan Dana desa lewat PT bank NTT cabang waiatabuala mengalami kegagalan menurut pengakuan Beberapa kepala desa bahwa ada Penyampain dari teler bank NTT Bajawa Uang di Kas Lagi kosong sebut dari Beberapa Kela desa ketika di temui Media SuaraIndonesia pada tanggal 17/12/2020,
Beberapa Kepala desa Menyebutkan bahwa dari Pihak Bank NTT,ketika kami mau Melakukan Pencairan masih banyak persyaratan,tanya itu dan ini,Lebih anehnya lagi ada teler bank yang Minta kami Untuk Melakukan permintaan tanda tangan Surat Kesepakatan tapi isinya apa kami tidak tau ,pada hal Kami ini selaku Kepala desa hanya datang Mencairkan dana desa yang di transfer oleh Pemerintah Pusat,bukan Kami datang membuat Surat Kesepakatan Beberapa Kades dengan Kesal
Atas informasi Kekesalan Nasabah bank NTT Cabang Waitabuala,dari Anggota DPRD Kabupaten Sumba barat daya TOMAS tanggu Dendo, angakat bicara
Ketiak Media SuaraIndonesia Menelpon TOMAS tanggu Dendo Menjelaskan seyoganya PT Bank NTT, dan Pihak Dinas PMD Kabupaten Sumba barat daya harus ada Komunikasi yang jelas,sehingga Kades -Kades datang Melakukan pencairan tidak Mengalami Kegagalan jelas TOMAS tanggu Dendo,Apalagi sekarang ini di akhir tahun Kepala desa di tuntut melakakun LPJ akhir tahun,dan yang di Kejar-Kejar oleh masyarakat kan Kepala desa bukan bank ungkap Ketua fraksi Nasdem
dan Kalau kita sadari Masyarakat itu tidak kenal arti Kas kosong atau uang tidak ada di bank yang masyarakat tau kepala desa pergi Pencairan berarti dalam harapan Masyarakt kades itu bawa Uang jelas TOMAS pada media ini,(Liputan Tibo SuaraIndonesia).





